Sabtu, 03 September 2011

Hikmah Ramadhan 2011

2 comments
Apakah kamu merasa Ramadhan berlalu sangat cepat?

Saya masih ingat betul tiga bulan sebelum Ramadhan, saya sangat merindukan Ramadhan tahun ini. Dan tidak terasa kita telah melewati bulan tersebut.

Lalu apakah Ramadhan tahun ini memberikan efek positif bagi kita? Atau tidak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain?

Bulan ini memang spesial bagi saya pribadi. Namun saya juga sempat kehilangan makna bulan ini, hingga akhirnya kembali menemukan Hikmah bulan ini. Bulan dimana kita dilatih untuk meningkatkan kualitas sebagai manusia ciptaaNya. Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk melakukan perubahan positif



Apa itu? Bagi saya, Ramadhan tahun ini telah memberikan banyak pelajaran dari berbagai aspek kehidupan. Dan setidaknya saya mempunyai beberapa resolusi baru :
1. Spiritual : belajar satu ilmu dan diamalkan
Saya sudah terlalu banyak membaca buku, ikut kajian dll. Namun pertanyaan sudah seberapa banyak diamalkan? Lebih baik belajar sedikit dan langsung diamalkan dan menjadi kebiasaan kita. Dan bila sudah menjadi kebiasaan, hal tersebut tentu akar mengakar pada kepribadian kita. hal ini sebenarnya tidak hanya di aspek siritual tapi coba saya parktekan dalam aspek lainnya juga.

2. Kesehatan : Mengatur Pola Makan
Salah satu hal yang sulit bagi saya yang suka makan :D. Namun saya sadar makan tidaka berlebihan dan sehat merupakan investasi masa depan. Hal ini sudah kita latih saat Puasa, mengapa tidak kita biasakan? Langkah konkretnya adalah berusaha makan setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Serta mencoba menambah porsi sayur dan buah dalam makanan.

3. Sosial/bisnis : satu minggu satu teman/jaringan baru
Ini sebenarnya bukanlah resolusi baru, tapi bulan ini saya benar-benar mendapatkan bukti nyata. Banyak teman, banyak rejeki dan banyak jalan menuju kebahagiaan dan kesukesan. Bulan ramadhan ini saya mendapatkan banyak sekali teman baru, jaringan baru dan hal-hal yang baru. Dan yang menarik, hal tersebut juga membuka peluang-peluang baru lainnya. Hal ini membuat saya menetapkan target minimal : setiap satu minggu satu teman/jaringan baru. Dan hal ini juga membuat lebih banyak lagi target kunjungan dan silaturahmi tiap minggunya.

4. Merencanakan “Progam Kebahagiaan”
Bulan Ramadhan saya kehilangan adik kelas SMA dan kuliah. Kami tidak terlalu dekat, namun justru hal inilah yang menjadi perenungan saya. Bukan waktu yang banyak, bukan banyaknya pencapaian. Tapi hidup ini juga tentang kualitas dan makna. Buat apa kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk orang lain tapi tidak mempunyai hubungan yang berkualitas? Buat apa kita memperoleh banyak hal tapi tidak ada artinya bagi kehidupan kita?

Hal ini membuat saya mulai merancang (kembali) hal yang membuat kita bahagi dan bermakna. Tidak perlu banyak dan muluk-muluk. Cukup sederhana tapi bermakna. Salah satu contoh rencana bahagia saya bulan ini adalah : mentraktir teman yang belum sempat terealisasikan, makan sate rekomendasi teman.

Dan buat rencana-rencana lain yang akan Anda kenang seumur hidup, hal-hal yang akan dikenang oleh orang lain. Saya menyebutnya “Investasi Kenangan”. Hal-hal apa sajakah yang ingin kamu ceritakan kepada anak-cucumu? Hal-hal apakah yang orang bicarakan ketika kamu mati? Bayangkan seperti kamu akan membuat buku sejarahmu/otobiografimu


Dan diatas kesemua itu saya mendapat kata hikmah yang LUAR BIASA dan menjadi mission statement baruku :
“Buat hari ini hari TERBAIK, minggu ini minggu penuh Kenangan, dan bulan ini mejadi Bulan berSejarah bagi kita”



Enjoy the process, Enjoy yourlife

@dwarifn

Senin, 29 Agustus 2011

Senyum dibalik keceriaan Ramadhan

2 comments

Alhamdulillah Ramadhan tahun ini kembali memberikan pelajaran berharga. Bagi Senyum Community Ramadhan merupakan salah satu moment untuk berbagi lebih banyak lagi. Seperti tahun sebelumnya SC kembali melakukan Safari Ramadhan di Panti Asuhan, hadir dengan nama baru: Senyum Ceria Ramadhan (SCR),program yang harapannya menajdi ciri khas SC kemudian hari.

Berdasarakan pengalaman tahun seblumnya, untuk melakukan program Ramadhan ini membutuhkan persiapan dan sumber daya lebih. Hal ini membuat kami mempersiapkan jauh-jauh hari. Tim mulai dipersiapkan 3 bulan sebelumnya. Namun dalam prosesnya ternyata tidak berjalan mulus. Sampai 1,5 bulan sebelumnya, tim yang awalnya berjumlah 10 orang hanya tersisa 3 orang saja. Dengan berbagai alasan banyak anggota tim tidak bisa membantu dalam program ramadhan kali. Hal ini memaksa kami untuk membentuk tim baru lagi

Memang persoalan SDM bukanlah menjadi kendala utama bagi kami. Sebagai perbandiangan tahun lalu, safari Ramadhan di 7 Panti Asuhan hanya dipersiapkan oleh 3 orang saja. Dengan segala keterbatasan kita mampu melaksanakaannya. Memang tantangan tahun ini lebih berat, salah satunya adalah mengadakan acara diluar Yogyakarta. Hal ini ternyata memerlukan energi lebih untuk mempersiapkannya.

Tanpa Sponsor?
Sampai beberapa hari menjelang Ramadhan kita belum mendapatkan sponsor darimanapun. Tim baru yang terbentuk memang “terlambat”. Namun sebenarnya ini bukanlah alasan. Tahun sebelumnya, hanya persiapan kurang dari satu bulan dan dengan tim tiga orang saja, kita mampu menggandeng setidaknya tiga sponsor dan 2 media partner (cetak, radio dan TV).

Sponsor sangat penting untuk “modal awal” pelaksanaan program ini. Rasa was-waspun sempat mengghinggapi. Tapi bukankah kita mempunyai rencana alternatif? Yah, tentu saja. Inilah membuat kami tetap yakin melanjutkan program ini walaupun tanpa sponsor. Sudah menjadi rahasia umum kita membiasakan membuat rencana alternatif. Dalam program ini kami sudah menyiapkan plan B, plan C dan Plan D. Sebagai gambaran Plan D adalah rencana terakhir, kami membiayai program dengan seluruh kas dan bahkan munkin menjual aset yang ada.

Rencana alternatif sudah dibuat, tapi kegagalan rencana awal tentunya menjadi tantangan sendiri. Keyakinan diri dan bagaimana kita mewujudkan menjadi kunci. Ya Alloh memang Maha Besar. Plan B yang mencoba rencana penggalangan dana melalui paket donasi ternyata sangat berhasil. Berkat kerja keras tim SC mampu mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat. Bahkan bisa dibilang penggalangan dana dari masyarakat termasuk rekor tersendiri bagi SC.

Stay positif
Tantangan tidak hanya dalam hal dana. Dalam persiapan dan pelaksanaan teknis juga ada halau rintangan yang dilalui. Tim. Seperti yang saya ceritakan diawal, tim yang sudah dipersiapakan ternyata tidak sesuai harapan. Hal ini memaksa membuat tim baru.

Pembentukannya ternyata tidak berjalan mulus. Liburan kuliah membuat kami kesulitan mencari SDM yang berkualitas. Bahkan kami merencanakan sampai membuat tiga tahap rekrutmen. Tahap pertama dari 11 orang yang mendaftar, hanya 3 orang saja yang bisa gabung. Hal ini hampir membuat pesimis juga, namun kami tetap berusaha mencari lagi. Pencarian kembali dimulai, dan ajaib dengan media twiter kita kembali mampu menarik 11 orang untuk mendaftar dan 5 orang mau berbagi dengan kami.

Tentunya rekrutmen “seadanya” ini bukan tanpa resiko. Kita mendapatkan SDM yang belum mempunyai kemampuan yang diharapkan.Namun kami percaya, kemampuan bisa diimbangi dengan kemauan yang kuat. Selain itu berbagai latar belakang dan karakter dari tim baru cukup memberikan warna baru. Dari 15an orang yang ada, hampir seluruh untuk pertama kalinya bekerjasama dalam satu tim. Waktu yang sebentar untuk memahami dan beradaptasi satu sama lain menjadi tantangan sendiri. Terbukti tim baru ini mampu melewati berbagai “krikil” yang ada dan menyelesaikan tugasnya.

Perubahan rencana. Dalam pelaksanaan progam SCR tidak berjalan mulus. Beberapa hari menjelang Ramadhan tiba-tiba saya mendapat sms (yang isinya kurang lebih) : “maaf mas, acara di Panti Al Qahaar kalau diundur saja gimana, kita ada..”. hal ini sempat mengejutkan kita. Bagaimana tidak, kita sudah “booking” jauh-jauh hari, tiba bisa berubah secara sepihak.

Setelah berpikir sejenak, saya pun segera mengubungi pihak PA Ibadah Bunda. PA ibadah bunda yang rencana tanggal 5 Agustus (SCR 2) saya coba memajukan ke tanggal 2 Agustus agar bisa “ditukar” dengan Panti Al Qahaar (yang rencana awal SCR 1). Dan Alhamdulillah ternyata bisa, dengan cepat permasalahan terselesaikan tinggal tim menyesuaikan jadwal dan target yang ada.
.....................

Nb: pengena bersambung atau melanjutkan beberpa kisah dibalik Senyum Ceria Ramadhan, :D.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kisah Harimau dan Monyet

1 comments
pernah lihat video Harimau yang memelihara anak monyet? cekidot

Jumat, 12 Agustus 2011

Cara “Arif” jadi Entrepreneur

0 comments

“Setelah ikut seminar saya langsung Take Action mas. Saya nekad gadaikan sertifikat untuk dapat modal usaha. Namun ternyata ga semudah yang dibayangkan. Sampai saat ini saya masih harus nyicil utang tersebut” curhat seorang kawan. Hingga saat ini kawan saya tersebut”terpaksa” meninggalkan usahanya dan memilih jadi karyawan demi membayar hutangnya.

Tidak sedikit orang yang mengajarkan Cara-cara ampuh jadi pengusaha. Bahkan ada yang menawarkan cara “GILA”, “EDAN” sampai “GOBLOK”. Tidak adakah cara yang lebih baik?

Memang benar untuk meraih hal yang luar biasa, kita harus menggunakan cara yagn tidak biasa. Untuk mencapai prestasi fantastastis perlu ekstra usaha bahkan terkadang diluar nalar. Tapi perlukah kita menghalalkan segala cara? Baikah kita menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan kita? Bijakah jika menggunakan langkah-langkah yang membuat kita malah jadi Gila?

Saya percaya masih banyak cara yang bijak untuk menjadi entrepreneur. Banyak hal yang bisa kita lakukan agar mencapai kesuksesan. Sejauh saya bergelut dalam dunia entrepreneurship, entrepreneursip adalah suatu proses. Menjadi entreprenur adalah suatu pilihan untuk mewujudkan mimpi dan tujuan hidup kita.

Banyak orang memilih jadi entrepreneur tapi terjebak hanya untuk sesuatu yang semu. Seperti kawan saya, dengen pengen cepat kaya dan sukses. Maka untuk mencapainya dia membutuhkan modal yang cukup untuk mencapainya. Bahkan dia rela menggadaikan sertifikat tanahnya. Padahal “pondasi” dirinya belum siap untuk menghadapinya. Bagaikan ingin membangun gedung bertingkat, kita harus membangun dulu pondasi yang kuat untuk menompangnya. Bila tidak cepat robohlah bangunan tersebut

Pertanyaan sekarang adalah Bagaimana membangun pondasi tersebut? Inilah yang saya sebut sebagai proses entrepreneurship. Mulai dari keyakininan diri dan memilih secara sadar bahwa entrepreneur adalah pilihan hidup yang sesuai dengan panggilan jiwa (tujuan hidupnya). Kemudian di pupuk dengan Mindset yang tepat serta karakter yang kokoh. Saya percaya, menjadi entrepreneur bukan hanya menjadi pengusaha ini adalah tentang mindset dan karakter. Mindset dan karakter yang akan memberikan kita kesuksesan dan kemuliaan. Kebaikan untuk diri kita sendiri, orang lain dan alam semesta.

Sudah siapkah menjadi menjadi entrepreneur yang baik? Baik untuk diri kita,baik untuk orang lain dan baik untuk Yang Menciptakan kita..



Nb: sebuah tulisan menyambut ultah TDA Jogja. Smoga tulisan ini bisa dilanjutkan dengan berbagai refleksi dan perjalana saya sebagai pribadi dalam ber”entrepreneurship”ria, sekaligus “Berbisnis, berbagi dan menebar Rahmat” bersama tmn TDA dan Senyum Community. Enjoy yourlife, enjoy the process ^^

Jumat, 22 Juli 2011

Kerjaanmu ngapain sih?

6 comments
Malam itu saya mendapat curhat dari seorang pengusaha susu kedelai :
“mas, susah yah kalo jadi pengusaha itu?”
“napa mas?” tanyaku
“susah, kalau ditanya kerjaanya itu ngapain aja? hehe”
“lah kog?” tambah bingun saya
“lha mau gimana lagi, orang pada bingun apa yang sebenarnya saya kerjakan. Saya itu ya mas, kalau kerja cuman pagi aja, itu aja paling bentar. Siangnya saya bekerja dibalik layar, mikir yang ini dan itu. Dan malamnya saya keluar bekerja untuk umat”

Apakah kalian (para pengusaha) juga mendapati tantangan yang sama? :D

Saya termasuk orang yang mengalami hal yang sama. Kebetulan depan rumah saya sedang direnovasi rumahnya. Dan banyak tukang (pekerja bangunan). Hampir tiap ketemu dia selalu bertanya : “mboten mlebet mas?” (tidak masuk kerja mas?)

Bagi sebagian orang emang “bekerja” itu sama dengan masuk pukul 7, pulang pukul empat. Atau pakai seragam di kantor. Memang itu hal yang awam terjadi, tapi bukankah itu esenisnya?

Menurutku ini adalah soal pilihan. Pernah dengar cerita Pengusaha sukes dan nelayan (baca ini ). Pilihan untuk bekerja seperti apa, dan bagaimana.

Tergantung bagaimana kita mengartikan “pekerjaan” itu sendiri. Baru-baru ini saya harus ke Solo untuk “bekerja” tapi saya mencoba membuat “pekerjaan” itu menjadi lebih menyenangkan. Jika ditanya kerjanya ngapain? Bukan “survey” tapi “jalan-jalan, bertemu banyak orang :D”. Atau jika Ada yang pekerjaannya menyapu jalan, kita bisa aja mengartikan “membantu kota ini meraih piala Adipura”. Atau bila anda pemasak, bisa aja mengartikan “membantu meningkatkan gizi dan kesehatan bangsa ini” :D
Bagaimana dengan pekerjaanmu?

Dan apapun yang kita kerjakan mari jadikan hidup ini lebih menyenagkan. Enjoy the process^^



Nb : ketika saya tanya tentang bagaiamana bisnis pengusaha tersebut, dia menceritakan bahwa tiap hari ada sekitar sepuluh orang (agen) yang mengambil susu keledai ditempatnya. Dan tiap orang bisa mengambil 40-70 pcs. Bisa Anda bayangkan sendirikan omzet perharinya? :D

Minggu, 17 Juli 2011

sudah siapkah menghadapi Ramadhan?

2 comments

Amazing day, Alhamdulilah hari ni banyak hal "ajaib" terjadi, mengapa?

hal ini dimulai dg pertanyaan seorg tmn "apa yang kamu persiapaan menghadapi Ramadhan?" pertanyaanan mbuat sy mbuka kembali hikmah thn lalu, "Ramadhan harus kita siapkan jauh2 hari sblmnya". Bbrp amalan sblm ramadhan adalah silaturahmi dan mpbyk puasa sunah. Intinya adalah "membersihkan" diri dulu sblm ramadhan tiba, bukan malah saat ramadhan.

malemnya sy sempat ragu apakah bsk puasa, karena badan capek stlh wisbiz. Kmd teringat psn mas nanang (rumah warna) :"Yakinlah maka Alloh akan membantumu".

dan Alhamdulillah hari ni sy puasa walau tanpa sahur, badan capek tetap smangat puasa
saya YAKIN, Allohlah yg memberikan Kekuatan bukan yg lain. Tidak hanya itu saya juga bisa silaturahmi dg org yg udah lama g ktm. Keinginan bisa tidur siang pun tercapai, pdhl tidak sy rencanakan. Dan yg menarik adl tiba2 ad kakak dtg dr magelang gtw knp mbuatin susu utk buka pdhl gtw sy puasa


so, Selamat menikmati #RinduRamadhan ^^

Yk, 17 Juli 2011

Senin, 04 Juli 2011

WisBiz #2 2011

0 comments
mau jalan2 sambil belajar entrepreneur sekaligus beramal? #wisbiz

mau belajar entreprenur dr ahinya dg cara yg beda dan menyenangkan? #wisbiz

yup, ni progam kewirausahaan @senyumkita, km mencoba mbuat progam yg kreatif, menyenangkan dan bermanfaat tentunya :D #wisbiz
ayuk ikutan aj #wisbiz 2 bsm @senyumkita, mari Tamasya, Belajar dan Beramal, mau?
#eh, apa itu #wisbiz, kog bisa Tamasya, Belajar dan Beramal ? :D

sudah bukan jamanya lagi belajar entreprenur sambil ikut seminar, saat belajar sambil jalan2 :D #wisbiz
yang menarik lagi kamu tidak hanya jalan2 dan belajar entrepreneur, kamu sekaligus bisa mengajak anak2 panti ikutan #wisbiz :)
mengikuti #wisbiz berarti mendukung progam pemberdayaan anak2 yatim dan dhuafa di panti, mau?

yak, acara ini memang dibuat khusus utk membantu anak2 yatim n dhuafa utk blajar entrepreneur bsm kita, krn mreka jg punya hak yg sm #wisbiz
emg #wisbiz mau kemana aj? tentu kita akan mengunjungi bisnis yg sukses dibidangnya, mereka adl Rumah Warna, Warung Rajab dan House of Lawe
kapan #wisbiz? rencananya akan dilaksanakan tgl 16 Juli 2011, jam 08.30-16.00, mau ikutan? info lenkap di bit.ly/jRsRz1