23 September 2013
Warung Burjo tadi heboh karena ulah Gading yang nambah makan, "tadi udah makan magelangan sekarang mie???" ujar Aa Burjo. para pengunjungan lain pun ga kalah heran ma anak satu ini, hehe
Gading? siapa dia? entah kenapa Allah mempertemukan sy dengan anak satu ini. Selepas magrib jamaah di masjid yang jarang saya datangi tiba-tiba ada anak kecil yang menghampiri dah bilang,
"Mas saya lapar je?" ucap anak itu
"terus?" jawabku
"boleh minta uang tidak, buat makan.."
"yawda tak traktir aja ya, mau?"
"maau.."
setelah ngobrol ternyata anak ini bernama Gading, dan ngakunya sejak tadi pagi belum makan. makanya makannya tidak cukup satu porsi. Lebih sedih lagi ketika cerita keluarganya, ternyata dia korban KDRT
Sebelum bertemu Gading, sebenarnya sorenya saya mau main ke sahabatlama tapi malah ga ketemu. mau mampir ke teman yg lain, eh malah sedang pergi. dan ternyata "petualang" hari ini membawa saya ke suatu tempat yg mempertemukan saya dengan Gading. Apakah ini kebetulan?
23 Mei 2014
alhadmulillah atas ijin Allah sy bisa kembali bertemu dgnya tanpa sengaja. saat survey ke sebuah SLB mendadak sy menemukan wajah yg ga asing. dan setelah tak ingat ternyata dia adalah gading.
yah ternyata Gading adl anak berkebutuhan khusus, pas pertama ketemu tidak menunjukan tanda2 apapun tp ternyata memory-nya kurang sempurna. katanya sih sering lupa, bahkan namanya sendiri
sy yakin pertemuan kembali ini bukanlah suatu kebetulan, pasti ada maksud dan hikmah atas perkenealan ku dg Gading, apa itu? biarlah waktu yg menjawab
Tampilkan postingan dengan label kejaiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejaiban. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Mei 2014
Gading
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
23.09
Labels:
belajar,
cinta,
empati,
enjoy the process enjoy yourlife,
inspirasi,
kejaiban,
life
1 comments
Kamis, 24 Maret 2011
untitled
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
07.11
Labels:
bahagia,
cinta,
dream,
empati,
happy,
inspirasi,
kejaiban,
passion
1 comments
Di sela-sela merapikan file-file yang ada, saya tertarik membaca sebuah tulisan pesan & kesan anak Panti : “
Salah satu hal yang membuat saya tersenyum hari ini. Melihat kembali apa yang telah kita lakukan terkadang membuat hari ini lebih bermakna. Saya masih ingat betul ketika muncul ide membuat sebuah organisasi/usaha (yang akhirnya sekarang dikenal sebagai Senyum Community), tidak pernah terbayang akan sejauh ini. Awalnya hanya sebuah mimpi yang saya tawarkan kepada teman-teman saya. dan saat itu lebih banyak yang bingung dan “menolak” tawaran saya ini. Bahkan hampir menghubungi semua orang yang ada dikontak yang ada, dan sebagian sepakat “tidak tahu apa itu”
Bagaikan anak kecil yang mempunyai mimpi BESAR, banyak yang tidak percaya terhadap apa yang saya inginkan. Saya sadar waktu itu saya hanyalah Pengacara (Pengangguran Banyak Acara), dan tidak punya prestasi yang patut dibanggakan. Mungkin salah satu prestasi terbaikku saat itu hanyalah Lulusan dari UGM, itupun dengan nilai pas-pas-an.
Saya sadar untuk mewujudkan Mimpi BESAR harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya beruntung saat itu masih bisa menemukan orang-orang yang memahami ketololanku. Sehingga lambat laun mampu menemani dan mendukung setiap langkah saya.
Saat saya mengetahui ternyata apa yang telah kami lakukan selama ini bisa memberikan manfaat, hal ini sangat LUAR BIASA bagi kita. saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah membuat orang-orang disekitar kita tersenyum. Namun kami AMAT SANGAT BERUNTUNG ternyata masih BANYAK orang PERCAYA terhadap MIMPIku, begitu BANYAK orang mendukung dan BERBAGI bersama kami.
Terima kasih kepada semua orang yang telah “Berbagi Senyuman”. Saatnya kita membuat dunia tersenyum ^^
dengan adanya Senyum Community aku mendapat dan menambah ilmu juga tambah semangat. disini aku menjadi betah karena ada acara Senyum Community” Karima Mega Oktafiani
Salah satu hal yang membuat saya tersenyum hari ini. Melihat kembali apa yang telah kita lakukan terkadang membuat hari ini lebih bermakna. Saya masih ingat betul ketika muncul ide membuat sebuah organisasi/usaha (yang akhirnya sekarang dikenal sebagai Senyum Community), tidak pernah terbayang akan sejauh ini. Awalnya hanya sebuah mimpi yang saya tawarkan kepada teman-teman saya. dan saat itu lebih banyak yang bingung dan “menolak” tawaran saya ini. Bahkan hampir menghubungi semua orang yang ada dikontak yang ada, dan sebagian sepakat “tidak tahu apa itu”
Bagaikan anak kecil yang mempunyai mimpi BESAR, banyak yang tidak percaya terhadap apa yang saya inginkan. Saya sadar waktu itu saya hanyalah Pengacara (Pengangguran Banyak Acara), dan tidak punya prestasi yang patut dibanggakan. Mungkin salah satu prestasi terbaikku saat itu hanyalah Lulusan dari UGM, itupun dengan nilai pas-pas-an.
Saya sadar untuk mewujudkan Mimpi BESAR harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Saya beruntung saat itu masih bisa menemukan orang-orang yang memahami ketololanku. Sehingga lambat laun mampu menemani dan mendukung setiap langkah saya.
Saat saya mengetahui ternyata apa yang telah kami lakukan selama ini bisa memberikan manfaat, hal ini sangat LUAR BIASA bagi kita. saat ini yang bisa kami lakukan hanyalah membuat orang-orang disekitar kita tersenyum. Namun kami AMAT SANGAT BERUNTUNG ternyata masih BANYAK orang PERCAYA terhadap MIMPIku, begitu BANYAK orang mendukung dan BERBAGI bersama kami.
Terima kasih kepada semua orang yang telah “Berbagi Senyuman”. Saatnya kita membuat dunia tersenyum ^^
Minggu, 26 Desember 2010
Berbeda tapi tidak harus dibedakan?
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
21.30
Labels:
cinta,
for all,
holiday,
inspirasi,
kejaiban,
life,
merapi meletus,
pengembangan diri,
Senyum Community,
senyum peduli,
senyum peduli merapi
3
comments

“mas, saya ga bisa mbedain mana yang yang (teman2) senyum ma anak panti” komentar seorang sahabat saat mengikuti salah satu kegiatan Senyum Community.
Salah satu pendekatan progam adalah Kami percaya bahwa mereka (anak Panti) juga sama dengan anak-anak lain (bukan tinggal di Panti). Mereka punya kelebihan dan kelebihan. Dan kami sangat percaya bahwa mereka juga potensi yang tidak kalah hebat dengan yang lain. mereka memang “berbeda”, sebagian dari mereka sudah tidak memiliki ayah atau ibu. Keluarga mereka memang tidak mampu membiayai hidup mereka. Namun bukan berati mereka harus diperlakukan secara khususkan?
Saya bisa memahami sebagian orang yang menganggap mereka patut dikasihani dan perlu dibantu. Tapi bukan berati kita harus selalu menganggp mereka sebagai kelompok tangan dibawahkan?
Kami percaya mereka bahwa mereka juga manusia yang mempunyai aspirasi dan hasrat ingin berkembang. Kami selalu menggap mereka bukanlah objek, tapi subjek. Mereka adalah bagian dari progam perubahan ini. Dan ini sudah kami buktikan dalam setiap progam kita. Kita selalu melibatkan mereka dalam setiap progam yang akan dilakukan.
Salah satu yang LUAR BIASA adalah Progam Pendampingan Survivol Merapi di Mangunsuko, Dukun, Magelang (17 Desember 2010). Progam yang didukung oleh Humanitarian Day ini mengajak anak Panti secara aktif sebagai Fasilitator progam kita. Awalnya memang saya tidak terlalu berharap banyak dengan progam ini. Sempat gagal karena ancaman lahar dingin, membuat saya berpikir “bisa mengajak anak panti “jalan-jalan” ke magelang saja sudah pencapaian yang HEBAT”
Namun dalam pelaksanaanya ternyata melebihi ekspetasi yang ada. Anak panti yang mendapat tugas menjadi fasilitator pada hari-H, awalnya memang ada sebagian yang ragu (dengan kemampuan mereka). Namun ketika kita yakinkan bahwa mereka juga BISA.
Akhirnya mereka juga mau menerima tantangan ini.
Dan hasilnya ternyata memang sangat memuaskan. Anak-anak Panti mampu menjadi fasiltitator yang baik. Mereka mampu membuat anak-anak MI di Mangusuko menjadi lebih bersemangat lagi. Hal ini terlihat dari tawa dan antusias anak-anak disana. Menakjubkan.
Ini juga membuktikan bahwa apa yang kami lakukan selama ini berada pada jalur benar. Berbagi memang tidak mudah, memberi memang seharusnya membuat mereka semakin berdaya dan mampu mengubah dunia ini menjadi lebih baik
Nb: tulisan ini saya dedikasikan kepada semua orang-pihak yang telah mendukung kegiatan Senyum Community. Kami percaya apa yang telah kami lakukan ini tidak mungkin sampai sejauh ini tanpa dukungan dari kalian semua. Banyak hal yang harus kita lakukan, namun sedikit waktu yang telah kita sediakan untuk mereka telah memberikan makna dalam kehidupan ini. Terima kasih telah berbagi dengan kami. ^^
Info kegiatan progam baca disini
Jumat, 26 November 2010
Awal Perjalanan Cinta Abu vulkanik (Merapi, Cinta dan Senyuman-3)
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
18.51
Labels:
cinta,
for all,
inspirasi,
kejaiban,
kepercayaan,
merapi meletus,
passion,
produktifitas,
Senyum Community,
senyum peduli,
senyum peduli merapi,
zona ikhlas
6
comments

03 November 2010
Sore itu saya mendapat beberapa sms yang menanyakan keadaan Jogja. Saya yang sedang melakukan perjalanan balik dari Bandung ke Jogja tentu saja bingun menjawabnya. Dan hati mulai resah ketika saya mendapat sms dari sahabat saya “Astagfrllah, awan pns dg kec tgg&trbsr yg mgarah ke posko, mhn doany brkali2, sy ign smua pgungsi slmt, km lg kjr2n mghndri awn pns..Allahu akbar!”
Dan saya hanya bisa diam, dan berdoa…
Sampai di Jogja saya langsung disambut oleh kabar buruk, “Jogja meletus 3 kali lebih BESAR dari sebelum kamu berangkat” kata bang Arul yang dini hari itu menjemput saya.
Saya masih ingat betul sebelum berangkat ke Bandung, saya masih mempunyai beberapa agenda besar yang ingin dilakukan. Rencana kerjasama CSR dengan mitra tinggal selangkah lagi, begitu pula komunikasi positif dengan perusahaan mapan di Yogya membawa angin segar. Apalagi ditambah kepercayaan sebuah media di Jogja untuk mengisi progam regular mereka. Rencana eksekusi progam baru juga sudah dicanangkan, tergambar jelas beberapa mimpi yang akan segera tercapai. Namun, semua itu seakan-akan hanya dalam tidur saja. Semua bayangan indah tampak kabur oleh abu vulkanik. Bagaikan langit yang tertutup mendung, saya hanya bisa diam dan bersabar akan KehendakNya.
Seharian (04112010) itu saya benar-benar bingung dan kosong. Bagaikan orang planet lain yang tidak tahu bahasa, budaya ataupun apapun yang ada di kota ini. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya bisa berdoa bahwa Merapi tidak semakin parah, dan saya kembali agak tenang ketika malam harinya (sekitar 20.00-21.00), chatz dengan Mbak Yuli, pengasuh PA Nurul Yasmin (yang terletak di Jakal Km 14), bahwa keadaan disana baik-baik saja. Dan rencananya besok saya ingin k PA.
05 November 2010
“Aslm. Halo.. mas Arif dimana?”
“Di rumah, Nitikan, piye?” jawabku
“oh, ya saya tak kesana pengen ngobrol sekalian curhat…”
Awalnya saya mengira obrolan akan berlangsung biasa saja, namun saya benar-benar kaget ketika saya mendapat kabar ternyata Merapi kembali meletus dan lebih parah. Radius aman diperluas 20KM. seketika juga saya langsung sms ke semua teman yang tinggal di Jalan Kaliurang dan sekitar. Banyak balasan sms yang membuat saya miris. Hampir semua teman sudah mengungsi. Dan saya lebih terkejut ketika saya mendapat sms dari mbak Yuli “kita masih bertahan di Panti. Tidak ada transportasi mas”
Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung mencoba semua kontak bisa membantu untuk evakuasi. Dan bergegas untuk segera keatas melakukan apa yang bisa dilakukan. Walau Belum mendapat kepastian mau dievakuasi dengan apa dan kemana saya tetap saja berangkat keatas. Sempat mendapatkan “penolakan” dari beberapa teman karena tidak bisa membantu, akhirnya jawaban itu ada. Seorang sahabat yang awalnya mengaku tidak bisa membantu, entah kenapa berubah pikiran. Waktu itu saya yang sedang dalam perjalanan pun sedikit lega. Kabut vulkanik yang menghadang seakan-akan sudah tidak berati, ada suatu yang lebih besar menanti. Transportasi pun didapat walau agak telat.
“di saat krisis, yang diperlukan adalah sebuah tindakan CEPAT, TEPAT dan DAPAT”
Sampai di Panti, proses evakuasi ternyata tidak berjalan mulus. Suasana panik dan mencekam masih terasa. Banyak anak-anak yang minta dijemput keluarganya. Hal ini memberikan tekanan sendiri bagi mereka. Namun Alhamdulliah semua bisa terkendali, anak-anak sudah bisa “ngungsi” dengan tenang.
Dan cerita ini menjadi awal sebuah perjalanan INDAH yang penuh dengan KETIDAKPASTIAN. Sebuah langkah kecil yang memberikan perubahan BESAR. Yah, selamat datang di sebuah periode baru bersama Senyum Merapi. Apa itu? Nantikan yah dalam cerita selanjutnya ^^
Nb : special thax buat dua Srikandi yang berani menembus abu vulkanik untuk mengevakuasi anak NY dan gamaw disebutin n dicritain :D. tulisan lain ini bisa dibaca juga di http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/senyum-community-evakuasi-anak-panti-nurul-yasmin/
Selasa, 16 November 2010
Merapi, Cinta dan Senyuman (2)
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
04.34
Labels:
bahagia,
berbagi senyum dengan mainan,
happy,
inspirasi,
kejaiban,
merapi meletus,
passion,
poto-poto,
Promosi,
Senyum Community
2
comments
Apakah kita akan membiarkan mereka…
Duduk terdiam

Bermain pasir

Atau
Hanya bergelantungan dip agar pintu?

Kami Berkumpul dan bergandengan tangan


Bermain

Belajar

Dan berbagi

Semua untuk satu tujuan
Mengembalikan senyum Tawa

Dan keceriaan mereka
Mari “Berbagi Senyum dengan Mainan” bersama, masih banyak anak-anak yang butuh perhatian kita. Bagi berbagi dengan kami, info lengkap bisa kamu baca disini
Nb 1 : bila kamu ingin melihat apa yg telah kami lakukan silahkan klik disini
Nb2 : maaf jika saya belum bisa menuliskan kisah tentang dua srikandi yang menembus kabut vulkanik guna mengevakuasi anak-anak Panti. Nanti bila waktu nya tepat y^^
Duduk terdiam

Bermain pasir

Atau
Hanya bergelantungan dip agar pintu?

Kami Berkumpul dan bergandengan tangan


Bermain

Belajar

Dan berbagi

Semua untuk satu tujuan
Mengembalikan senyum Tawa

Dan keceriaan mereka
Mari “Berbagi Senyum dengan Mainan” bersama, masih banyak anak-anak yang butuh perhatian kita. Bagi berbagi dengan kami, info lengkap bisa kamu baca disini
Nb 1 : bila kamu ingin melihat apa yg telah kami lakukan silahkan klik disini
Nb2 : maaf jika saya belum bisa menuliskan kisah tentang dua srikandi yang menembus kabut vulkanik guna mengevakuasi anak-anak Panti. Nanti bila waktu nya tepat y^^
Jumat, 27 Agustus 2010
Keajaiban Senyum Ramdhan (1)
Posted by
dwi wahyu arif nugroho
at
23.07
Labels:
cinta,
dream,
inspirasi,
keajaiban senyum ramadhan,
kejaiban,
Senyum Community
5
comments

Apakah Anda sudah merasakan indahnya Ramadhan tahun ini? Sebagian orang mungkin menggangap Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan yang penuh keajaiban. Saya mungkin salah satu orang yang menggapa puasa ini ajaib. Pada awal puasa saya sempat sakit (flu), mungkin jika diluar Ramadhan saya akan memilih tidur seharian saja. Tapi karena kegiatan di Bulan Ramdhan ini cukup padat, maka saya pun memaksakan untuk tetap beraktifitas seperti biasa, dan ajaib pilek saya hilang, tanpa minum obat, tanpa istirahat yang cukup.
Hal itu benar-benar membuat saya yakin akan kekuatan iman. Keyakinan akan sesuatu yang lebih besar. Dan cerita “ajaib” tidak berhenti sampai disitu. Ijinkan saya menceritakan beberapa kisah yang terjadi dibalik Senyum Ramadhan di Panti Asuhan (SRdpA). Beberapa orang mungkin akan menganggap hal itu kebetulan, tapi saya yakin bahwa tidak ada kebetulan, semua sudah diatur olehNya. Dan inilah kisahnya:
Keajaiban Senyum Ramdhan di PA AL Islam
Acara ini merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian acara SRdPA. Acara yang berlangsung tanggal 14 Agustus 2010 bisa dibilang tidak memerlukan persiapan khusus, bahkan dibilang sangat kurang. Sehari sebelumnya persiapan publikasi masih belum siap. Ada beberapa kolega tidak bisa datang briefing akhir tersebut. Awalnya memang sedikit mengganggu, namun dengan pengalaman sebelumnya saya berkeyakinan bahwa Semuanya akan berlangsung lancar. Tetap Optimis dan Just Do it.
Namun malamnya (sepulang dari briefing akhir) saya mendapat tawaran untuk mempormosikan Senyum Community (SC) dalam sebuah acara yang dilakukan oleh mitra SC. Tentu saja kesempatan tersebut tidak dilewatkan begitu saja. Walaupun waktunya mepet dengan persiapan acara, namun saya tetap berkeyakinan semua akan baik-baik saja ^^.
Dan yang menarik adalah paginya. Ketika saya keluar dari rumah saya, Hp saya ketinggalan. Dan ketika kembali ada 9 misscall dan 3 sms. Dua nomer yang tidak saya ketahui identitasnya. Dan 3 sms tersebut juga berasal dari 1 nomer yang tidak ada dalam phonebook saya. Ketika say abaca sms tersebut, ternyata saya diminta untuk memberikan testimony terhadap mitra SC. Mitra SC tersebut mendapat kesempatan untuk diliput dalam suatu acara Televisi Nasional, dan saya diminta untuk member komentar satu jam lagi. Satu jam lagi? Ya, saya pun dengan senang hati segera bergegas ke tempat mitra tersebut.
Kedua acara mendadak tersebut memang bisa saya lalui dengan lancar. Setelah wawancara dengan reporter TV, saya juga sempat mengenalkan dengan peserta pelatihan mitra kami yang lain. Dan saya juga bisa mempersiapkan acara SRdpA di Panti Islam sesuai direncankan. Namun ketika acara akan dimulai, masalah kembali melanda. Saya yang saat itu membawakan acara tiba-tiba “blank”. Saya tidak bisa focus pada apa yang saya lakukan. Ternyata saya lumayan capek.
Dan ketika saya sudah mulai “tidak tahu harus ngapain” dan para peserta juga mulai bosan, ada sosok yang hadir yagn diluar rencana. Ada Pejuang Senyum yang bisa membantu saya mengisi acara ini. Walaupun terkesan spontan Pejuang Senyum tersebut telah “menyelamatkan” acara hari ini Alhamdulillah acara ini memberikan kesan positif. Dan dari form evaluasi juga banyak pesan agar SC datang kembali ke Panti tersebut.
(info kegiatan : http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/srdpa-di-panti-asuhan-al-islam/)
Keajaiban Senyum Merdeka di Panti Nurul Yasmin
Ada yang berbeda dalam pelaksanaan acara ini dibanding acara lain. Selain karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Acara ini merupakan satu-satunya acara SRdPA yang dipanitiani oleh anak panti sendiri. Anak panti yang jadi Panitia? Terus SC ngapain? Ya, Organisasi Anak Panti Nurul Yasmin (baca : http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/pembentukan-organisasi-anak-panti-nurul-yasmin/) yang bertanggung jawab acara hari ini, dan SC membantu pelaksanaan teknis dengan memfasilitsi perkap dan konsumsi saja.
Hal tersebut tentu menjadi prestasi sendiri bagi SC. Selama ini SC menganggap anak panti hanyalah objek saja, namun sekarang kita menggapa mereka jadi Subjek, mereka jadi salah satu actor penting dalam progam kita. Dan ternyata mereka juga mampu. Saya juga lumayan kaget, ternyata mampu mengorganisir sangat baik. Bahkan dalam acara tersebut saya juga baru tahu potensi beberapa anak panti.
Salah potensi yang cukup membuat kami bangga adalah mereka sekarang mempunyai lagu yang mereka ciptakan sendiri. Bahkan salah lagu yang merka nyanyikan tentang ibu, membuat saya tidak tahan meneteskan air mata. Mereka tidak hanya membawakan dengan penuh emosional tapi juga dengan cinta dan senyuman
Keajaiban tidak berhenti disitu. Dalam acara ini juga SC kehadiran sebuah tamu unik. Pejuang Senyum satu ini berasal dari Serang. Dia mengetahui SC dari FB. Dan uniknya sekarang dia baru saja pindah ke Semarang untuk melanjutkan kuliah. Ajaibnya lagi dia bisa datang dalam acara ini karena mempunyai saudara di Jogja.
Dan membuat bertambah ajaib adalah ketika dia membawakan buku tentang FIsika. Ada apa dengan Fisika? Terakhir kita mengadakan acara di Panti ini, ada sebagian anak panti yang mengeluh pelajaran ini, dan ajaibnya tanpa saya minta (dan dia juga mengaku kebetulan “kebawa”) dia membawa buku Fisika tersebut untuk diberikan kepada anak Panti. Subhanallah.
(info keg: http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/senyum-merdeka-ramadhan-di-panti-nurul-yasmin/)
(bersambung…)
Nb:
Terima kasih kepada pada semua pihak yang telah mendukung mewujudkan segala keajaiban ini :
Mas Wawan (Dapur Sambal), Pak Eko (Mie Sehati), Mbak Sari (Goeboex coffee), Mas Agung (Simply Fres Laundry), Mas Hendri (SuperSucces), Dekha M, Liga Filosa dan semua Pejuang Senyum Ramadhan yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu serta semua pihak yang membantu senyum community
Langganan:
Postingan (Atom)


