Jumat, 21 Oktober 2011

Berbagi dengan Paket Donasi #wisbis

3 comments
hal yang menyenagkan di dunia ini adalah berbagi, setujuh?

tentu banyak cara untuk berbagi, salah satunya adalah melalui program wisbiz ini.

Kamu tidak hanya mendonasikan sebagian rizki yang kamu miliki, tapi kamu akan membuat anak yatim.dhuafa akan tersenyum dan bahagia. tidak hanya itu saja, melalui program ini kita akan mengenalan mereka dunia entrepreneurship, menarikan?

mari "Berbagi Senyuman, Menumbuhkan Kemandirian Pemuda", mauu?


info lengkap klik disini

Selasa, 04 Oktober 2011

Meretas Batas | Sarjana Ngasong??

8 comments

Pagi ini saya melihat dua pasangan tua yang unik menurutku. Sang nenek mencari sampah atau barang bekas, sedangkan sang kakek mengikuti dari belakang sambil mendorong becak. Saya belum sempat bertanya berapa tahun mereka melakukan hal ini. Tapi saya yakin mereka telah lama melakukan hal tersebut. Walaupun usia senja mereka masih tetap semangat mencari “sampah”, demi apa coba?
“Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno)
Kejadian tersebut sempat mengingakan saya ketika dulu pernah hidup dari sampah. Oh ya? Yup, tiga bulan lebih saya pernah hidup dari sampah, kertas bekas persisnya. Seperti kebanyakan mahasiswa lepas skripsi pasti banyak “limbah” kertas dari revisi. Hal ini ditambah “limbah” dari teman-teman sekontrakan. Melihat hal tersebut ada seorang teman yang menggoda saya untuk “menjual” kertas tersebut. Dan ternyata hasilnya lumayan juga. Pernah satu hari dapat Rp 200.000, lumayankan? :D

Memang “usaha” ini harus dibayarkan dengan membuang urat malu kita. Saat ketika ke gudang harus siap-siap bertemu para “pemulung profesional” lainnya. Dan dan tidak jarang digodain mbak-mbak pegawai gudang :D. Tidak kebayang apa yang dipikirkan mereka jika mereka tahu kami pernah kuliah di Universitas ternama di negeri ini.

Proses ini memang tidak berjalan lama. Namun memberikan “energi” tersendiri bagi petualangan hidup ini. Saat kita bisa keluar dari “batas” kita maka kita akan terbebas dari belenggu yang ada. Ketika saya jualan di sunmor dulu, sempat terbesit berbagai macam ketakutan, masak sarjana ngasong? Namun yang ada dipikiran saya adalah saya harus melakukan ini jika mau berkembang, kapan lagi jika tidak sekarang bukan? .

hal in ternyata memecah mental block saya yang saat yaitu saya ga bisa jualan, saya tidak pernah berani menawarakan barang ke orang. Saya adalah konseptor bukan marketer. Segala tembok pikiran jebol, segala belenggu lepas. Ketakutan-ketakutan yang ada hanyalah ada di pikiran kita saja. Dan saat kita yakin dan mau, kita bisa melakukan apa yang kita inginkan, maka cobalah SEKARANG juga! Just do it!

Apapu yang kamu lakukan,  enjoy the process, enjoy your life :)