Tampilkan postingan dengan label hikmah puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah puasa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

Semua Atas Ijin Allah 2 (Dream, Pray, Action!)

3 comments

Ramadhan memang selalu memberkah berkah tersendiri. Tidak hanya tersadar akan mimpi yang terwujud tapi juga membuka mata saya akan makna menggapai impian.
“setiap orang punya definisi sendiri tentang kesuksesan, dan mereka punya cara sendiri utk mencapainya”
Seperti saya ceritakan dlm tulisan saya sebelumnya. Alhamdulillah atas ijin Allah saya telah mencapai salah satu impian saya. Tapi hal ini tidak saya sadari sebelumnya karena saya memberikan definisi yang berbeda atas “menggapai mimpi” tersebut. Hingga saya sadar sebenarnya buat apa saya menggapainya? Bagaimana jika saya sudah mencapainya? Tapi semua itu berubah ketika saya juga mengubah “definisi menggapai impian”


Jika kita punya motor tapi jarang kita nikmati (naiki) apakah mobil itu masih milik kita? Jika kita mempunyai rumah apakah itu harus membeli dengan uang hasil kita sendiri? Sebulan yang lalu saya harus memperpanjang STNK dan motor tersebut atas namanya adalah paman saya (karena beliau yang membelikan), makanya saya harus pinjam KTP paman untuk mengurusnya. Dan saya juga baru sadar, berarti ini motor sebenarnya bukan milik saya padahal tiap hari saya yang memakai? :D

Sekarang saya tinggal di sebuah perumahan mungil di jogja. Rumah ini sebenarnya milik Bu lek (bibi saya) dan saya di amanahi untuk tinggal disana sedangakan Bu lek tingga di rumahnya di Magelang. Jadi sebenarnya saya punya rumah sendirikah?
“apa yang kita miliki adalah apa yang bisa kita nikmati, karena semua yang kita miliki sebenarnya adalah semua milik Allah”
Pemahaman saya akan impian kemudian berubah. Saat kita mempunyai impian kita harus tahu “MENGAPA” kita harus mencapainya. Dan yang palin penting adalah kita harus minta ijin dulu kepada Yang Maha Kuasa, yang memiliki segala impian kita. Saat kita menyandarkan impian kita kepada Allah, maka semua menjadi lebih melegakan. Kita tidak perlu risau terhadap mimpi kita, karena semua itu milik Allah. Dan ketika kita mencapainya bukanya sombong tapi kita akan bersyukur karena mendapat izinNya untuk mencapainya.

Saat kita melibatkan Allah dalam impian kita, maka akan selalu ada kedamaian dalam setiap langkah mewujudkannya.kita tidak akan galau apakah kita mencapai impian kita atau tidak. Karena kita yakin Allah pasti memberikan terbaik untuk kita. Kita mungkin tidak mendapatkan persis apa yang kita minta, tapi percayalah Allah pasti mengabulkan “apa yang sebenarnya kita inginkan”

Dream, Pray, Action!

Senin, 21 Mei 2012

Nikmat Sekarang atau Nikmat Nanti?

5 comments
Bayangkan bila kamu ditawari dua makanan favorit? Sudah sewajarnya kita akan memilih dua-duanyakan? Maunya dapat semua. Inilah yang terjadi saya harus buka puasa dan ditawari makan sate ayam atau sop ayam. Karena untuk buka, saya “terpaksa” memilih sop yang ada sayurnya dan menahan diri untuk tidak makan sate, bukankah puasa mengajarkan kita untuk menahaan nafsu kita? Bukan hanya yang tidak boleh dilaksanaan, tapi bagiamana kita menahan diri disaat itu diperbolehkan


Ada yang bilang kesempatan hanya datang sekali.  itu memang ga salah, tapi jika kita yakin kita bisa mendapatkan kesempatan berkali-kali.

Rejeki memang sudah diatur dan sesuai kehendakNya, tapi Allah juga mengkehendaki bahwa manusia juga diberi kesempatan untuk memilih sesuai kehendak kita. Maksudnya?

Jika ada orang lain memberikan sebuah rejeki bagi kita secara tiba-tiba, mendadak atau kita belum siap (entah itu makanan, amanah dll), kita punya beberapa pilihan : menolak, menerima dan menikmati/melaksanakanya atau menerima ata membaginya kepada yang lain atau ada pilihan lainkah? :)

Ada cerita menarik ketika ada seorang teman mengaku tidak bisa puasa sunah karena akan dibawakan makanan oleh orang lain hari itu. Dia takut “menolak” kesempatan atau rizki yang diberikanNya. Ini mirip mengapa di Inodnesia sedikit sekali melaksanakan puasa syawal karena banyak makanan yang dihidangkan atau takut ga menghormati orang lain jika dijamu orang lain. Sadarkah kita kalau semua itu bagian dari cobaanNya? Tahukah kita bahwa pasti akan ada rizky yang lebih baik menanti kita?

Jika kita tidak melakukan sesuatu karena hal tersebut berbahaya ataa merugikan kita, hal ini lumrah saja. Tapi bagaiamana bila kita tidak melakukan sesuatu padahal hal tersebut boleh dilakukan, inilah tantangan. Makan dan minum adalah hal yang boleh dilakukan, tapi kita diminta untuk menahanya, boleh melakukan seusai waktu yang ditentukan, tapi lebih hebat lagi adalah bagaimana kita bisa menahan diri lagi jika di waktu yang ditentukan itu. Itulah nikmatnya.

Makan saat buka puasa adalah biasa, tapi menahan diri untuk tidak makan (berlebihan) saat buka inilah tantangan luar biasa.

Dan ketika saya memilih buka dengan sop ayam, tentu sate tersebut akan diberikan kepada orang lain. Tapi namanya rejeki tak kemana, sebelum tidur ibunda memberi pesan “rif, ki sate-ne dienteke ya, nek sesok ndak ra enak! (rif, ini satenya kamu habiskan ya, kalau besok basi!”