Tampilkan postingan dengan label asertif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asertif. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

Cara Memberi "Aturan main" Hubunganmu

6 comments
terkadang kita tertekan karena hub yg ga jelas atau ga sesuai yg kita inginkan. baik dg keluarga, pasangan ataupun calon pasangan


kita ga nyaman atas sikap, perilaku ataupun kebiasaan orla. spt ga pernah bls sms, jarang telpon atau malah terlalu berlebihan


lalu gimana mengatasinya? kuncinya #Asertif, dan bersikaplah secara TEGAS dan KONSISTEN


caranya? bilang ke yg bersangkutan : "aku ga nyaman bila ..., karena.....",
 beri "aturan main" yg jelas


jangan biarkan dirimu "tersiksa" karena tidak berani memperjelas "aturan"nya, selamat mencoba :D






nb : tulisan lain tentang asertif bisa dibaca di sini

Senin, 22 Maret 2010

Agar Asertif, bukan agresif

11 comments


Sangat menarik membahas tentang asertifitas ini. Setelah posting lalu banyak yang Tanya tentang hal tersebut, maka saya coba “menceritakan” lebih jau tentang asertifitas ini.
Pertama tentang pemahaman tentang asertifitas itu sendiri. Udah paham belum?? Cek lagi di posting seblumnya :D
Lalu bagaimana jika kamu takut menyinggung perasaan orang lain?
Nah inilah bedanya asertif dengan agresif dan pasif. Asertif merupakan titik tengah kedua hal tersebut. Perilaku agresif cenderung untuk tidak melihat atau tidak menghargai kepentingan orang lain. Perilaku agresif ini cenderung “menyerang” orang lain serta menyalahkan orang lain tanpa dilandasi alasan yang kuat. Sedangkan perilaku pasif cenderungan menerima dan bahkan menyerah pada semua hal yang terjadi, sekalipun hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Perilaku ini cenderung memendam emosi serta menghindari pengungkapan pendapat

Lalu gimana caranya agar asertif dan tidak agresif?
Selain memakai pernyataan aku yang telah dijelaskan sebelumnya. Kamu juga bisa menggunakan rumus ini : empati-situasi-permintaa/pernyataan. Contohnya :empati: “aku tahu kamu sudah berusaha untuk menepati janji…”, pernyataan terhadap suatu masalah atau situasi: “namun saat kamu sudah melanggar dua janji yang telah kita sepakati, aku merasa kecewa..”, permintaan/pernyataan “sekarang, dapatkah kita membuat kesepatakan agar kamu bisa menepati janji lagi?”
Selain itu ada jurus lain yaitu dengan beberapa langkah sebagai berikut :
1.Pernyataan penguatan
Gunakan kata “YA” sebagai bentuk pemahaman kamu terhadap permasalahan yang ada. jika kamu langsung mengatakan “TIDAK”, orang lain akan merasa berseberangan dan akan kurang menyukai pendapat kamu.
2.Pernyataan Pemahaman
Gunakan pernyataan yang menunjukan kepedulian kamu dengan orang lain tersebut. Tunjukan bahwa kamu benar-benar memahami permasalahan yang ada. contohnya : “Sebagai seorang yang aktif dalam organisasi, saya bisa memahami tanggung jawab posisi kamu” atau “sebagai teman, saya bisa memahami kesulitan yang kamu hadapi”
3.Memperlihatkan posisi
Hal ini digunakan untuk menjelaskan kepada orang lain proses atau posisi kamu. Misalnya :
“tapi aku ingin mengatakan kepada kamu tentang pendapatku” atau “namun kalau boleh saya berpendapat..”
4.Pernyataan alasan
Berikan alasan tentang pandangan kamu. Hal ini akan memberikan pemahaman terhadap orang lain terhadap posisi kamu.
5.Tidak setuju
Hindari kata “maaf”. Gunakan bahasa yang tegas dan perkuat dengan bahasa tubuh kamu. Misalnya “jadi, aku tidak setuju dengan kamu” atau “jadi, aku pikir pendapat kamu salah”. Penggunakan kata “JADI” ini sangat penting karena akan membuat kesimpulan kamu menjadi logis dan alami

Dan jika perlu, kamu bisa menambahkan ke tahap berikutnya, yaitu
6.Berkompromi
Pernyataan ini merupakan pilihan yang bisa digunakan. Hal ini bisa membantu untuk memperoleh apa yang kamu inginkan

Contohnya :
Posisi : kamu diminta untuk tinggal sampai larut malam
1.Penguatan : “Ya, aku tahu”
2.Pemahaman :”sebagai teman kita harus sering menghabiskan waktu bersama”
3.Memperilhatkan posisi : “tapi aku ingin mengatakan kepadamu”
4.Alasan : “aku harus pulang karena ibuku sedang dirumah sendirian. Aku harus menemaninya malam ini”
5.Tidak setuju: “jadi, saya tidak bisa untuk tinggal disini sampai larut malam”
6.Kompromi : “bolehkan aku kesini lagi besok?

Silahkan untuk asertif )

Kamis, 18 Maret 2010

Mencoba untuk asertif

10 comments


Untuk sekiankalinya seorang teman tidak bisa hadir dalam pertemuan. Padahal seblumnya dia berkomitmen untuk masuk ke dalam tim dan ingin berjasama dengan yang lain. Namun ini sudah ketiga kali dalam minggu ini. Pertama tidak masalah karena alasan masih diluar kota, kedua ternyata terjadi mispersepsi tempat pertemuan kita, dan yang ketiga yang membuat saya kembali bertanya adalah dia tidak bisa datang karena kendaraan pribadinya dipinjam teman. Kok bisa? Dalam hati bertanya.

Terkadang kita memang kecewa terhadap perilaku orang lain. Kita harus bisa menyatkakan keberatan kita tersebut. Kita harus mampu bersikap asertif. Asertif? Apa itu? Kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dan kebutuhan secara tegas dan jujur. Hal ini dilakukan dengan menghargai pendapat dan perasaan orang lain sehingga tidak merugikan orang lain

Salah satu taktik untuk asertif adalah menggunakan Pernyataan “aku”. Menggunakan kata aku merupakan salah satu bentuk pengembilan tanggung jawab terhadap apa yang Anda rasakan. Hal ini akan memperjelas perasaan Anda saat melakukan komunikasi dengan orang lain

Pernyataan “aku” ini mempunyai tiga bagian, yaitu: perasaan atau keinginan, gambaran terhadap situasi dan dampak situasi tersebut terhadap Kamu. Pernyataan ini bisa menggunakan formula : Aku merasa (ingin, tidak suka dll)_____, saat_____, karena______. Contohnya : “Aku merasa marah saat kamu tidak tidak menetapi janji, karena hal telah menggangu kegiatanku dengan orang lain”