
“Tugas kita hanya berusaha, Dialah yang memberikan apa yang pantas kita miliki”
Dini hari,29 April 2010. Waktu itu tiba-tiba saya terjaga. Entah kenapa setelah itu saya tidak bisa tidur. Diantara sadar dan tidak sadar, seakan-akan ada yang membisikan “coba buka lagi tasmu”. Dengan sendirinya tangan saya mencoba membuka-buka tas lagi dan ternyata…. “hah! Ini kan camera digital ku!”. Yah, saya baru saja “kehilangan” camera digital, padahal sudah 2 minggu ini hilang. Dan saya sudah membongkar seluruh kamar untuk mencarinya, bahkan seluruh “pelosok” tempat-tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya.
Mungkin benar saya kurang teliti mencarinya. Tapi saya sudah membongkar tas saya 2-3 kali, hingga saya yakin saya benar-benar kehilangan camdig Dan anehnya, saat camdig itu “hilang”, banyak yang ingin meminjam dan saya juga membutuhkan untuk dokumentasi beberapa kegiatan. Tapi seolah-olah Tuhan “menggoda” saya dengan menyembunyikannya.
Ini bukan pertama kali saya mengalami kejadian hampir sama. Mungkin beberapa sahabat tahu seberapa sering hape, dompet atau segala property saya yang “mudah hilang”. Bulan ini juga dompet saya jatuh (hilang) untuk ketigakalinya. Dan yang ajaib, dompet itu bisa kembali seutuhnya. Apakah ini kebetulan? Kenapa bisa berulang-lang terjadi? Anda bisa tanyakan kepada orang yang kehilangan dompet (atau apapun) dan tidak kembali lagi. Ini adalah tanda kebesaranNya
Tuhan telah memberikan pelajaran bagi saya bahwa apa yang saya miliki didunia ini hanyalah titipan semata. Kita harus siap bila sewaktu-waktu Dia meminjam atau bahkan memintanya. Kita terlahir tanpa memiliki “telanjang” dan hanya bisa menangis. Dan sekarang kita telah memiliki segala karunia yang luar biasa, tidakah kita bersyukur? Lalu apakah kita masih menginginkan lebih dari itu? jika kita yakin, bahwa apa yang telah Dia berikan kepada kita lebih dari cukup.
“kekayaan itu ada pada hati yang merasa cukup”







