Tampilkan postingan dengan label membangun kredibiltas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membangun kredibiltas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Kerjaanmu ngapain sih?

6 comments
Malam itu saya mendapat curhat dari seorang pengusaha susu kedelai :
“mas, susah yah kalo jadi pengusaha itu?”
“napa mas?” tanyaku
“susah, kalau ditanya kerjaanya itu ngapain aja? hehe”
“lah kog?” tambah bingun saya
“lha mau gimana lagi, orang pada bingun apa yang sebenarnya saya kerjakan. Saya itu ya mas, kalau kerja cuman pagi aja, itu aja paling bentar. Siangnya saya bekerja dibalik layar, mikir yang ini dan itu. Dan malamnya saya keluar bekerja untuk umat”

Apakah kalian (para pengusaha) juga mendapati tantangan yang sama? :D

Saya termasuk orang yang mengalami hal yang sama. Kebetulan depan rumah saya sedang direnovasi rumahnya. Dan banyak tukang (pekerja bangunan). Hampir tiap ketemu dia selalu bertanya : “mboten mlebet mas?” (tidak masuk kerja mas?)

Bagi sebagian orang emang “bekerja” itu sama dengan masuk pukul 7, pulang pukul empat. Atau pakai seragam di kantor. Memang itu hal yang awam terjadi, tapi bukankah itu esenisnya?

Menurutku ini adalah soal pilihan. Pernah dengar cerita Pengusaha sukes dan nelayan (baca ini ). Pilihan untuk bekerja seperti apa, dan bagaimana.

Tergantung bagaimana kita mengartikan “pekerjaan” itu sendiri. Baru-baru ini saya harus ke Solo untuk “bekerja” tapi saya mencoba membuat “pekerjaan” itu menjadi lebih menyenangkan. Jika ditanya kerjanya ngapain? Bukan “survey” tapi “jalan-jalan, bertemu banyak orang :D”. Atau jika Ada yang pekerjaannya menyapu jalan, kita bisa aja mengartikan “membantu kota ini meraih piala Adipura”. Atau bila anda pemasak, bisa aja mengartikan “membantu meningkatkan gizi dan kesehatan bangsa ini” :D
Bagaimana dengan pekerjaanmu?

Dan apapun yang kita kerjakan mari jadikan hidup ini lebih menyenagkan. Enjoy the process^^



Nb : ketika saya tanya tentang bagaiamana bisnis pengusaha tersebut, dia menceritakan bahwa tiap hari ada sekitar sepuluh orang (agen) yang mengambil susu keledai ditempatnya. Dan tiap orang bisa mengambil 40-70 pcs. Bisa Anda bayangkan sendirikan omzet perharinya? :D

Kamis, 11 Februari 2010

Rahasia Membangun Kredibilitas

15 comments


Beberapa waktu lalau, teman saya menceritakan bahwa dia mendapat “tantangan” baru. Sebagai seorang mahasiswa, ia harus memberikan pelatihan bagi ibu-ibu yang jauh diatas umurnya. Bagaiamana mungkin seorang yang masih muda memberi pengaruh bagi orang yang jauh lebih berpengalaman? Tentunya hal ini tergantung kita membangun kredibiltas kita. Kredibilitas menjadi penting karena hal ini akan menjadi salah factor yang bisa mempengaruhi manusia. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membangun kredibilitas?

Menurut graham Jones (penulis piramida kredibilitas), kredibilitas tergantung pada 4 elemen yaitu pengetahuan (10%), Fokus (15%), Anthusiasme (25%) dan perhatian dan kepedulian terhadap audien/orang lain (50%). Jadi memang ternyata bagaimana kita menunjukan perhatian dan kepedulian merupakan cara yang paling efektif untuk membangun kredibilitas kita. Orang lain akan lebih percaya kepada Anda jika Anda memang menunjukan perhatian dan peduli terhadap masalah atau apapun menyangkut orang tersebut.
Berikut ini merupakan beberapa tips untuk membangun kredibilitas :
1. Sampaikan kompetensi Anda.
Ungkapkan kompetensi apa saja yang Anda miliki. Tunjukan capaian yang pernah Anda capai. Sampaikan bahwa Anda memang pantas membawakan materi, topic atau permasalahan dalam situasi tersebut. Jika Anda belum punya pengalaman sampaikan pandangan atau pengetahuan special Anda. Tunjukan kekuatan Anda. Dan jangan sampai Anda berbohong, sampaikan fakta yang ada.

2. Pahami orang lain/audien
Anda harus memahami dengan siapa Anda berkomunikasi. Coba pahami sudut pandang mereka. Cobalah gunakan prinsip atau nilai-nilai yang dipegang audien tersebut. Pastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tersebut sesuai dengan kebiasaan dan budaya mereka.

3. Berbicaralah dengan lugas dan ekspresikan ide Anda dengan tegas
Berbicaralah jangan terlalu cepat atau lambat. Jangan ragu dengan pendapat Anda. Bila Anda salah akui, dan beri dasar atau alasan yang bisa dipahami oleh orang lain. Dan hindari kebiasaan mengatakan “hmm..”, “ee..” ataupun kebiasaan lain yang berlebihan. Hal ini bisa mengurangi kredibilitas Anda.

4. Gunakan alasan yang jelas dan menyakinkan
Apapun pendapat Anda pastikan mempunyai dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sampaikan secara jelas dan lengkap jika perlu. Berikan fakta atau bukti yang mendukung. Dan beri contoh yang konkret dan bisa dipahami oleh audien

5. Menyentuh emosi
Keputusan manusia lebih banyak dipengaruhi oleh emosi dibanding logika. Sentuh emosi mereka, hal ini akan memberikan pengaruh yang lebih kuat daripada hanya sekedar memberikan alasan logis saja. Cara menyentuh emosi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : (a) menggunakan kata atau kalimat yang menggungah emosi. Hal ini tergantung topic yang disampaikan. Contohnya : “saya sangat bergairah melakukannya, hal ini juga akan membuat Anda bersemangat” (b). ceritakan tentang pengalaman pribadi. Tunjukan bahwa Anda pernah mengalami, jelaskan dengan rinci dan gambarkan keadaan emosi anda saat itu. (c) apa adanya. Keluarkan apa yang ada didalam hati anda. jangan berpura-pura. Jika apa yang Anda sampaikan itu sesuai dengan hati nurani Anda, maka akan mempunyai “ruh”. Hal ini akan memberikan dampak yang begitu kuat. Seperti kata pepatah “ jika hanya dari mulut saja, maka hanya akan sampai ke telinga. Namun jika berasal dari hati, maka bisa menancap di sanubari”