Senin, 29 Maret 2010

Ikhlas dengan senyuman

12 comments


Hari itu seorang sobat mengambil “jatah” (baca :milik atau bagian) makanan saya tanpa izin. Emang saya sudah biasa itu berbagi dan cuek aja kalau ada orang lain memakai atau mengambil apa yang saya punya. Namun hari itu saya juga sedang membutuhkan, namun apa dikata. Dia lebih cepat mengmbilnya.

Emang awal sempet kecewa, namun saya coba menerima. Itulah resikonya. Dan ketika bertemu saya Cuma bisa memberikan SENYUMAN, dan berkata dalam hati “mungkin dia lebih membutuhkan daripada saya”.

Dan ajaibnya saat kita ikhlas dan berprasangka baik kepadaNya, seolah-olah Dia langsung menjawab. Sehari kemudian, sobat saya kembali dengan membawa lebih banyak lagi apa yang telah diambil. Bahkan lebih banyak dari yang dia ambil. Tanpa diminta dia malah memberi saya “bonus” (plus enak lagi :D).

Ternyata benar adanya, saat kita ikhlas bukan dihati saja, kita harus mampu mengktualisasikan dengan perbuatan kita. Saya yakin dengan SENYUM ikhlas, kita mampu memberikan apa yang kita miliki dengan sesuatu yang lebih berharga didunia. Sesuatu yang takan pernah kita bayangkan.

“Apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan berilah Senyuman. Karena Allah lebih Mengetahui apa yang dihatimu”

Jumat, 26 Maret 2010

Berani mengakui kesalahan

12 comments


Sore itu saya mengambil pesanan brosur, namun ketika sampai disana salah satu pegawai disana menyampaikan maaf kepada saya bahwa ada kesalahan cetak. Yang seharusnya berwarna orange tercetak merah maroon. Waktu itu saya sedikit kecewa namun bisa menerimanya. Apa lagi mereka juga siap mengganti bila kami tidak berkenan. Dalam hati saya berkata “gapapalah, daripada nunggu”

Namun sesampai dirumah, setelah saya cek tulisannya, tertnyata ada kesalahan cetak lagi. Kalau ini mungkin sulit ditelorir, karena informasi nama dan keterangan yang tidak lengkap. Hal ini bisa menimbulkan mispersepsi bagi pembaca. Saya pun segera balik untuk complain lagi.

Tentu saja,saat menerima saya mereka sempat tidak mau mengakui kesalahan dan menggap hal ini malah kesalhan saya sehingga kedudukan “Sama-sama salah”. Namun setelah saya jelaskan permasalahannya akhirnya mereka bisa menerima juga. Akhirnya kita sepakat bahwa akan diganti cetak ulang dan kita bisa saling tersenyum kembali :)
Saya akui keberanian mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah hal berat. Apalagi ketika kita harus merugi atas kesalahan tersebut. Tidak jarang saya bertemu produsen/toko yang malah menyalahkan konsumen (saya) atas kekeliruan yang terjadi. Dan biasanya jika saya bertemu toko/usaha/ atau apalah yang tidak mau mengakui kesalahan, saya jarang kembali ke mereka.

Begitupula dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia biasanya tentunya kita sering melakukan kesalahan. Hal yang lumrah jika berbuat khilaf, namun ketika ada orang lain mempersoalkan perbuatan kita, beranikah kamu mengakui kesalahanmu? Mengakui kesalahan bukan berate kalah. Justru saat kita mengatakan apa adanya orang malah menaruh hormat kepada kamu. Orang akan lebih senang jika ada orang mengatakan bahwa dirinya adalah “manusia biasa” daripada dirinya “superman”. Orang sadar bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini, dan ketika orang mengaku salah dan siap bertanggung jawab, berati dia benar-benar menjadi manusia seutuhnya.

Senin, 22 Maret 2010

Agar Asertif, bukan agresif

11 comments


Sangat menarik membahas tentang asertifitas ini. Setelah posting lalu banyak yang Tanya tentang hal tersebut, maka saya coba “menceritakan” lebih jau tentang asertifitas ini.
Pertama tentang pemahaman tentang asertifitas itu sendiri. Udah paham belum?? Cek lagi di posting seblumnya :D
Lalu bagaimana jika kamu takut menyinggung perasaan orang lain?
Nah inilah bedanya asertif dengan agresif dan pasif. Asertif merupakan titik tengah kedua hal tersebut. Perilaku agresif cenderung untuk tidak melihat atau tidak menghargai kepentingan orang lain. Perilaku agresif ini cenderung “menyerang” orang lain serta menyalahkan orang lain tanpa dilandasi alasan yang kuat. Sedangkan perilaku pasif cenderungan menerima dan bahkan menyerah pada semua hal yang terjadi, sekalipun hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Perilaku ini cenderung memendam emosi serta menghindari pengungkapan pendapat

Lalu gimana caranya agar asertif dan tidak agresif?
Selain memakai pernyataan aku yang telah dijelaskan sebelumnya. Kamu juga bisa menggunakan rumus ini : empati-situasi-permintaa/pernyataan. Contohnya :empati: “aku tahu kamu sudah berusaha untuk menepati janji…”, pernyataan terhadap suatu masalah atau situasi: “namun saat kamu sudah melanggar dua janji yang telah kita sepakati, aku merasa kecewa..”, permintaan/pernyataan “sekarang, dapatkah kita membuat kesepatakan agar kamu bisa menepati janji lagi?”
Selain itu ada jurus lain yaitu dengan beberapa langkah sebagai berikut :
1.Pernyataan penguatan
Gunakan kata “YA” sebagai bentuk pemahaman kamu terhadap permasalahan yang ada. jika kamu langsung mengatakan “TIDAK”, orang lain akan merasa berseberangan dan akan kurang menyukai pendapat kamu.
2.Pernyataan Pemahaman
Gunakan pernyataan yang menunjukan kepedulian kamu dengan orang lain tersebut. Tunjukan bahwa kamu benar-benar memahami permasalahan yang ada. contohnya : “Sebagai seorang yang aktif dalam organisasi, saya bisa memahami tanggung jawab posisi kamu” atau “sebagai teman, saya bisa memahami kesulitan yang kamu hadapi”
3.Memperlihatkan posisi
Hal ini digunakan untuk menjelaskan kepada orang lain proses atau posisi kamu. Misalnya :
“tapi aku ingin mengatakan kepada kamu tentang pendapatku” atau “namun kalau boleh saya berpendapat..”
4.Pernyataan alasan
Berikan alasan tentang pandangan kamu. Hal ini akan memberikan pemahaman terhadap orang lain terhadap posisi kamu.
5.Tidak setuju
Hindari kata “maaf”. Gunakan bahasa yang tegas dan perkuat dengan bahasa tubuh kamu. Misalnya “jadi, aku tidak setuju dengan kamu” atau “jadi, aku pikir pendapat kamu salah”. Penggunakan kata “JADI” ini sangat penting karena akan membuat kesimpulan kamu menjadi logis dan alami

Dan jika perlu, kamu bisa menambahkan ke tahap berikutnya, yaitu
6.Berkompromi
Pernyataan ini merupakan pilihan yang bisa digunakan. Hal ini bisa membantu untuk memperoleh apa yang kamu inginkan

Contohnya :
Posisi : kamu diminta untuk tinggal sampai larut malam
1.Penguatan : “Ya, aku tahu”
2.Pemahaman :”sebagai teman kita harus sering menghabiskan waktu bersama”
3.Memperilhatkan posisi : “tapi aku ingin mengatakan kepadamu”
4.Alasan : “aku harus pulang karena ibuku sedang dirumah sendirian. Aku harus menemaninya malam ini”
5.Tidak setuju: “jadi, saya tidak bisa untuk tinggal disini sampai larut malam”
6.Kompromi : “bolehkan aku kesini lagi besok?

Silahkan untuk asertif )

Kamis, 18 Maret 2010

Mencoba untuk asertif

10 comments


Untuk sekiankalinya seorang teman tidak bisa hadir dalam pertemuan. Padahal seblumnya dia berkomitmen untuk masuk ke dalam tim dan ingin berjasama dengan yang lain. Namun ini sudah ketiga kali dalam minggu ini. Pertama tidak masalah karena alasan masih diluar kota, kedua ternyata terjadi mispersepsi tempat pertemuan kita, dan yang ketiga yang membuat saya kembali bertanya adalah dia tidak bisa datang karena kendaraan pribadinya dipinjam teman. Kok bisa? Dalam hati bertanya.

Terkadang kita memang kecewa terhadap perilaku orang lain. Kita harus bisa menyatkakan keberatan kita tersebut. Kita harus mampu bersikap asertif. Asertif? Apa itu? Kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dan kebutuhan secara tegas dan jujur. Hal ini dilakukan dengan menghargai pendapat dan perasaan orang lain sehingga tidak merugikan orang lain

Salah satu taktik untuk asertif adalah menggunakan Pernyataan “aku”. Menggunakan kata aku merupakan salah satu bentuk pengembilan tanggung jawab terhadap apa yang Anda rasakan. Hal ini akan memperjelas perasaan Anda saat melakukan komunikasi dengan orang lain

Pernyataan “aku” ini mempunyai tiga bagian, yaitu: perasaan atau keinginan, gambaran terhadap situasi dan dampak situasi tersebut terhadap Kamu. Pernyataan ini bisa menggunakan formula : Aku merasa (ingin, tidak suka dll)_____, saat_____, karena______. Contohnya : “Aku merasa marah saat kamu tidak tidak menetapi janji, karena hal telah menggangu kegiatanku dengan orang lain”

Selasa, 16 Maret 2010

Mencoba Menikmati Setiap Senyum yang Ada

8 comments


Anda masih ingat tulisan saya tentang “nikmat senyum lebih nikmat daripada nikmat coklat”? (). Waktu itu saya menceritakan tentang pengalaman saya yang tidak pernah makan siang tiap kali ada kegiatan di Panti Nurul Yasmin (NY) bersama Senyum Community . Namun yang terjadi sekarang agak berbeda, sekarang hampir setiap kali mengadakan kegiatan di Panti NY kami telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, jadi kami bisa makan bersama anak-anak Panti.

Dan yang menarik adalah beberapa waktu lalu saya dihubungi salah satu pengusaha Warung Makan, untuk mendukung kegiatan Senyum Community. Anehnya, padahal waktu itu saya sedang dalam keadaan ragu untuk mengadakan lagi kegiatan di Panti NY, hal ini mengingat bulan Februari lalu kita tidak kesana. Namun seolah-olah Allah “menyuruh” kami untuk mengadakan kegiatan lagi disana.

Tapi tantangan kembali menghadang, Pejuang Senyum yang biasa membawa mobil untuk membawa konsumsi tidak bisa ikut. Hal ini bertambah ternyata banyak sahabat yang tidak dapat ikut. Bahkan pada hari H, ada beberapa sahabat yang sudah confirm bisa ikut (dan rencana membawa konsumsi dengan motor) mendadak tidak bisa ikut. Hingga pada detik-detik akhir sebelum pemberangkatan ada seorang Pejuang Senyum yang (akhirnya) membawa mobil. Sehingga kita tidak kesulitan lagi membawa konsumsinya.
Dan Alhamdulillah acara berjalan lancar. Terima kasih kepada semua Sahabat yang sudah mendukung dan mendoakan acara ini. Semoga kedepanya lagi lebih bermanfaat lagi. Selamat menikmati setiap senyum yang ada=)

Jumat, 12 Maret 2010

Rahasia negosiasi : bernegosiasi untuk mencipatkan nilai tambah

6 comments


Setelah kita mempersiapkan dengan baik negoisasi tersebut, kita masuk ke tahap bagaimana melakukan negoisasi yang efektif. Namun untuk melakukan negoisasi ada satu hal yang harus Anda perhatikan lebih dahulu, yaitu bagaimana mengembangkan filosogi sama-sama menang dalam negoisasi. Setiap orang pasti ingin menang, namun alangkah baiknya jika semua pihak juga tidak merasa dirugikan atas “kemenangan” pihak lain.

Sama-sama menang ini seyogyanya tidak saja menghasilkan kompromi saja, yang mengharuskan satu pihak merasa “mengalah”. Namun juga harus ada sinergi yang bisa menimbulkan nilai tambah dari negosiasi tersebut. Contohnya, beberapa saat yang lalu saya bernegoiasasi dengan teman untuk membantu saya menulis artikel disebuah website. Tentunya saya terbantu oleh dia karena mengurangi beban saya, dan juga dia merasa senang karena tulisanya diapresiasi dengan baik. Tapi tidak sebatas itu, kita juga mendorong untuk membuat kumpulan artikel untuk dibuat sebuah buku. Hal inilah yang dimaksud bersinergi untuk menciptakan nilai tambah.

Bagaimana dengan kamu? Siap bernegoiasasi untuk menciptakan sinergi? Berikut ini hal-hal yang harus kamu perhatikan saat melakukan negoisasi :
1.Meraih perhatian,
Gunakan “rahasia mencipakan kesan pertama”. dapatkan perhatian dari pihak lawan. Tunjukan bahwa proses negoisasi ini akan berjalan “menarik”

2.Melatih pemahaman
latihlah pemahaman kamu. Coba pahami apa yang diingkan pihak lain. Berusahalah memahami dulu sebelum Anda ingin dipahami orang lain.

3.Membangun minat dan keyakinan
ungkapakan hal-hal yang menarik yang kamu tawarkan. Buat pihak lain merasakan manfaat yang bisa kamu berikan. Bangun keyakinan bahwa apa yang kamu negoisasikan menguntungkan kedua belah pihak

4.Mengatasi keberatan
terkadang apa yang pihak lain tawarkan tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan kamu. Cobalah untuk memahami dan beranilah terbuka. Jika hal tersebut membuat kamu keberatan, ungkapkan. Beri alasan yang bisa diterima. Dan berilah alternatif lain yang bisa saling menguntungkan.

5.Mengajak membuat keputusan.
Arahkan untuk membuat keputusan bersama. Setiap tahap negoisasi mempunyai keterbatasan waktu. Kamu harus mampu membuat keputusan bersama. Jangan terlalu lama menunggu. Jika memang harus segera ada keputusan, bersegeralah. Jika memang tidak mendesak, sepakati kapan keputusan bisa dibuat.

Senin, 08 Maret 2010

Rahasia bernegoisasi : Pendahuluan (1)

8 comments


(Setelah beberapa lalu postingan ada variasi beberapa tema (biar ga bosen :D), maka mulai posting kembali ke tema utama: Pengembangan Diri :D)

Anda pasti sering bernegoisasi? Tentu iya, negoisasi bisa dilakukan saat kamu mengingikan sesuatu dari orang tua, atau meminta teman untuk melakukan sesuatau ataupun saat membeli sesuatu di pasar tradisional. Negoisasi juga erat kaitanya saat kamu harus berkerjasama dengan pihak lain, kita membutuhkan pihak lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan atau menutupi kekurangan kita.

Negosiasi merupakan suatu ketrampilan komunikasi, karena didalamnya kita menyatakan pesan dan melakukan pendekatan secara khusus kepada pihak lain untuk mendapatkan tujuan tertentu. Secara sederhana negosiasi terjadi bila orang lain memiliki apa yang kita inginkan dan kita bersedia menukarnya dengan apa yang diinginkan mereka.
Negoisasi ini bertujuan untuk menemukan suatu kesepakatan kedua belah pihak secara adil, dapat memenuhi harapan keduabelah pihak, atau berguna untuk mendapatkan sebuah keuntungan dan/atau menghindari kerugian.

Untuk melakukan negoisasi yang efektif kita harus melakukan persiapan. Persiapannya adalah antara lain,
1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai. Jika perlu bentuk tim negosiasi. Pilih pendekatan dan strategi yang tepat. Buat ikhtisar atau ringkasan tentang alur negoisasi dan pastikan tepat sesuai tujuan
2. mengumpulkan informasi, informasi ini terkait dengan konteks yang ingin kita negoisasikan maupun tentang “lawan” negoisasi Anda. usahakan untuk lebih mengenal profil pihak lawan negosiasi, karena semakin banyak mengenal profil lawan maka semakin menambah percaya diri dan semakin siap memasuki proses negosiasi.coba identifikasi lawan komunikasi kita (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana)
3. Memilih pendekatan komunikasi yang tepat gunakan semua jurus komunikasi efektif yang pernah saya postingkan (mendengarkan, memberikan umpan balik, mengajukan pertanyaan, menciptkan kesan pertama yang “menggoda”)
4. Ciptakan suasana yang mendukung. Pilihlah tempat yang kondusif. Jangan sampai ada gangguan dalam proses ini. Dan yang tidak kalah pilihlah waktu yang tepat.

(bersambung)

Sabtu, 06 Maret 2010

Rahasia Mempromosikan Website/Blog lewat Note FB

10 comments


Anda punya akun FB? Dan Anda juga punya blog atau website yang ingin dipromosikan?
Jika Anda punya sedang marketing online atapun ingin blog anda sering dikunjungi, manfaatkan semaksimal mungkin notes di FB. Berikut ini rahasia mempromosikan Blog atau website Anda :
1. Buat notes di FB dari Artikel yang Anda tulis
2. Tulislah sebagian saja (jangan ditulis lengkap biar penasaran :D) dan buat agar mereka mencari jawaban di blog atau website Anda
3. diakhir note, tuliskan "artikel/tulisan lengkap bisa Anda baca di :http://…. , dan kasih link lenkap, contoh : http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/
4. Tag kepada teman-teman kalian usahkan kepada orang-orang yang terbiasa membuka FB via komputer -jangan yang hanya lewat HP- karena tujuanya agar dia mengunjungi blog/web Anda
5. Cari teman yang sedang ultah, karena orang yang sedang ultah cenderung akan dikunjungi untuk diberi ucapan selamat

Selasa, 02 Maret 2010

Agar Anda bisa terus menulis??

17 comments


Beberapa hari ini saya sedang kesulitan untuk menulis. Loh kog sekarang bisa menulis? Lha inilah idenya, karena bingun menulis jadi saya menuliskan bagaimana sekarang bisa menulis.. :). Mungkin teman-teman bloger juga agak bingun ketika sekarang melihat beberapa tulisan agak berbeda dengan beberapa tulisan yg saya posting, (benar ga?)

Mungkin teman-teman blogger juga sering kesulitan untuk mendapatkan ide menulis. Bahkan beberapa teman bloger yg tetep pengen eksis, “terpaksa” posting photo saja. (Atau emang blognya isinya poto ya? :D). dan heranya saya kehilangan menulis, ketika kemarin diminta untuk menulis. Yah inilah yang biasa disebut “kesalahan”. Orang akan lebih senang melakukan sesuatu bila hal itu dari dalam diri orang tersebut, namun ketika orang menawarkan sesuatu agar orang tersebut melakukan hal yang sama, justru hal tersebut bisa mengurangi motivasi internal.
Jadi jika saya diminta untuk menulis tip agar menulis, maka :
1. Tulis saja
Tulislah apa yang ingin Anda tulis. Jangan terlalu banyak berpikir apa atau bagaimana. Apa yang ada kepala Anda segeralah tulislah :D
2. Biarkan yang menulis tangan Anda
Biarkan Tangan anda menulis. Biarkan tangan anda menari dalam keyboard anda. jangan pernha berharap orang akan membaca seperti apa. Biarkan orang yang membaca yang berhak meniliai tulisan anda
3. ….
4. ….

(ada ide dari teman-teman bloger??? sebetulna lagi butuh ide ni :D)