Tampilkan postingan dengan label zona ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zona ikhlas. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Agustus 2013

Semua Atas Ijin Allah

1 comments
Alhamdulillah kita telah melewati bulan Ramadhan, adakah bekas yg tersisa di dlm bulan tsb? Atau seperti bulan lainya?

Bagi saya sendiri Ramadhan kali ini membuka mata atas segala KuasaNya. Pada satu titik saya sadar bahwa salah satu mimpi BESAR saya terwujud. Hebatnya jauh lebih cepat bayangku dan dengan cara yang diluar dugaan. Kog bisa? Apaan tu?
Yang penting bukan “Apa-WHat” dan “Bagaimana-How” tapi “Mengapa-Why” kita harus mencapainya
Salah satu mimpi Besarku adalah mempunyai Rumah Tahfidz/Panti Asuhan dengan anak asuh lebih dari 1000 anak. Impian ini merupakan pengembangan mimpi-mimpiku dan baru saja saya revisi tahun ini. Dan untuk mencapainya sebernya ada mimpi2 lain yang akan mendukung sebelum saya dapat merealisasikanya. Tapi tanpa sadari saya telah mencapainya walaupun ga sepersis bayangan awal.

Awalnya untuk mencapai impian tersebut saya harus mencapai (sebut saja) mimpi 1 & mimpi 2. Tapi Tuhan telah memperlihatkan Kuasa tanpa harus menggapai mimpi 1 & 2. Atas ijin Allah Saya bisa langsung ke mimpi 3. SubhanAllah..

Wah berarti saya sudah  “membangun Rumah Tahfidz/Panti Asuhan dengan 1000 anak asuh” dong? Hmm, kalo “what” persis itu tentu saja belum. Satu aja belum pernah, lha uangnya darimana? Bagaimana bisa mempunyai 1000 anak asuh? Nah, tapi salah satu alasan (why) saya mempunyai mimpi tersebut adalah minimal saya mempunyai 1000 anak asuh yang mendoakan dan menjadi amal jariyah (investasi akhirat) kelak bila saya mati kelak.

Nah kalau itu sebenarnya tujuan utamanya berarti bersama Senyum Community sebenarnya kita sudah melayani lebih dari 1000 anak asuh. Emang sih saya tidak punya data persis tapi program Senyum Ceria Ramadhan 2013 (SCR2013) membuka mata saya. Acara ini sudah melibatkan lebih dari 1000 anak. Bahkan yang lebih wow, dalam satu hari kita juga mampu menghadirkan lebih 1000 anak.

Jujur hal ini diluar bayanganku, bagaimana mungkin dengan kapasitas kita bisa melakukannya. Tapi atas ijin  Allah, semua bisa terjadi dan dengan cara-cara yang diluar dugaan, seperti kebetulan. Sunggur indah rencanaNya

Namun memang hal ini bukanya membuatku berhenti, tapi hal ini memacu saya untuk bukannya berpuas diri tapi bagaimana mimpi ini tidak hanya sebatas angka ataupun pencapaian tapi benar memberikan dampak nyatai sesuai tujuan mengapa saya harus mencapainya, berat tapi inilah tantangan selanjutnya

Tetap SeMANGAT!! :D 

Senin, 25 Februari 2013

Nikmatnya Masalah?

5 comments

kemarin saya dapat musibah, modem ikut ke cuci #menganubanget :3

setelah tahu langsung saja tak keringin pake kipas angin, dan setelah kering tak coba, tapi ga bisa hidup :(

sempat mau menyerah & cari modem baru, emg msh ad HP, tp kalo soal pekerjaan lbh nyaman OL via komputer :9


Masalah silih berganti, solusinya selalu sama : sabar, ikhlas & tawakal :)

paginya saat galau, kucoba modem lagi, tapi tetap saja ga bisa
dan ku sempat ngetweet brrp baris ini :D


  • Saat masalah datang pilihan kita : fokus pd solusi atau malah larut dlm masalah tsb | bgmn kita menghadapinya?
  • Saat awal bertemu masalah sudah sewajarnya kita galau, sedih, kecewa, sesal. Tp mau sampai kapan?
  • Masalah memberi kesempatan bagi kita berhenti sejenak, mengevaluasi & melihat hal yg sblmnya tak terlihat | enjoy the process :)
  • Masalah bukan dihindari tp Dihadapi dg sepenuh hati | ambil hikmah biar pelajaran berlimpah
  • Masalah mberi kesempatan kita utk mengingatNya, mendekat kpdNya | oh, mungkin slama ini kita melupakanNya
  • Syukuri masalah yg ada sbg bentuk cinta kpdNya, bhwa dia sdg mbuat kita lbh tegar & yakin atas kuasaNya



dan setelah dhuha saya yakin ku ga perlu cari modem baru, tunggu aja beberapa saat lagi..

dan benar, saat menjelang zuhur,saya coba lagi modem, alhamdulillah bisa hidup lagi

Jumat, 09 Maret 2012

Ikhlaskan

1 comments

 ikhlas..ikhlas..ikhlaskan
banyak hal yang ga sesuai rencana? ikhlas..ikhlas..ikhlaskan...
banyak sms/mention ga dibalas? ikhlas..ikhlas..ikhlaskan
banyak target yg belum tercapai? ikhlas..ikhlas..ikhlaskan...
dikecewain banyak orang? ikhlas..ikhlas..ikhlaskan....


takan pernah ternodai hati yang setia akan keikhlasan
takan pernah tergantikan kasih yang berisis ketulusan
takan pernah usai asa yg selalu ada pada jiwa-jiwa yang penuh

biarkan kepercayaan bersemi dalam telaga kesabaran
dan biarkan sunyi menjawab dalam sepi

ikhlas..ikhlas..ikhlaskan

Selasa, 10 Mei 2011

Kunci yang Tergantikan (Keajaiban Al Fatihah)

0 comments
“keajaiban tidak ditunggu, tapi bisa kita ciptakan (Kejaiban)”


Hari itu saya diundanga dalam acara MM (Master Mind Pasar) Seng, sebuah kelompok kecil yang fokus membahas tentang bisnis. Walaupun tujuannya untuk belajar bisnis acara hari itu tetap penuh dengan MM (makan-makan) hehe. Tapi bukan acara MM tersebut yang ingin saya sharingkan, tapi setelah acara tersebut. Apa itu ?

Acara MM berakhir Magrib, itupun karena sudah malam padahal pembicaraan masih hangat-hangat. Saya pun pengen segera ijin karena sudah janji mau mengembalikan Flasdisk. . Karena tidak tahu alamat mbak Nadiyah saya bersegera pamit, takut ntar nyasar. Ga enak kan malam-malam kesasar?

Acara MM tersebut dilakukan di Rumah Rizka berada di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Setelah mendapat peta tujuan saya lekas menuju TKP. Ternyata pencarian saya dimulai. Ketika sudah hampir sampai tujuan, saya mencoba menepi dan menanyakan alamat mbak Nadiyah. Tapi ketika akan parkir, “eh kunci motorku mana ya?”. Hilang! Jatuh entah dimana?

Sebenarnya saya sudah diingatkan beberapa beberapa kali kalau kunci motor udah rentan untuk “lepas” dari tempat, dan sekarang saya benar-benar merasakan sikap “nggampangke” tersebut. Saya harus kembali mencari dalam kegelapan, dimanakah kunci motor saya. Mungkin bagi yang biasa lewat jalan Imogiri barat dan Imogiri Timur, sudah paham benar jalanan tersebut minim lampu. Apalagi harus mencari beberapa kilimeter.

Saat bingun, panik, saya mencoba untuk istirahat sholat dulu. Sambil berdoa semoga diberikan yang terbaik. Sebelum mencari kunci lagi saya sempatkan untuk mengembalikan flasdik dahulu, setelah barulah mencari kunci yang hilang.
Pencarian pun dimulai lagi. Dan seketika saya ingat tulisan mas Arif tentang keajaiban surat Al fatihah. Saat itu juga saya menyerahkan semua kepadaNya. Sambil mencari lidah saya melafal wahyu Tuhan tersebut. Ada keyakinan bahwa Alloh pasti memberi petunjuk bagi hambaNya.

Azan isya sudah berkumandang. Namun pencarian sudah sampai titik awal, rumah mbak Rizka. Saya belum menemukan hasil. “Ya Alloh saya ingin shalat isya dengan tenang, temukan kunci saya”. Saya belum putus asa, kembali saya melewati jalan yang saya lalui. Dan..

"Tawakal bukanlah berpasrah diri. Tawakal juga bukanlah tentang apakah engkau menang atau kalah. Tawakal adalah tentang berusaha sekeras-kerasnya hingga engkau benar-benar sudah sampai batasnya (tidak sanggup lagi), dan kemudian menyerahkan hasilnya pada Allah."


“eh, apa itu? Kunci?”
Saya pun berhenti dan mengambil, benda tersebut
“wah benar kunci, tapi kog kunci “Honda”?” (motor saya yamaha) tanpa berpikir panjang saya coba masukan dan eh bisa! SubhanaAlloh!

Alhamdulillah saya bisa shalat Isya dengan tenang 

Jumat, 04 Februari 2011

masalah dan kebahagiaan

4 comments

“setiap hari slalu ad masalah silih brganti, dan stiap hari pula Alloh mengingatkan hambanya utk slalu bersabar dan bertawakal kpdNya :)”




Pernah ga kalian berkata, “hidup kog kayakna penuh dengan masalah?”. Seakan ada saja masalah yang silih berganti. Mulai dari hal sepele sampai mengancam hidup kita. Dan ditahun baru ni seakan-akan ada saja masalah yang datang, seperti
1.Dompet yg hilang (beserta surat2nya plus uang tentunya)
2.Kaos pesenan salah sablon, jadi telat ngirim
3.Kabel powe Laptop rusak (lagi)
4.Hampir patah hati, karena bertemu “dia” dengan “yang lain” (apaan sih?? :D)
5.Dan mungkin beberapa masalah yang terlalu vulgar untuk saya ungkapkan disini

Tapi apakah hidup ini hanya ada masalah? Kalau kita mau jujur dan bersukur, aka nada banyak hal. Apa sih hebatnya berbagai masalah yang ad tersebut? Bahakan tidak jarang ada kebahagian yang muncul dalam masalah tersebut, seperti :
1.Ketika dompet saya hilang, sehari kemudian saya bertemu Bu lek (Bibi), karena dah lama ga ktm saya dapat “tunjangan” dan alhamdulilah nilainya lebih besar dari uang saya hilang
2.Kaos salah sablon, justru kaos yang salah tersebut langsung dihibahkan kepada saya. walaupun saya harus mendapt cap jelek karena molor, tapi saya mampu ngasih Gratis kepada teman-teman yang lain :D
3.Hampir patah hati?? Bebarengan “kejadian” itu, saya bertemu dengan banyak teman lama, berbagi cerita dan reunion. Dan saya merasakan kebahagiaan yang masih kerasa sampai sekarang :)

Lalu mengapa kamu bersedih jika ada masalah??

Laa tahzan innallaha ma’anaa, Jangan Bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. at-Taubah: 40)


Nb: baca tipsnya disini dah pernah tak praktekan juga disini

Rabu, 15 Desember 2010

Menemukan (kembali) Cinta Sejati (Merapi, Cinta dan Senyuman-5)

7 comments
8 November 2010
Siang itu kita kembali ingin melakukan pendampingan. Hari itu kita mendapat rekomendasi untuk segera pergi ke Posko SMK N1 Seyegan. Cuaca jogja saat itu kurang bersahabat, mendung. Namun hal ini tidak mengurangi Semangat kita. Walaupun saat itu kita hanya berempat, kita tetap nekad untuk beraksi.

“waduh adiku tiba-tiba minta dianter je” mendadak seorang sahabat harus batal berangkat. Hal sempat mengendorkan kita,
“nanti gimana?”
“ yawda yang penting mengalir aja, kayak kemarin” ungkap, sedikit memberik semangat.

Dan berangkatlah kami hanya bertiga saja. Ternyata yang keberangkatan juga diiringi hujan deras, bahkan sangat deras menurut saya. bahkan seorang sahabat yang sedia pengen nyusul ke TKP mengurungkan niatnya karenanya. Sampai tujuan suasana ternyata diluar dugaan. Suram dan penuh ketidakpastian. Berbeda dengan hari sebelumnya. Para pengungsi disini belum “terurus”. Bantuan masih minim dan sangat memprihatinkan. Bantuan logistik belum masuk, mereka belum siap untuk diajak bermain. Perut mereka masih kosong.

Hari tersebut menjadi salah satu hari terberat. Basah kuyub dan tidak tahu harus ngapain. Melihat saudara kita yang cukup memprihatinkan membuat hati saya miris. Hal ini ditambah dengan kondisi pribadi saya secara keseluruhan. Saya masih shock dengan segala rencana yang gagal. Apa lagi beberapa hari terakhir saya benar-benar mengeluarkan banyak sumber daya;uang, tenaga dan pikiran. Capek.

Seoalah seperti suratan takdir, bukan malah berhenti. Hari-hari berikutnya menjadi sebuah ritual harian. Berangkat, berkumpul, dan BERGERAK (bermain dan bernyanyi). Sempat terselip beberapa pertanyaan. Sebenarnya saya melakukan semua untuk apa? Untuk siapa? Mengapa? Yang ada pikiran saya saat itu hanyalah just do it.

Dan ternyata semua ternyata ada jawabanya.
“CINTAILAH masalah, mari membangun monumen perdamaian dari batu-batu kebencian yg dilemparkan ke arah kita” (arief budiman)

Bayangkan, hampir sebulan penuh saya hanya mengurusi korban merapi sebenarnya buat apa? Pengeluarkan saya bertambah untuk telekomunikasi dan transportasi, padahal pemasukan nihil, sebenarnya buat siapa?

Dan disinilah saya menemukan kembali kekuatan Cinta sejati. Sesuatu yang membuat saya bertahan dan lebih kuat. Ada kekuatan BESAR yang membuat saya tidak pernah merasa lelah dan kehabisan makna. Sebuah anugerah luhur dari Sang Maha Cinta. Tuhan telah menunjukan Kuasa dan KebesaranNya. Hal ini dibuktikan dengan hal kecil seperti…

Pulsa
Nasib menjadi koordinator adalah harus bisa menghubungi banyak orang. Tentu saja hal ini menguras pulsa saya selama. Saya sempat kaget ketika saya harus mengeluarkan pulsa lebih banyak. Saya harus beli pulsa hampir setiap hari. Dan anehnya pada hari itu (saya lupa kapanya) ada keinginan untuk membeli pulsa, namun kog sepanjang perjalanan (dari rumah ke posko) masih pada tutup. Hingga saya memutuskan untuk menunda beli pulsa. Namun sesampai diposko saya coba cek pulsa. Rp 53***. Saya coba menghitung kembali jumlah nominal dan digit. Kog tambahnya ya? Siapa yang ngisiin ya? Padahal tidak ada sms notifikasi pengisian pulsa? Darimana ini?

Nasi bungkus
Waktu pendampingan yang mengharuskan briefing sebelum zuhur dan berangkat setelahnya terkadang membuat saya terlupa pada satu hal. Makan. Terutama pada awal-awal perjalanan kita. Namun berbeda tanggal 10 November 2010, untuk pertama kalinya kita para fasilitator pendampingan mendapatkan fasilitas makan. Walau sederhana. Namun bukan itu yang menarik, tapi tentang nasi bungkus yang “diberikan saya”. pertama, di kursi saya. saat melakukan pendampingan kita menitipkan tas dan perlengkapan lain. dan saya meletakan disebuah kursi. Berbeda dengan kursi-kursi lain yang dititip tas teman-teman saya. dikursi itu ada sebuah nasi bungkus. Awalnya saya tidak memperdulikannya.Namun hal ini menjadi pertanya kembali setelah saya menemukan nasi bungkus di motor saya. bukan di motor teman-teman yang lain. apakah ini kebetulan? Untuk apa kedua nasi bungkus itu “diletakan” di tempat tersebut? Oleh siapa? Wallahu ‘alam

“Cinta dariNya menjawab semua masalahmu. Dia mendengar, Melihat dan selalu Berfirman : perangi neraka didalam hatimu. Damaikan jiwamu dengan Cinta Dia.
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh. Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu
Serahkan, ikhlaskan dan pasrakan hanya kepadaNya. Cintanya adalah jawaban, karena Tuhanlah maha Cinta”
(Nidji)

Jumat, 26 November 2010

Awal Perjalanan Cinta Abu vulkanik (Merapi, Cinta dan Senyuman-3)

6 comments

03 November 2010
Sore itu saya mendapat beberapa sms yang menanyakan keadaan Jogja. Saya yang sedang melakukan perjalanan balik dari Bandung ke Jogja tentu saja bingun menjawabnya. Dan hati mulai resah ketika saya mendapat sms dari sahabat saya “Astagfrllah, awan pns dg kec tgg&trbsr yg mgarah ke posko, mhn doany brkali2, sy ign smua pgungsi slmt, km lg kjr2n mghndri awn pns..Allahu akbar!”

Dan saya hanya bisa diam, dan berdoa…

Sampai di Jogja saya langsung disambut oleh kabar buruk, “Jogja meletus 3 kali lebih BESAR dari sebelum kamu berangkat” kata bang Arul yang dini hari itu menjemput saya.

Saya masih ingat betul sebelum berangkat ke Bandung, saya masih mempunyai beberapa agenda besar yang ingin dilakukan. Rencana kerjasama CSR dengan mitra tinggal selangkah lagi, begitu pula komunikasi positif dengan perusahaan mapan di Yogya membawa angin segar. Apalagi ditambah kepercayaan sebuah media di Jogja untuk mengisi progam regular mereka. Rencana eksekusi progam baru juga sudah dicanangkan, tergambar jelas beberapa mimpi yang akan segera tercapai. Namun, semua itu seakan-akan hanya dalam tidur saja. Semua bayangan indah tampak kabur oleh abu vulkanik. Bagaikan langit yang tertutup mendung, saya hanya bisa diam dan bersabar akan KehendakNya.

Seharian (04112010) itu saya benar-benar bingung dan kosong. Bagaikan orang planet lain yang tidak tahu bahasa, budaya ataupun apapun yang ada di kota ini. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya bisa berdoa bahwa Merapi tidak semakin parah, dan saya kembali agak tenang ketika malam harinya (sekitar 20.00-21.00), chatz dengan Mbak Yuli, pengasuh PA Nurul Yasmin (yang terletak di Jakal Km 14), bahwa keadaan disana baik-baik saja. Dan rencananya besok saya ingin k PA.

05 November 2010
“Aslm. Halo.. mas Arif dimana?”
“Di rumah, Nitikan, piye?” jawabku
“oh, ya saya tak kesana pengen ngobrol sekalian curhat…”

Awalnya saya mengira obrolan akan berlangsung biasa saja, namun saya benar-benar kaget ketika saya mendapat kabar ternyata Merapi kembali meletus dan lebih parah. Radius aman diperluas 20KM. seketika juga saya langsung sms ke semua teman yang tinggal di Jalan Kaliurang dan sekitar. Banyak balasan sms yang membuat saya miris. Hampir semua teman sudah mengungsi. Dan saya lebih terkejut ketika saya mendapat sms dari mbak Yuli “kita masih bertahan di Panti. Tidak ada transportasi mas”

Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung mencoba semua kontak bisa membantu untuk evakuasi. Dan bergegas untuk segera keatas melakukan apa yang bisa dilakukan. Walau Belum mendapat kepastian mau dievakuasi dengan apa dan kemana saya tetap saja berangkat keatas. Sempat mendapatkan “penolakan” dari beberapa teman karena tidak bisa membantu, akhirnya jawaban itu ada. Seorang sahabat yang awalnya mengaku tidak bisa membantu, entah kenapa berubah pikiran. Waktu itu saya yang sedang dalam perjalanan pun sedikit lega. Kabut vulkanik yang menghadang seakan-akan sudah tidak berati, ada suatu yang lebih besar menanti. Transportasi pun didapat walau agak telat.

“di saat krisis, yang diperlukan adalah sebuah tindakan CEPAT, TEPAT dan DAPAT”
Sampai di Panti, proses evakuasi ternyata tidak berjalan mulus. Suasana panik dan mencekam masih terasa. Banyak anak-anak yang minta dijemput keluarganya. Hal ini memberikan tekanan sendiri bagi mereka. Namun Alhamdulliah semua bisa terkendali, anak-anak sudah bisa “ngungsi” dengan tenang.

Dan cerita ini menjadi awal sebuah perjalanan INDAH yang penuh dengan KETIDAKPASTIAN. Sebuah langkah kecil yang memberikan perubahan BESAR. Yah, selamat datang di sebuah periode baru bersama Senyum Merapi. Apa itu? Nantikan yah dalam cerita selanjutnya ^^


Nb : special thax buat dua Srikandi yang berani menembus abu vulkanik untuk mengevakuasi anak NY dan gamaw disebutin n dicritain :D. tulisan lain ini bisa dibaca juga di http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/senyum-community-evakuasi-anak-panti-nurul-yasmin/

Senin, 09 Agustus 2010

Learn to Fly make Dream Come True

4 comments
(sebelum melanjutkan seri terkahir dari manajemen waktu-menghilangkan kebiasaan menunda, ijinkan saya menuliskan tentan sebuah uneg-uneg dibwh ini^^)



“pekerjaan paling menyenangkan adalah bermimpi dan pekerjaan paling bermakna adalah mewujudkan impian itu”

Saat paling membahagian dari berbagai sesi di PA (seperti http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/training-motivasi-di-panti-asuhan-putri-al-qudus/ ) adalah saat kita bersama-bersama menerbangkan “pesawat impian” kita. Bagaikan seorang pilot kehidupan, kita seolah-oah sedang berusaha menerbangkan pewsawat impian kita setinggi-tingginya. “Learn to Fly make Dream Come True”

Beberapa waktu lalu saat saya mengutarakan ide untuk mengadakan acara Ramadhan di 7 Panti. Banyak yang bertanya, “7 panti??, kalau ga nyampai bisa kurang to?”. (Pengennya sih sebenarnya bisa lebih dari 7 :D). memang kalau dilihat dari kebiasaan Senyum Community yang “hanya” sebulan mampu mengadakan 1 atau 2 kegiatan. Angka 7 seolah-olah itu hal yang mustahal. Justru itulah sebenarnya tantanganya, mampukah kita mengatasi keterbatasan untuk mewujudkan segala impian kita?
"ordinary people dream extraordinary things" Obama

Salah satu kendala dalam mewujudkan impian kita adalah mengalahkan diri sendiri.. ketika worksop di JMR (baca : http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/jagongan-bersama-senyum-community/ ) saya menyaksikan benar, banyak dari kita yang masih malu-malu memperlihatkan potensi diri. Kita terkadang masih belum percaya diri terhadap apa yang kita miliki. Padaha Alloh sudah menganugerahkan segala potensi yang ada. Tergantung bagaimana kita mensyukuriNya (mengembangkan potensi tersebut untuk mewujudkan impian kita).

Saya tahu untuk mewujudkan kegiatan di 7 PA bukanlah hal yang mudah. Namun tidak ada yang mustahil bukan? Saya sadar inilah saatnya kita memberikan lebih, inilah momentum untuk berbagi lebih banyak lagi, inilah waktu yang tepat untuk memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya . Dan sat kita Yakin dan ikhlas, maka pintu kemudahan akan selalu terbuka bagi kita.


selamatRamadhan ya para blogiee ^^. maaf lahir batin y^^


Nb : Apa itu Senyum Ramadhan di 7 PA? Buka aj http://www.senyumkita.com/senyum-ramadhan/. Kapan itu? Nih lihat : http://www.senyumkita.com/senyum-ramadhan/jadwal-acara/. Bagaiaman cara berpartispasi?? Klik aj http://www.senyumkita.com/senyum-ramadhan/dukung-program-ini/. Trs ada apa lagi? Ada Quiz berhadiah Kaos loh!! Buka ja http://www.senyumkita.com/senyum-ramadhan/senyum-quiz-ramadhan/

Sabtu, 19 Juni 2010

kejujuran

9 comments


Minggu ini saya kehilangan salah satu orang yang mempengaruhi dalam hidup ini. Dia adalah orang yang selalu menanamkan nilai-nilai kebaikan pada diriku. Dia adalah nenekku. Neneku telah meninggakan “harta” yang tek ternilai. Dia tidak mengajarkan cara menjadi kaya ataupun ilmu canggih tentang teknologi. Namun dia mengajarkan satu nilai BESAR, yaitu Kejujuran

Saat ini banyak orang tua yang memilih mengajarkan anaknya bahasa asing, teknologi dan berbagai hal. Namun sedikit yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Sehingga tidak heran mengapa korupsi begitu merajalela, mereka tidak diajari apa itu kejujuran.

Salah satu pesan klasik yang tertanam pada diriku adalah : “ Nang, dadi wong nomer siji ki jujur, nek jajan ngomong opo anane. Nek jipuk loro yo ngomong loro” (artinya : Nang (panggilan anak jawa), jadi orang yang pertama itu jujur, kalau jajan (beli makanan) itu apa adanya, kalau makan dua ya bayarnya dua”)
Neneku tidak hanya mengajarkan secara filosofis dan teoritis. Dia mengajarkan secara konkret bagaimana kejujuran itu dilaksanakan. Dan dia juga selalu mengajarkan bahwa semua telah ditetapkanNya, jadi kita tidak perlu berbohong atau meminta sesuatu yang bukan hak kita.

Semoga ilmu yang bermanfaat ini bisa memberikan hikmah bagi kita semua

Sabtu, 01 Mei 2010

Takkan Lari Gunung Dikejar :D

16 comments


“Tugas kita hanya berusaha, Dialah yang memberikan apa yang pantas kita miliki”


Dini hari,29 April 2010. Waktu itu tiba-tiba saya terjaga. Entah kenapa setelah itu saya tidak bisa tidur. Diantara sadar dan tidak sadar, seakan-akan ada yang membisikan “coba buka lagi tasmu”. Dengan sendirinya tangan saya mencoba membuka-buka tas lagi dan ternyata…. “hah! Ini kan camera digital ku!”. Yah, saya baru saja “kehilangan” camera digital, padahal sudah 2 minggu ini hilang. Dan saya sudah membongkar seluruh kamar untuk mencarinya, bahkan seluruh “pelosok” tempat-tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Mungkin benar saya kurang teliti mencarinya. Tapi saya sudah membongkar tas saya 2-3 kali, hingga saya yakin saya benar-benar kehilangan camdig Dan anehnya, saat camdig itu “hilang”, banyak yang ingin meminjam dan saya juga membutuhkan untuk dokumentasi beberapa kegiatan. Tapi seolah-olah Tuhan “menggoda” saya dengan menyembunyikannya.

Ini bukan pertama kali saya mengalami kejadian hampir sama. Mungkin beberapa sahabat tahu seberapa sering hape, dompet atau segala property saya yang “mudah hilang”. Bulan ini juga dompet saya jatuh (hilang) untuk ketigakalinya. Dan yang ajaib, dompet itu bisa kembali seutuhnya. Apakah ini kebetulan? Kenapa bisa berulang-lang terjadi? Anda bisa tanyakan kepada orang yang kehilangan dompet (atau apapun) dan tidak kembali lagi. Ini adalah tanda kebesaranNya

Tuhan telah memberikan pelajaran bagi saya bahwa apa yang saya miliki didunia ini hanyalah titipan semata. Kita harus siap bila sewaktu-waktu Dia meminjam atau bahkan memintanya. Kita terlahir tanpa memiliki “telanjang” dan hanya bisa menangis. Dan sekarang kita telah memiliki segala karunia yang luar biasa, tidakah kita bersyukur? Lalu apakah kita masih menginginkan lebih dari itu? jika kita yakin, bahwa apa yang telah Dia berikan kepada kita lebih dari cukup.

“kekayaan itu ada pada hati yang merasa cukup”

Rabu, 28 April 2010

Setiap orang punya “cara” sendiri

9 comments


Salah satu alasan dulu saya tertarik belajar psikologi adalah karena saya ingin belajar sesuatu yang minimal berguna untuk diri sendiri. Jadi saya tidak termasuk kurang sreg ketika ada istilah “psikologi untuk Anda”, psikologi dipelajari untuk orang lain bukan untuk empu yg belajar tersebut. Saya sadar semakin dalam belajar, ternyata saya menemukan semakin banyak “penyakit” dalam diri ini dan bisa dibilang saya termasuk rawat jalan ketika kuliah (dan mungkin sekarang msh tahap “penyembuhkan” diri). Mungkin banyak yang bilang (terutama diluar psikologi) bilang orang psikologi “aneh-aneh” (yah, karena lagi pada “berobat” semua :D).

Namun bukan saja “keanehan” tapi saya juga melihat “hikmah” disana. Beberapa hari ini saya sadar ternyata begitu banyak masalah yang menimpa orang disekitar saya. Namun seberapa “gila” mereka, mereka masih mempunyai kekuatan positif. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan orang sedang mengalami masalah, dari ekonomi hingga urusan kuliah, namun dia tetap mau berusaha membantu saya. Walau pada awalnya saya agak ragu dengan dia karena CARAnya yang mungkin belum tepat. Namun ternyata setiap orang mempunyai cara sendiri untuk berbuat baik.

Hal ini coba saya refleksikan dengan keadaan saya. Ternyata saya juga sama saja. Saya terkadang sering kali melakukan hal-hal atau cara-cara yang mungkin “aneh” bagi sebagian orang. Saya sering kali asal ngomong/coment/chatz. Terkadang “kepolosan”an tidak bisa diterima sebagian orang. Saya mungkin kurang memahami konteks maupun terlalu beranggap semua pasti tidak apa-apa. Atau bahkan beranggpan pasti dia sepaham, sepakat dan setuju denganku.

Itulah mengapa masih ada orang yang tidak membalas sms saya (mengapa saya harus membalas sms? baca : ). Mengapa orang lain berlaku kurang menyenagkan kepada saya. Yah, mereka hanya memelakukan “cara” mereka. Saya masih percaya setiap orang adalah pada dasarnya baik dan ingin selalu lebih baik. Dan saat kita belajar memahami, setiap orang ingin berbuat kebaikan dengan cara mereka sendiri.

“apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan ikhlaskan semua. Karena Allah lebih mengetahui apa yang dihatimu”

Nb: maaf untuk setiap caraku yang belum bisa dipahami +)

Senin, 29 Maret 2010

Ikhlas dengan senyuman

12 comments


Hari itu seorang sobat mengambil “jatah” (baca :milik atau bagian) makanan saya tanpa izin. Emang saya sudah biasa itu berbagi dan cuek aja kalau ada orang lain memakai atau mengambil apa yang saya punya. Namun hari itu saya juga sedang membutuhkan, namun apa dikata. Dia lebih cepat mengmbilnya.

Emang awal sempet kecewa, namun saya coba menerima. Itulah resikonya. Dan ketika bertemu saya Cuma bisa memberikan SENYUMAN, dan berkata dalam hati “mungkin dia lebih membutuhkan daripada saya”.

Dan ajaibnya saat kita ikhlas dan berprasangka baik kepadaNya, seolah-olah Dia langsung menjawab. Sehari kemudian, sobat saya kembali dengan membawa lebih banyak lagi apa yang telah diambil. Bahkan lebih banyak dari yang dia ambil. Tanpa diminta dia malah memberi saya “bonus” (plus enak lagi :D).

Ternyata benar adanya, saat kita ikhlas bukan dihati saja, kita harus mampu mengktualisasikan dengan perbuatan kita. Saya yakin dengan SENYUM ikhlas, kita mampu memberikan apa yang kita miliki dengan sesuatu yang lebih berharga didunia. Sesuatu yang takan pernah kita bayangkan.

“Apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan berilah Senyuman. Karena Allah lebih Mengetahui apa yang dihatimu”