Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengembangan diri. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Batatasi Target untuk Mencapai Hasil yang Maksimal

1 comments

Sudah Hal lumrah Jika kita banyak keinginan & target, tp apa benar kita dpt meraih semua? Apakah kita dpt mencapai Hal yg maksimal?

Target yg terlalu byk mbuat kita ga fokus & hasilnya ga maksimal, mending batasi dan kerahkan semua energy utk mendapatkannya

Ini bukan brati kita ga boleh punya goal yg banyak, tp kita harus punya prioritas mana dulu yg harus kita capai

Stlh ktm mas nanang kmrn jg mbuat yakin bhwa terlalu byk target malah mengaburkan bukan malah mbuat kt smakin jelas apa yg kt tuju

Membatasi target juga berarti membatasi keinginan & nafsu kita, apa yg kita inginkan belum tentu kita butuhkan ya? :)

Paling ga skg yg tak terapkan tiag tahun ad 3 target besar, per bln 3 target jg, smp per hari cukup 3 saja, kalo smw tcapai baru blh nambah. Dulu jd ingat juga pesen sobatku @sang_indra "melakukan banyak tp sbnarnya, tp sbnrnya ga melakukan apapun". Tp ak br sadar kbenaran pesen tsb bbrp bulan stlhnya saat hasil ga memuaskan & minim makna, pdhl perasaan sudah melakukan byk hal

Sy sadar mungkin sy "serakah" pengen melakukan semua hal utk mencapai semua target, tp sy lupa bhw kita jg punya keterbatasan
Dan hikmah paling besar adl bhwa semua yg kita capai & dapatkan adl semua karena Allah

Jumat, 24 Februari 2012

Cara Efektif Memberi "Hukuman"

1 comments

pernah buat kesalahan?
wajar jika setiap orang membuat kesalahan, tapi jika tim kamu yang buat kesalahan apa yang kamu lakukan?
apa lagi jika kamu adalah pemimpin dalam tim tersebut, apakah kamu membiarkan atau malah menghukum?

membiarkan tentu tidak bijak, membuat dia bisa melakukan kesalahan lagi dan membuat orang lain "belajar" untuk berbuat salah juga. tidak ada efek pembelajaran bagi yang lain

menghukum? terkadang sebagian orang "takut" karena nanti malah membuat efek negatif

tentu ada beberapa trik agar "hukuman" efektif. pengalaman saya berhubungan dengan ratusan orang di @senyumkita ternyata cukup menarik.
beberapa hal yang saya lakukan adalah :

  1. Tegurlah segera, jika ada tim yang melakukan kesalahan segera tegur sesegera mungkin. semakin cepat, semakin efektif, karena orang segera mendapatkan feedback dari apa yag dilakukannya. sebelum berdampak buruk, dia juga bisa mengantisipasinya
  2. Fokus ke perbuatan bukan sifat atau sikap atau orang tersebut. contohnya jika dia bicara sendiri atau malah asyik dengan handphonenya. tegur APA yang DiLAKUKAN. bukan malah menyalahkannya spt "Kamu Egois" atau "kamu tidak menghargai orang lain"
  3. Gunakan Perumpamaan (tidak langsung atau bisa dengan humor atau sindiran). orang cenderung defensif jika langsung diserang, lewatlah "pintu samping" agar dia bisa menerima kritikan atau teguran kita.
  4. berilah "hukuman" yang mendidik atau bermanfaat bagi dia atau tim. seperti biasanya kalau di Senyum Community adalah, yang telat tak minta bawa makanan. semua senang dan perut kenyang :D

apapun kesalahnya, Enjoy the procces, enjoy yourself


Selasa, 07 Februari 2012

#Persuatwit ala pak Ronny FR

0 comments

 Persuasi adalah komunikasi yg membujuk/mengajak orang melakukan suatu & ia merasa atas kehendaknya sendiri
1.      Rapport
Persuasi menjadi lancar jika dibangun diatas hubungan yang TRUST. Lakukan dgn Teknik RAPPORT YES SET ala NLP. 
Membangun Yes Set dalam #Persuatwit dilakukan dgn membuat Pendengar berada dalam pikiran Yes Yes Yes Yes pada Anda terus menerus
Membangun YES SET pd #Persuatwit dilakukan dgn cara ungkapkan hal2 yg TIDAK BISA disangkal kebenarannya di awal kalimat Anda.
Cth Yes Set #Persuatwit: Kita skrg sudah OL di Twitter (yes), tepat jam 8:28 (yes), mmbaca TL ini (yes) menginginkan hal yg lebih baik (yes)
Setelah Yes Set ter-set up dengan baik, tinggal anda masukkan intipesan #Persuatwit Anda,
Perhatikan, bhw Negarawan & Orator ulung pasti pakai Yes Set di setiap orasinya. Itulah rahasia knp mrk kharismatik

Persuasi tdk memakai paksaan dlm komunikasinya. Salah satu kuncinya adalah menggunakan hukum pain pleasure principle.
Hukum Pain-Pleasure dlm persuasi adalah kaitkan Pleasure dg Ikuti Bujukan, Pain dg TDK ikuti Bujukan. Lakukan via BAWAH SADAR
Penerapan Pain-Pleasure pd #Persuatwit: Apa manfaatnya jika ikuti sugesti. Apa ruginya kalau menunda. Lakukan dgn bhs hypnotik
Contoh Pain-Pleaseure #Persuatwit pd penjualan Property : Sale Up t o 20% Hanya Hari ini. SETELAH 2 hari lagi harga NAIK 15%.
Contoh Pain-Pleasure #Persuatwit pd Parenting: Kalau kerjakan PR skrg ibu temanin, jk nanti kerjakannya mk lakukan sendiri ya

Persuasi dibangun dgn menggunakan prinsip "kemasuk-akalan". Yakni suatu rumus yg dipakai otak utk percaya sesuatu
Saat Anda tahu, bgmn pikiran menganggap sesuatu itu MASUK AKAL, maka cara itu bisa dipakai utk Persuasi yg JITU!
salah satu hukum kemasukakalan adalah: Jika orang2 yg terkenal hebat sj percaya hal itu, maka hal itu bisa dipercaya
Hukum kemasukakalan yg lain adalah: hubungkan persuasi Anda sebagai akibat, dari suatu sebab yg nggak bisa dibantah.
Contoh Hukum Kemasukakalan Sebab-Akibat: Sebentar lg Pemilu, maka politisi perlu belajar ilmu Komunikasi Persuasif
Contoh Lain MasukAkal Sebab-AKibat: Kamu sudah mau masuk SD, jadi kamu harus bisa mandi sendiri (Parenting)
Contoh lagi MasukAkal Sebab-AKibat: Karena Ibu sadar kesehatan, maka pakailah sabun mandi merek X
Perhatikan, saat pakai Hukum MasukAkal Sebab-Akibat tdk harus BENAR, yg penting MASUK AKAL krn sesuai hukum pikiran
Persuasi perlu dibangun tanpa manipulatif, karena bisa jadi bumerang. Persuasikan hal yg positif
Persuasi dibangun dg mempengaruhi Keyakinan: menggusur keyakinan lama, & mereplace dgn yg baru scr bwh sadar
Dalam persuasi, komunikator selalu menghindari situasi konflik, melalui cara2 yg tdk melawan belief & posisi lawan bicara 

Salah satu contoh BAHASA HIPNOTIK NLP untuk #Persuatwit adalah : Penggunaan Asumsi berbasis kata: "SAMBIL." Lihat contoh berikut
Contoh #Persuatwit Kerjakan PR: SAMBIL Kakak Cynthia kerjakan PR SKRG, apakah kakak ingin dibuatkan minuman susu atau coklat aja?
Contoh #Persuatwit Agar Customer TTD: Apakah ibu lebih suka duduk saja di Sofa itu, SAMBIL ibu tanda tangani form aplikasi ini?
Spt Komunikasi, Persuasi ada 2 macam: Intepersonal & intrapersonal. Interpersonal: dg org lain. Intrapersonal: dg diri sendiri. Karena diri sendiri juga tdk suka diperintah, mk memprogram pikiran utk sukses jg harus pakai Hukum2 Persuasi. Buat bawah sadar kita percaya, dengan membuat YES SET yang kita percaya juga. Sip khan? Simple kok

dari kultwit pak @RonnyFR

Selasa, 10 Januari 2012

Cara Memberi "Aturan main" Hubunganmu

6 comments
terkadang kita tertekan karena hub yg ga jelas atau ga sesuai yg kita inginkan. baik dg keluarga, pasangan ataupun calon pasangan


kita ga nyaman atas sikap, perilaku ataupun kebiasaan orla. spt ga pernah bls sms, jarang telpon atau malah terlalu berlebihan


lalu gimana mengatasinya? kuncinya #Asertif, dan bersikaplah secara TEGAS dan KONSISTEN


caranya? bilang ke yg bersangkutan : "aku ga nyaman bila ..., karena.....",
 beri "aturan main" yg jelas


jangan biarkan dirimu "tersiksa" karena tidak berani memperjelas "aturan"nya, selamat mencoba :D






nb : tulisan lain tentang asertif bisa dibaca di sini

Minggu, 08 Januari 2012

#disosiasi

2 comments
1. Keadaan "negatif" adl tanda bahwa kt butuh mlakukan cara lain


2. Salah satu cara kluar dr kondisi "negatif" adl melakukan 


3.  adl mbuat indra-indra & diri kt brada dluar diri. Spt sdg MENGOBSERVASI diri kita


4. Dg melakukan  memungkinkan kita mmisahkan diri dari intesitas kondisi tsb


5. Hal ini akan mbantu kt utk bpikir lbh jernih & punya akses k sbrdaya yg bs mbantu mnghadapi situasi tsb 


 try it :D


@dwarifn

Sabtu, 03 September 2011

Hikmah Ramadhan 2011

2 comments
Apakah kamu merasa Ramadhan berlalu sangat cepat?

Saya masih ingat betul tiga bulan sebelum Ramadhan, saya sangat merindukan Ramadhan tahun ini. Dan tidak terasa kita telah melewati bulan tersebut.

Lalu apakah Ramadhan tahun ini memberikan efek positif bagi kita? Atau tidak ada bedanya dengan bulan-bulan yang lain?

Bulan ini memang spesial bagi saya pribadi. Namun saya juga sempat kehilangan makna bulan ini, hingga akhirnya kembali menemukan Hikmah bulan ini. Bulan dimana kita dilatih untuk meningkatkan kualitas sebagai manusia ciptaaNya. Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk melakukan perubahan positif



Apa itu? Bagi saya, Ramadhan tahun ini telah memberikan banyak pelajaran dari berbagai aspek kehidupan. Dan setidaknya saya mempunyai beberapa resolusi baru :
1. Spiritual : belajar satu ilmu dan diamalkan
Saya sudah terlalu banyak membaca buku, ikut kajian dll. Namun pertanyaan sudah seberapa banyak diamalkan? Lebih baik belajar sedikit dan langsung diamalkan dan menjadi kebiasaan kita. Dan bila sudah menjadi kebiasaan, hal tersebut tentu akar mengakar pada kepribadian kita. hal ini sebenarnya tidak hanya di aspek siritual tapi coba saya parktekan dalam aspek lainnya juga.

2. Kesehatan : Mengatur Pola Makan
Salah satu hal yang sulit bagi saya yang suka makan :D. Namun saya sadar makan tidaka berlebihan dan sehat merupakan investasi masa depan. Hal ini sudah kita latih saat Puasa, mengapa tidak kita biasakan? Langkah konkretnya adalah berusaha makan setelah lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Serta mencoba menambah porsi sayur dan buah dalam makanan.

3. Sosial/bisnis : satu minggu satu teman/jaringan baru
Ini sebenarnya bukanlah resolusi baru, tapi bulan ini saya benar-benar mendapatkan bukti nyata. Banyak teman, banyak rejeki dan banyak jalan menuju kebahagiaan dan kesukesan. Bulan ramadhan ini saya mendapatkan banyak sekali teman baru, jaringan baru dan hal-hal yang baru. Dan yang menarik, hal tersebut juga membuka peluang-peluang baru lainnya. Hal ini membuat saya menetapkan target minimal : setiap satu minggu satu teman/jaringan baru. Dan hal ini juga membuat lebih banyak lagi target kunjungan dan silaturahmi tiap minggunya.

4. Merencanakan “Progam Kebahagiaan”
Bulan Ramadhan saya kehilangan adik kelas SMA dan kuliah. Kami tidak terlalu dekat, namun justru hal inilah yang menjadi perenungan saya. Bukan waktu yang banyak, bukan banyaknya pencapaian. Tapi hidup ini juga tentang kualitas dan makna. Buat apa kita bisa menghabiskan banyak waktu untuk orang lain tapi tidak mempunyai hubungan yang berkualitas? Buat apa kita memperoleh banyak hal tapi tidak ada artinya bagi kehidupan kita?

Hal ini membuat saya mulai merancang (kembali) hal yang membuat kita bahagi dan bermakna. Tidak perlu banyak dan muluk-muluk. Cukup sederhana tapi bermakna. Salah satu contoh rencana bahagia saya bulan ini adalah : mentraktir teman yang belum sempat terealisasikan, makan sate rekomendasi teman.

Dan buat rencana-rencana lain yang akan Anda kenang seumur hidup, hal-hal yang akan dikenang oleh orang lain. Saya menyebutnya “Investasi Kenangan”. Hal-hal apa sajakah yang ingin kamu ceritakan kepada anak-cucumu? Hal-hal apakah yang orang bicarakan ketika kamu mati? Bayangkan seperti kamu akan membuat buku sejarahmu/otobiografimu


Dan diatas kesemua itu saya mendapat kata hikmah yang LUAR BIASA dan menjadi mission statement baruku :
“Buat hari ini hari TERBAIK, minggu ini minggu penuh Kenangan, dan bulan ini mejadi Bulan berSejarah bagi kita”



Enjoy the process, Enjoy yourlife

@dwarifn

Selasa, 21 Juni 2011

Aku dan saya (Rahasia Menikmati Hidup #1)

2 comments

Ada hal yang menarik dalam Wisata Bisnis ke Sogan kemarin . Yaitu salah satu pertanyaan peserta (klik SEC PA Al Quduus ) “gimana caranya agar ngomong atau berbicara didepan orang banyak?”. Menarik? Mengapa? Dari sekian banyak anak panti dia termasuk yang aktif bertanya, dan dia menggap dirinya “tidak pandai” bicara.

Menarik lagi adalah ketika pertanyaan ini langsung “dites” oleh sang moderator (@octa_jelek) “coba kamu memperkenalkan diri!” dan diapun dengan mudah bisa memperkenalkan diri.

Apakah anak tersebut memang tidak pandai bicara? Atau pura-pura? Hal ini bukan pertama saya temui, ada sebagian orang yang merasa dirinya tidak mampu atau tidak mempunyai kelebihan. Namun yang ada sebenarnya adalah kita tidak mengetahui “siapa sebenarnya diri kita”. Kita tidak mengetahui potensi apa yang ada dalam diri kita.

Kita cenderung menggap apa yang ada dalam diri kita adalah hal yang biasa saja, tapi sebenarnya kita bisa kog mengertikan sesuatu hal luar biasa. Saat diskusi juga dengan anak-anak panti terkadang mereka merasa tidak punya kelebihan. Namun ketika saya coba tunjukan “kamu bisa jahit, itu kelebihan loh daripada aku ga bisa”. Baru mereka sadar bahwa hal yang awalnya mereka anggap biasa ternyata bisa menjadi kelebihan dibandingkan yang lain.

Hal ini terkadang diperparah dengan lingkungan sekitar yang tidak mendukung diri kita. “kamu tu anak orang miskin, ga mungkin bisa sukses” atau “kamu tu anak petani ga bisa ngapa-ngapa”. Tentunya “Racun-racun” ini bisa menciutkan diri kita.

Hal hampir sama juga pernah saya alami. Dulu saya termasuk bingun juga terhadap kelebihan dan kelemahan saya. Kayaknya lebih banyak “kekurangannya”. Apalagi ketika dulu banyak menyeplekan saya karena ketidakjelasanku (:D). ketika harus maju ke depan kelas, pasti langsung pada ketawa & cemooh. awalnya memang sulit,tapi tetap bisakan? saya juga coba mengartikan kekurangan tersebut menjadi sesuatu yang berdaya bagiku, menjadikan malas menjadi sikap efektif dan efisien. menjadikan diri yang "tidak punya keahlian", menjadi "ahli" dengan meminjam "keahlian" orang lain. gimana itu

Ntar yah, semoga saya bisa melanjutakan sharing kali ini :D

Enjoy yourlife, enjoy the process ^^
@dwarifn

Jumat, 04 Februari 2011

masalah dan kebahagiaan

4 comments

“setiap hari slalu ad masalah silih brganti, dan stiap hari pula Alloh mengingatkan hambanya utk slalu bersabar dan bertawakal kpdNya :)”




Pernah ga kalian berkata, “hidup kog kayakna penuh dengan masalah?”. Seakan ada saja masalah yang silih berganti. Mulai dari hal sepele sampai mengancam hidup kita. Dan ditahun baru ni seakan-akan ada saja masalah yang datang, seperti
1.Dompet yg hilang (beserta surat2nya plus uang tentunya)
2.Kaos pesenan salah sablon, jadi telat ngirim
3.Kabel powe Laptop rusak (lagi)
4.Hampir patah hati, karena bertemu “dia” dengan “yang lain” (apaan sih?? :D)
5.Dan mungkin beberapa masalah yang terlalu vulgar untuk saya ungkapkan disini

Tapi apakah hidup ini hanya ada masalah? Kalau kita mau jujur dan bersukur, aka nada banyak hal. Apa sih hebatnya berbagai masalah yang ad tersebut? Bahakan tidak jarang ada kebahagian yang muncul dalam masalah tersebut, seperti :
1.Ketika dompet saya hilang, sehari kemudian saya bertemu Bu lek (Bibi), karena dah lama ga ktm saya dapat “tunjangan” dan alhamdulilah nilainya lebih besar dari uang saya hilang
2.Kaos salah sablon, justru kaos yang salah tersebut langsung dihibahkan kepada saya. walaupun saya harus mendapt cap jelek karena molor, tapi saya mampu ngasih Gratis kepada teman-teman yang lain :D
3.Hampir patah hati?? Bebarengan “kejadian” itu, saya bertemu dengan banyak teman lama, berbagi cerita dan reunion. Dan saya merasakan kebahagiaan yang masih kerasa sampai sekarang :)

Lalu mengapa kamu bersedih jika ada masalah??

Laa tahzan innallaha ma’anaa, Jangan Bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. at-Taubah: 40)


Nb: baca tipsnya disini dah pernah tak praktekan juga disini

Minggu, 26 Desember 2010

Berbeda tapi tidak harus dibedakan?

3 comments


“mas, saya ga bisa mbedain mana yang yang (teman2) senyum ma anak panti” komentar seorang sahabat saat mengikuti salah satu kegiatan Senyum Community.

Salah satu pendekatan progam adalah Kami percaya bahwa mereka (anak Panti) juga sama dengan anak-anak lain (bukan tinggal di Panti). Mereka punya kelebihan dan kelebihan. Dan kami sangat percaya bahwa mereka juga potensi yang tidak kalah hebat dengan yang lain. mereka memang “berbeda”, sebagian dari mereka sudah tidak memiliki ayah atau ibu. Keluarga mereka memang tidak mampu membiayai hidup mereka. Namun bukan berati mereka harus diperlakukan secara khususkan?

Saya bisa memahami sebagian orang yang menganggap mereka patut dikasihani dan perlu dibantu. Tapi bukan berati kita harus selalu menganggp mereka sebagai kelompok tangan dibawahkan?

Kami percaya mereka bahwa mereka juga manusia yang mempunyai aspirasi dan hasrat ingin berkembang. Kami selalu menggap mereka bukanlah objek, tapi subjek. Mereka adalah bagian dari progam perubahan ini. Dan ini sudah kami buktikan dalam setiap progam kita. Kita selalu melibatkan mereka dalam setiap progam yang akan dilakukan.

Salah satu yang LUAR BIASA adalah Progam Pendampingan Survivol Merapi di Mangunsuko, Dukun, Magelang (17 Desember 2010). Progam yang didukung oleh Humanitarian Day ini mengajak anak Panti secara aktif sebagai Fasilitator progam kita. Awalnya memang saya tidak terlalu berharap banyak dengan progam ini. Sempat gagal karena ancaman lahar dingin, membuat saya berpikir “bisa mengajak anak panti “jalan-jalan” ke magelang saja sudah pencapaian yang HEBAT”

Namun dalam pelaksanaanya ternyata melebihi ekspetasi yang ada. Anak panti yang mendapat tugas menjadi fasilitator pada hari-H, awalnya memang ada sebagian yang ragu (dengan kemampuan mereka). Namun ketika kita yakinkan bahwa mereka juga BISA.

Akhirnya mereka juga mau menerima tantangan ini.
Dan hasilnya ternyata memang sangat memuaskan. Anak-anak Panti mampu menjadi fasiltitator yang baik. Mereka mampu membuat anak-anak MI di Mangusuko menjadi lebih bersemangat lagi. Hal ini terlihat dari tawa dan antusias anak-anak disana. Menakjubkan.

Ini juga membuktikan bahwa apa yang kami lakukan selama ini berada pada jalur benar. Berbagi memang tidak mudah, memberi memang seharusnya membuat mereka semakin berdaya dan mampu mengubah dunia ini menjadi lebih baik


Nb: tulisan ini saya dedikasikan kepada semua orang-pihak yang telah mendukung kegiatan Senyum Community. Kami percaya apa yang telah kami lakukan ini tidak mungkin sampai sejauh ini tanpa dukungan dari kalian semua. Banyak hal yang harus kita lakukan, namun sedikit waktu yang telah kita sediakan untuk mereka telah memberikan makna dalam kehidupan ini. Terima kasih telah berbagi dengan kami. ^^
Info kegiatan progam baca disini

Kamis, 28 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6,5)

5 comments
(sambungan posting sebelumnya)

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya. saya benar-benar sadar ketika…
Kepergian Doni
“Hidup itu singkat sobat, manfaatkan waktu sebaiknya”
Saya kembali mengalmi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Saya telah ditinggala salah satu sahabat terbaik saya, Doni. Saya masih ingat, kami mempunyai mimpi bersama untuk nonton bareng sendratari Ramayana, dan masih banyak hal yang kita ingin lakukan bersama. Namun semua itu hanya mimpi.

Ketika saya mendapat kabar kepergiannya, saya sedang asyik-asyiknya membuat bisnis plan. Saya sedang merajut mimpi saya. tentu saja seketika mendapat sms, saya langsung bergegas. Ada yang jauh lebih penting dari bisnis saya waktu itu.

Kejadian ini mengingatkan saya pada Gempa Bumi 2007 . Tuhan kembali mengingatkan apa saja yang paling penting dalam hidup ini.

”Tiap detik pasti berarti, tiap kesempatan sangatlah berharga. Manfaatkan sebaik mungkin, jangan pernah menunda bila memang bisa dilakukan sekarang”

Saya kembali dipenuhi beberapa pertanyaan. Apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup ini? Untuk apa sebenarnya kamu hidup ini? Apa yang membedakan dunia ini dengan keberadaan kamu atau tanpa kamu? Apa yang ingin kamu lakukan bila hari ini adalah hari terakhirmu?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut saya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Saya kembali mengurusi rencana bisnis saya. Hingga ada suatu kejadian yang kembali memberikan saya pelajaran hidup, yaitu saat saya mengalami...

”bad week”
Beberapa saat sebelum saya mengakhiri pelatihan CEP, saya mendapat tawaran untuk bermitra membangun bisnis EO. Sungguh sangat kebetulan, saat saya ingin melangkah membangun kerjaaan bisnis, ada yang yang menawarkan menjadi mitra. Hal ini cukup unik, karena saya bergabung dengan beberapa orang yang baru kenal.

Memang pada awalnya tidak ada masalah. Kita langsung mendapat amanah untuk membuat event dari klien sebuah perusahaan telekomunikasi Nasional. Sebuah kesempataan langka. Kita langsung membuat event dengan skala besar. Semangat untuk mewujudkan mimpi bersama semakin terasa.

Namun ternyata tidak seindah yang dibayangakan. Masalah pribadi dalam tim telah mengubah segalanya. Kepercayaan yang dibangun telah runtuh oleh perilaku yang tidak semestinya. Saya sendiri sangat sulit memahami, mengapa orang yang selama ini kita percayai ternyata bisa menyimpan segala tipu muslihat. Bayangan membuat event besar dengan dampak besar tinggal mimpi. Saya kembali menelan pil pahit atas mimpi yang kita bangun.

”Visi yang besar harus dimulai dari yang langkah-langkah kecil dahulu dan ketika kita sudah komitmen akan banyak rintangan yang menghadang”

Saya sadar sebagai EO baru, menangani klien yang cukup besar membutuhkan tantangan yang besar. Kami semua mempunyai mimpi besar terhadap apa yang ingin kita lakukan. Namun kita belum mempunyai dasar yang kuat untuk menompang badai yang bisa datang kapan saja. Saya berusaha bangkit saat itu dengan mereformasi EO, namun semua belum berhasil

Saya sendiri kembali bertemu pertanyaan-pertanyaan diatas. Hingga pada akhirnya saya sadar hikmah atas kejadian itu. Akhirnya saya teringat mimpi Besar saya : Reefoundation. Kenapa saya tidak memulainya sekarang? Saya memenuhi panggilan jiwa saya untuk mewujudkannya. Saya juga mulai keluar dari EGO saya. Saya tidak hanya menginginkan mewujudkan mimpi saya, tapi bagaimana apa yang saya lakukan ini bisa mewujudkan mimpi orang lain. Dan akhirnya apa yang saya lakukan membuahkan hasil Reefoundation bertransformasi menjadi Senyum Community. Sebuah awal dari perjuangan mewujudkan mimpi saya.

Dan akhirnya Rahasia menemukan Passion Kamu yang sebenarnya, Rahasia yang seharusnya Anda tahu sejak Anda lahir, tunggu yah kelanjutanya ^^

Minggu, 24 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (6)

2 comments
Akhirnya saya bisa melanjutnya tulisan saya, setelah disibukan beberapa agenda dan sedikit perenungan. Untuk melanjutkan tulisan ini memang membutuhkan beberapa energy, mengapa? Apa yang akan saya tulis ini merupakan fase akhir dari pemenuhan panggilan jiwa saya. sebuah perjalanan yang tidak mudah.

Salah satu alasan mengapa saya mengungkapkan cerita saya adalah karena untuk bisa menemukan passion kamu butuh proses yang berbeda-beda setiap orang. Ada yang mampu melewati dengan cepat tapi juga penuh liku. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, pasti ada suatu ujian untuk mewujudkan mimpi, dan saya kembali melanjutakan “ujian” itu saat..

Be Entrepreneur

Saat saya mulai mantap menjadi entrepreneur, saya kembali menemui sebuah hutan belantara. Tidak tahu jalan mana yang harus saya tempuh. Yang ada saat itu hanyalah “pokoke aku dadi Bos ae, ga cocok dadi pegawai”. Kata “pokoke” sendiri merupakan tanda kebesaran ego saya waktu itu. Suatu hal yang mungkin belum saya sadari saat itu. Saya tidak tahu harus memulai darimana, kebingunan kembali menyeruak. Namun keinginan saya seolah terjawab ketika ada tawaran CEP.

CEP? Apa itu? Campus Entrepreneurship Progam, yaitu sebuah progam pendidikan untuk menjadi Pengusaha. Progam yang diadakan Pasca UGM kerjasama dengan Ciputra Foundation. Tentu saja kesempatan ini tidak saya lewatkan. Sebuah jalan yang akan membawa saya ke kehidupan baru.



Dan benar ternyata, hampir semua pertanyaan saya tentang “be entrepreneur” terjawab. Progam yang berlangsung selama 2 bulan ini telah melatih saya banyak hal, beberapa pelajaran yang saya dapatkan adalah
1.Mind set
Esensi dari Entrepreneur adalah tentang mindset kita, sebuah paradigm. Jika kamu masih menganggap entrepreneur/kewirausahaan adalah sama dengan pengusaha/wiraswasta itu belum tepat. Itulah mengapa banyak orang terjun ke bisnis tapi mindsetnya masih belum beruabah sehingga usahanya hanya segitu-gitu aja.

Saya sering mencontohkan, pernah saya bertemu dengan pengusaha pecel lele yang mempunyai rumah bernilai ratusan juta rupiah, namun masih berjualan di jalanan dan rawan gusur. Tidak salah dengan berjualan di pinggir jalan, namun saya yakin jika pengusaha ini mempunyai mindset yang tepat, pasti sudah mempunyai rumah yang bernilai miliaran dan usaha skala resto.

Dalam pelatihan ini jugalah saya juga mulai mengenal Entreprenur yang dipraktekan disegala bidang. Yah, entrepreneur tidak hanya belaku didunia bisnis saja. Pak Ci (Ciputra) engajarkan sendiri bahwa Entrepreneur juga bisa dipraktekan di dunia Akademis (Academic Entrepreneur), Pemerintah (Governance Entrepreneur) dan Sosial (Social Entrepreneur). Disinilah mata saya mulai terbuka terhadap apa yang sebeneranya saya inginkan: Social Entrepreneur

2.Pentingnya koneksi/Jaringan
Dalam pelatihan ini saya benar-benar merasakan pentingnya jaringan. Saya yang selama ini cukup membatasi jaringan saya, dan ketika saya mendapat beberapa tugas (dalam pelatihan) saya agak kesulitan untuk memanfaatkan jaringan yang saya miliki. Untuk itulah mulai saat itu saya benar-benar tertarik untuk mengikuti berbagai event dari komunitas manapun, dan bila cocok saya akan terlibat didalamnya

3.Perencanaan dan detail
Selama ini saya hanya yang penting jalan saja. Saya masih ingat ketika saya bisnis donat (baca ini) tidak ada perencanaan sama sekali. Sehingga tidak heran bila saya gagal. Begitu pula saat kita mengembangkan Mamboe Psing (baca disini) tidak jelas mau kemana kita.

So, buatlah perencanaan apapun itu. Semakin detil semakin bagus. Jujur saya sebelumnya menganggap saya adalah orang yang holistic, bukan menyukai hal yang detil. Namun saya mengubah mindset saya, saya harus bisa merencanakan secara lebih mendetil. Emang butuh usaha keras dari saya untuk mengubahnya. Dan ternyata bisa.

4.Keberanian mencoba dan spirit
Berani menjadi factor yang penting kamu pengen terjun di dunia Entreprenur. Saya masih ingat, dalam pelatihan ini saya benar-benar membuang rasa malu saya. saya mencoba melawan diri sendiri. Saya memberanikan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tabu bagi saya. salah satunya adalah berjualan di Sunday Morning UGM. Saya menjadi pedagang keliling didaerah UGM tersebut.

Memang awalnya ada ketakutan. Bagaimana kalau ketemu orang yang kita kenal? Bagaimana kalau orang itu yang kita taksir? Atau mungkin saudara kita? Tetangga kita? Apa kata dunia, Sarjana Ngasong? Tentu saja hal ini membutuhkan spirit yang cukup besar. Saya sadar waktu itu adalah kesempatan saya untuk keluar dari zona nyaman. Saatnya untuk BERANI mencoba hal yang diluar jangkauan kita.

Memang jualan saya saat itu tidak laku bahkan merugi. Saya berhasil mengatasi ketakutan-ketakutan saya. saya berhasil menawarkan apa yang saya miliki. Dan saya mendapat pelajaran yang berharga : keberanian mencoba dan spirit

5.melawan keterbatasan dan Action
setiap orang punya keterbatasan. Saya telah bertemu banyak mentor yang berhasil melawan keterbatasan dan mewujudkan mimpinya. Ternyata saya kita tahu keterbatasan yang kita miliki bukanlah untuk membatasi kita berkembang, namun untuk membuat kita fokus terhadap potensi yang ada. Contohnya, ketika Pak Ci membangun Ancol, dia mempunyai keterbatasan dana. Untuk itulah dia mengembangkan potensi yang dimilikinya (ide) dan menjualnya ke pemda DKI. Walhasil dia membangun Ancol tanpa modal dari dia.

Salah satu faktor penting untuk melawan keterbatasan adalah AKSI kita. Kita terkadan tahu apa yang seharusnya kita lakukan, namun terkadan kita tidak mau melakukannya. Kita harus melaksanakan apa yang kita rencanakan. Lakukan saja apa yang kamu lakukan, jika kamu masih bingun juga, mulai dengan...

6.starts small, big vision
”lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah SEKARANG” (Prinsip dasar SC dalam melakukan perubahan Positif)

Lakukanlah apa yang bisa kamu lakukan dahulu, jika kamu hanya bisa membayangkan. Bayangkanlah. Setelah itu tuliskanlah, rencanakanlah. Semakin cepat, semakin bagus, jangan takut salah atau gagal. Terus mencoba dan just do it.

Namun ketika semangat-semangatnya menjadi pengusaha, Tuhan kembali mengingatkan saya. saya yang waktu benar-benar getol untuk membangun bisnis, telah melupakan banyak hal yang bagi saya. saya terlalu sibuk dengan mimpi-mimpi saya, sehingga lupa apa yang terjadi di sekitar saya.
Apa itu? Sabar yah, tunggu kelanjutanya ^^

Senin, 18 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (5)

7 comments


“sabar bukanlah sifat, tapi suatu sikap yang harus selalu diusahakan”
(Khotib kutbah Jumat di Maskam UGM,8 oktober 2010)


Duduklah, biarkan diri anda relaks dan nyaman, dan izinkan saya menceritakan satu atau dua kisah kepada Kamu. Cerita ini akan mengantarkan kamu menemukan passion kamu. Bagi sebagian orang mungkin akan mengganggu kemapanan mereka namun hal ini akan membuat kamu yakin bahwa segala hal yang terjadi pada diri kamu akan mengarahkan kamu pada keadaan yang luar biasa, diluar bayangan sebelumnya.
Pada tulisan sebelumnya. (http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-4.html) Saya mengatakan passion harus diuji, lalu bagaimana mengujinya?

Pada waktu usia SD saya sangat ingin sekali menjadi pemain sepakbola. Saya sangat terinspirasi dengan Kurniawan DY. Dia merupakan kebanggaan orang Magelang, sudah sewajarnya jika banyak yang mengidolakanya. Bahkan saking ngebetnya, saya juga mendaftar di SSB dimana dulu Kurniawan belajar. Namun kenyataan berkata lain. saat di SSB itu saya merasa “kalah” dibandingkan dengan yang lain. banyak orang yang lebih berbakat, di kampung memang saya termasuk unggulan, namun di SSB ini beda. Saya sulit beradaptasi dengan lingkungan baru ini.

Tapi saya tidak menyerah, saya berlatih bersama SSB lain yang juga dilatih mantan pemain Timnas juga. Kenyataan kembali memberi jawabannya. Saya gagal masuk tim utama. Hal ini sempat membuat saya berpikir mungkin ini memang bukan dunia saya.
Di akhir studi saya masih menikmati kehidupan saya dikampus. Beruntung saya menjadi salah satu asisten dalam progam kampus. Hal ini memberikan pengalaman kerja sendiri. Namun selepas wisuda saya benar-benar mengalami pencarian yang sesungguhnya. Hal ini dimulai ketika kartu ATM saya ketelan mesin ATM. Dan yang menarik adalah ketika saya mencoba mengambil di customer service, ternyata tidak bisa karena memakai nama orang lain (ibu saya). waktu itu saya berpikiran, mungkin ini saatnya saya benar-benar mandiri. Tidak tergantung lagi pada orang tua. Apalagi waktu itu saya juga mulai berpikiran untuk “keluar” dari kampus, saatnya berpetualang ^^.

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketika kembali melakukan hal yang baru. Bayangan waktu kuliah dulu adalah rencananya : Kuliah – Kerja – usaha/bisnis – Badan Amal/sosial. Ya, waktu itu saya sangat ingin bekerja di luar Jawa. Bahkan kalau bisa yang memungkinkan saya berpindah-pindah kota. Setelah karir mapan saya ingin usaha sendiri. Setelah usaha sukses saya ingin membuat semacam badan amal. Sungguh perjalanan yang sangat meyenangkan pikirku waktu itu.

Saya melamar berbagai macam pekerjaan dan perusahaan. Saya sangat bersemangat jika menawarkan penemapatan di seluruh Indonesia. Namun perjalanan ini juga memberikan saya banyak pelajaran. Salah satunya adalah ketika saya memutuskan untuk pergi ke Jakarta. Saya merasa tidak cocok hidup dikota ini. Semua orang terlihat berjalan sangat cepat, tidak bisa menikmati setiap langkahnya. Awalnya saya berpikiran ini mungkin hanya karena saya belum biasa saja.

Hingga saya untuk kedua kali pergi ke Jakarta. Saya sempat mencoba bertahan beberapa hari disini. Tapi saya tidak menemukan apa yang saya cari. Mungkin bisa saja saya mendapatkan pekerjaan dan gaji yang saya inginkan, tapi saya merasa bahwa saya belum tentu mendapatkan kehidupan yang saya inginkan.

Sekembali dari Jakarta, saya seakan-akan mendapatkan jawabannya. Ada kesempatan bekerja diluar Jawa. Namun ada sesuatu yang mengganjal, terutama pesan orang tua ketika saya kembali dari Jakarta, yang intinya adalah “Kalau bisa cari pekerjaan di Jogja aja, deket ma keluarga dan nanti bisa S2 juga kan?”. Suatu hal yang cukup membingungkan saya waktu itu.

Saya mencoba kembali mencari apa sih yang sebenarnya saya inginkan? Pertanyaan it uterus menguasai saya. sebenarnya buat apa saya bekerja? Buat apa saya harus pergi ke luar jawa? Saya coba merefleksikan kalau saya bekerja nanti gimana ya? Kalau bekerja sebagai HRD cocok gak ya? Kalau bekerja sebagai itu pas gak ya?
Dalam self-talk tersebut saya sempat pernah mendapat jawaban, “kalau kerja kantoran seperti saat di kampus, siap ga kamu? Kamu kan orangnya sulit diatur, pengena melakukan sesuatu sesuai inisiatif sendiri.”

Saya kembali bertanya, buat apa sih saya harus ke luar jawa? Senang-senang? Saya kembali merefleksikan pengalaman saat kuliah, saya sudah sangat menikamati masa foya-foya saat itu. Adakah sesuatu hal lain yang lebih MENYENANGKAN yang bisa saya lakukan?
Saya juga mencoba menggali lagi, dan ketika saya mengurutkan kembali apa yang saya inginkan : Kuliah – Kerja – usaha/bisnis – Badan Amal/sosial. Kuliah sudah, sekarang kerja. Kerja? Kenapa harus kerja dulu? Mengapa saya tidak memulai untuk bisnis atau membuat badan amal/sosial. Waktu itu saya belajar bagaiamana kalau kita mulai dengan tujuan akhir saja?

Ok, setelah saya menemukan hasrat waktu dikuliah (http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-3.html
), salah satu HASRAT TERBESAR saya adalah membuat semacam badan amal/sosial. Saya pun sudah menemukan namanya : REEFOUNDATION. Kerenkan? :D. dan saya pun mulai merancang untuk membangunnya mulai saat itu, saya mentargetkan 5 tahun lagi REEFOUNDATION akan ada.

Dan untuk memulainya saya memantapkan diri untuk menjadi Entrepreneur. Mengapa? Setelah saya pelajari lagi, dari berbagai proses seleksi, wawancara saya tidak menemukan posisi yang benar-benar saya inginkan. Bahkan pernah pada suatu wawancara, saya ditawari suatu pekerjaan yang menurut HRD sangat cocok bagi saya. tapi saya berpikiran, itukan menurut Anda, menurut saya kog nggak ya? :D. hal ini diperkuat ketika saya merefleksikan saat terbaik bekerja dikampus, yaitu tidak ada sama sekali. Saya “ngantor” dari pagi hingga sore bahkan terkadang sampai malam. Saya lebih menikmati bekerja sebagai tutor atau pedagang donat (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-1.html) yang waktunya fleksibel dan tidak perlu pakai baju rapi, sepatu plus berangkat pagi :D
saya memang sempat menjadi “bintang” saat SMP-SMA tapi hal tersebut tidak membuat saya berkeinginan lagi menjadi pemain bola. Waktu itu saya berkeyakinan, pasti ada sesuatu yang lebih AGUNG dari “sekedar” menjadi pemain bola.

Saya merasakan sendiri begitu nikmatnya ketika mau mengikuti kata hati. Saat itu saya mulai melupakan menjadi pegawai kantoran, sudah cukup menjadi jobseeker hanya dua bulan saja. saatnya hidup berdasarkan passion saya. saya mencoba membangunkan potensi yang terbesar dalam diri saya. saya masih ingat, ketika saya mulai memantapkan diri menjadi Entrepreneur, saya kembali digoda, saya mendapat panggilan bekerja di Sumatera, suatu yang saya idamkan. Namun hati saya sudah mantap. Saya tetap di Jogja dan mewujudkan mimpi saya.

Namun, ujian kembali ada, bagaiamana memulainya usaha saya? Kenapa saya tidak memulai REEFOUNDATIONnya saja? Hingga sebuah pengalaman yang lebih mengguncangkan saya daripada Gempa Bumi 2006, sebuah pengalaman yang lebih mendekatkan saya kepada mimpi saya. apa itu? Tunggu kelanjutanya yah.. ^^

(bersambung)

Senin, 11 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (4)

2 comments
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/2010/10/rahasia-menemukan-passion-kamu-3.html), saya sudah mulai menemukan apa yang saya cari selama ini. Namun waktu saya masih belum bisa memahami apa yang saya lakukan, dan proses itu memakan waktu sehari. Pemahaman saya membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan tahun. Gempa bumi 27 mei 2006 merupakan turning point kehidupan saya. pembelajaran terus terjadi, dan bukti-bukti keajaiban yang terjadi memberikan saya keyakinan lebih.

“selalu ada keajaiban di hati yang IKhlas dan menyerahkan semua kepadaNya”


Yah, setelah saya mulai mengikuti kata hati saya menciptakan banyak keajaiaban.
Memang saat itu saya belum begitu tentang makna keajaiban ini. Saya juga baru benar-benar yakin saat menciptakan keajaiaban bersama Senyum Community (SC) (baca : http://dw-arif-n.blogspot.com/search/label/keajaiban%20senyum%20ramadhan).

Waktu itu saya belajar dari seorang kawan yang mengaku mampu mewujudkan semua keinginan. Dia hanya mengatakan “dengarkan saja suara hati kecilmu”. Saya mengenalnya lewat FS (waktu itu lagi boomingna). Uniknya saya mendapatkan nomernya, karena miskom entah kenapa dia memberikan nomer HP. Waktu itu saya masih mengganggap dunia maya sesuatu yang diluar kita. Dunia imajinasi. Dan keajaiban terjadi, saya benar-benar bisa bertemu dengan dia, karena dia melanjutkan studi di jogja.(seblumnya tinggal di Kalimantan). Memang saya tidak bisa mengenal terlalu jauh, dia hanya tinggal sebentar di Jogja, dan harus menggapai mimpinya untuk menjadi Pramugari di penerbangan internasional. Yah, dia benar-benar mewujudkan impiannya.

Sahabat saya itu menginspirasi saya untuk melakukan keajaiban juga. Mewujudkan mimpi saya terkadang orang bilang “tak mungkin”. Apa sajakah itu? Beberapa keajaiban yang saya ciptakan saat

Tahun keempat kuliah (tahun terakhir kuliah)

a. Jalan-jalan GRATIS ke Jakarta





Sebelumnya saya minta kamu tidak tertawa. Emang kenapa? Inilah untuk pertamakalinya saya ke Jakarta. Bagi orang mempunyai banyak saudara ataupun kemapuan ekonomi menengah keatas tentu hal yang biasa bisa kapan saja kemana saja. Berbeda dengan saya, seluruh keluarga saya berasal dan tinggal di Magelang (terjauh di Batang). Kesempatan untuk keluar kota hanyalah saat wisata sekolah. Keluarga saya memang bukanlah orang kaya yang mempunyai budget untuk pergi wisata bersama. Bahkan sebelum kuliah, perjalanan ke Yogyakarta adalah perjalanan eksotis yang patut diceritakan oleh siapa saja.

Jadi tidak heran ketika saya akan pergi ke Jakarta, hal ini menjadi pemberitaan besar di kampung sana. Apalagi saya mendapatkanya dengan GRATIS tanpa minta sangu ke orang tua. Kog bisa? Cerita ini berawal ketika ada progam dari fakultas untuk melakukan Roadshow ke Jakarta. GRATIS. Tentu saja banyak yang tertarik. Namun ada syaratnya : seleksi melalui menulis papper.

Jujur waktu itu saya termasuk orang belum begitu suka menulis (dibanding sekarang). Menulis tugas lebih banyak copy pasteor ATM saja daripada berpikir dan menuangkan ide baru. Blog FS waktu itu hanya berisi sampah dan curcol saja, bagaimana bisa menulis tulisan ilmiah. Bahkan kalau jujur waktu itu juga saya tidak begitu berharap bisa lolos seleksi, yang saya lakukan saat itu hanyalah, mengikuti kata hati, menulis, dan menyerakah semua kepadaNya.

Dan Alhamdulillah saya lolos, seleksi dan berangkat ke Jakarta. Sebuah keajaiban yang indah ^^


b.Tentang Sina and Friends
Sina? Siapakah itu? Dia adalah mahasiswa dampingan saya yang berasal dari Jerman. Jerman? Emang bisa bahasa Jerman? Enggak, English? Little-little. Kog bisa? Yah, saya hanya mengikuti kata hati mendaftar sebagai tutor INCULS, lolos seleksi dan Alhamdulillah ketrima.


Apakah itu semua kebetulan? Tentu tidak, sejak dulu saya mengimpikan untuk mempunyai seorang kawan bule. Namun saya tidak tahu harus bagaimana sampai saya menemukan rahasia itu ( baca : http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-mewudkan-impian-anda/).

Saya masih ingat betul, ketika awal kuliah sebenarnya saya sudah satu kos dengan orang dari Jerman dan beberapa bahkan dari Australia. Sudah beberapa hampir 5-6 orang yang bergantian tinggal satu kos. Namun tidak satupun saya mengenal dengan baik. Saya masih takut. Saya bingun gimana caranya agar bisa kenal dengan mereka.

Namun semua itu berubah, ketika saya menemukan “kunci” tersebut. Saya telah berhasil menjadi sahabat orang bule. Saya tidak hanya belajar bahasa (tugas saya sebenarnya sebagai tutor). Tapi juga melakukan kegiatan lain, seperti jalan-jalan atau sekedar kumpul dan nongkrong bareng. Jadi tidak heran jika jam tutoring saya paling banyak dibandingkan tutor lain(bahkan melebihi waktu yang ditentukan).

Dan yang menarik saya bersahabt dengan beberapa kawannya yang tidak hanya berasal dari Jerman tapi Negara lainnya. Sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan ^^

c. Tentang skripsi dan lulus tepat waktu
Di tahun ini saya masih disibukan dengan kegiatan penanggaulan bencana Gempa dikampus. Hal ini jugalah yang membuat saya semakin dekat dengan dunia kampus dan psikologi. Salah satu kenyataan yang saya hadapi saat itu adalah saya harus menyusun skripsi.

Sejak awal kuliah, saya lebih tertarik dengan bidang psikologi sosial ataupun PIO (salah satu calon skripsi saya adalah paper yang mengantarkan saya ke Jakarta). Namun kejadian Gempa 2006 mengubah segalanya. Dengan tanpa ragu saya banting stir dan memilih Psikologi klinis. Memang pada awalnya sempat bingun juga, namun saya hanya mengikuti kata hati dan siap menjawab tantangan ini. Saya tahu konsekuensinya, saya harus belajar mulai dari awal lagi. Saya masih ingat, saya harus kembali Handbook Psikologi klinis dan beberapa buku Handbook tebal lainnya. Yang jelas-jelas belum pernah saya baca, bahkan membayangkannya.

Hal yang menarik lainnya adalah saat saya harus memilih Dosen Pembimbing Skripsi (DPS). Saya harus menghadapi keputusan sulit, ketika saya harus memilih Dosen yang sangat memperhatikan penampilan. Tahu sendiri, saya adalah orang tidak terlalu memperhatikan tata cara berpakaian yang baik yang benar. Bahkan hingga saat ini. Sehingga tidak jarang orang-orang terdekat saya begitu heran mengapa saya mau menjadi mahasiswa bimbingannya. Yah, sekali lagi, saya hanya mengikuti apa Tuhan arahkan, pasti ada jalan cerah disana.

Dan ternyata pilihan saya tidak salah. Saya termasuk mengerjakan skrispsi dengan lancar. Saya sangat beruntung mempunyai banyak sahabat yang membantu saya. dan kejaaiaban terjadi saat saya benar-benar bisa menyelesaikan seusai keinginan saya. Tahun keempat sudah lulus. Memang masih banyak orang yang lebih hebat dari saya, namun saya tidak ingin membandingkan dengan orang lain.

kenyataan saya kuliah dengan IPK pertama 2,47, tapi mampu bangkit dan mencapai 3,27 adalah suatu yang saya banggakan. Ditambah saya menyelesaikan skripsi yang bukan bidang dan minat saya. hal itu merupakan hal yang ajaib bagi saya. saya hanya mengerjakan skripsi hanya satu semester saja. Hal ini mengingat banyak teman saya lulus lebih lama dari saya, padahal telah memulainya lebih dahulu.

Dan setelah lulus, inilah ujian sebenarnya passion saya. saya percaya bahwa setiap panggilan jiwa ini perlu diuji, hingga kita benar-benar yakin akan apa pilihan kita. Sebuah perjalanan panjang yang melelahkan dan menguras energy, namun saat kita sudah menemukan lentera hati ini. Semua terlihat sangat cerah dan indah. Kita akan melihat bayangan yang tidak pernah orang lain bayangkan, apa itu? Bagaimanakah ujian itu? Kita nantikan dalam kisah selanjutnya ^^

(bersambung)

Kamis, 07 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (2)

1 comments
Ada pertanyaan menarik, apakah passion = hobi? Memang banyak orang menemukan passion dari hobi yang mereka tekuni, namun hobi bukanlah passion. Hobi merupakan pintu untuk menemukan panggilan jiwa kita. Kalau saya ditanya apa hobinya? Dengan senang hati saya menjawab “Makan, tidur, jalan-jalan.”. apakah itu passionku?

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, passion/lentera hati erat kaitnya dengan tujuan hidup kamu. Passion bukan sekedar sesuatu hal yang kamu sukai, tapi itu merupakan panggilan jiwa yang bisa membawa kamu tidak hanya bahagia tapi juga bermakna. Suatu hal yang kadang terlupakan banyak orang, mereka terlihat bahagia namun hatinya kosong. Berbeda kalau kita mampu memenuhi panggilan jiwa ini, kita tidak hidup penuh gairah, tapi juga melewati setiap kehidupan dengan penuh makna.

Hal menarik lainnya adalah orang yang hidup dengan passionnya bisa memberikan pencerahan bagi lingkungan sekitarnya. Saya telah bertemu begitu banyak orang yang memenuhi panggilan jiwanya, setiap pesan dan aksinya mempunyai ruh yang mampu menginspirasi banyak orang. Sungguh luar biasa!.

Lalu pertanyaannya adalah bagaimana menemukan passion kamu, bukan sekedar hobi aja? S Covey membagi suara hati ini menjadi beberapa aspek, yaitu Bakat: bakat dan kekeuatan alamiah Anda, Gairah hidup: hal-hal yang membuat Anda bersemangat,memotivasi dan mengilhami Anda, Kebutuhan (need) apa saja yang dibutuhkan oleh orang-orang disekitar Anda sehingga mereka bersedia membayar Anda, Nurani (conscience): suara batin kita, yang menunjukan kepada kita apa yang benar dan mendorong kita untuk bertindak sesuai dengannya.

Saya akan coba membahasnya dengan apa yang saya alami, mengapa? Saya percaya, untuk menemukan panggilan jiwa ini membutuhkan waktu dan proses. Setiap aspek diatas juga perlu diuji dulu. Dan setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda. Saya juga yakin setiap orang mempunyai cara sendiri untuk mendapatkan misi hidupnya sendiri.

Salah satu cara menemukan rahasia hidup ini adalah mencoba memahami apa yang kita alami diwaktu lampau. Seperti yang saya alami saat….
Tahun kedua Kuliah

Setelah saya gagal bisnis donat, saya mencoba aktifitas lain. Saya sempat bersentuhan dengan beberapa MLM tapi itu tidak bertahan lama, karena saya merasa itu bukan “cara” saya. dalam pencarian itu saya malah menemukan sesuatu yang berbeda, yaitu Mamboe Psing.



Mamboe Psing? Apa itu? Kepanjangan adalah Mari Memboeat Psikologi Going-Going. Cukup aneh bukan? Seperti namanya, orang-orangnya pun unik bin ajaib. Mamboe Psing menjadi komunitas sendiri yang mewarnai hidup saya. selain bisa menyalurkan hobi saya jalan-jalan, saya juga menemukan makna baru bagi hobi saya itu : berani mencoba hal yang baru, selalu mencari tantangan baru.

Memang kegiatan Mamboe Psing tidak terarah dan terorganisir dengan baik. Tidak ada visi dan misi, murni komunitas cair yang ingin mengepresikan jati dirinya. Jadi jangan heran jika kegiatan tidak jelas dan sporadis. Dari sekedar kumpul-kumpul, fieldtrip malam hari ke Parang kusumo, Jakal bahkan Sarkem. Dari nongkrong, cari catatan, ngerjain tugas sampai ngupulin tugas ke kos Asisten Pratikum (sengaja pada telat biar bisa pada “ngapel” mbak asisten :D).

Memang saya merasakan sendiri kegiatan saat itu lebih kearah hura-hura, senang dan pelampiasan hasrat sesaat. Namun saya juga belajar untuk berani melakukan sesuatu baru. Banyak hal gila yang kita lakukan bersama, walau terkesan tidak ada gunanya namun saya belajar. Saat kita berani melakukan sesuatu yang “gila”, kita sebenarnya sedang belajar keluar dari zona aman kita. Dan yang terjadi adalah kita mampu melakukan segala sesuatu yang mungkin sebelumnya.

Hal ini terbukti dengan prestasi akedemik yang saya alami. Tidak pernah ada yang menyangka saya bisa mencapai IP 3,8. Kog bisa? Saya sendiri waktu itu kaget, namun itulah kenyataan. Walaupun saya jarang belajar, bahkan terkadang hanya hari H ujian saja, namun saya menikmati prose situ. Saya menemukan Gairah saat kuliah. Saya mencoba menjawab Bakat saya dengan mencari mata kuliah atau dosen yang menarik bagi.
Selain itu saya juga menemukan gairah lain diluar kuliah. Yaitu desain grafis, saya mulai memenuhi kebutuhan lingkungan sekitar saya. banyak teman mempercayakan urusan desain kepada saya. Padahal saya hanya belajar otodidak, namun saya mencoba memenuhi hasrat saya untuk belajar hal baru, mengembang kreatifitas saya, mencoba mewujudkan imajinasi saya.

Namun masa hura-hura itu berubah oleh kejadian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Sebuah periswa yang menyentuh nurani saya sekaligus menjawab kebutuhan hakiki yang ada didalam diri saya.

Apa itu? Tunggu ditulisan berikutnya ^^

(bersambung..)
Bagaimana kekuatan nurani itu penting untuk mengarahkan passion kita? Bagaimana ternyata banyak hal yang lebih penting sekedar memenuhi ego kita?

Rabu, 06 Oktober 2010

Rahasia menemukan Passion kamu (1)

1 comments


Sudahkah kamu menemukan passion kamu? Seberapa pentingkah lentera jiwa ini?
Jika kamu sering menonton Kick Andy atau film 3 Idiots ada banyak kisah tentang mengapa passion itu penting. Dan menurut S Covey sendiri suara hati ini sangat penting untuk menjadi pribadi utuh sehingga mencapai keagungan (Greatness). Kalau saya sendiri memahami passion ini merupakan panggilan jiwa sebagai pemimpin di bumi ciptaanNYa. Saya percaya setiap orang mempunya peran dan misi mengapa dia hidup didunia

Lalu untuk apakah kamu hidup ini sebenarnya? Tentunya setiap orang pasti mempunyai jawaban yang berbeda-beda, walau terkadang sebenarnya sama. (Beribadah kepadaNya.). yah, tapi Tuhan cukup adil menciptakan manusia ini dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya. Coba bayangkan jika semua orang ini jadi Kyai, siapa yang jadi santrinya? Jika semua jadi Presiden siapa mau jadi mentrinya?. Setiap orang mempunyai peran misi mengapa dia hidup didunia, bahkan seorang pemulung sampah ataupun teroris.

Lalu pertanyaanya adalah bagaimana menemukan passion itu? Tentu banyak cara atau kisah yang bisa kita praktekan. Namun saya coba menceritakan versi saya, versi Dwi Wahyu Arif N. Sekaligus sebagai jawaban atas kesibukan saya selama ini : SIBUK MENIKMATI HIDUP!! ^^. Selamat menikmati dan menemukan suara hati…
Kisah ini saya mulai saat….

Awal kuliah


Awal kuliah saya mulai dengan suka cita. Saya berhasil mewujudkan impian saya kuliah di UGM (baca: ). Saking menikmati kuliah ini sampai-sampai saya tidak tahu sebenarnya untuk apa kuliah itu :D. Jadi jangan heran semester awal IPK Cuma 2,47. Saya tidak menyesal sama sekali mendapatkan IPK “hanya” segitu, wong tujuan saya kuliah tidak untuk mendapatkan nilai. Yang terpikirkan saya waktu itu hanyalah menikmati apa yang saya lakukan. Alhamdulillah diatas 2, masih ada kog yang dibawah saya. (bahkan beberapa teman saya yang selalu IPK diatas 3 sampai sekarang masih ada yang belum lulus, jadi terlalu dipikrkan deh tentang IPK jika hal itu tidak membuatmu meninggalkan dunia ini :D)

Awal kuliah Saya merupakan mahasiswa kupu-kupu plus (kuliah-pulang- plus jalan-jalan :D). Saya tidak mengikuti berbagai macam kegiatan kampus, karena saya sudah merasa capek ketika SMA dulu terlalu banyak kegiatan. Saya menginginakan tantangan lain.
Akhirnya jawaban mulai ada ketika seorang teman SMA saya menawari untuk bisnis. Dengan senang hati saya pun mengiyakan. Saat itu kita mulai berjualan donat dari kos-ke kos. Salah satu hal yang menarik bagi saya adalah saya bisa main ke kos teman-teman SMA (waktu itu pasarnya baru kos teman SMA-kenalnya baru itu). Saya sangat menikmati ketika bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan teman-teman lama. Jadi selain berjualan donat sekalian sharing bahkan kadang jalan bareng. Bahkan kalau beruntung bisa berkenalan dengan teman baru di kos teman saya.

Namun perjuangan itu tidak bertahan lama. Di tahun kedua kolega bisnis saya harus meninggalkan Jogja untuk pindah studi di Bandung. Saya kehilangan semangat untuk menjalankan lagi. Saya gagal melanjutkan menjadi seorang entrepreneur. Tapi saya menemukan hikmahnya , saya menemukan salah satu hal yang saya sukai : bersilaturahmi, bertemu dengan orang (teman lama/baru) dan berbagi banyak hal. Hal ini lebih memuaskan ketimbang uang yang saya dapatkan.
(bersambung… )

Berikutnya bagaimana saya menghabiskan tahun kedua dengan penuh hura-hura, jalan-jalan dan kesenangan lain dan semua tiba-tiba berubah dengan penuh kedamaian.

Selasa, 28 September 2010

Mahalnya sebuah kepercayaaan

0 comments


“yang mahal itu bukan uangbarang atauapa yang diberikan, tapi kepercayaannya”


10 tahun lalu merupakan awal sebuah perjalanan saya. Saya mendapat sebuah kepercayaan, menjadi ketua remaja di RT saya. Tentu hal tersebut merupakan kebanggaan, dari sekian remaja yang ada saya terpilih mengalah para senior saya yang saat itu masih lumayan banyak dan pantas. Namun teman-teman saya mengganggap saya pantas memimpin mereka, entah kenapa. Saya sempat menolak karena waktu saya baru saja masuk SMA. Namun para senior tetap mendukung saya, memberikan kepercayaan penuh.

Sudah terbayang ide-ide yang keluar waktu itu, berbagai progam dan kegiatan yang ingin saya lakukan. Namun ternyata kenyataan berkata lain. Saya sama sekali tidak bisa memimpin. Kenyataan saya harus kos saat SMA membuat saya kesulitan untuk meluang waktu bersama organisasi dikampung. Bayangan indah para “pendukung saya” tiba-tiba lenyap. Saya gagal memimpin walau hanya tingkat RT. Dan yang menyedihkan kepercayaan kepada saya benar-benar hilang.

Sebuah pengalaman berharga bagi saya akan “mahalnya sebuah kepercayaan”. Saya sempat trauma menjadi pemimpin saat itu. Saya takut gagal lagi. Saya takut tidak mampu menjaga kepercayaan dari orang lain. Namun saya sadar saat itu saya harus BANGKIT. Dan ketika tawaran menjadi ketua Kelas 2 SMA, saya berkata pada diri sendiri” “saya harus BERANI menerima dan menjaga kepercayaan ini”. Dan Alhamdulillah keberanian ini bisa membalikan kepercayaan diri saya.

Dan sekarang di Senyum Community (SC) ini saya belajar lebih mendalam tentang “mahalnya“ kepercayaan ini. Saya telah begitu banyak bertemu dengan orang yang sangat percaya kepada saya. Begitu banyak orang yang mau membantu saya.
Saya sendiri di SC banyak belajar bagaimana percaya kepada orang lain. Saya telah bekerjasama lebih dari 100 orang, namun hanya sedikit orang yang benar-benar dapat saya percayai. Hanya sebagian yang mau menjaga kepercayaan yang saya berikan. Hal ini juga memberikan pelajaran kembali bagi saya bahwa saya harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Suatu hal yang lebih mahal daripada apa yang mereka berikan (uang, barang, tenaga, dll)



Nb: Terima kasih bagi semua orang yang telah percaya kepada saya, mohon bantuan agar saya bisa menjaga kepercayaan ini. Special Thanks bagi para founder SC ( Nafis, Danang, rusdi, alfan, ami, hade, lulu), Pak Agus Heksa, Mbak Sari, Mas Agung N, Pak Eko Eshape, Mas Wawan DS, Sang Indra, Bos Satryo Medogh (+kiki), Ateng, bu Irma, pipit, dian um, neon 04, Mbak Kiki dan Mb Niesya (MQ), Radio Prambors, Radio Triajaya. Dan tentunya BIG Thanks, bagi semua PEJUANG SENYUM dari generasi 1 smp ke 4 ini yang tidak bisa saya sebutkan satu (termasuk para pelangga keepsmile T-shirt)

Selasa, 17 Agustus 2010

Rahasia Mengatasi Kebiasaan Menunda-nunda (Bag 3)

5 comments


(Haluu blogie, selamat datang lagi diblog ini dengan pembahasan Rahasia mengatasi kebiasaan menunda-nunda (seri manajemen waktu))


Setelah belajar memahami pentingnya mengatasi penundaan dan memahai akar dari mengapa kita menunda, kita akan belajar lebih dalam lagi mengapa kita menunda-nunda. Kalau kemarin kita belajar menunda-nunda karena kurangnya motivasi. Ada faktor lain mengapa kita menunda-nunda. Apa itu? Dia adalah ketakutan.

Ketakutan? Yah, orang biasa menunda-nunda suatu hal karena takut. Seperti takut sakit, takut akan ketidakpastian, takut tidak mampu, takut akan penolakan, takut sendirian ataupun takut gagal. Yah, takut merupakan hal yang lumrah terjadi. Sebagai seorang manusia biasa, takut menjadi alarm agar kita berhati-hati. Namun bila tidak bisa kita kendalikan hal ini akan mengganggu kita.

Contohnya, beberapa saat lalu saya mendapat tawaran proyek untuk membuat progam sosial. Tawaran tersebut lumayan besar dibandingkan sebelumnya, saya merasa ada ketakutan untuk gagal. Saya sempat menunda untuk menindaklanjutinya. Karena takut saya tidak mampu melakukannya. Hingga pada satu titik saya bertanya “ mengapa harus takut? Kesempatan tidak datang dua kali”. Saya pun segera menindaklanjuti dan menyelesaikannya. Alhamdulilah progam tersebut berhasil dan lumayan mendapat respon positif (progam tersebut bisa anda lihat disini)

TIps mengatasi menunda-nunda yang sebenarnya ^^
Sudah siapkan mengatasi penundaan? Yuk kita mulai dengan..
1.Identifikasi mengapa kamu menunda-nunda.
Kamu juga harus pada saat apa saja kamu menunda-nunda. Misalnya saat mengerjakan tugas, atau saat belajar Fisika
2.Tanyakan kembali mengapa kamu menunda-nunda
Berikan alternative jawaban sebanyak mungkin. Beberapa hal yang mungkin bisa menjadi jawaban kamu adalah : saya terlalu malas, saya tidak menyukai pekerjaan ini, saya tidak disiplin, saya tidak ingin melakukanya, saya tidak mampu melakukanya dsb
3.Coba klafikasi jawaban kamu.
Contohnya: biasaya bisa alas an tersebut berkaitan dengan
a.Perasaan (keinginan, ketakutan, rasa tidak nyaman, dll). Contohnya adalah "Saya tidak merasa seperti melakukannya", "Aku takut", "Aku merasa lelah" atau "Saya benci melakukan" ini.
b.Salah satu kemampuan. Contohnya adalah "Saya tidak tahu bagaimana", "Perlu begitu banyak waktu dan" usaha, "Ada begitu banyak yang harus dilakukan".

4.Coba gali lagi mengapa hal tersebut terjadi
Coba ajukan pertanyaan dalam diri mengapa hal tersebut terjadi :
"Saya tidak ingin belajar" -> "Mengapa saya tidak mau belajar?"
"Aku benci tugas ini -> "Mengapa saya benci tugas ini?"
"Aku tidak tahu bagaimana melakukan ini" -> "Jadi bagaimana jika saya tidak tahu bagaimana melakukan ini?", "Apa artinya kalau aku tidak tahu bagaimana melakukan ini?", "Mengapa ini menghentikan aku melakukan tugas itu?"

5.Ulang terus sampai kamu temukan akarnya
Terus cari sumber mengapa kamu melakukanya. Gunakan sudut yang berbeda untuk menemukanya. Terkadang jika kita mencoba berpikir dan menyakan kembali kita tidak tahu mengapa kita melakukanya. Ingat pikiran bawah sadar kita mengendalikan kita sebesar 88 % dan pikiran sadar kita hanya 12 %. Hal ini penting agar kita memahami perilaku kita

6.Coba buat rencana untuk mengubahnya
Setelah kamu memahami mengapa kamu melakukana penundaan. Kamu akan memahmi pola perilakumu. Dari situlah kamu harus bisa membuat perubahan agar kamu tidak menunda-nunda lagi.

Seperti cerita yang saya ungkap sebelumnya. Saat saya menunda menyelesaikan tugas, saya pahami bahwa saya takut gagal. Saya coba mengatasi rasa takut itu dengan melihat peluang yang ada dan memahami potensi yang saya miliki. Hal ini saya kaitkan dengan keberhasilan-keberhasilan. Hal ini cukup membantu saya mengurangi rasa takut, dan saya pun berhasil mengatasi penundaan tersebut ^^

Ingat salah satu prinsip perubahan positif. “lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukan SEKARANG”