Tampilkan postingan dengan label sepenggal pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepenggal pikiran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Maret 2011

enjoy the process, enjoy your life

1 comments


malem itu saya kembali melihat anak-anak bermain bola di depan masjid. Bukan cara mencetak gol yang indah, tapi bagaimana mereka menikmati permainan itu. Mereka begitu senangnya hingga tidak peduli berapa gol yang dicetak. Mereka hanya mencoba mengikuti arah bola dan menendangnya. Bisa bermain, berlari dan menendang bola sudah menjadi kebahagiaan sendiri bagi mereka. Hasil akhir bukan segala, kalah-menang biasa, yang penting happy :D.

Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mensyukuri dan menikmati semua yang ada?

Hampir tiga bulan ini saya merasakan benar hidup yang penuh kerjaan, sok sibuk. Saya memang menikmati apa yang saya lakukan. Dengan sadar saya ingin bekerja lebih keras, karena saya tahu saya harus mencapai target-target yang ingin dicapai. Saya tahu untuk mencapainya dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Begitu semangat dan antusiasnya saya hampir melupakan apa itu sebuah esensi.

Esensi? Maksudnya? Yah, inti mengapa saya harus mencapainya. Prinsip-prinsip yang harus ada ketika kita ingin mencapai sesuatu. Dalam beberapa bulan ini saya hampir mengeluarkan energi, pikiran dan waktu untuk mencapai mencapai target. Namun disatu sisi saya telah melupakan hal-hal yang “menyenangkan” lainnya. Emang benar saya amat sangat menikmati apa yang saya lakukan, tapi saya juga hampirm lupa menikmati apa yang ada.

Emang benar banyak hal yang telah saya capai beberapa bulan ini, tapi saya juga telah melupakan beberapa hal lain. contohnya menulis seperti ini. Meluangkan waktu dengan sahabat atau menonton Film. Bukankah salah satu alasan saya menjadi entrepreneur saya bisa mengatur waktu sedemikian rupa sehingga bisa mensyukuri hidup semaksimal mungkin? Ketika saya sadar banyak hal yang terlewatkan, saya pun mulai melambat dan berhenti sejenak.

Beberapa progam dan kegiatan sudah saya mulai kurangi. Saya muali fokus pada hal-hal yang esensial dan strategis saja. Dan yang paling penting menemukan kembali waktu yang berkualitas untuk diri sendiri dan orang lain. yah, ini yang mungkin hilang beberapa bulan ini. Saya bertemu banyak orang, tapi pikiran saya bercabang lebih banyak lagi. Saya mengerjakan banyak hal, tapi saya juga tidak mengerjakan banyak hal untuk diri saya. dan ketika kita bisa menemukan kembali apa esensi hidup kita, hidup kembali menyenangkan dan menggairahkan. Bukankah kita ingin meraih impian agar kita ingin bahagia? Buat apa kita memperoleh apa yang kita inginkan tapi kita tidak bahagia dan bisa menikmatinya?

So, enjoy the process, enjoy your life :)

Rabu, 08 Desember 2010

Diantara Pilihan (Merapi, Cinta dan Senyuman-4)

3 comments
6 November 2010
Jogja pagi hari masih tidak menentu. Isu adanya letusan yang lebih besar lagi masih menghiasai “obrolan” hari itu. Gelombang eksodus semakin terasa, banyak rekan yang meninggalkan jogja demi memenuhi panggilan jiwanya. Namun entah kenapa hari itu tetap saja saya memutuskan untuk bertahan dan memulai perjalan baru.
Para pejuang Senyum yang terpecah belah dan tidak bisa terkordinir membuat saya berkeinginan untuk berkordinasi dengan posko lain. hal ini dimulai dengan kunjungan saya ke Kampus setelah sekian lama. Awalnya ada sedikit titik cerah ketika saya berjumpa rekan lama. Namun setelah ngobrol agak lama saya belum bisa memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan, ketidakpuasan inila yang mengantarkan saya untuk kembali jalan-jalan ke Posko pengungsian lain. (UGM, UNY dan Maguwo)

Saatnya Beraksi
7 November 2010
“pie kabare? Pie ki apa yang dilakukan Senyum untuk meringankan korban merapi?” sms dari seorang Pejuang Senyum.
Langusng saja saya balas :”ya, ntar datang ke Nitikan jam 10, kita mau koordinasi dan BERGERAK”
Walaupun gelombang eksodus masih besar, namun hari itu saya masih merasa masih banyak “sahabat” yang untuk bisa melakukan bersama. Satu demi satu para sahabat mulai berdatangan. Pembicarakan tentang apa dan bagaimana yang harus kita lakukan mulai hangat dibicarakan. Akhirnya, tanpa konsep yang jelas kita pun BERGERAK. Mengalir. Itulah tema hari ini. Denga persiapan seadanya kita pun memutuskan untuk pendampingan kepada anak-anak pengungsi korban merapi

Inside

Salah satu prinsip perubahan positif Senyum kembali teruji “Lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah SEKARANG!”
Pada saat kita ingin memutuskan melakukan pendampingan ke anak-anak. Kita sempat terombang-ambing oleh kondisi saat itu. Kebutuhan logistik yang masih tinggi dan belum merata sempat “menggoda kita”. Namun kenyataan sumber daya yang minim dan bercermin dari kekuatan yang ada mengarahkan kita. Apa sih yang paling mungkin kita lakukan? “Logistik tidak banyak, yawda “main” ma anak saja gimana?”
Kebingunan menentukan target posko mana yang ingin dampingin sempat mengiasi. Apa sih yang paling mudah kita lakukan? “ke posko dekat Pejuang Senyum aja gimana?” dan ketika semua itu semakin jelas, kita tidak bisa menunggu, Lakukan SEKARANG juga
And….
Pergerakan pun semakin lengkap ketika saya diajak gabung berama dengan Senior saya. Dengan dasar kepercayaan serta tanpa kepentingan apapun akhirnya kita BERGERAK bersama. Gabungan kekuatan ini telah menambah sumber daya yang ada. Dan Alhamdulilla pergerakan kita bisa bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak lagi. Hal yang tek pernah saya bayangkan sebelumnya (apa yang telah kami lakukan bisa Anda baca di sini)

Dan ketika saya menikmati perjalanan itu, saya mulai menemukan kembali CInta itu, CInta yang membuat saya Tersenyum dan bisa hidup tenang dan damai. Siapa itu? Tunggu yah ^^
.

Kamis, 28 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6,5)

5 comments
(sambungan posting sebelumnya)

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya. saya benar-benar sadar ketika…
Kepergian Doni
“Hidup itu singkat sobat, manfaatkan waktu sebaiknya”
Saya kembali mengalmi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Saya telah ditinggala salah satu sahabat terbaik saya, Doni. Saya masih ingat, kami mempunyai mimpi bersama untuk nonton bareng sendratari Ramayana, dan masih banyak hal yang kita ingin lakukan bersama. Namun semua itu hanya mimpi.

Ketika saya mendapat kabar kepergiannya, saya sedang asyik-asyiknya membuat bisnis plan. Saya sedang merajut mimpi saya. tentu saja seketika mendapat sms, saya langsung bergegas. Ada yang jauh lebih penting dari bisnis saya waktu itu.

Kejadian ini mengingatkan saya pada Gempa Bumi 2007 . Tuhan kembali mengingatkan apa saja yang paling penting dalam hidup ini.

”Tiap detik pasti berarti, tiap kesempatan sangatlah berharga. Manfaatkan sebaik mungkin, jangan pernah menunda bila memang bisa dilakukan sekarang”

Saya kembali dipenuhi beberapa pertanyaan. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup ini? Untuk apa sebenarnya kamu hidup ini? Apa yang membedakan dunia ini dengan keberadaan kamu atau tanpa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan bila hari ini adalah hari terakhirmu?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Saya kembali mengurusi rencana bisnis saya. Hingga ada suatu kejadian yang kembali memberikan saya pelajaran hidup, yaitu saat saya mengalami...

”bad week”
Beberapa saat sebelum saya mengakhiri pelatihan CEP, saya mendapat tawaran untuk bermitra membangun bisnis EO. Sungguh sangat kebetulan, saat saya ingin melangkah membangun kerjaaan bisnis, ada yang yang menawarkan menjadi mitra. Hal ini cukup unik, karena saya bergabung dengan beberapa orang yang baru kenal.

Memang pada awalnya tidak ada masalah. Kita langsung mendapat amanah untuk membuat event dari klien sebuah perusahaan telekomunikasi Nasional. Sebuah kesempataan langka. Kita langsung membuat event dengan skala besar. Semangat untuk mewujudkan mimpi bersama semakin terasa.

Namun ternyata tidak seindah yang dibayangakan. Masalah pribadi dalam tim telah mengubah segalanya. Kepercayaan yang dibangun telah runtuh oleh perilaku yang tidak semestinya. Saya sendiri sangat sulit memahami, mengapa orang yang selama ini kita percayai ternyata bisa menyimpan segala tipu muslihat. Bayangan membuat event besar dengan dampak besar tinggal mimpi. Saya kembali menelan pil pahit atas mimpi yang kita bangun.

”Visi yang besar harus dimulai dari yang langkah-langkah kecil dahulu dan ketika kita sudah komitmen akan banyak rintangan yang menghadang”

Saya sadar sebagai EO baru, menangani klien yang cukup besar membutuhkan tantangan yang besar. Kami semua mempunyai mimpi besar terhadap apa yang ingin kita lakukan. Namun kita belum mempunyai dasar yang kuat untuk menompang badai yang bisa datang kapan saja. Saya berusaha bangkit saat itu dengan mereformasi EO, namun semua belum berhasil

Saya sendiri kembali bertemu pertanyaan-pertanyaan diatas. Hingga pada akhirnya saya sadar hikmah atas kejadian itu. Akhirnya saya teringat mimpi Besar saya : Reefoundation. Kenapa saya tidak memulainya sekarang? Saya memenuhi panggilan jiwa saya untuk mewujudkannya. Saya juga mulai keluar dari EGO saya. Saya tidak hanya menginginkan mewujudkan mimpi saya, tapi bagaimana apa yang saya lakukan ini bisa mewujudkan mimpi orang lain. Dan akhirnya apa yang saya lakukan membuahkan hasil Reefoundation bertransformasi menjadi Senyum Community. Sebuah awal dari perjuangan mewujudkan mimpi saya.

Dan akhirnya Rahasia menemukan Passion Kamu yang sebenarnya, Rahasia yang seharusnya Anda tahu sejak Anda lahir, tunggu yah kelanjutanya ^^

Minggu, 24 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6)

2 comments
Akhirnya saya bisa melanjutnya tulisan saya, setelah disibukan beberapa agenda dan sedikit perenungan. Untuk melanjutkan tulisan ini memang membutuhkan beberapa energy, mengapa? Apa yang akan saya tulis ini merupakan fase akhir dari pemenuhan panggilan jiwa saya. sebuah perjalanan yang tidak mudah.

Salah satu alasan mengapa saya mengungkapkan cerita saya adalah karena untuk bisa menemukan passion kamu butuh proses yang berbeda-beda setiap orang. Ada yang mampu melewati dengan cepat tapi juga penuh liku. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pasti ada suatu ujian untuk mewujudkan mimpi, dan saya kembali melanjutakan “ujian” itu saat..

Be Entrepreneur

Saat saya mulai mantap menjadi entrepreneur, saya kembali menemui sebuah hutan belantara. Tidak tahu jalan mana yang harus saya tempuh. Yang ada saat itu hanyalah “pokoke aku dadi Bos ae, ga cocok dadi pegawai”. Kata “pokoke” sendiri merupakan tanda kebesaran ego saya waktu itu. Suatu hal yang mungkin belum saya sadari saat itu. Saya tidak tahu harus memulai darimana, kebingunan kembali menyeruak. Namun keinginan saya seolah terjawab ketika ada tawaran CEP.

CEP? Apa itu? Campus Entrepreneurship Progam, yaitu sebuah progam pendidikan untuk menjadi Pengusaha. Progam yang diadakan Pasca UGM kerjasama dengan Ciputra Foundation. Tentu saja kesempatan ini tidak saya lewatkan. Sebuah jalan yang akan membawa saya ke kehidupan baru.



Dan benar ternyata, hampir semua pertanyaan saya tentang “be entrepreneur” terjawab. Progam yang berlangsung selama 2 bulan ini telah melatih saya banyak hal, beberapa pelajaran yang saya dapatkan adalah
1.Mind set
Esensi dari Entrepreneur adalah tentang mindset kita, sebuah paradigm. Jika kamu masih menganggap entrepreneur/kewirausahaan adalah sama dengan pengusaha/wiraswasta itu belum tepat. Itulah mengapa banyak orang terjun ke bisnis tapi mindsetnya masih belum beruabah sehingga usahanya hanya segitu-gitu aja.

Saya sering mencontohkan, pernah saya bertemu dengan pengusaha pecel lele yang mempunyai rumah bernilai ratusan juta rupiah, namun masih berjualan di jalanan dan rawan gusur. Tidak salah dengan berjualan di pinggir jalan, namun saya yakin jika pengusaha ini mempunyai mindset yang tepat, pasti sudah mempunyai rumah yang bernilai miliaran dan usaha skala resto.

Dalam pelatihan ini jugalah saya juga mulai mengenal Entreprenur yang dipraktekan disegala bidang. Yah, entrepreneur tidak hanya belaku didunia bisnis saja. Pak Ci (Ciputra) engajarkan sendiri bahwa Entrepreneur juga bisa dipraktekan di dunia Akademis (Academic Entrepreneur), Pemerintah (Governance Entrepreneur) dan Sosial (Social Entrepreneur). Disinilah mata saya mulai terbuka terhadap apa yang sebeneranya saya inginkan: Social Entrepreneur

2.Pentingnya koneksi/Jaringan
Dalam pelatihan ini saya benar-benar merasakan pentingnya jaringan. Saya yang selama ini cukup membatasi jaringan saya, dan ketika saya mendapat beberapa tugas (dalam pelatihan) saya agak kesulitan untuk memanfaatkan jaringan yang saya miliki. Untuk itulah mulai saat itu saya benar-benar tertarik untuk mengikuti berbagai event dari komunitas manapun, dan bila cocok saya akan terlibat didalamnya

3.Perencanaan dan detail
Selama ini saya hanya yang penting jalan saja. Saya masih ingat ketika saya bisnis donat (baca ini) tidak ada perencanaan sama sekali. Sehingga tidak heran bila saya gagal. Begitu pula saat kita mengembangkan Mamboe Psing (baca disini) tidak jelas mau kemana kita.

So, buatlah perencanaan apapun itu. Semakin detil semakin bagus. Jujur saya sebelumnya menganggap saya adalah orang yang holistic, bukan menyukai hal yang detil. Namun saya mengubah mindset saya, saya harus bisa merencanakan secara lebih mendetil. Emang butuh usaha keras dari saya untuk mengubahnya. Dan ternyata bisa.

4.Keberanian mencoba dan spirit
Berani menjadi factor yang penting kamu pengen terjun di dunia Entreprenur. Saya masih ingat, dalam pelatihan ini saya benar-benar membuang rasa malu saya. saya mencoba melawan diri sendiri. Saya memberanikan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tabu bagi saya. salah satunya adalah berjualan di Sunday Morning UGM. Saya menjadi pedagang keliling didaerah UGM tersebut.

Memang awalnya ada ketakutan. Bagaimana kalau ketemu orang yang kita kenal? Bagaimana kalau orang itu yang kita taksir? Atau mungkin saudara kita? Tetangga kita? Apa kata dunia, Sarjana Ngasong? Tentu saja hal ini membutuhkan spirit yang cukup besar. Saya sadar waktu itu adalah kesempatan saya untuk keluar dari zona nyaman. Saatnya untuk BERANI mencoba hal yang diluar jangkauan kita.

Memang jualan saya saat itu tidak laku bahkan merugi. Saya berhasil mengatasi ketakutan-ketakutan saya. saya berhasil menawarkan apa yang saya miliki. Dan saya mendapat pelajaran yang berharga : keberanian mencoba dan spirit

5.melawan keterbatasan dan Action
setiap orang punya keterbatasan. Saya telah bertemu banyak mentor yang berhasil melawan keterbatasan dan mewujudkan mimpinya. Ternyata saya kita tahu keterbatasan yang kita miliki bukanlah untuk membatasi kita berkembang, namun untuk membuat kita fokus terhadap potensi yang ada. Contohnya, ketika Pak Ci membangun Ancol, dia mempunyai keterbatasan dana. Untuk itulah dia mengembangkan potensi yang dimilikinya (ide) dan menjualnya ke pemda DKI. Walhasil dia membangun Ancol tanpa modal dari dia.

Salah satu faktor penting untuk melawan keterbatasan adalah AKSI kita. Kita terkadan tahu apa yang seharusnya kita lakukan, namun terkadan kita tidak mau melakukannya. Kita harus melaksanakan apa yang kita rencanakan. Lakukan saja apa yang kamu lakukan, jika kamu masih bingun juga, mulai dengan...

6.starts small, big vision
”lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah SEKARANG” (Prinsip dasar SC dalam melakukan perubahan Positif)

Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan dahulu, jika kamu hanya bisa membayangkan. Bayangkanlah. Setelah itu tuliskanlah, rencanakanlah. Semakin cepat, semakin bagus, jangan takut salah atau gagal. Terus mencoba dan just do it.

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya.
Apa itu? Sabar yah, tunggu kelanjutanya ^^

Minggu, 25 Juli 2010

Gilakah kamu?

8 comments


(sebelum melanjutkan seri manajemen waktu tentang mengatasi penundaan, ada sedikit yg ingin kami bagikan)

“Batasan antara GILA dan CERDAS sangatlah tipis bagai sehelai kertas”
Ada sosok menarik di sekitar rumahku, sebut saja Mr T. Orang ahli mungkin menyebutnya Schizophernia, dan orang awam lebih suka menyebutnya GILA. Dia lebih sering berbicara sendiri bahkan memukul dirinya sendiri. Tapi benarkah dia GILA? Yang menarik dari MR T adalah hampir setiap salat jamaah dia ikut saat di Masjid. Dia lebih waras memenuhi panggilanNya daripada orang lain. Bagaimana dengan kamu?

Konon katanya salah satu calon orang Hebat didunia ini adalah awalnya ketika dia memulai dengan ide barunya banyak yang mengecapnya “orang Gila, aneh atau sebangsanya”. Ketika orang belum mengetahui dan memahami apa yang sebenarnya dilakukan orang tersebut, “orang gila” tersebut mampu melihat sesuatu yang orang lain tak terlihat. Ketika M Yunus menawarkan kredit bagi kaum miskin, banyak bank yang menganggap itu hal yang mustahil. Begitupula bila kamu melakukan sesuatu yang “beda”, pasti orang lain akan menganggap kamu EDAN!! Lalu siapa yang waras coba???

Terkadang memang banyak hal yang diluar angan dan bayangan kita. Jika kamu sedang bingung ingin melakukan apa? Berati kamu sedang mencari hal luar biasa yang belum kamu ketahui. Dan ketika kamu menemukannya.. AHA!! Alangkah indahnya HIdup ini . Saat kamu Mengerti, memahami dan menyakini segala impianmu, Lakukan saja! Terserah orang lain bilang apa. INGAT!! Tugas kita hanya berusaha, Dialah yang paling pantas memberikan apa yang kita dapatkan.

Selamat menikmati Gairah mewujudkan Impian Anda (dengan penuh keGIlaan tentunya :D)

Sabtu, 01 Mei 2010

Takkan Lari Gunung Dikejar :D

16 comments


“Tugas kita hanya berusaha, Dialah yang memberikan apa yang pantas kita miliki”


Dini hari,29 April 2010. Waktu itu tiba-tiba saya terjaga. Entah kenapa setelah itu saya tidak bisa tidur. Diantara sadar dan tidak sadar, seakan-akan ada yang membisikan “coba buka lagi tasmu”. Dengan sendirinya tangan saya mencoba membuka-buka tas lagi dan ternyata…. “hah! Ini kan camera digital ku!”. Yah, saya baru saja “kehilangan” camera digital, padahal sudah 2 minggu ini hilang. Dan saya sudah membongkar seluruh kamar untuk mencarinya, bahkan seluruh “pelosok” tempat-tempat yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Mungkin benar saya kurang teliti mencarinya. Tapi saya sudah membongkar tas saya 2-3 kali, hingga saya yakin saya benar-benar kehilangan camdig Dan anehnya, saat camdig itu “hilang”, banyak yang ingin meminjam dan saya juga membutuhkan untuk dokumentasi beberapa kegiatan. Tapi seolah-olah Tuhan “menggoda” saya dengan menyembunyikannya.

Ini bukan pertama kali saya mengalami kejadian hampir sama. Mungkin beberapa sahabat tahu seberapa sering hape, dompet atau segala property saya yang “mudah hilang”. Bulan ini juga dompet saya jatuh (hilang) untuk ketigakalinya. Dan yang ajaib, dompet itu bisa kembali seutuhnya. Apakah ini kebetulan? Kenapa bisa berulang-lang terjadi? Anda bisa tanyakan kepada orang yang kehilangan dompet (atau apapun) dan tidak kembali lagi. Ini adalah tanda kebesaranNya

Tuhan telah memberikan pelajaran bagi saya bahwa apa yang saya miliki didunia ini hanyalah titipan semata. Kita harus siap bila sewaktu-waktu Dia meminjam atau bahkan memintanya. Kita terlahir tanpa memiliki “telanjang” dan hanya bisa menangis. Dan sekarang kita telah memiliki segala karunia yang luar biasa, tidakah kita bersyukur? Lalu apakah kita masih menginginkan lebih dari itu? jika kita yakin, bahwa apa yang telah Dia berikan kepada kita lebih dari cukup.

“kekayaan itu ada pada hati yang merasa cukup”

Rabu, 28 April 2010

Setiap orang punya “cara” sendiri

9 comments


Salah satu alasan dulu saya tertarik belajar psikologi adalah karena saya ingin belajar sesuatu yang minimal berguna untuk diri sendiri. Jadi saya tidak termasuk kurang sreg ketika ada istilah “psikologi untuk Anda”, psikologi dipelajari untuk orang lain bukan untuk empu yg belajar tersebut. Saya sadar semakin dalam belajar, ternyata saya menemukan semakin banyak “penyakit” dalam diri ini dan bisa dibilang saya termasuk rawat jalan ketika kuliah (dan mungkin sekarang msh tahap “penyembuhkan” diri). Mungkin banyak yang bilang (terutama diluar psikologi) bilang orang psikologi “aneh-aneh” (yah, karena lagi pada “berobat” semua :D).

Namun bukan saja “keanehan” tapi saya juga melihat “hikmah” disana. Beberapa hari ini saya sadar ternyata begitu banyak masalah yang menimpa orang disekitar saya. Namun seberapa “gila” mereka, mereka masih mempunyai kekuatan positif. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan orang sedang mengalami masalah, dari ekonomi hingga urusan kuliah, namun dia tetap mau berusaha membantu saya. Walau pada awalnya saya agak ragu dengan dia karena CARAnya yang mungkin belum tepat. Namun ternyata setiap orang mempunyai cara sendiri untuk berbuat baik.

Hal ini coba saya refleksikan dengan keadaan saya. Ternyata saya juga sama saja. Saya terkadang sering kali melakukan hal-hal atau cara-cara yang mungkin “aneh” bagi sebagian orang. Saya sering kali asal ngomong/coment/chatz. Terkadang “kepolosan”an tidak bisa diterima sebagian orang. Saya mungkin kurang memahami konteks maupun terlalu beranggap semua pasti tidak apa-apa. Atau bahkan beranggpan pasti dia sepaham, sepakat dan setuju denganku.

Itulah mengapa masih ada orang yang tidak membalas sms saya (mengapa saya harus membalas sms? baca : ). Mengapa orang lain berlaku kurang menyenagkan kepada saya. Yah, mereka hanya memelakukan “cara” mereka. Saya masih percaya setiap orang adalah pada dasarnya baik dan ingin selalu lebih baik. Dan saat kita belajar memahami, setiap orang ingin berbuat kebaikan dengan cara mereka sendiri.

“apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan ikhlaskan semua. Karena Allah lebih mengetahui apa yang dihatimu”

Nb: maaf untuk setiap caraku yang belum bisa dipahami +)

Senin, 29 Maret 2010

Ikhlas dengan senyuman

12 comments


Hari itu seorang sobat mengambil “jatah” (baca :milik atau bagian) makanan saya tanpa izin. Emang saya sudah biasa itu berbagi dan cuek aja kalau ada orang lain memakai atau mengambil apa yang saya punya. Namun hari itu saya juga sedang membutuhkan, namun apa dikata. Dia lebih cepat mengmbilnya.

Emang awal sempet kecewa, namun saya coba menerima. Itulah resikonya. Dan ketika bertemu saya Cuma bisa memberikan SENYUMAN, dan berkata dalam hati “mungkin dia lebih membutuhkan daripada saya”.

Dan ajaibnya saat kita ikhlas dan berprasangka baik kepadaNya, seolah-olah Dia langsung menjawab. Sehari kemudian, sobat saya kembali dengan membawa lebih banyak lagi apa yang telah diambil. Bahkan lebih banyak dari yang dia ambil. Tanpa diminta dia malah memberi saya “bonus” (plus enak lagi :D).

Ternyata benar adanya, saat kita ikhlas bukan dihati saja, kita harus mampu mengktualisasikan dengan perbuatan kita. Saya yakin dengan SENYUM ikhlas, kita mampu memberikan apa yang kita miliki dengan sesuatu yang lebih berharga didunia. Sesuatu yang takan pernah kita bayangkan.

“Apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan berilah Senyuman. Karena Allah lebih Mengetahui apa yang dihatimu”

Jumat, 26 Maret 2010

Berani mengakui kesalahan

12 comments


Sore itu saya mengambil pesanan brosur, namun ketika sampai disana salah satu pegawai disana menyampaikan maaf kepada saya bahwa ada kesalahan cetak. Yang seharusnya berwarna orange tercetak merah maroon. Waktu itu saya sedikit kecewa namun bisa menerimanya. Apa lagi mereka juga siap mengganti bila kami tidak berkenan. Dalam hati saya berkata “gapapalah, daripada nunggu”

Namun sesampai dirumah, setelah saya cek tulisannya, tertnyata ada kesalahan cetak lagi. Kalau ini mungkin sulit ditelorir, karena informasi nama dan keterangan yang tidak lengkap. Hal ini bisa menimbulkan mispersepsi bagi pembaca. Saya pun segera balik untuk complain lagi.

Tentu saja,saat menerima saya mereka sempat tidak mau mengakui kesalahan dan menggap hal ini malah kesalhan saya sehingga kedudukan “Sama-sama salah”. Namun setelah saya jelaskan permasalahannya akhirnya mereka bisa menerima juga. Akhirnya kita sepakat bahwa akan diganti cetak ulang dan kita bisa saling tersenyum kembali :)
Saya akui keberanian mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah hal berat. Apalagi ketika kita harus merugi atas kesalahan tersebut. Tidak jarang saya bertemu produsen/toko yang malah menyalahkan konsumen (saya) atas kekeliruan yang terjadi. Dan biasanya jika saya bertemu toko/usaha/ atau apalah yang tidak mau mengakui kesalahan, saya jarang kembali ke mereka.

Begitupula dalam kehidupan sehari-hari, sebagai manusia biasanya tentunya kita sering melakukan kesalahan. Hal yang lumrah jika berbuat khilaf, namun ketika ada orang lain mempersoalkan perbuatan kita, beranikah kamu mengakui kesalahanmu? Mengakui kesalahan bukan berate kalah. Justru saat kita mengatakan apa adanya orang malah menaruh hormat kepada kamu. Orang akan lebih senang jika ada orang mengatakan bahwa dirinya adalah “manusia biasa” daripada dirinya “superman”. Orang sadar bahwa tidak ada yang sempurna didunia ini, dan ketika orang mengaku salah dan siap bertanggung jawab, berati dia benar-benar menjadi manusia seutuhnya.

Selasa, 16 Maret 2010

Mencoba Menikmati Setiap Senyum yang Ada

8 comments


Anda masih ingat tulisan saya tentang “nikmat senyum lebih nikmat daripada nikmat coklat”? (). Waktu itu saya menceritakan tentang pengalaman saya yang tidak pernah makan siang tiap kali ada kegiatan di Panti Nurul Yasmin (NY) bersama Senyum Community . Namun yang terjadi sekarang agak berbeda, sekarang hampir setiap kali mengadakan kegiatan di Panti NY kami telah mendapat dukungan dari berbagai pihak, jadi kami bisa makan bersama anak-anak Panti.

Dan yang menarik adalah beberapa waktu lalu saya dihubungi salah satu pengusaha Warung Makan, untuk mendukung kegiatan Senyum Community. Anehnya, padahal waktu itu saya sedang dalam keadaan ragu untuk mengadakan lagi kegiatan di Panti NY, hal ini mengingat bulan Februari lalu kita tidak kesana. Namun seolah-olah Allah “menyuruh” kami untuk mengadakan kegiatan lagi disana.

Tapi tantangan kembali menghadang, Pejuang Senyum yang biasa membawa mobil untuk membawa konsumsi tidak bisa ikut. Hal ini bertambah ternyata banyak sahabat yang tidak dapat ikut. Bahkan pada hari H, ada beberapa sahabat yang sudah confirm bisa ikut (dan rencana membawa konsumsi dengan motor) mendadak tidak bisa ikut. Hingga pada detik-detik akhir sebelum pemberangkatan ada seorang Pejuang Senyum yang (akhirnya) membawa mobil. Sehingga kita tidak kesulitan lagi membawa konsumsinya.
Dan Alhamdulillah acara berjalan lancar. Terima kasih kepada semua Sahabat yang sudah mendukung dan mendoakan acara ini. Semoga kedepanya lagi lebih bermanfaat lagi. Selamat menikmati setiap senyum yang ada=)

Selasa, 02 Maret 2010

Agar Anda bisa terus menulis??

17 comments


Beberapa hari ini saya sedang kesulitan untuk menulis. Loh kog sekarang bisa menulis? Lha inilah idenya, karena bingun menulis jadi saya menuliskan bagaimana sekarang bisa menulis.. :). Mungkin teman-teman bloger juga agak bingun ketika sekarang melihat beberapa tulisan agak berbeda dengan beberapa tulisan yg saya posting, (benar ga?)

Mungkin teman-teman blogger juga sering kesulitan untuk mendapatkan ide menulis. Bahkan beberapa teman bloger yg tetep pengen eksis, “terpaksa” posting photo saja. (Atau emang blognya isinya poto ya? :D). dan heranya saya kehilangan menulis, ketika kemarin diminta untuk menulis. Yah inilah yang biasa disebut “kesalahan”. Orang akan lebih senang melakukan sesuatu bila hal itu dari dalam diri orang tersebut, namun ketika orang menawarkan sesuatu agar orang tersebut melakukan hal yang sama, justru hal tersebut bisa mengurangi motivasi internal.
Jadi jika saya diminta untuk menulis tip agar menulis, maka :
1. Tulis saja
Tulislah apa yang ingin Anda tulis. Jangan terlalu banyak berpikir apa atau bagaimana. Apa yang ada kepala Anda segeralah tulislah :D
2. Biarkan yang menulis tangan Anda
Biarkan Tangan anda menulis. Biarkan tangan anda menari dalam keyboard anda. jangan pernha berharap orang akan membaca seperti apa. Biarkan orang yang membaca yang berhak meniliai tulisan anda
3. ….
4. ….

(ada ide dari teman-teman bloger??? sebetulna lagi butuh ide ni :D)

Sabtu, 27 Februari 2010

Februari ini?

8 comments


Salah satu momen terbaik dibulan ini^^ (Pelatihan di PAYPI)


Ga terasa sudah berasa sudah berada diujung februari, padahal kaykna baru kemarin saya nulis sudah februari, dan besok berganti maret. Apalagi minggu ini ku terlalu disibukan begitu banyak hal,sehingga sedikit menurunkan produktifas menulisku. Dan di penghujung bulan ini ku bertanya dalam hati apa yang sudah saya lakukan bulan ini? Apa saja yang sudah saya capai?

Memang banyak hal yang sudah kulakukan namun tidak sedikit juga beberapa rencana yang gagal. Namun beberapa kegagalan ini membuat ku belajar ternyata memang banyak hal yang harus dibenahi. Banyak hal yang terus harus diperbaiki. Dan ku juga tersenyum ketika saya juga berhasil mencapai beberapa hasil, seperti naskah yang sudah 97%, bertemu Tim Senyum Community yang baru dan hal-hal kecil lain yang tak bisa saya tulis lain.

Dan saat ku tahu banyak hal saya capai (ditambah hikmah kegagalan) ku semakin yakin bahwa hidup memang proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Pembelajaran yang membuat kita semakin dewasa dan semakin menghargai hidup ini. Hingga kembali lagi pada suatu titik pertanyaan : apa yang bisa diberikan pada hidup? Kita telah begitu banyak mendapatkan sesuatu dalam hidup ini, apa yang bisa kita kontribusikan hidup ini??



Nb: buat teman2 baru blogger yang linknya blom terpasang, mohon diingatkan. Saya lebih sering berkunjung lwt link halaman blog ini daripada membuka dashboard (karena masalah koneksi :D). terima kasih :)

Kamis, 18 Februari 2010

Sebuah prioritas

14 comments


Tadi malam saat hujan turun, q mampir di Angkringan untuk berbuka puasa. Beberapa saat menunggu hidangan, tiba-tiba penjual angkringan “ijin” ingin shalat magrib dulu, karena Iqomah sudah dikumandangkan. Dan dia meninggalkan angkringanya. Dia percaya pasti ada yang menjaga jualannya.

Menurutku orang satu ini merupakan salah satu orang yang bisa memprioritaskan hidup, mana yang lebih penting untuk dilakukan. Berbeda dengan kebanyakan rekan-rekan baru yang saya temui, kebanyakan mereka masih bingun, sebenarnya mana yang harus didahulukan. Bahkan beberapa rekan sempat bingun ketika saya minta ketegasan,, “sebenarnya yang kamu inginkan itu apa?”, “apa yang menurut kamu paling penting?”.
Dan tidak sedikit dari mereka masih terombang-ambing oleh “iming-iming” kesempatan dan peluang yang belum tentu dia inginkan. Menurut pengalaman saya, akan selalu ada godaan yang menghadang disetiap keputusan kita. Disaat saya harus “mengabdi” di jogja, banyak tawaran yang tentunya dengan imbalan harta dan pangkat yang memuasakan. Memang kalau kita berpikir sempit, kita bisa tergelincir dalam kenikmatan sesaat. Kita lupa terhadapa “apa yang sebenarnya kita impikan”

Dan yang bisa sampaikan adalah saat kita tahu kemana kita menuju. Kita harus BERANI melakukan hal yang berharga (walau pahit). Kita harus mampu memilih mana prioritas kehidupan kita. Semoga


nb: maaf jika pada nungguin tips baru (GR ni ), kalau pengen baca lain tips bisa di :
a. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-menghilangkan-gelisah-grogi-saat-harus-berbicara-didepan-orang-banyak/

b. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-mencintai-diri-sendiri/

c. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-meningkatkan-percaya-diri/

Senin, 08 Februari 2010

Sudah Februari

10 comments
Tak terasa bulan februari 2010, padahal kayakna rasa tahun baru belum habis. Masih terngiang banyak teman yang dengan bangga mempublikasikan resolusi di awal tahun. Padahal hingga saat ini ku masih belum bisa dengan tegas : apa resolusiku tahun ini.
Saat mencoba melihat ke belakang, masih banyak hal yang harus dibenahi. Banyak target yang belum tercapai. Namun ku juga bisa berbangga, dengan sgala keterbatasan ku masih bisa bertahan. Yah, ku bersyukur ku bisa lebih banyak menulis. Ku masih diberi kesempatan untuk memberikan apa yang bisa ku berikan, walau hanya dengan tulisan.

Namun apa yang bisa diharapkan dari tulisan ini?? (Si pesimis kembali bertanya), memang secara kasat mata, ku tidak mendapatkan apa-apa. Hanya kepuasan batin dan intelektual semata. Namun dengan segala syukur, seperti yang coba saya tuliskan di samping blog ini : “Berkarya bukan untuk mendapatkan sesuatu, tetapi memberikan sesuatu untuk kehidupan ini dengan cinta dan senyuman”. Masih terbesit dalam hati inilah bagian kontribusi saya dalam hidup ini. Tidak peduli seberapa banyak orang yang membaca dan terpengaruh. Tidak peduli anda copas dan memanfaatkan tulisan saya (asal tidak merugikan orang lain tentunya).

Tak pernah terpikir oleh saya untuk mendapatkan award atau apalah namanya. (maaf jika saya tidak begitu “bersemangat” untuk “pamer” award di blog ini). Namun saya bersyukur saya mendapat teman-teman blogger yang begitu bersahabatnya. Pengen rasanya setiap hari bisa berkunjung di rekan blogger semuanya. Terimakasih atas semuanya. :)

Nb: termakasih atas awardna ( yg blm sy ambil :D) Fina , ola , ucil , aul, ieyas , maupun yg ngasih aku PR macam: caca dan fina

Ada yang ngasih aku award lagi n blom taksebutin??

Minggu, 13 Desember 2009

Menuju keabadian

10 comments

Ada yang hilang dalam hari-hari ini. Tidak hanya kehilangan "sesuatu" yang berarti namun saya kehilangan beberapa hal yang mungkin sepele. Dari kehilangan nota, botol air minum (yang masih berusia seminggu), kehilangan stopmap berisi file-file penting, dan mulai menghilangnya beberapa sahabat dengan segala alasanya.

Namun saya beruntung saya masih mempunyai diri sendiri. Aku yang masih peduli pada diriku sendiri. (Yah, siapa lagi yang paling peduli dengan diri kita selain kita?). Dengan segala kelebihan dan kelemahan yang kumiliki ku sadar, apa yang ada hanyalah sementara, titipan Illahi. Bahkan kita harus siap jika diri ini untuk pulang. Kenapa harus takut? Padahal kita juga setiap hari menghilang (baca tidur). Namun pertanyaan yang paling penting, bagaimana kalau kita "tertidur selamanya"?

Kesementaraan ini memang terkadang melenakan. Dan ketika kita kehilangan, kita baru sadar berapa berharganya hal tersebut. Ketika saya kehilangan sahabat terbaik saya, saya baru sadar berapa sering saya menyia-nyiakannya. Kenapa aku tidak memanfaatkan kebersamaannya? Namun justru itulah kita diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Kita masih ada ruang untuk membuat diri kita lebih baik. Kebaikan-kebaikan yang akan terus membawa kita siap menghadapi keabadian. Keabadian yang berasal dari makna kehidupan yang hakiki.

Rabu, 09 Desember 2009

Sudahkah Anda berbuat lebih baik lagi??

8 comments


Dulu banyak caleg yang berlomba-lomba mencari simpai masyarakat. Dengan dalih, memberi perubahan bagi masyarakat, dengan janji memajukan kesejahteran. Banyak dari mereka "menghambur-hamburkan" uang demi kursi DPR. Jutaan bahkan miliaran uang dikeluarkan demi membuat perubahan bagi negri ini. Semahal itukah perubahan itu? Sebesar itukah pengorbanan yang harus kita berikan?
 

Lalu bagaimana dengan kita? Haruskah menunggu menjadi anggota dewan terhormat dulu? Atau menjadi kaya raya dulu untuk membuat perubahan?
 

"saya tambah PD mas, awalnya ya.. ragu-ragu.. bisa lulus ga ya? Tapi setelah tadi diberi tahu bahwa setiap orang punya kelebihan dan kelemahan, jadi saya tambah yakin mas.." Fitri (siswa kelas 9, SMP 3 Ngaglik). Hal tersebut diungkapkan Fitri saat sesi refleksi (pemaknaan) pada training di sekolah tersebut-Aku sendiri ga nyangka ada yang bisa mengatakan begitu. Padahal kita hanya belajar sambil "bermain". Namun "hal kecil" tesebut bisa membuat perubahan postif juga.
 

Memang untuk membuat perubahan besar kita harus bisa membuat perubahan-perubahan kecil dulu. Mungkin sepotong roti tidak berarti bagi kita, tapi ketika bisa memberikan kepada orang yang tepat, maka tentu akan sangat bermanfaat bagi orang tersebut. Banyak saudara atau sahabat kita yang takut lulus bahkan kecemasan yang berlebihan sehingga tidak dapat mengerjakan ujian. Dan yang dibutuhkan mereka hanyalah perhatian dan dukungan bahwa mereka bisa.:).
 

Dan masih banyak hal yang memerlukan perubahan. Dan tentunya masih banyak "PR" yang harus kita lakukan. Dan yang diperlukan hanyalah niat baik saja. Cobalah melakukan setiap hal dengan hati, cinta dan senyuman J. Syukurilah setiap pemberianNya. Yakinilah bahwa setiap hal didunia ini pasti ada tujuannya. Tiada ciptaanNya yang sia-sia. Jadi tidak ada alasan untuk tidak membuat perubahan yang postif. So, kenapa kalian tidak tersenyum :)

Senin, 16 November 2009

Pelajaran Minggu lalu

0 comments


Sabtu kemarin (14/11/09), saya mendapaat ujian. Dompet saya hilang! (Sebuah penyakit lama yang belum sembuh:D). Padahal pagi itu saya berjanji untuk mentraktir teman-teman lain. Diri bingung apakah harus menetapi janji atau memilih menundanya. Memang uang dalam dompet tidak sebberapa, namun dalam diri masih ada rasa "eman-eman", nanti saya butuh uang untuk ngurus surat ini–itu. Namun janji adalah janji, saya harus mencoba menyisihkan uang saya, untuk berbagi dengan yang lain.

Di tengah kebingunan dan kekalutan. Harus ngurus surat kehilangan di kantor polisi. Merepotkan orang tua dirumah untuk membantu mengurus surat-surat yang hilang. Saya terus berpikir hikmah apa yang dibalik kejadian ini, pelajarana apa yang saya petik dalam kejadian ini. Dan malam harinya ketika ingin tidur, tiba-tiba saya mendapat sms yang intinya ingin mengembalikan dompet saya.. "Alhamdulillah". Ternyata masih ada orang baik dibumi ini. Dompet kembali seisinya tanpa kecuali. Dan saya hanya bisa membalas dengan Senyuman karena tidak percaya apa yang telah terjadi sehari ini.

Yah ternyata saya memang sedang diuji. Uang, harta dan kekayaan sudah ditentukan olehNya. Anda tidak terlalu risau terhadap apa yang Anda miliki. Apapun yang Anda miliki syukurilah, dan jangan pernah takut untuk berbagi dengan yang lain. Dan bukanya berkurang, malah bertambah. Anda jangan mempercayai saya, Anda hanya perlu membuktikannya. Berikanlah senyum kepada semua orang dan dunia akan tersenyum kepada Anda.


 


 

Nb: Ingin berbagi senyum lebih banyak lagi?? Ikuti Sarasehan Senyum (http://www.senyumkita.com/berita-kegiatan/sarasehan-community/) sekaligus penggalangan dana untuk Program Sosial Senyum di Panti Asuhan Putri Nurul Yasmin.

Sabtu, 14 November 2009

Sesuatu (yang tidak ingin) tertunda (lagi)

5 comments


Mengenal banyak orang memang mempunyai sisi positif dan negatif. Positif karena Anda akan mendapatkan banyak info, teman, akses dan berbagai macam bantuan. Namun hal itu juga menjadi negative ketka, banyak orang yang akan menggangu Anda, merepoti Anda dan kecewa dengan Anda karena tidak bisa berbuat baik pada mereka. (maaf bagi yang telah terkecewakan oleh saya ^^). Namun setelah berhubungan dengan begitu banyak orang, semua itu juga tergantung dari bagaimana Anda menjaga hubungan tersebut. Memang tidak mudah, dan itu tantanganya.

Dan semua bertambah semakin dinamis dengan adanya HP, sms, FB, FS, YM dll. Semua membuat saya bisa membina hubungan lebih dekat lagi. Dan celaka juga bisa sebaliknya.. salah satu penyesalan terbesar dalam hidup saya adalah saya tidak membalas sms dari sahabat terbaik saya. Hal itu terjadi sekitar setahun lalu. Saat saya “sok sibu” tiba-tiba saya mendapat sms(kira-kira isin sbg berikut): “Rip, main ke LIP yuk!”. Waktu itu saking sibuknya (dan lagi tidak ada pulsa) saya tidak membalas sms “sepele” tersebut. Dan ternyata itulah sms terakhir dari sahabat saya….(salah satu alasan juga kenapa saya pengen ke LIP selalu)

Memang Anda bisa mempunyai berbagai alasan seperti Sibuk, Tidak punya waktu membalas (atau tidak menyempatkannya). Atau tidak punya pulsa (kan ada operator Fren: minta smsnya dong Frend:D). namun hal ini sekarang diibaratkan. Ketika Anda menyapa orang dijalan dan Anda dicuekin. Duh gimano rasanya. Memang kita semua punya berbagai keterbatasan. Dan keterbatasan ini bukan alasan Anda untuk menjadi orang yang baik.

Memang saya bukan contoh yang baik untuk menjadi teman yang baik. Saya tidak diajari dengna baik mengungkapkan emosi. Saya tidak diajarkan bersikap sopan dan santun. Saya tidak pernah mempelajari komunikasi efektif yang baik. Namun hal kecil yang saya pelajari. Saya tidak ingin menyesal lagi di Hidup ini, saya hanya berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga.

Minggu, 08 November 2009

Berani tersenyum =)

2 comments



“Dalam acara dipanti beberapa hari lalu (http://senyumkita.com/berita-kegiatan/senyum-entrepreneur-event-2-dan-pendampingan.html) ada sharing pengalaman dari seorang teman. Pengalaman ketika harus hidup dengan segala keterbatasan. Namun dari kehidupan itu dia memetik beberapa pelajaran yaitu belajar sabar, ikhlas dan mandiri”
Saya butuh beberapa hari untuk memahami, saat ini saat saya berjuang melawan keterbatasan yang ada. Saya baru sadar dan sangat amat berterima kasih, mengapa dulu ibunda menyuruh saya untuk kos saat SMA. Padahal hanya butuh kurang 30 menit dari rumah untuk sampai sekolah. Dan saya juga sadar mengapa saya menjadi “berbeda”. Saya telah dikondisikan untuk belajar hidup. Belajar mandiri, mandiri tidak hanya dalam ekonomi tapi juga mandiri dalam mengambil keputusan atau menentukan pilihan
Hal ini benar-benar saya sadari setelah bertemu banyak orang yang mempunyai mimpi besar. Dan ternyta tidak semua orang berani mewujudkannya, tidak semua orang berani mengambil langkah pertama. mereka tidak berani menentukan jalan hidupnya sendiri. Mereka masih tergantung kepada orang lain. Dan yang menyedihkan, Mereka masih takut gagal (baca : http://senyumkita.com/inspirasi-motivasi/cara-menghilangkan-ketakutan-untuk-sukses.html)
Kalau Anda sadari, salah satu anugrah yang diberikan Tuhan adalah kekuatan untuk menentukan pilihan. Anda terkadang tidak menyadarai bahwa Anda mempunyai kebebesan memilih yaitu memilih untuk mewuwudakn impina Anda. Beranilah melakukan Hal yang berharga. Sekarang juga. ^^

Senin, 19 Oktober 2009

Menjalani Hari dengan Penuh Makna

1 comments



Hari-hari terakhir ini saya benar-benar merasakan yang namanya capek banget. Namun tidak tahu kenapa disaat lelah ini saya merasakan kepuasan dan kelegaan. Hal ini dimulai dengan pertanyaan bawah sadar ketika mengalami “capek kronis”; “ngapain sih harus capek-capek nglakuin ini-itu?”, “sebenarnya untuk apa sih, aku ngalkuin itu semua?”,”apa yang benar-banar kudapatkan?”
Sejenak ku diam…
Dan dengan sendirinya jawaban itu hadir..
“saat waktu n tenaga kita kerahkan untk melakukan sesuatu yang kita CINTAI yanga ada hanyalah rasa syukur bahwa hidup ini SANGAT BERMAKNA”
Yah, ini sebenarnya untuk sekalian kalinya aku merasakan lelah dengan yang hasil yang mungkin bagi sebagian orang tidak ada apa-apanya. Ternyata aku menikmatinya dan ini membuat hal tersebut menjadi bermakna. Dan tiba-tiba ku teringat pada tulisan Joe Vitale : Aude aliquid dignum (berani melakukan hal yang berharga)
“Bila Anda berpikir tentang melakukan hal yang berharga, Anda harus mengesampingkan ego dan keterbatasan Anda. Anda mulai memikirkan dunia dan membantu orang lain.
Beberapa orang memiliki cita-cita menurunkan berat badan , atau mendapatkan banyak uang, kenaikan gaji atau pekerjaan baru. Semuanya adalah tujuan bak.
Namun, tujuan untuk berani melakukan hal yang berharga sungguh jauh lebihbesar. Tujuan itu mungkin untuk meraih rekor terkenal untuk bisnis Anda. Atau memulaia dan meraih cita-cita yang akan memberi dampak pada dunia
Saat Anda berani melakukan hal yang berharga, Anda membuka seluruh energy dalam diri Anda dan menyejajarkan diri Anda sendiri dengan keinginan semesta untuk berkembang.
Miliki keberanian melakukan hal yang berharga maka Anda akan membuka kekuatan diri sendiri dan itulah maksudnya.
Beranilah melakukan hal yang berharga. Hari ini juga”

Nb: tulisan ini kupersembahkan kepada sahabat-sahabat yang menamaniku disaat lelah dan bahagia. Memberikan “obat/koyo” disaat lelah, walau dengan hanya dengan senyuman. Karena kalian sangat berharga =). (smoga tidak ada yang terlewatkan)