Tampilkan postingan dengan label kekuatan empati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekuatan empati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juni 2014

Wes Maem Durung?

2 comments
"wes maem durung?" (sudah makan belum?)
bbrp waktu lalu mungkin banyak yg bertanya2 ketika sy melontarkan pertanyaan tsb. ga sedikit juga malah nyuekin? 


                                 

seperti yg tak jelasakan kpd bbrp teman, saat perjalanan pulang dari bandung sy bersebelahan dg ibu separuh baya. sudah puluhan tahun menikah namun belum dikaruniai anak.
namun dia mengaku walau ga punya anak biologis tapi dia mempunya "anak" cukup banyak.

saat ku tanya, bagaimana bisa mempunyai anak/saudara yg banyak. dia menjawab dia selalu memberikan perhatian lebih kpd orang lain, termasuk cuma sms "wes maem durung?" 

yg menarik saat pertanyaan ini sy utarakan kpd bbrp adik2 SEHATI @senyumkita, sy mendapatkan bbrp hal yg slama ini tak sadari. ternyata memang banyak orang makan susah, ada sudah siang terik blm makan sedari pagi.

Makan sehari 3 kali adalah sebuah keniscayaan, makan cukup dengan sayur saja tanpa lauk. bersyukurlah bagi kita bisa menikmati makan enak dan bergizi setiap hari, lalu nikmat manalagi yg kau dustakan?

Kamis, 08 Juli 2010

Mencoba lagi

7 comments


Sebulan terkahir ini saya mendapat beberapa tantangan yang begitu berat. Mulai dari naskah dan data yang hilang (hingga malas nulis lagi :D), kegagalan dalam sebuah kompetisi, dan reformsi di Senyum Community. Ini belum beberapa tantangan target pribadi yang belum terpenuhi. Memang kalau dibuat daftar, saya termasuk banyak keinginan, banyak mimpi dan resikonya adalah harus siap banyak gagal juga. Tapi menurut mencoba lebih banyak lebih bermakna, daripada tidak sama sekali. Karena kegagalan hakiki adalah saat kita tidak berani mencoba, kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda, betul tidak kawan? :)

Memang ada saat dimana kita bingung harus gimana. Saat saya kehilangan naskah dan data, seakan-akan saya memikul beban 100 ton, jadi malas nulis lagi deh :D. namun saya mencoba kembali kembali membaca tulisan saya, khususnya : hal yang membuat Kamu tetap positif disaat menghadapi masalah! Dan saya mencoba mempraktekan beberapa langkahnya
1.Tersenyumlah =)
Hmm… kalau yang ini memang special banget . Memang disaat down kemarin saya tidak berlama-lama untuk larut dalam “kehilangan”. Saya masih menemukan banyak kekuatan positif yang bisa mengubah hidup ini

2.Ingatkan diri Kamu
Beberapa waktu lalu saya coba intropeksi. Dari mana saya harus memulai lagi? Saya ingat salah satu prinsip Senyum Community : “Lihatlah dari yang palng mungkin, mulailah dari yang paling mudah, dan lakukan SEKARANG!”. Saya coba melihat apa yang saya rasakan, dan mencoba berpikir sejenak dan jadilah tulisan ini. Ingat kata Benjamin Spock: "trust yourself. you know more than you think you do"

3.Jaga kondisi tubuh
Beberapa hari lalu terasa sangat capek, dan seakan saya kehilangan arah. Saya kembali menentukan tujuan, coba membuat daftar lagi apa saja yang saya lakukan dan beri waktu bagi tubuh untuk menikmati hidup ini :)

4.Lakukanlah hal yang menyenangkan
Awal bulan ini saya ikut Java Summer Camp. Amat sangat menyenangkan. Saya bertemu banyak teman baru dari berbagai penjuru dunia. Dan tentunya acara yang cukup menghebohkan :)

5.Ambil hikmahnya
Dibalik segala hal yang terjadi tentu pasti ada hikmahnya. Satu hal yang terpenting adalah saya semakin yakin bahwa Allah itu selalu ada untuk umatnya. Saya saat ini menjadi lebih giat bersedekah dan mencoba salat Dhuha secara konsisten. Alhamdulillah entah kenapa Allah menunjukan jalannya memang terbaik.

Sebenarnya ada ada dua langkah lagi, namun saya rasa kelima hal tersebut sudah cukup bagi saya untuk tetap positif dan berani melakukan bahagia (lagi). Hayuk nulis lagi. Dan tunggu tulisan manajemen waktu yang akan segera disambung lagi :D. selamat menunggu :)

Sabtu, 24 April 2010

The Power of Empathy 3

6 comments


Setelah belajr tentang apa itu empati dan beberapa aspek didalamnya. Kita sekarang akan belajar bagaimana agar bisa mengembangkan empati dan beberapa hal yang bisa mengasah The Power of Empathy.
Seperti yang saya ungkapkan dalam the power of empathy 2. Empati merukapan kemampuan yang bisa kita pelajari dan bisa ditingkatkan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mengembangkan kemampuan ini? Berikut ini langkah-langkah yang bisa mengembangkan kemampuan emapti :
1.Benar-benar mengakui keadaan orang lain apa adanya
2.Akui orang lain apa adanya. Jika orang tersebut mempunyai “sejarah” kelam, coba hargai dan pahami. Memahami situasi orang lain dimasa lalu akan membantu kita memahami orang tersebut dimasa kini
3.Mengembangkan kemampuan memahami perasaan/emosi diri dan orang lain
Coba perkaya emosi atau perasaan yang ada. marah, jengkel, sedih, sakit hati, senang, bersemangat dsb. Coba gali semua bahasa emosi, hal ini akan lebih mempeluas pemahaman Anda tentang emosi orang lain
4.Mengalami banyak pengalamaan dengan segala perubahan dan tantangan
Semakin sering Anda mengalami perubahan dan tantangan semakin kaya pengalaman hidup Anda. banyak hal yang bisa terjadi, banyak hal yang mempengaruhi kondisi sesorang. Dan saat Anda mempunyai “bekal” lebih Anda akan lebih mudah memahami situasi orang lain
5.Berpartisipasi dalam lokakarya keterampilan Empati
6.Lakukan kepada orang lain seperti Anda ingin mereka lakukan untuk orang yang Anda cintai
7. Apakah pekerjaan sukarela untuk membantu orang lain; organisasi sosial seperti penyelamatan spesies langka, peduli lingkungan dll Menjadi relawan di Panti social Jompo, Tuna netra dll

8.Dapatkan terlibat dalam kegiatan kelompok atau masyarakat Ikut kerja bakti di lingkuangan
9.Membaca buku biografi tokoh inspiratif dan mencoban visualisasikan diri Anda dalam posisi “kepahlawanan” mereka.

Ada ide lain?? =)

Minggu, 11 April 2010

The Power of Empathy

7 comments



Kalau Anda membaca postingan saya tentang pengembangan diri maupun komunkasi efektif(seperti melakukan umpan balik, asertif, mendengarkan dll). Anda akan memahami salah satu poin penting untuk mengembangkan diri adalah kemampuan berempati. Empati? Apa sih sebenarnya empati itu?

Empati merupakan Kemampuan untuk menyadari, memahami dan menghargai perasan dan pikiran orang lain. Empati merupakan “penyelarasan diri” terhadap apa, bagaimana dan latar belakang perasaan dan pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut memikirkan dan merasakan. Jadi, Empati bukan hanya melakukan sikap baik yakni seperti mengutarakan pernyataan sopan dan menyenangkan seperti pada umumnya.

Lalu apa Beda dengan simpati? Simpati biaanya mengutarakan secara lisan tanggapan dan perasaan mengenai keadaan yang dialami orang lain. Biasanya simpti diawali dengan kata “saya” atau “…saya” (akhir/tengah) dan mencerminkan pandangan pembicaran contohnya “saya turut berduka cita atas musibah yang dialami Anda”. Sedangkan empati biasanya diawali dengan perkataan “ “Anda “ contohnya “ Anda pasti merasa sedih terhadap situasi ini”. Jadi empati bukan sekedar menyatakan perasaan kita saja tapi juga berusaha memahami perasaan orang lain secara tepat

Berarti kita harus sepakat dengan orang lain dong? Tidak juga, Bersikap Empati tidak harus sepakat atau menerima pendapat orang lain. Empati pada dasarnya menyetujui bahwa pihak lain memiliki pendapat sendiri. Dengan ungkapan yang empatik kita mengetahui keberadaan pendapat itu tanpa menyampaikan pendapat mengenai keabsahannya

(bersambung) ^^