Minggu, 22 Mei 2011

Rahasia Sukses Allegri

2 comments
Kesuksesan Massimiliano Allegri menghadirkan gelar scudetto di musim perdananya, membuat sang allenatore masuk dalam buku sejarah AC Milan. Kini, setelah 12 tahun nama Allegri akhirnya masuk dalam buku sejarah Milan. Sama seperti Fabio Capello, kedatangan Allegri yang diplot menggantikan Leonardo Araujo di musim ini juga sempat diragukan karena sebelumnya Allegri belum sekalipun melatih tim besar dan belum pernah memperoleh gelar apapun.

Kamis, 19 Mei 2011

jalan2 ke pulau KOMODO GRATISS, mau?

1 comments
ad Quiz menarik jalan2 ke pulau KOMODO GRATISS, mau?
klik aja disini

Rabu, 18 Mei 2011

Entrepreneurship Project Training ^^

0 comments
ini merupakan beberapa Materi pelatihan Entrepreneurship, terinspirasi oleh Pelatihan yang pernah saya ikuti di Campus Entrepreneurship Progam Pasca Sarjana UGM kerjasama dengan Ciputra Foundation.
selamat menikmati ^^

Ee
View more presentations from Dwi N



Mindset
View more presentations from Dwi N


sebenarnya ada satu materi lagi, bisa Anda dapatkan jika mengikuti Training Senyum Community ^^

Rabu, 11 Mei 2011

Sejuta Senyuman untuk Indonesia ^^

1 comments

Selasa, 10 Mei 2011

Kunci yang Tergantikan (Keajaiban Al Fatihah)

0 comments
“keajaiban tidak ditunggu, tapi bisa kita ciptakan (Kejaiban)”


Hari itu saya diundanga dalam acara MM (Master Mind Pasar) Seng, sebuah kelompok kecil yang fokus membahas tentang bisnis. Walaupun tujuannya untuk belajar bisnis acara hari itu tetap penuh dengan MM (makan-makan) hehe. Tapi bukan acara MM tersebut yang ingin saya sharingkan, tapi setelah acara tersebut. Apa itu ?

Acara MM berakhir Magrib, itupun karena sudah malam padahal pembicaraan masih hangat-hangat. Saya pun pengen segera ijin karena sudah janji mau mengembalikan Flasdisk. . Karena tidak tahu alamat mbak Nadiyah saya bersegera pamit, takut ntar nyasar. Ga enak kan malam-malam kesasar?

Acara MM tersebut dilakukan di Rumah Rizka berada di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Setelah mendapat peta tujuan saya lekas menuju TKP. Ternyata pencarian saya dimulai. Ketika sudah hampir sampai tujuan, saya mencoba menepi dan menanyakan alamat mbak Nadiyah. Tapi ketika akan parkir, “eh kunci motorku mana ya?”. Hilang! Jatuh entah dimana?

Sebenarnya saya sudah diingatkan beberapa beberapa kali kalau kunci motor udah rentan untuk “lepas” dari tempat, dan sekarang saya benar-benar merasakan sikap “nggampangke” tersebut. Saya harus kembali mencari dalam kegelapan, dimanakah kunci motor saya. Mungkin bagi yang biasa lewat jalan Imogiri barat dan Imogiri Timur, sudah paham benar jalanan tersebut minim lampu. Apalagi harus mencari beberapa kilimeter.

Saat bingun, panik, saya mencoba untuk istirahat sholat dulu. Sambil berdoa semoga diberikan yang terbaik. Sebelum mencari kunci lagi saya sempatkan untuk mengembalikan flasdik dahulu, setelah barulah mencari kunci yang hilang.
Pencarian pun dimulai lagi. Dan seketika saya ingat tulisan mas Arif tentang keajaiban surat Al fatihah. Saat itu juga saya menyerahkan semua kepadaNya. Sambil mencari lidah saya melafal wahyu Tuhan tersebut. Ada keyakinan bahwa Alloh pasti memberi petunjuk bagi hambaNya.

Azan isya sudah berkumandang. Namun pencarian sudah sampai titik awal, rumah mbak Rizka. Saya belum menemukan hasil. “Ya Alloh saya ingin shalat isya dengan tenang, temukan kunci saya”. Saya belum putus asa, kembali saya melewati jalan yang saya lalui. Dan..

"Tawakal bukanlah berpasrah diri. Tawakal juga bukanlah tentang apakah engkau menang atau kalah. Tawakal adalah tentang berusaha sekeras-kerasnya hingga engkau benar-benar sudah sampai batasnya (tidak sanggup lagi), dan kemudian menyerahkan hasilnya pada Allah."


“eh, apa itu? Kunci?”
Saya pun berhenti dan mengambil, benda tersebut
“wah benar kunci, tapi kog kunci “Honda”?” (motor saya yamaha) tanpa berpikir panjang saya coba masukan dan eh bisa! SubhanaAlloh!

Alhamdulillah saya bisa shalat Isya dengan tenang 

Selasa, 19 April 2011

Berbisnis, Berbagi dan menebar rakhmat?

1 comments

Kemarin ada suatu pertanyaan dari seorang sahabat tentang, dia bertanya “mahasiswa berbisnis itu sebenarnya hanya sampingan atau tujuan mas?” saya kembali bertanya buat apa bisnis? Untuk apa kita menjadi entrepreneur. Ini sedikit diskusi dari Group TDA jogja ^^ :


Tjahjadi Djoko Soekmono : Tolok ukur keberhasilan sbg Entrepreneur TDA kira2 apa (saja) ya?
Oejang Ajo ‎1. membuka lapangan kerja, 2. Mensejahterahkan karyawan, 3. Dan membuka lapangan kerja lagi... :D
Cebi Cafee Berbagi dan menebar rahmat, mampu berbagi artinya memiliki keiklasan untuk berbagi pengalaman dan knowlede untuk kemasylahatan bersama....menebar rahmat: tidak hanya hanya mencari kekayaan sajaa..tapii berprinsip sebagian rezeki dari kita ada rezeki oranglain jadi memiliki kewajiban untuk menebarkannya ^^
Ardian Fauzi KAYA RAYA... hehehehe... Kaya Rejeki, kaya beramal,kaya ibadah,kaya berbagi, kaya sing apik2 pokoke.. hehehe
Yanuar Reza Yulias simple saja...zakat maal kita semakin banyak....dan tidak jadi pengusaha sukses yang terisolir di daerah sendiri...
Cebi Cafee Oejang Ajo sepakat. percuma kalau kaya tapi dengan memeras keringat orang lain dengan bayaran tidak panatas... banyak orang kaya nyumbang ke panti cari anak asuh.. padahal anak2 karyawannya masih sulit mendapat akses pendidikan..
Ika Lusianani bahagia dan membahagiakan orang lain dunia dan akhirat!
Yudha Alid Raharjo terwujudnya impian yang personal mungkin??? karena impian yang sangat personal itu sangat bernilai dan berenergi tinggi :)
kalo bagi saya bisnis hanyalah salah satu cara menikmati hidup dan mewujudkan impian sih :D
Tjahjadi Djoko Soekmono Sepakat mas Yudha, bisnis bukan segalanya, bisnis hanyalah KENDARAAN yg mengantarkan kita menuju impian hidup ...
Satriyo Yok menurut saya ini kembali ke masing2 pelaku pak. Kalau tujuan saya menjadi entrepreneur lebih ke arah punya kebebasan dari kekhawatiran menjalani hidup.
Jadinya bisa lebih dekat dengan keluarga sambil menikmati apa yang saya lakukan. Dan dapat menjalani agama Allah dengan sebaik2nya (kalau punya power dan wealth, berdakwah beribadah bisa lebih baik bkn?)
Oejang Ajo tapi kalau di hitung kemanfaatan maka tentu jadi enterpreunur profitnya jauh lebih besar. Memberi makan beberapa keluarga, bertanggung jawab untuk sekian orang adalah amanah yang tidak setiap orang punya mental menjalaninya...

dan yang paling jelas enterpreneur itu kalo mati banyak yang menangisi, kalo pegawai mati hanya ditangisi oleh bagian HRD :P
Oejang Ajo saya yakin di TDA isinya orang-orang cerdas yang kalo kerja di perusahaan multinasional masih diperhitungkan dengan gahi diatas dua digit. Nah kalo dihitung beban kerja dan profit tentu saha sendiri akan bicara waktu yang lama untuk mencapai dua digit (apalagi kalo start dai 0) dibandingkan jadi pegawai yang langsung di bayar dibulan pertama .
Satriyo Yok : I like the quote "yang paling jelas enterpreneur itu kalo mati banyak yang menangisi, kalo pegawai mati hanya ditangisi oleh bagian HRD :P" hahaha.. intinya banyak yang mendo'akan ya den? saya ya sendiri baru saja merasa kenyataan entrepreneur menghidupi orang banyak. kalo kasus saya, saya hitung2: karyawan sendiri, penjahit, pembatik, kurir, toko makanan, jasa internet, yang bikin website, dll ternyata dapat rezeki melalui saya yang menggunakan jasa mereka.
Bunda Ririz ketika bisnis kita barokah :D
Sang Indra parameternya kita sendiri yang tahu,,yang pasti jadi Entrepreneur insya Alloh jalan terbaik untuk diriku mengarungi hidup ini dengan lebih HIDUPPPPP :D
Tria Febrianto alangkah indahnya hidup ini bila bs tertawa riang&senang brsma org2 banyak,trutama pda org2 yg sblmnya shari2nya susah trtawa :-)
Yudha Alid Raharjo ‎@TF: itulah salah satu kenikmatan hidup bagi saya, dan bisnis adalah salah satu sarananya :D
"take fun first and a lot of profit will hunt you"
Tunggaletigo Adv profit dan punya banyak teman, bisa shodaqoh membantu jalan Allah nikmat sekali

Happy Entrepreneurship ^^

Minggu, 17 April 2011

Cinta Putih

2 comments
“buat apa kaya jika hati tidak tenang, buat apa jabatan jika jiwa jadi risau?”






Pagi (4/04/2011) itu saya mendapat telepon dari Ibunda. Salah satu pesan dari telepon itu adalah saya diminta untuk pulang. Tentu saja sebagai anak yang baik, saya segera menjadwalkan untuk segera mudik ke magelang. Hari itu hari senin, dan Rebo pagi saya baru bisa pulang, karena selasa sore masih ada audiensi dan malem ada dinner dengan @Putuputrayasa

Namun entah kenapa, hari menjadi galau dan tidak tenang. Selasa pagi saya bingun, “besok jadi pulang ni, kenapa ga hari ini saja?”. Kegalauan semakin memuncak siang harinya hingga saya terpaksa menunda audensi dan merelakan tidak ikut dinner. Saya pulang siang itu juga.

Proses ini mengingatkan saya tiga tahun lalu tentang bagaimana saya memutuskan untuk tetap di jogja bukan malah menuju impian (baca : disini)

Saat itu salah satu impian, target dan tujuan setelah lulus adalah kerja diluar Jogja, tepatnya di sumatera/kalimantan. Mengapa? Saya terlalu hidup lama di magelang, walaupun sudah 4 tahun di Jogja. Dan saya termasuk orang yang jarang sekali mendapat kesempatan pergi ke luar kota. Ada keinginan kuat untuk pergi melihat sisi bumi lain. Pernah terbesit untuk jalan-jalan keluar negri, tapi kayaknya lebih menarik kalau keliling indonesia dulu.

Di saat bersemangat untuk mewujdukan mimpi dan harus pergi Jogja-jakarta, saya di telpon dari Ibunda. Entah kenapa saat itu beliau berubah pikiran, awalnya beliau mendukung usaha yang saya lakukan (mencari kerja diluar jogja), beliau ingin saya lebih baik kerja dekat rumah (jogja), “Kalau bisa cari pekerjaan di Jogja aja, deket ma keluarga dan nanti bisa S2 juga kan?” pesan

Saat itu juga sya berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri. Buat apa saya pergi keluar jawa? (jalan-jalan? Bukankah tidak harus kerja disana?) buat apa saya ke sumatera/kalimantan (dapat cewek asli sana :D). Dan beberapa pertanyaan mendasar dalam hidup ini. Salah satunya apa yang paling penting dalam hidup ini.

“Gagal adalah ketika Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan tapi kita tidak bahagia"


Jika kamu sudah membaca tulisan saya tsb. Alhamdulillah saya telah menemukan nilai-nilai terpenting dalam hidup. Dan yang terpenting adalah ketika kita tahu apa yang sebenarnya paling penting dalam hidup ini, kita tidak pernah ragu dalam setiap keputusan kita. Kita tidak pernah menyesal terhadap apa yang kita lakukan karena kita tahu apa yang terbaik bagi kita.