Tampilkan postingan dengan label tujuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tujuan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

Semua Atas Ijin Allah 2 (Dream, Pray, Action!)

3 comments

Ramadhan memang selalu memberkah berkah tersendiri. Tidak hanya tersadar akan mimpi yang terwujud tapi juga membuka mata saya akan makna menggapai impian.
“setiap orang punya definisi sendiri tentang kesuksesan, dan mereka punya cara sendiri utk mencapainya”
Seperti saya ceritakan dlm tulisan saya sebelumnya. Alhamdulillah atas ijin Allah saya telah mencapai salah satu impian saya. Tapi hal ini tidak saya sadari sebelumnya karena saya memberikan definisi yang berbeda atas “menggapai mimpi” tersebut. Hingga saya sadar sebenarnya buat apa saya menggapainya? Bagaimana jika saya sudah mencapainya? Tapi semua itu berubah ketika saya juga mengubah “definisi menggapai impian”


Jika kita punya motor tapi jarang kita nikmati (naiki) apakah mobil itu masih milik kita? Jika kita mempunyai rumah apakah itu harus membeli dengan uang hasil kita sendiri? Sebulan yang lalu saya harus memperpanjang STNK dan motor tersebut atas namanya adalah paman saya (karena beliau yang membelikan), makanya saya harus pinjam KTP paman untuk mengurusnya. Dan saya juga baru sadar, berarti ini motor sebenarnya bukan milik saya padahal tiap hari saya yang memakai? :D

Sekarang saya tinggal di sebuah perumahan mungil di jogja. Rumah ini sebenarnya milik Bu lek (bibi saya) dan saya di amanahi untuk tinggal disana sedangakan Bu lek tingga di rumahnya di Magelang. Jadi sebenarnya saya punya rumah sendirikah?
“apa yang kita miliki adalah apa yang bisa kita nikmati, karena semua yang kita miliki sebenarnya adalah semua milik Allah”
Pemahaman saya akan impian kemudian berubah. Saat kita mempunyai impian kita harus tahu “MENGAPA” kita harus mencapainya. Dan yang palin penting adalah kita harus minta ijin dulu kepada Yang Maha Kuasa, yang memiliki segala impian kita. Saat kita menyandarkan impian kita kepada Allah, maka semua menjadi lebih melegakan. Kita tidak perlu risau terhadap mimpi kita, karena semua itu milik Allah. Dan ketika kita mencapainya bukanya sombong tapi kita akan bersyukur karena mendapat izinNya untuk mencapainya.

Saat kita melibatkan Allah dalam impian kita, maka akan selalu ada kedamaian dalam setiap langkah mewujudkannya.kita tidak akan galau apakah kita mencapai impian kita atau tidak. Karena kita yakin Allah pasti memberikan terbaik untuk kita. Kita mungkin tidak mendapatkan persis apa yang kita minta, tapi percayalah Allah pasti mengabulkan “apa yang sebenarnya kita inginkan”

Dream, Pray, Action!

Minggu, 12 Juni 2011

Hidup Untuk Apa??

0 comments
“Saya memandang (kehidupan) secara berbeda sekarang. Banyak hal yang Anda pikir berguna, ternyata tidak lagi. Karena itulah saya memutuskan untuk menjual semua mobil yang saya miliki. Ketika Anda mengalami penderitaan yang saya alami, semua kendaraan yang Anda miliki tidak layak dan tidak bernilai untuk apapun. Karena itulah saya menjualnya semua dan uang hasil penjualan tersebut akan saya berikan pada yayasan-yayasan penderita tumor dan kanker. “ Eric Abidal (sumber : http://bit.ly/lhRmV5 )




Pernahkah kamu mengalami perubahan prioritas dalam kehidupan ini? Saya yakin setiap orang pasti mengalami suatu pengalaman yang bisa mengubah hidupnya. Seperti Eric Abidal, pasca operasi tumor Livernya dia mengaku kejadian tersebut mengubah hidupnya. Meskipun ia sepenuhnya telah pulih, Abidal menyatakan hal itu merubah hidup dan pandangannya tentang kehidupan.

Pada saat Abidal di ‘divonis’ mengidap tumor, dia sempat frustasi dan mengira karier sepakbolanya akan habis. “Saya pikir, saya takkan bisa bermain lagi,” ungkap bek yang bermain untuk Barcelona, Spanyol.

Kisah tersebut juga memberikan pelajaran bahwa apa yang kita dapatkan di dunia ini ternyata belum tentu kita butuhkan. Rumah mewah, kendaaran keren atau apapun yang yang kita inginkan ternyata tidak bisa mengganti kebahagiaan ini. Dan ketika tiba saatnya, kita hanya bisa melepaskan, mengembalikan “titipan” tersebut.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzariyat: 56)


Saya sendiri pernah mengalami beberapa pengalaman yang mengubah pandangan saya tentang kehidupan ini (baca ini dan ini ). Semua berujung pada suatu pertanyaan mendasar : mengapa kita hidup di dunia ini? Untuk apa kita hidup di dunia ini? Dan kemana kita setelah hidup ini (mati). Sebuah pertanyaan yang semestinya bisa kita jawab semenjak kita ada di dunia ini
Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mendapat jawaban itu?



photo : Photo credit should read LLUIS GENE/AFP/Getty Images) 2007 AFP (http://bit.ly/mb80C4)

Kamis, 28 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6,5)

5 comments
(sambungan posting sebelumnya)

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya. saya benar-benar sadar ketika…
Kepergian Doni
“Hidup itu singkat sobat, manfaatkan waktu sebaiknya”
Saya kembali mengalmi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Saya telah ditinggala salah satu sahabat terbaik saya, Doni. Saya masih ingat, kami mempunyai mimpi bersama untuk nonton bareng sendratari Ramayana, dan masih banyak hal yang kita ingin lakukan bersama. Namun semua itu hanya mimpi.

Ketika saya mendapat kabar kepergiannya, saya sedang asyik-asyiknya membuat bisnis plan. Saya sedang merajut mimpi saya. tentu saja seketika mendapat sms, saya langsung bergegas. Ada yang jauh lebih penting dari bisnis saya waktu itu.

Kejadian ini mengingatkan saya pada Gempa Bumi 2007 . Tuhan kembali mengingatkan apa saja yang paling penting dalam hidup ini.

”Tiap detik pasti berarti, tiap kesempatan sangatlah berharga. Manfaatkan sebaik mungkin, jangan pernah menunda bila memang bisa dilakukan sekarang”

Saya kembali dipenuhi beberapa pertanyaan. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup ini? Untuk apa sebenarnya kamu hidup ini? Apa yang membedakan dunia ini dengan keberadaan kamu atau tanpa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan bila hari ini adalah hari terakhirmu?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Saya kembali mengurusi rencana bisnis saya. Hingga ada suatu kejadian yang kembali memberikan saya pelajaran hidup, yaitu saat saya mengalami...

”bad week”
Beberapa saat sebelum saya mengakhiri pelatihan CEP, saya mendapat tawaran untuk bermitra membangun bisnis EO. Sungguh sangat kebetulan, saat saya ingin melangkah membangun kerjaaan bisnis, ada yang yang menawarkan menjadi mitra. Hal ini cukup unik, karena saya bergabung dengan beberapa orang yang baru kenal.

Memang pada awalnya tidak ada masalah. Kita langsung mendapat amanah untuk membuat event dari klien sebuah perusahaan telekomunikasi Nasional. Sebuah kesempataan langka. Kita langsung membuat event dengan skala besar. Semangat untuk mewujudkan mimpi bersama semakin terasa.

Namun ternyata tidak seindah yang dibayangakan. Masalah pribadi dalam tim telah mengubah segalanya. Kepercayaan yang dibangun telah runtuh oleh perilaku yang tidak semestinya. Saya sendiri sangat sulit memahami, mengapa orang yang selama ini kita percayai ternyata bisa menyimpan segala tipu muslihat. Bayangan membuat event besar dengan dampak besar tinggal mimpi. Saya kembali menelan pil pahit atas mimpi yang kita bangun.

”Visi yang besar harus dimulai dari yang langkah-langkah kecil dahulu dan ketika kita sudah komitmen akan banyak rintangan yang menghadang”

Saya sadar sebagai EO baru, menangani klien yang cukup besar membutuhkan tantangan yang besar. Kami semua mempunyai mimpi besar terhadap apa yang ingin kita lakukan. Namun kita belum mempunyai dasar yang kuat untuk menompang badai yang bisa datang kapan saja. Saya berusaha bangkit saat itu dengan mereformasi EO, namun semua belum berhasil

Saya sendiri kembali bertemu pertanyaan-pertanyaan diatas. Hingga pada akhirnya saya sadar hikmah atas kejadian itu. Akhirnya saya teringat mimpi Besar saya : Reefoundation. Kenapa saya tidak memulainya sekarang? Saya memenuhi panggilan jiwa saya untuk mewujudkannya. Saya juga mulai keluar dari EGO saya. Saya tidak hanya menginginkan mewujudkan mimpi saya, tapi bagaimana apa yang saya lakukan ini bisa mewujudkan mimpi orang lain. Dan akhirnya apa yang saya lakukan membuahkan hasil Reefoundation bertransformasi menjadi Senyum Community. Sebuah awal dari perjuangan mewujudkan mimpi saya.

Dan akhirnya Rahasia menemukan Passion Kamu yang sebenarnya, Rahasia yang seharusnya Anda tahu sejak Anda lahir, tunggu yah kelanjutanya ^^

Minggu, 24 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6)

2 comments
Akhirnya saya bisa melanjutnya tulisan saya, setelah disibukan beberapa agenda dan sedikit perenungan. Untuk melanjutkan tulisan ini memang membutuhkan beberapa energy, mengapa? Apa yang akan saya tulis ini merupakan fase akhir dari pemenuhan panggilan jiwa saya. sebuah perjalanan yang tidak mudah.

Salah satu alasan mengapa saya mengungkapkan cerita saya adalah karena untuk bisa menemukan passion kamu butuh proses yang berbeda-beda setiap orang. Ada yang mampu melewati dengan cepat tapi juga penuh liku. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pasti ada suatu ujian untuk mewujudkan mimpi, dan saya kembali melanjutakan “ujian” itu saat..

Be Entrepreneur

Saat saya mulai mantap menjadi entrepreneur, saya kembali menemui sebuah hutan belantara. Tidak tahu jalan mana yang harus saya tempuh. Yang ada saat itu hanyalah “pokoke aku dadi Bos ae, ga cocok dadi pegawai”. Kata “pokoke” sendiri merupakan tanda kebesaran ego saya waktu itu. Suatu hal yang mungkin belum saya sadari saat itu. Saya tidak tahu harus memulai darimana, kebingunan kembali menyeruak. Namun keinginan saya seolah terjawab ketika ada tawaran CEP.

CEP? Apa itu? Campus Entrepreneurship Progam, yaitu sebuah progam pendidikan untuk menjadi Pengusaha. Progam yang diadakan Pasca UGM kerjasama dengan Ciputra Foundation. Tentu saja kesempatan ini tidak saya lewatkan. Sebuah jalan yang akan membawa saya ke kehidupan baru.



Dan benar ternyata, hampir semua pertanyaan saya tentang “be entrepreneur” terjawab. Progam yang berlangsung selama 2 bulan ini telah melatih saya banyak hal, beberapa pelajaran yang saya dapatkan adalah
1.Mind set
Esensi dari Entrepreneur adalah tentang mindset kita, sebuah paradigm. Jika kamu masih menganggap entrepreneur/kewirausahaan adalah sama dengan pengusaha/wiraswasta itu belum tepat. Itulah mengapa banyak orang terjun ke bisnis tapi mindsetnya masih belum beruabah sehingga usahanya hanya segitu-gitu aja.

Saya sering mencontohkan, pernah saya bertemu dengan pengusaha pecel lele yang mempunyai rumah bernilai ratusan juta rupiah, namun masih berjualan di jalanan dan rawan gusur. Tidak salah dengan berjualan di pinggir jalan, namun saya yakin jika pengusaha ini mempunyai mindset yang tepat, pasti sudah mempunyai rumah yang bernilai miliaran dan usaha skala resto.

Dalam pelatihan ini jugalah saya juga mulai mengenal Entreprenur yang dipraktekan disegala bidang. Yah, entrepreneur tidak hanya belaku didunia bisnis saja. Pak Ci (Ciputra) engajarkan sendiri bahwa Entrepreneur juga bisa dipraktekan di dunia Akademis (Academic Entrepreneur), Pemerintah (Governance Entrepreneur) dan Sosial (Social Entrepreneur). Disinilah mata saya mulai terbuka terhadap apa yang sebeneranya saya inginkan: Social Entrepreneur

2.Pentingnya koneksi/Jaringan
Dalam pelatihan ini saya benar-benar merasakan pentingnya jaringan. Saya yang selama ini cukup membatasi jaringan saya, dan ketika saya mendapat beberapa tugas (dalam pelatihan) saya agak kesulitan untuk memanfaatkan jaringan yang saya miliki. Untuk itulah mulai saat itu saya benar-benar tertarik untuk mengikuti berbagai event dari komunitas manapun, dan bila cocok saya akan terlibat didalamnya

3.Perencanaan dan detail
Selama ini saya hanya yang penting jalan saja. Saya masih ingat ketika saya bisnis donat (baca ini) tidak ada perencanaan sama sekali. Sehingga tidak heran bila saya gagal. Begitu pula saat kita mengembangkan Mamboe Psing (baca disini) tidak jelas mau kemana kita.

So, buatlah perencanaan apapun itu. Semakin detil semakin bagus. Jujur saya sebelumnya menganggap saya adalah orang yang holistic, bukan menyukai hal yang detil. Namun saya mengubah mindset saya, saya harus bisa merencanakan secara lebih mendetil. Emang butuh usaha keras dari saya untuk mengubahnya. Dan ternyata bisa.

4.Keberanian mencoba dan spirit
Berani menjadi factor yang penting kamu pengen terjun di dunia Entreprenur. Saya masih ingat, dalam pelatihan ini saya benar-benar membuang rasa malu saya. saya mencoba melawan diri sendiri. Saya memberanikan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tabu bagi saya. salah satunya adalah berjualan di Sunday Morning UGM. Saya menjadi pedagang keliling didaerah UGM tersebut.

Memang awalnya ada ketakutan. Bagaimana kalau ketemu orang yang kita kenal? Bagaimana kalau orang itu yang kita taksir? Atau mungkin saudara kita? Tetangga kita? Apa kata dunia, Sarjana Ngasong? Tentu saja hal ini membutuhkan spirit yang cukup besar. Saya sadar waktu itu adalah kesempatan saya untuk keluar dari zona nyaman. Saatnya untuk BERANI mencoba hal yang diluar jangkauan kita.

Memang jualan saya saat itu tidak laku bahkan merugi. Saya berhasil mengatasi ketakutan-ketakutan saya. saya berhasil menawarkan apa yang saya miliki. Dan saya mendapat pelajaran yang berharga : keberanian mencoba dan spirit

5.melawan keterbatasan dan Action
setiap orang punya keterbatasan. Saya telah bertemu banyak mentor yang berhasil melawan keterbatasan dan mewujudkan mimpinya. Ternyata saya kita tahu keterbatasan yang kita miliki bukanlah untuk membatasi kita berkembang, namun untuk membuat kita fokus terhadap potensi yang ada. Contohnya, ketika Pak Ci membangun Ancol, dia mempunyai keterbatasan dana. Untuk itulah dia mengembangkan potensi yang dimilikinya (ide) dan menjualnya ke pemda DKI. Walhasil dia membangun Ancol tanpa modal dari dia.

Salah satu faktor penting untuk melawan keterbatasan adalah AKSI kita. Kita terkadan tahu apa yang seharusnya kita lakukan, namun terkadan kita tidak mau melakukannya. Kita harus melaksanakan apa yang kita rencanakan. Lakukan saja apa yang kamu lakukan, jika kamu masih bingun juga, mulai dengan...

6.starts small, big vision
”lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah SEKARANG” (Prinsip dasar SC dalam melakukan perubahan Positif)

Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan dahulu, jika kamu hanya bisa membayangkan. Bayangkanlah. Setelah itu tuliskanlah, rencanakanlah. Semakin cepat, semakin bagus, jangan takut salah atau gagal. Terus mencoba dan just do it.

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya.
Apa itu? Sabar yah, tunggu kelanjutanya ^^

Senin, 18 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (5)

7 comments


“sabar bukanlah sifat, tapi suatu sikap yang harus selalu diusahakan”
(Khotib kutbah Jumat di Maskam UGM,8 oktober 2010)


Duduklah, biarkan diri anda relaks dan nyaman, dan izinkan saya menceritakan satu atau dua kisah kepada Kamu. Cerita ini akan mengantarkan kamu menemukan passion kamu. Bagi sebagian orang mungkin akan mengganggu kemapanan mereka namun hal ini akan membuat kamu yakin bahwa segala hal yang terjadi pada diri kamu akan mengarahkan kamu pada keadaan yang luar biasa, diluar bayangan sebelumnya.
Pada tulisan sebelumnya. (http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-4.html) Saya mengatakan passion harus diuji, lalu bagaimana mengujinya?

Pada waktu usia SD saya sangat ingin sekali menjadi pemain sepakbola. Saya sangat terinspirasi dengan Kurniawan DY. Dia merupakan kebanggaan orang Magelang, sudah sewajarnya jika banyak yang mengidolakanya. Bahkan saking ngebetnya, saya juga mendaftar di SSB dimana dulu Kurniawan belajar. Namun kenyataan berkata lain. saat di SSB itu saya merasa “kalah” dibandingkan dengan yang lain. banyak orang yang lebih berbakat, di kampung memang saya termasuk unggulan, namun di SSB ini beda. Saya sulit beradaptasi dengan lingkungan baru ini.

Tapi saya tidak menyerah, saya berlatih bersama SSB lain yang juga dilatih mantan pemain Timnas juga. Kenyataan kembali memberi jawabannya. Saya gagal masuk tim utama. Hal ini sempat membuat saya berpikir mungkin ini memang bukan dunia saya.
Di akhir studi saya masih menikmati kehidupan saya dikampus. Beruntung saya menjadi salah satu asisten dalam progam kampus. Hal ini memberikan pengalaman kerja sendiri. Namun selepas wisuda saya benar-benar mengalami pencarian yang sesungguhnya. Hal ini dimulai ketika kartu ATM saya ketelan mesin ATM. Dan yang menarik adalah ketika saya mencoba mengambil di customer service, ternyata tidak bisa karena memakai nama orang lain (ibu saya). waktu itu saya berpikiran, mungkin ini saatnya saya benar-benar mandiri. Tidak tergantung lagi pada orang tua. Apalagi waktu itu saya juga mulai berpikiran untuk “keluar” dari kampus, saatnya berpetualang ^^.

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketika kembali melakukan hal yang baru. Bayangan waktu kuliah dulu adalah rencananya : Kuliah – Kerja – usaha/bisnis – Badan Amal/sosial. Ya, waktu itu saya sangat ingin bekerja di luar Jawa. Bahkan kalau bisa yang memungkinkan saya berpindah-pindah kota. Setelah karir mapan saya ingin usaha sendiri. Setelah usaha sukses saya ingin membuat semacam badan amal. Sungguh perjalanan yang sangat meyenangkan pikirku waktu itu.

Saya melamar berbagai macam pekerjaan dan perusahaan. Saya sangat bersemangat jika menawarkan penemapatan di seluruh Indonesia. Namun perjalanan ini juga memberikan saya banyak pelajaran. Salah satunya adalah ketika saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Saya merasa tidak cocok hidup dikota ini. Semua orang terlihat berjalan sangat cepat, tidak bisa menikmati setiap langkahnya. Awalnya saya berpikiran ini mungkin hanya karena saya belum biasa saja.

Hingga saya untuk kedua kali pergi ke Jakarta. Saya sempat mencoba bertahan beberapa hari disini. Tapi saya tidak menemukan apa yang saya cari. Mungkin bisa saja saya mendapatkan pekerjaan dan gaji yang saya inginkan, tapi saya merasa bahwa saya belum tentu mendapatkan kehidupan yang saya inginkan.

Sekembali dari Jakarta, saya seakan-akan mendapatkan jawabannya. Ada kesempatan bekerja diluar Jawa. Namun ada sesuatu yang mengganjal, terutama pesan orang tua ketika saya kembali dari Jakarta, yang intinya adalah “Kalau bisa cari pekerjaan di Jogja aja, deket ma keluarga dan nanti bisa S2 juga kan?”. Suatu hal yang cukup membingungkan saya waktu itu.

Saya mencoba kembali mencari apa sih yang sebenarnya saya inginkan? Pertanyaan it uterus menguasai saya. sebenarnya buat apa saya bekerja? Buat apa saya harus pergi ke luar jawa? Saya coba merefleksikan kalau saya bekerja nanti gimana ya? Kalau bekerja sebagai HRD cocok gak ya? Kalau bekerja sebagai itu pas gak ya?
Dalam self-talk tersebut saya sempat pernah mendapat jawaban, “kalau kerja kantoran seperti saat di kampus, siap ga kamu? Kamu kan orangnya sulit diatur, pengena melakukan sesuatu sesuai inisiatif sendiri.”

Saya kembali bertanya, buat apa sih saya harus ke luar jawa? Senang-senang? Saya kembali merefleksikan pengalaman saat kuliah, saya sudah sangat menikamati masa foya-foya saat itu. Adakah sesuatu hal lain yang lebih MENYENANGKAN yang bisa saya lakukan?
Saya juga mencoba menggali lagi, dan ketika saya mengurutkan kembali apa yang saya inginkan : Kuliah – Kerja – usaha/bisnis – Badan Amal/sosial. Kuliah sudah, sekarang kerja. Kerja? Kenapa harus kerja dulu? Mengapa saya tidak memulai untuk bisnis atau membuat badan amal/sosial. Waktu itu saya belajar bagaiamana kalau kita mulai dengan tujuan akhir saja?

Ok, setelah saya menemukan hasrat waktu dikuliah (http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-3.html
), salah satu HASRAT TERBESAR saya adalah membuat semacam badan amal/sosial. Saya pun sudah menemukan namanya : REEFOUNDATION. Kerenkan? :D. dan saya pun mulai merancang untuk membangunnya mulai saat itu, saya mentargetkan 5 tahun lagi REEFOUNDATION akan ada.

Dan untuk memulainya saya memantapkan diri untuk menjadi Entrepreneur. Mengapa? Setelah saya pelajari lagi, dari berbagai proses seleksi, wawancara saya tidak menemukan posisi yang benar-benar saya inginkan. Bahkan pernah pada suatu wawancara, saya ditawari suatu pekerjaan yang menurut HRD sangat cocok bagi saya. tapi saya berpikiran, itukan menurut Anda, menurut saya kog nggak ya? :D. hal ini diperkuat ketika saya merefleksikan saat terbaik bekerja dikampus, yaitu tidak ada sama sekali. Saya “ngantor” dari pagi hingga sore bahkan terkadang sampai malam. Saya lebih menikmati bekerja sebagai tutor atau pedagang donat (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-1.html) yang waktunya fleksibel dan tidak perlu pakai baju rapi, sepatu plus berangkat pagi :D
saya memang sempat menjadi “bintang” saat SMP-SMA tapi hal tersebut tidak membuat saya berkeinginan lagi menjadi pemain bola. Waktu itu saya berkeyakinan, pasti ada sesuatu yang lebih AGUNG dari “sekedar” menjadi pemain bola.

Saya merasakan sendiri begitu nikmatnya ketika mau mengikuti kata hati. Saat itu saya mulai melupakan menjadi pegawai kantoran, sudah cukup menjadi jobseeker hanya dua bulan saja. saatnya hidup berdasarkan passion saya. saya mencoba membangunkan potensi yang terbesar dalam diri saya. saya masih ingat, ketika saya mulai memantapkan diri menjadi Entrepreneur, saya kembali digoda, saya mendapat panggilan bekerja di Sumatera, suatu yang saya idamkan. Namun hati saya sudah mantap. Saya tetap di Jogja dan mewujudkan mimpi saya.

Namun, ujian kembali ada, bagaiamana memulainya usaha saya? Kenapa saya tidak memulai REEFOUNDATIONnya saja? Hingga sebuah pengalaman yang lebih mengguncangkan saya daripada Gempa Bumi 2006, sebuah pengalaman yang lebih mendekatkan saya kepada mimpi saya. apa itu? Tunggu kelanjutanya yah.. ^^

(bersambung)

Senin, 11 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (4)

2 comments
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-3.html), saya sudah mulai menemukan apa yang saya cari selama ini. Namun waktu saya masih belum bisa memahami apa yang saya lakukan, dan proses itu memakan waktu sehari. Pemahaman saya membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan tahun. Gempa bumi 27 mei 2006 merupakan turning point kehidupan saya. pembelajaran terus terjadi, dan bukti-bukti keajaiban yang terjadi memberikan saya keyakinan lebih.

“selalu ada keajaiban di hati yang IKhlas dan menyerahkan semua kepadaNya”


Yah, setelah saya mulai mengikuti kata hati saya menciptakan banyak keajaiaban.
Memang saat itu saya belum begitu tentang makna keajaiban ini. Saya juga baru benar-benar yakin saat menciptakan keajaiaban bersama Senyum Community (SC) (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/search/label/keajaiban%20senyum%20ramadhan).

Waktu itu saya belajar dari seorang kawan yang mengaku mampu mewujudkan semua keinginan. Dia hanya mengatakan “dengarkan saja suara hati kecilmu”. Saya mengenalnya lewat FS (waktu itu lagi boomingna). Uniknya saya mendapatkan nomernya, karena miskom entah kenapa dia memberikan nomer HP. Waktu itu saya masih mengganggap dunia maya sesuatu yang diluar kita. Dunia imajinasi. Dan keajaiban terjadi, saya benar-benar bisa bertemu dengan dia, karena dia melanjutkan studi di jogja.(seblumnya tinggal di Kalimantan). Memang saya tidak bisa mengenal terlalu jauh, dia hanya tinggal sebentar di Jogja, dan harus menggapai mimpinya untuk menjadi Pramugari di penerbangan internasional. Yah, dia benar-benar mewujudkan impiannya.

Sahabat saya itu menginspirasi saya untuk melakukan keajaiban juga. Mewujudkan mimpi saya terkadang orang bilang “tak mungkin”. Apa sajakah itu? Beberapa keajaiban yang saya ciptakan saat

Tahun keempat kuliah (tahun terakhir kuliah)

a. Jalan-jalan GRATIS ke Jakarta





Sebelumnya saya minta kamu tidak tertawa. Emang kenapa? Inilah untuk pertamakalinya saya ke Jakarta. Bagi orang mempunyai banyak saudara ataupun kemapuan ekonomi menengah keatas tentu hal yang biasa bisa kapan saja kemana saja. Berbeda dengan saya, seluruh keluarga saya berasal dan tinggal di Magelang (terjauh di Batang). Kesempatan untuk keluar kota hanyalah saat wisata sekolah. Keluarga saya memang bukanlah orang kaya yang mempunyai budget untuk pergi wisata bersama. Bahkan sebelum kuliah, perjalanan ke Yogyakarta adalah perjalanan eksotis yang patut diceritakan oleh siapa saja.

Jadi tidak heran ketika saya akan pergi ke Jakarta, hal ini menjadi pemberitaan besar di kampung sana. Apalagi saya mendapatkanya dengan GRATIS tanpa minta sangu ke orang tua. Kog bisa? Cerita ini berawal ketika ada progam dari fakultas untuk melakukan Roadshow ke Jakarta. GRATIS. Tentu saja banyak yang tertarik. Namun ada syaratnya : seleksi melalui menulis papper.

Jujur waktu itu saya termasuk orang belum begitu suka menulis (dibanding sekarang). Menulis tugas lebih banyak copy pasteor ATM saja daripada berpikir dan menuangkan ide baru. Blog FS waktu itu hanya berisi sampah dan curcol saja, bagaimana bisa menulis tulisan ilmiah. Bahkan kalau jujur waktu itu juga saya tidak begitu berharap bisa lolos seleksi, yang saya lakukan saat itu hanyalah, mengikuti kata hati, menulis, dan menyerakah semua kepadaNya.

Dan Alhamdulillah saya lolos, seleksi dan berangkat ke Jakarta. Sebuah keajaiban yang indah ^^


b.Tentang Sina and Friends
Sina? Siapakah itu? Dia adalah mahasiswa dampingan saya yang berasal dari Jerman. Jerman? Emang bisa bahasa Jerman? Enggak, English? Little-little. Kog bisa? Yah, saya hanya mengikuti kata hati mendaftar sebagai tutor INCULS, lolos seleksi dan Alhamdulillah ketrima.


Apakah itu semua kebetulan? Tentu tidak, sejak dulu saya mengimpikan untuk mempunyai seorang kawan bule. Namun saya tidak tahu harus bagaimana sampai saya menemukan rahasia itu ( baca : http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-mewudkan-impian-anda/).

Saya masih ingat betul, ketika awal kuliah sebenarnya saya sudah satu kos dengan orang dari Jerman dan beberapa bahkan dari Australia. Sudah beberapa hampir 5-6 orang yang bergantian tinggal satu kos. Namun tidak satupun saya mengenal dengan baik. Saya masih takut. Saya bingun gimana caranya agar bisa kenal dengan mereka.

Namun semua itu berubah, ketika saya menemukan “kunci” tersebut. Saya telah berhasil menjadi sahabat orang bule. Saya tidak hanya belajar bahasa (tugas saya sebenarnya sebagai tutor). Tapi juga melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan atau sekedar kumpul dan nongkrong bareng. Jadi tidak heran jika jam tutoring saya paling banyak dibandingkan tutor lain(bahkan melebihi waktu yang ditentukan).

Dan yang menarik saya bersahabt dengan beberapa kawannya yang tidak hanya berasal dari Jerman tapi Negara lainnya. Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan ^^

c. Tentang skripsi dan lulus tepat waktu
Di tahun ini saya masih disibukan dengan kegiatan penanggaulan bencana Gempa dikampus. Hal ini jugalah yang membuat saya semakin dekat dengan dunia kampus dan psikologi. Salah satu kenyataan yang saya hadapi saat itu adalah saya harus menyusun skripsi.

Sejak awal kuliah, saya lebih tertarik dengan bidang psikologi sosial ataupun PIO (salah satu calon skripsi saya adalah paper yang mengantarkan saya ke Jakarta). Namun kejadian Gempa 2006 mengubah segalanya. Dengan tanpa ragu saya banting stir dan memilih Psikologi klinis. Memang pada awalnya sempat bingun juga, namun saya hanya mengikuti kata hati dan siap menjawab tantangan ini. Saya tahu konsekuensinya, saya harus belajar mulai dari awal lagi. Saya masih ingat, saya harus kembali Handbook Psikologi klinis dan beberapa buku Handbook tebal lainnya. Yang jelas-jelas belum pernah saya baca, bahkan membayangkannya.

Hal yang menarik lainnya adalah saat saya harus memilih Dosen Pembimbing Skripsi (DPS). Saya harus menghadapi keputusan sulit, ketika saya harus memilih Dosen yang sangat memperhatikan penampilan. Tahu sendiri, saya adalah orang tidak terlalu memperhatikan tata cara berpakaian yang baik yang benar. Bahkan hingga saat ini. Sehingga tidak jarang orang-orang terdekat saya begitu heran mengapa saya mau menjadi mahasiswa bimbingannya. Yah, sekali lagi, saya hanya mengikuti apa Tuhan arahkan, pasti ada jalan cerah disana.

Dan ternyata pilihan saya tidak salah. Saya termasuk mengerjakan skrispsi dengan lancar. Saya sangat beruntung mempunyai banyak sahabat yang membantu saya. dan kejaaiaban terjadi saat saya benar-benar bisa menyelesaikan seusai keinginan saya. Tahun keempat sudah lulus. Memang masih banyak orang yang lebih hebat dari saya, namun saya tidak ingin membandingkan dengan orang lain.

kenyataan saya kuliah dengan IPK pertama 2,47, tapi mampu bangkit dan mencapai 3,27 adalah suatu yang saya banggakan. Ditambah saya menyelesaikan skripsi yang bukan bidang dan minat saya. hal itu merupakan hal yang ajaib bagi saya. saya hanya mengerjakan skripsi hanya satu semester saja. Hal ini mengingat banyak teman saya lulus lebih lama dari saya, padahal telah memulainya lebih dahulu.

Dan setelah lulus, inilah ujian sebenarnya passion saya. saya percaya bahwa setiap panggilan jiwa ini perlu diuji, hingga kita benar-benar yakin akan apa pilihan kita. Sebuah perjalanan panjang yang melelahkan dan menguras energy, namun saat kita sudah menemukan lentera hati ini. Semua terlihat sangat cerah dan indah. Kita akan melihat bayangan yang tidak pernah orang lain bayangkan, apa itu? Bagaimanakah ujian itu? Kita nantikan dalam kisah selanjutnya ^^

(bersambung)

Kamis, 07 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (2)

1 comments
Ada pertanyaan menarik, apakah passion = hobi? Memang banyak orang menemukan passion dari hobi yang mereka tekuni, namun hobi bukanlah passion. Hobi merupakan pintu untuk menemukan panggilan jiwa kita. Kalau saya ditanya apa hobinya? Dengan senang hati saya menjawab “Makan, tidur, jalan-jalan.”. apakah itu passionku?

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, passion/lentera hati erat kaitnya dengan tujuan hidup kamu. Passion bukan sekedar sesuatu hal yang kamu sukai, tapi itu merupakan panggilan jiwa yang bisa membawa kamu tidak hanya bahagia tapi juga bermakna. Suatu hal yang kadang terlupakan banyak orang, mereka terlihat bahagia namun hatinya kosong. Berbeda kalau kita mampu memenuhi panggilan jiwa ini, kita tidak hidup penuh gairah, tapi juga melewati setiap kehidupan dengan penuh makna.

Hal menarik lainnya adalah orang yang hidup dengan passionnya bisa memberikan pencerahan bagi lingkungan sekitarnya. Saya telah bertemu begitu banyak orang yang memenuhi panggilan jiwanya, setiap pesan dan aksinya mempunyai ruh yang mampu menginspirasi banyak orang. Sungguh luar biasa!.

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana menemukan passion kamu, bukan sekedar hobi aja? S Covey membagi suara hati ini menjadi beberapa aspek, yaitu Bakat: bakat dan kekeuatan alamiah Anda, Gairah hidup: hal-hal yang membuat Anda bersemangat,memotivasi dan mengilhami Anda, Kebutuhan (need) apa saja yang dibutuhkan oleh orang-orang disekitar Anda sehingga mereka bersedia membayar Anda, Nurani (conscience): suara batin kita, yang menunjukan kepada kita apa yang benar dan mendorong kita untuk bertindak sesuai dengannya.

Saya akan coba membahasnya dengan apa yang saya alami, mengapa? Saya percaya, untuk menemukan panggilan jiwa ini membutuhkan waktu dan proses. Setiap aspek diatas juga perlu diuji dulu. Dan setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda. Saya juga yakin setiap orang mempunyai cara sendiri untuk mendapatkan misi hidupnya sendiri.

Salah satu cara menemukan rahasia hidup ini adalah mencoba memahami apa yang kita alami diwaktu lampau. Seperti yang saya alami saat….
Tahun kedua Kuliah

Setelah saya gagal bisnis donat, saya mencoba aktifitas lain. Saya sempat bersentuhan dengan beberapa MLM tapi itu tidak bertahan lama, karena saya merasa itu bukan “cara” saya. dalam pencarian itu saya malah menemukan sesuatu yang berbeda, yaitu Mamboe Psing.



Mamboe Psing? Apa itu? Kepanjangan adalah Mari Memboeat Psikologi Going-Going. Cukup aneh bukan? Seperti namanya, orang-orangnya pun unik bin ajaib. Mamboe Psing menjadi komunitas sendiri yang mewarnai hidup saya. selain bisa menyalurkan hobi saya jalan-jalan, saya juga menemukan makna baru bagi hobi saya itu : berani mencoba hal yang baru, selalu mencari tantangan baru.

Memang kegiatan Mamboe Psing tidak terarah dan terorganisir dengan baik. Tidak ada visi dan misi, murni komunitas cair yang ingin mengepresikan jati dirinya. Jadi jangan heran jika kegiatan tidak jelas dan sporadis. Dari sekedar kumpul-kumpul, fieldtrip malam hari ke Parang kusumo, Jakal bahkan Sarkem. Dari nongkrong, cari catatan, ngerjain tugas sampai ngupulin tugas ke kos Asisten Pratikum (sengaja pada telat biar bisa pada “ngapel” mbak asisten :D).

Memang saya merasakan sendiri kegiatan saat itu lebih kearah hura-hura, senang dan pelampiasan hasrat sesaat. Namun saya juga belajar untuk berani melakukan sesuatu baru. Banyak hal gila yang kita lakukan bersama, walau terkesan tidak ada gunanya namun saya belajar. Saat kita berani melakukan sesuatu yang “gila”, kita sebenarnya sedang belajar keluar dari zona aman kita. Dan yang terjadi adalah kita mampu melakukan segala sesuatu yang mungkin sebelumnya.

Hal ini terbukti dengan prestasi akedemik yang saya alami. Tidak pernah ada yang menyangka saya bisa mencapai IP 3,8. Kog bisa? Saya sendiri waktu itu kaget, namun itulah kenyataan. Walaupun saya jarang belajar, bahkan terkadang hanya hari H ujian saja, namun saya menikmati prose situ. Saya menemukan Gairah saat kuliah. Saya mencoba menjawab Bakat saya dengan mencari mata kuliah atau dosen yang menarik bagi.
Selain itu saya juga menemukan gairah lain diluar kuliah. Yaitu desain grafis, saya mulai memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar saya. banyak teman mempercayakan urusan desain kepada saya. Padahal saya hanya belajar otodidak, namun saya mencoba memenuhi hasrat saya untuk belajar hal baru, mengembang kreatifitas saya, mencoba mewujudkan imajinasi saya.

Namun masa hura-hura itu berubah oleh kejadian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sebuah periswa yang menyentuh nurani saya sekaligus menjawab kebutuhan hakiki yang ada didalam diri saya.

Apa itu? Tunggu ditulisan berikutnya ^^

(bersambung..)
Bagaimana kekuatan nurani itu penting untuk mengarahkan passion kita? Bagaimana ternyata banyak hal yang lebih penting sekedar memenuhi ego kita?

Rabu, 14 Juli 2010

Membuat jadual yang efektif

9 comments


(Setelah sekian lama mandeg, akhirnya bisa menulis lagi ni :D, bagi yang sudah lama menunggu seri manajemen waktu ini, silahkan menikmati kembali :))

Sebelum menjelaskan tentang bagaimana membuat jadual yang efektif, ada baiknya para bloger membaca dulu postingan sebelumnya, yaitu tentang penentuan Tujuan, bagaimana membuatnya, merealisasikan dan bagaimana membuat prioritas. Kalau masih bingung juga kamu bisa kontak saya via YM : areef30 atau FB yang disamping blog ini, ok? :D

Lanjuut,,
Ok, saat ini kita belajar bagaimana membuat jadual yang efektif. Mungkin membuat jadual sudah bukan asing lagi bagi kamu, betul bukan? Sejak SD mungkin kamu sudah diajarkan bagaimana membuat jadual kegiatan. Tapi permasalahanya, apakah kamu sudah benar-benar melaksanakanya?

Saya masih ingat ketika masih sekolah dulu membuat jadual, bahkan dibilang cukup detil. Namun itu hanya tertampang dikamar saya :D. namun berbeda dengan sekarang, saya membuat jadual bukan untuk saya tempel didinging, tapi untuk memastikan bahwa semua kegiatan atau tugas saya bisa saya lakukan. Yah, inilah bedanya saya dulu dan sekarang. Saya membutuhkan jadual segala aktifitas berjalan dengan baik dan yang TERPENTING, tujuan kita tercapai.

Membuat jadual ini sangat erat kaitanya dengan pembahasan dahulu. Kita harus tahu tujuan kita apa dan bagiamana merealisasikannya. Dari situ kita akan melihat apa saja (aktifitas) yang harus kita lakukan (to do list). Dan dari segala aktifitas (to do list) ini kita harus mampu membuat prioritas mana yang harus didahulukan dan diatur sedemikian rupa sehingga tujuan kita tercapai semua. Dan dengan membuat jadual kita akan mencoba memperikan seberapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan itu dan kita bisa merencanakan bagaimana kita bisa mencapai tujuan?

Dengan membuat jadual ini setidaknya kamu akan :
• Memahami waktu yang realistis untuk menyelesaikan aktifitas kamu
• Merencanakan secara baik sesuai waktu yang ada
• Memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas kamu
• Bisa memperikan waktu sebaik mungkin sehinnga akan siap bila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan
• Bisa mengurangi stress yang disebabkan beberapa tugas/pekerjaan dalam satu waktu

Berikut ini beberapa tip agar kamu bisa membuat jadual yang efektif :
1.Mulailah dengan mengidentifikasi waktu yang kamu butuhkan untuk menyelesaikan tugas/pekerjaan/agenda kamu
2. Pilih dan tandai tugas atau pekerjaan yang paling signiftikan atau mempunyai dampak besar bagi kamu
3. Dan tentukan prioritas mana yang akan kamu dahulukan (baca disini)
4. Berikan toleransi atau tambahan waktu pada setiap kegiatan atau tugas kamu. Hal ini akan membantu kamu menyiapkan terhadap segala hal bisa terjadi. Contohnya : bila perkiraan waktu kamu untuk menyelesaikan surat butuh satu jam, beri tambahan 5-10 menit sesuai kebutuhan. Hal ini membuat kamu lebih rileks, ketika terjadi masalah.
5. Review terus secara berkala jadul kamu. Sesuaikan dengan tujuan pribadi kamu. Sudahkan apa yang kamu lakukan sesuai dengan apa yang kamu inginkan?
Selamat menikmati membuat jadual hidupmu :)

Rabu, 26 Mei 2010

Kekuatan Prioritas

10 comments
Kalau Kamu sudah membaca tulisan saya tentang sebuah prioritas kamu akan melihat sebagian dari kita mempunyai prioitas dalam hidup ini, namun tidak sedikit kita juga msih bingun terhadap prioirtas kita. Sebenarnya apa sih prioritas tersebut?

Sebelum membahas tentang prioritas ada baiknya kamu memahami lebih dulu tentang pembahsan sebelumnya, yaitu tentang penentuan Tujuan, bagaimana membuatnya dan merealisasikan. Biasana orang membagi tujuan dalam kehidupanya dalam berbagai bidang. Misalnya bidang agama/spiritualitas, pribadi, keluarga, karir, keluarga, pendidikan, petualang/senang-senang ataupun kontribusi. Dan dari situlah biasanya muncul masalah manakah yang harus didahulukan dulu. Karir atau pribadi, keluarga atau pendidikan. Dan disinilah letak fungsi prioritas.

Setiap orang harus mempunyai prioritas dalam hidup, kamu harus tahu mana yang harus didahulukan dulu. Beberapa waktu lalu ada teman yang bingung setelah lulus kuliah, dia ingin melanjutkan S2 atau bekerja dulu. Dan saat kita tahu apa yang paling penting bagi kita, maka kita akan lebih mudah memilih mana yang harus diutamakan.
Agar kamu tahu prioritas kamu, kamu harus mengetahui apa saja yang harus kamu lakukan. kamu harus mempunyai daftar apa saja harus kamu lakukan. tulis semua hal yang harus kamu lakukan jangan sampai terlewatkan. Dan salah alat yang bisa membantu kita untuk membuat prioritas berdasarkan daftar tersebut adalah dengan menggunkan matrik Penting dan Mendesak



Keterangan :
Kuadran I : Penting-Mendesak : hal-hal yang Penting dan mendesak (segera) untuk dilakukan
Kuadran II : Tidak Penting –Mendesak : hal-hal yang tidak Penting tapi mendesak untuk dilakukan
Kuadran III : Penting-Tidak Mendesak : hal-hal yang Penting namun tidak mendesak untuk dilakukan
Kuadran IV : tidak Penting-Mendesak : hal-hal yang tidak Penting tapi mendesak untuk dilakukan

Setelah membuat matriks, coba masukan daftar apa yang ingin kamu lakukan. klasifikan berdasarkan matriks tersebut. Dan urutkan berdasarkan kebutuhan kamu. Selamat mencoba. ^^

Nb : ada tulisan mas arif tentang prioritas yang saya rekomendasikan untuk anda, silahkan menikmati disini ^^

Minggu, 23 Mei 2010

Rahasia Merealisasikan Tujuan Kamu

8 comments


Salah satu program Senyum Community adalah SENYUMAN. Apa itu Senyuman? Senyuman yang merupakan akronim dari “Senyum Pemuda Mandiri” merupakan pelatihan dan pendampingan bagi pemuda/remaja, terutama anak-anak Panti. Setahun lalu kami telah mendampingi anak-anak Panti Nurul Yasmin (NY).

Salah satu Tujuan kami adalah membentuk kelompok pemuda mandiri, kami meninginkan anak-anak Panti NY Mandiri, mandiri bukan hanya secara ekonomi tapi juga sikap. Pada awalnya memang terasa berat, hal ini berkaitan dengan keterbatasan kami. Namun kami yakin bahwa Tujuan tersebut sangat realistis dan dapat dicapai.

Pertanyaan bagaimana agar tujuan itu dapat tercapai? Yap, seperti yang sudah saya jelaskan dalam postingan sebelumnya. Saat kita sudah menentukan tujuan, maka kita akan tahu bagaimana/langkah-langkah untuk mencapainya. Setelah itu kita harus tahu kebutuhan kita apa saja untuk mencapai. Jadi step selanjutnya adalah buat Action Plan (rencana) untuk mencapainya. Susun langkah-langkah untuk menggapainya

Misalnya, saat kamu punya Tujuan pergi ke Jakarta dan kamu sekarang di Jogja. Maka pertama kamu memperjelas Tujuan kamu (stepna bisa Anda baca disini)-Jakarta sangat luas :D. setelah kamu harus tahu untuk tahapan agar bisa sampai tujuan seperti : menentukan Transportasi apa saja, bagaimana agar bisa mendapatkan transportasi tersebut, jalur yang akan dilalui transportasi tersebut, apakah transportasi itu langsung mengantarkan sampai tujuan atau harus melalui beberapa transportasi lagi?

Dalam pembuatan rencana tersebut kamu juga akan tahu kebutuhan apa saja yang harus kamu siapakan. Seperti biaya yang dibutuhkan dan tentunya waktunya juga. Dan salah satu hal yang penting lagi adalah kamu harus fokus pada tujuan kamu itu. ingat rencana yang kamu buat adalah untuk membantu kamu mencapainya. Dan kamu harus siapkan rencana alternative, karena akan banyak hal yang akan merintanginya.

Pengalaman saya membuat perencanaan di Senyum Community maupun di tempat lain, rencana bukan segalanya, yang penting ACTION kita bagaimana. Saya sudah berungkali membuat bisnis plan dan perencaan lain. Namun hanya sedikit yang bisa saya realisasikan. Namun beberapa hal yang berhasil saya wujudkan adalah ketika saya YAKIN bahwa TUJUAN tersebut benar-benar saya inginkan maka walaupun rencana tidak berjalan mulus tetap saja kita mampu mencapai Tujuan kita

Untuk lebih jelas mengenai perencaan kaitannya dengan manejemen waktu akan kita ulas dalam sesi membuat prioritas (Prioritization), mengelola gangguan (Managing Interruptions), mengalahkan Penundaan (Beating Procrastination.), dan membuat jadual (Scheduling ) di sesi-sesi berikut.. wait n see ^^

Rabu, 19 Mei 2010

Cara Jitu Menentukan Tujuan

8 comments


Dua tahun lalu, ada yang menanyakan kepadaku: “5 tahun lagi kamu akan menjadi seperti apa?”. Waktu itu saya menjawab dengan tegas “saya akan mendirikan Reefoundation!”(Reefoundation merupakan mimpiku untuk membuat suatu organisasi yang bergerak di bidang social/lingkungan). Waktu itu saya yakin dengan kapasitasku waktu itu saya mampu mewujudkan lima tahun lagi. Dan yang terjadi adalah sekarang aku mampu mewujudkannya lebih cepat walaupun bertransformasi menjadi “Senyum Community”.

Memang waktu awal memimpikannya aku tidak terlalu berpikir kapan dan bagaimana mewujudkannya. Namun ketika aku mampu menetapkan tujuanku, maka segala daya dan upaya akan mengarahakan menuju tujuan kita. (seperti yang telah kita bahas di tulisan sebelumnya)
Lalu bagaimana agar kita bisa menetapkan tujuan dengan baik? Berikut ini mungkin beberapa langkah yang bisa membantu kamu :
1.Pastikan bahwa itu yang benar-benar kamu inginkan. Saat menentukan Tujuan, pastikan bahwa itu sesuai dengan nilai-nilai hidup kamu. Yakinkan bahwa itu benar-benar berasal dari dalam diri kamu, bukan orang lain.
2.Gunakan statement positif. Ekspresikan tujuan kamu secara positif. Contohnya : “saya lulus kuliah tepat waktu (4 tahun)” daripada menggunakan “jangan sampai lulus lebih dari 4 tahun”
3.Gunakan kalimat bahwa kamu seakan-akan sudah mencapainya. Contohnya : “Awal tahun 2015 saya sudah mempunyai 10 cabang Franchise di seluruh Indonesia”
4.Buat prioritas. Saat kamu menetapkan beberapa tujuan, beri skala prioritas. Hal ini akan membantu kamu menentukan tujuan mana yang harus dicapai lebih dahulu. Untuk lebih detail nanti akan kita bahas dalam posting yang lebih mendalam
5.Tulis tujuan kamu. Salah satu rahasia orang-orang sukses adalah menulis setiap tujuan mereka. Saat kita mulai menuliskannya maka secara tidak langsung hal ini akan membantu kita mewujudkannya. Menuliskan sesuatu akan membantu mengklarifikasi pemikiran dan mengkristalkan gagasan kamu
6.“lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan LAKUKAN SEKARANG”. Yah, inilah saah satu kata ajaib yang saya temukan saat mendirikan Senyum Community. Saat saya memulainya, saya mempunyai tujuan besar, namun ternyata saya sadar untuk mendapatkan suatu yang besar kita harus memulai mendapatkan yang lebih kecil dahulu. Think Big, Start small!
7.Tentukan tujuan berdasarkan proses, bukan hasil akhir. Berhati-hatilah dalam menentukan tujuan. Ingat tidak semua yang kit inginkan dapat tercapai. Kegagalan adalah hal yang lumrah. Saat kita hanya mengingkan hasil akhir maka kita akan kurang menghargai dari proses yang telah kita lakukan. hal inilah yang terkadang membuat sebagian orang stress maupun depresi. Hargai setiap capaian yang telah kamu lakukan, karena saat kamu sudah memulai untuk menetapkan tujuan sebenarnya kamu sudah merupakan bagian dari tujuan kamu tersebut.
8.Gunakan rumus SMART. Tentukan tujuan dengan Spesific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (relevan), time bound (dibatasi waktu). Contohnya : “saya sudah keliling 5 benua pada Desember 2020”. Lebih detil lagi lebih bagus, Jangan sampai Cuma : “Saya ingin keliling dunia”

Berikutnya setelah menentukan tujuan terus gimana dung?? Sabar yah, sampai jumpa lagi di postingan berikutnya ^^

Kamis, 13 Mei 2010

Penentuan Tujuan (seri manajemen waktu)

5 comments
(tulisan ini merupakan seri dari manajemen waktu yang telah dikupas sebelumnya, bila kamu belum membaca seri sebelumnya silahkan klik disini!)



Beberapa waktu lalu Aku bertemu klien untuk membantu membuatkan suatu acara sosial (CSR) untuk mereka. Waktu itu mereka menanyakan kepada Aku: “Enaknya buat acara apa yang cocok buat kita?”. Pertama kali jawaban Aku adalah “Tujuannya untuk apa dulu?”, dan mereka hanya diam. Dalam hati ku hanya berkata “gimana ni, kalau tujuannya belum jelas, bagaiamana bisa buat program? He9”
Ternyata bagi sebagian orang seringkali melakukan sesuatu tanpa tujuan jelas. Bahkan mereka sendiri tidak tahu sebenarnya apa yang mereka inginkan. Ibarat melakukan perjalanan seringkali kita tidak tahu arahnya mau kemana, yang penting jalan aja. Dan disinilah biasanya sumber masalah kita. Bagaimana bisa mengelola waktu dengan baik, arah dan tujuan aja belum jelas. Jadi langkah pertama agar Kamu bisa manajemen waktu dengan baik adalah mampu menentukan tujuan.

Penetapan tujuan merupakan proses yang cukup kuat untuk membawa Kamu menuju masa depan yang ideal dan memotivasi Kamu untuk mewujudkan mimpi Kamu. hal ini akan membantu Kamu mengarahkan hidup Kamu. saat Kamu tahu tujuannya maka Kamu akan mengetuhi langkah/jalan menuju kesana. Dari situ Kamu akan mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan sebagai “bekal” kesana. Kebutuhan disini termasuk waktu yang Kamu butuhkan untuk mencapainya.

Contohnya saat kamu mempunyai tujuan untuk kuliah S2 di China. Dan saat ini Kamu masih SMA kelas 1. Berate untk mencapai kesana Kamu harus lulus SMA dulu. Setelah itu melanjutkan kuliah S1. Dan bila memungkikan kuliah yang sudah bertaraf internasional, atau paling ga mempunyai hubungan luar negri. Setelah lulus S1 baru kamu bisa kulias S2 diluar negri. Dan dari situ juga kamu tahu kebutuhannya seperti harus belajar bahasa mandarin, haru mencari tahu Universitas yang cocok atau mencari beasiswa. Serta dari situ juga kamu akan mengetahui waktu yang dibutuhkan yaitu 7 tahun (3 tahun SMA, 4 tahun Kuliah) dan waktu yang harus kamu isi untuk menggapai tujuan tersebut.

Salah satu kelebihan saat kita mempunyai tujuan yang jelas adalah kita akan lebih fokus pada apa yang akan kita lakukan. saat kita ingin ke China maka, segala aktifitas kita atau minat kita akan terarah kesana. Seperti belajar budaya China, bertemu dengan orang-orang yang sudah kesana atau mungkin mencari teman yang tinggal disana. Dan waktumu tidak akan terbuang kepada hal-hal yang akan menjauhkan dari tujuan kamu

So, tentukan Tujuanmu maka kamu akan mampu mengelola hidupmu! Ingat kita tidak bisa mengelola waktu, yang kita kelola adalah kehidupan kita. Berikut kita akan membahas bagaimana agar bisa menetap tujuan yang efektif dan tips-tips agar mampu menerapkannya. Jangan bosan-bosan mampir yah^^