Senin, 21 Mei 2012

Nikmat Sekarang atau Nikmat Nanti?

Bayangkan bila kamu ditawari dua makanan favorit? Sudah sewajarnya kita akan memilih dua-duanyakan? Maunya dapat semua. Inilah yang terjadi saya harus buka puasa dan ditawari makan sate ayam atau sop ayam. Karena untuk buka, saya “terpaksa” memilih sop yang ada sayurnya dan menahan diri untuk tidak makan sate, bukankah puasa mengajarkan kita untuk menahaan nafsu kita? Bukan hanya yang tidak boleh dilaksanaan, tapi bagiamana kita menahan diri disaat itu diperbolehkan


Ada yang bilang kesempatan hanya datang sekali.  itu memang ga salah, tapi jika kita yakin kita bisa mendapatkan kesempatan berkali-kali.

Rejeki memang sudah diatur dan sesuai kehendakNya, tapi Allah juga mengkehendaki bahwa manusia juga diberi kesempatan untuk memilih sesuai kehendak kita. Maksudnya?

Jika ada orang lain memberikan sebuah rejeki bagi kita secara tiba-tiba, mendadak atau kita belum siap (entah itu makanan, amanah dll), kita punya beberapa pilihan : menolak, menerima dan menikmati/melaksanakanya atau menerima ata membaginya kepada yang lain atau ada pilihan lainkah? :)

Ada cerita menarik ketika ada seorang teman mengaku tidak bisa puasa sunah karena akan dibawakan makanan oleh orang lain hari itu. Dia takut “menolak” kesempatan atau rizki yang diberikanNya. Ini mirip mengapa di Inodnesia sedikit sekali melaksanakan puasa syawal karena banyak makanan yang dihidangkan atau takut ga menghormati orang lain jika dijamu orang lain. Sadarkah kita kalau semua itu bagian dari cobaanNya? Tahukah kita bahwa pasti akan ada rizky yang lebih baik menanti kita?

Jika kita tidak melakukan sesuatu karena hal tersebut berbahaya ataa merugikan kita, hal ini lumrah saja. Tapi bagaiamana bila kita tidak melakukan sesuatu padahal hal tersebut boleh dilakukan, inilah tantangan. Makan dan minum adalah hal yang boleh dilakukan, tapi kita diminta untuk menahanya, boleh melakukan seusai waktu yang ditentukan, tapi lebih hebat lagi adalah bagaimana kita bisa menahan diri lagi jika di waktu yang ditentukan itu. Itulah nikmatnya.

Makan saat buka puasa adalah biasa, tapi menahan diri untuk tidak makan (berlebihan) saat buka inilah tantangan luar biasa.

Dan ketika saya memilih buka dengan sop ayam, tentu sate tersebut akan diberikan kepada orang lain. Tapi namanya rejeki tak kemana, sebelum tidur ibunda memberi pesan “rif, ki sate-ne dienteke ya, nek sesok ndak ra enak! (rif, ini satenya kamu habiskan ya, kalau besok basi!”

5 comments:

Clara Canceriana mengatakan...

postingan yg membuat aku berpikir mas... hmmm :)

Elsa mengatakan...

hhhm.... iya, jarang puasa syawal karena memang di saat saat awal bulan syawal, makanan begitu berlimpah ruah yaa...

aku pilih nikmat nanti aja deh

AnnJasmine mengatakan...

Wah terima kasih sudah meningatkan. Hal ini sepele ya sebenarnya, tapi penting, jadi sadar :)

uci cigrey mengatakan...

akhirnya nyobain 22nya, asikkkk :D
memang kalo abis buka puasa, susahnya menahan nyobain smua makanan sampe berlebihan. Apalaagi utk yg doyan makan..

cara mudah tidur mengatakan...

Oh my goodness! A dream come true for those lucky sweethearts! You did a marvelous job.♥♫