Jumat, 03 September 2010

Keajaiban Senyum Ramadhan (2)




Duduklah dan izinkan saya menetapi janji saya untuk melanjutkan Keajaiban Senyum Ramadhan. Seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya, untuk memahami keajaiban ini kita harus yakin kita bisa menciptakanya keajaiban. Tidak ada kebetulan didunia ini, pasti ada sebab-akibat dari suatu kejadian yang ada. Inilah kisah keajaiban itu tercipta :

Keajaiban Senyum Ramadhan di PA AL Wahhaab dan PA Al Qahhaar
Dari judulnya saja sudah ajaib. Bagi yang tidak mengikuti event ini pasti bertanya: Ada di dua tempat? Ya, memang dalam kegiatan ini kita berkesempatan untuk silaturahmi di dua Panti sekaligus di dua tempat yang berbeda. Kog bisa? Begini ceritanya

Sore itu saya tiba sebelumnya acara dimulai (jam 15.34 tepatnya). Disana sudah ada Handri yang baru saja tiba. Namun ketika saya turun dari motor, tiba-tiba saya dikejutkan. Ternyata mereka mempunyai acara lain. Mereka akan berbuka di tempat lain. “Hah? Kog bisa?” padahal dua minggu sebelum Ramadhan kita sudah “pesan tempat” untuk buka bersama, disertai surat resmi pula.

Ternyata ada miskomunikasi antar pengurus panti tersebut. Kejadian semakin tidak menentu karena PIC hari itu belum datang juga, padahal beberapa pejuang senyum sudah datang dulu. Dan ketika PIC sudah datang untuk konfirmasi dan mencari alternatif lain. Keadaan menjadi lebih tenang karena kita mungkin akan bergabung dengan kelompok lain yang juga mengundang anak panti tersebut.

Namun perubahan kembali terjadi. Ada usulan agar bisa melaksanakan kegiatan ditempat (Panti) lain saja. Hal ini ditambah banyaknya anggota SC yang datang acara hari tersebut. “Wah, pas akeh sing teko kog malah ngene. (wah, pas banyak yang datang kog jadi kayak gini.)”. celetuk salah satu Pejuang Senyum. Keadaan semakin tidak menentu ketika beberapa orang dari kami tidak bisa menghubungi beberapa pengurus panti. Dan ketika ada yang bisa dihubungi ternyata ditempat tersebut juga ada acara.
Waktu pun hampir mendekati buka. “kalau gini acara utama hari ini adalah mencari panti” batinku. Setelah berulang kali mencoba. Akhirnya sang PIC mendapat jawabannya. Dan Kita direkomendasikan untuk menuju All Qohaar, yang tempatnya masih misterius. Misterius? Yah karena kita belum pernah kesana. “Yah, saatnya Touring” ungkap sobat dari YMCI yang kebetulan ikut meriahkan acara ini.

Dan Alhamdulliah kita bisa menemukannya. Dan ajaibnya tempatnya yang pelosok tersebut cukup memberikan “kado” hari kita. Mengapa? Tempat yang sejuk dan cukup nyaman untuk melaksanakan kegiatan. Walaupun kita sampai di lokasi pas berbuka, para pejuang senyum cukup puas karena bisa berbagi hari ini. Hari ini juga memberikan pelajaran banyak untuk lebih siap terhadap segala hal yang terjadi.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah mengapa hal itu bisa terjadi? Orang yang tidak memahami keajaiban akan menjawab: “itu terjadi diluar kendali kita”, “itu karena faktor dari luar diri kita”. Yah, itu tidak salah, namun kalau Anda percaya, apa yang terjadi dalam diri kita adalah karena apa yang telah kita pilih, putuskan dan lakukan sebelumnya. Saja menjadi Sarjana Psikologi karena saya memilih masuk Fakultas Psikologi UGM, kamu menjadi apa sekarang karena keputusan yang telah kamu ambil sekarang.

Lalu apakah masalah yang dari “luar diri kita” tersebut karena apa yang telah kita pilih atau putuskan? Ya, saya sendiri mengakuinya (walaupun saya tidak menjadi panitia acara hari itu, saya adalah penanggung jawab progam ramadhan ini), saya mungkin terlalu “nyantai”. Dan ini juga di amini beberapa Pejuang Senyum yang “nggampangke”. Dan Allah memberikan rencana lain agar menyadari apa yang sudah kita lakukan. Dia memberikan keajaiban dengan cara lain.

Hal ini cukup memberikan pelajaran bagi kami. Sedikit rahasia kecil saja, dalam progam ini untuk pertama kali saya mulai mendelegasikan beberapa acara kepada Pejuang Senyum yang lain. Saya harap mereka juga mampu menciptakan Keajaiban. Dan Tuhan memberikan pelajaran yang cukup mahal bagi kami. Dan yang menarik pelajaran ajaib kembali diajarakan dalam event selanjutnya. Apa itu? Walaupun tidak sesuai rencana tapi tetap saja berjalan lancar? Kog bisa? Dan inilah ceritanya :

Keajaiban Senyum Ramadhan di PA Islam Ibadah Bunda

Sebelum saya menceritakan kembali keajaiban senyum ramadhan, ijinkan kembali saya mengungkapkan rahasia ajaib ini. Rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang Besar pencipta keajaiban. Rahasia ini adalah tentang siapa yang mengarahkan kehidupan Anda. Jika kita fokus pada kekurangan, maka kita akan semakin kekurangan. Tapi jika kita fokus pada apa yang kita ingginkan, kita akan memperoleh apa yang kita inginkan tersebut.

Jika Anda tidak memilih atau memutuskan arah anda kemana (tujuan Anda), Anda akan pergir kea rah yang diinginkan bawah sadar Anda menurut Cal Jung” Sebelum Anda membuatnya secara sadar, bawah sadar Anda akan mengarahkan kehidupan Anda, dan anda akan menyebutnya nasib”. Ya, kalau Anda percaya, kamu bisa mengubah nasibnya sesuai yang kamu inginkan. Jika kamu berusaha mengubahnya tentunya.

Lalu apa hubunganya dengan Keajaiban Senyum Ramadhan di PA Islam Ibadah Bunda? Dalam acara ini kita mendapat keajaiban lagi, yaitu Walaupun tidak sesuai rencana tapi tetap saja berjalan lancar? Kog bisa? Dan inilah ceritanya :

Seperti yang saya ungkapkan sebelumnya, saya sudah mendelegasikan acara ini kepada Pejuang Senyum yang lain. Dan rencananya dalam acara ini saya “Cuma datang sebagai penyemangat” saja. Tidak ada tugas yang diberikan kepada dalam acara ini. Namun kenyataan berkata lain.

Setiba disana saya memang santai, wong ga punya tanggun jawab apa-apa. Dan saya pun menyempatkan diri untuk narsis sejenak.



Namun ketika acara akan dimulai, saya mulai “mencium” gelagat ga enak. Acaranya gimana ni? Kog belum jelas dimulai kapan? Terus acara ngapain aja juga belum jelas? Dan ajaibnya ketika acara dimulai yang membawakan acara malah dari Anak Panti tersebut. Yang menjadi panitia pun “kegirangan” karena saya lihat ga ada yang siap jadi MC.

Dan ketika acara dimulai, saya langsung diminta untuk sidikit memberikan sambutan. “okelah kalau gitu” batinku, walau tanpa persiapan. Yang membuat kaget juga sekalian diminta membawakan games. “Siip daah” :D. dan dengan spontan saja saya menyampaiakan sambutan dan sedikit games yang paling gampang. BooM!!. Dalam kesempatan itu juga, secara spontan saya melihat ada yang berpotensi menggantikan saya (Mas Ajie). Dan dengan senang hati saya menawarkanya. Ajaibnya Mas Ajie bersedia melanjutkanya dengan spontan juga.

Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Dan anak-anak tampak antusias mengikuti acara. Bahkan para panitia juga larut dalam acara hingga lupa menghitung jumlah “jatah” yang ada. Namun ajaibnya konsumsi pas, hanya menyisakan satu saja. ^^

2 comments:

genial mengatakan...

kesempatan tuk saling berbagi dengan sesama, terlebih yang bener2 memerlukan memanglah sangat indah... bernilai tinggi di mata-Nya :)

Gaphe mengatakan...

luar biasa.. ramadhan diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, mengunjungi panti asuhan, menebarkan senyum dan berbagi keceriaan.. semoga barokah :)