Tampilkan postingan dengan label kepercayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kepercayaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Desember 2010

Menemukan (kembali) Cinta Sejati (Merapi, Cinta dan Senyuman-5)

7 comments
8 November 2010
Siang itu kita kembali ingin melakukan pendampingan. Hari itu kita mendapat rekomendasi untuk segera pergi ke Posko SMK N1 Seyegan. Cuaca jogja saat itu kurang bersahabat, mendung. Namun hal ini tidak mengurangi Semangat kita. Walaupun saat itu kita hanya berempat, kita tetap nekad untuk beraksi.

“waduh adiku tiba-tiba minta dianter je” mendadak seorang sahabat harus batal berangkat. Hal sempat mengendorkan kita,
“nanti gimana?”
“ yawda yang penting mengalir aja, kayak kemarin” ungkap, sedikit memberik semangat.

Dan berangkatlah kami hanya bertiga saja. Ternyata yang keberangkatan juga diiringi hujan deras, bahkan sangat deras menurut saya. bahkan seorang sahabat yang sedia pengen nyusul ke TKP mengurungkan niatnya karenanya. Sampai tujuan suasana ternyata diluar dugaan. Suram dan penuh ketidakpastian. Berbeda dengan hari sebelumnya. Para pengungsi disini belum “terurus”. Bantuan masih minim dan sangat memprihatinkan. Bantuan logistik belum masuk, mereka belum siap untuk diajak bermain. Perut mereka masih kosong.

Hari tersebut menjadi salah satu hari terberat. Basah kuyub dan tidak tahu harus ngapain. Melihat saudara kita yang cukup memprihatinkan membuat hati saya miris. Hal ini ditambah dengan kondisi pribadi saya secara keseluruhan. Saya masih shock dengan segala rencana yang gagal. Apa lagi beberapa hari terakhir saya benar-benar mengeluarkan banyak sumber daya;uang, tenaga dan pikiran. Capek.

Seoalah seperti suratan takdir, bukan malah berhenti. Hari-hari berikutnya menjadi sebuah ritual harian. Berangkat, berkumpul, dan BERGERAK (bermain dan bernyanyi). Sempat terselip beberapa pertanyaan. Sebenarnya saya melakukan semua untuk apa? Untuk siapa? Mengapa? Yang ada pikiran saya saat itu hanyalah just do it.

Dan ternyata semua ternyata ada jawabanya.
“CINTAILAH masalah, mari membangun monumen perdamaian dari batu-batu kebencian yg dilemparkan ke arah kita” (arief budiman)

Bayangkan, hampir sebulan penuh saya hanya mengurusi korban merapi sebenarnya buat apa? Pengeluarkan saya bertambah untuk telekomunikasi dan transportasi, padahal pemasukan nihil, sebenarnya buat siapa?

Dan disinilah saya menemukan kembali kekuatan Cinta sejati. Sesuatu yang membuat saya bertahan dan lebih kuat. Ada kekuatan BESAR yang membuat saya tidak pernah merasa lelah dan kehabisan makna. Sebuah anugerah luhur dari Sang Maha Cinta. Tuhan telah menunjukan Kuasa dan KebesaranNya. Hal ini dibuktikan dengan hal kecil seperti…

Pulsa
Nasib menjadi koordinator adalah harus bisa menghubungi banyak orang. Tentu saja hal ini menguras pulsa saya selama. Saya sempat kaget ketika saya harus mengeluarkan pulsa lebih banyak. Saya harus beli pulsa hampir setiap hari. Dan anehnya pada hari itu (saya lupa kapanya) ada keinginan untuk membeli pulsa, namun kog sepanjang perjalanan (dari rumah ke posko) masih pada tutup. Hingga saya memutuskan untuk menunda beli pulsa. Namun sesampai diposko saya coba cek pulsa. Rp 53***. Saya coba menghitung kembali jumlah nominal dan digit. Kog tambahnya ya? Siapa yang ngisiin ya? Padahal tidak ada sms notifikasi pengisian pulsa? Darimana ini?

Nasi bungkus
Waktu pendampingan yang mengharuskan briefing sebelum zuhur dan berangkat setelahnya terkadang membuat saya terlupa pada satu hal. Makan. Terutama pada awal-awal perjalanan kita. Namun berbeda tanggal 10 November 2010, untuk pertama kalinya kita para fasilitator pendampingan mendapatkan fasilitas makan. Walau sederhana. Namun bukan itu yang menarik, tapi tentang nasi bungkus yang “diberikan saya”. pertama, di kursi saya. saat melakukan pendampingan kita menitipkan tas dan perlengkapan lain. dan saya meletakan disebuah kursi. Berbeda dengan kursi-kursi lain yang dititip tas teman-teman saya. dikursi itu ada sebuah nasi bungkus. Awalnya saya tidak memperdulikannya.Namun hal ini menjadi pertanya kembali setelah saya menemukan nasi bungkus di motor saya. bukan di motor teman-teman yang lain. apakah ini kebetulan? Untuk apa kedua nasi bungkus itu “diletakan” di tempat tersebut? Oleh siapa? Wallahu ‘alam

“Cinta dariNya menjawab semua masalahmu. Dia mendengar, Melihat dan selalu Berfirman : perangi neraka didalam hatimu. Damaikan jiwamu dengan Cinta Dia.
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh. Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu
Serahkan, ikhlaskan dan pasrakan hanya kepadaNya. Cintanya adalah jawaban, karena Tuhanlah maha Cinta”
(Nidji)

Jumat, 26 November 2010

Awal Perjalanan Cinta Abu vulkanik (Merapi, Cinta dan Senyuman-3)

6 comments

03 November 2010
Sore itu saya mendapat beberapa sms yang menanyakan keadaan Jogja. Saya yang sedang melakukan perjalanan balik dari Bandung ke Jogja tentu saja bingun menjawabnya. Dan hati mulai resah ketika saya mendapat sms dari sahabat saya “Astagfrllah, awan pns dg kec tgg&trbsr yg mgarah ke posko, mhn doany brkali2, sy ign smua pgungsi slmt, km lg kjr2n mghndri awn pns..Allahu akbar!”

Dan saya hanya bisa diam, dan berdoa…

Sampai di Jogja saya langsung disambut oleh kabar buruk, “Jogja meletus 3 kali lebih BESAR dari sebelum kamu berangkat” kata bang Arul yang dini hari itu menjemput saya.

Saya masih ingat betul sebelum berangkat ke Bandung, saya masih mempunyai beberapa agenda besar yang ingin dilakukan. Rencana kerjasama CSR dengan mitra tinggal selangkah lagi, begitu pula komunikasi positif dengan perusahaan mapan di Yogya membawa angin segar. Apalagi ditambah kepercayaan sebuah media di Jogja untuk mengisi progam regular mereka. Rencana eksekusi progam baru juga sudah dicanangkan, tergambar jelas beberapa mimpi yang akan segera tercapai. Namun, semua itu seakan-akan hanya dalam tidur saja. Semua bayangan indah tampak kabur oleh abu vulkanik. Bagaikan langit yang tertutup mendung, saya hanya bisa diam dan bersabar akan KehendakNya.

Seharian (04112010) itu saya benar-benar bingung dan kosong. Bagaikan orang planet lain yang tidak tahu bahasa, budaya ataupun apapun yang ada di kota ini. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya bisa berdoa bahwa Merapi tidak semakin parah, dan saya kembali agak tenang ketika malam harinya (sekitar 20.00-21.00), chatz dengan Mbak Yuli, pengasuh PA Nurul Yasmin (yang terletak di Jakal Km 14), bahwa keadaan disana baik-baik saja. Dan rencananya besok saya ingin k PA.

05 November 2010
“Aslm. Halo.. mas Arif dimana?”
“Di rumah, Nitikan, piye?” jawabku
“oh, ya saya tak kesana pengen ngobrol sekalian curhat…”

Awalnya saya mengira obrolan akan berlangsung biasa saja, namun saya benar-benar kaget ketika saya mendapat kabar ternyata Merapi kembali meletus dan lebih parah. Radius aman diperluas 20KM. seketika juga saya langsung sms ke semua teman yang tinggal di Jalan Kaliurang dan sekitar. Banyak balasan sms yang membuat saya miris. Hampir semua teman sudah mengungsi. Dan saya lebih terkejut ketika saya mendapat sms dari mbak Yuli “kita masih bertahan di Panti. Tidak ada transportasi mas”

Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung mencoba semua kontak bisa membantu untuk evakuasi. Dan bergegas untuk segera keatas melakukan apa yang bisa dilakukan. Walau Belum mendapat kepastian mau dievakuasi dengan apa dan kemana saya tetap saja berangkat keatas. Sempat mendapatkan “penolakan” dari beberapa teman karena tidak bisa membantu, akhirnya jawaban itu ada. Seorang sahabat yang awalnya mengaku tidak bisa membantu, entah kenapa berubah pikiran. Waktu itu saya yang sedang dalam perjalanan pun sedikit lega. Kabut vulkanik yang menghadang seakan-akan sudah tidak berati, ada suatu yang lebih besar menanti. Transportasi pun didapat walau agak telat.

“di saat krisis, yang diperlukan adalah sebuah tindakan CEPAT, TEPAT dan DAPAT”
Sampai di Panti, proses evakuasi ternyata tidak berjalan mulus. Suasana panik dan mencekam masih terasa. Banyak anak-anak yang minta dijemput keluarganya. Hal ini memberikan tekanan sendiri bagi mereka. Namun Alhamdulliah semua bisa terkendali, anak-anak sudah bisa “ngungsi” dengan tenang.

Dan cerita ini menjadi awal sebuah perjalanan INDAH yang penuh dengan KETIDAKPASTIAN. Sebuah langkah kecil yang memberikan perubahan BESAR. Yah, selamat datang di sebuah periode baru bersama Senyum Merapi. Apa itu? Nantikan yah dalam cerita selanjutnya ^^


Nb : special thax buat dua Srikandi yang berani menembus abu vulkanik untuk mengevakuasi anak NY dan gamaw disebutin n dicritain :D. tulisan lain ini bisa dibaca juga di http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/senyum-community-evakuasi-anak-panti-nurul-yasmin/

Selasa, 28 September 2010

Mahalnya sebuah kepercayaaan

0 comments


“yang mahal itu bukan uangbarang atauapa yang diberikan, tapi kepercayaannya”


10 tahun lalu merupakan awal sebuah perjalanan saya. Saya mendapat sebuah kepercayaan, menjadi ketua remaja di RT saya. Tentu hal tersebut merupakan kebanggaan, dari sekian remaja yang ada saya terpilih mengalah para senior saya yang saat itu masih lumayan banyak dan pantas. Namun teman-teman saya mengganggap saya pantas memimpin mereka, entah kenapa. Saya sempat menolak karena waktu saya baru saja masuk SMA. Namun para senior tetap mendukung saya, memberikan kepercayaan penuh.

Sudah terbayang ide-ide yang keluar waktu itu, berbagai progam dan kegiatan yang ingin saya lakukan. Namun ternyata kenyataan berkata lain. Saya sama sekali tidak bisa memimpin. Kenyataan saya harus kos saat SMA membuat saya kesulitan untuk meluang waktu bersama organisasi dikampung. Bayangan indah para “pendukung saya” tiba-tiba lenyap. Saya gagal memimpin walau hanya tingkat RT. Dan yang menyedihkan kepercayaan kepada saya benar-benar hilang.

Sebuah pengalaman berharga bagi saya akan “mahalnya sebuah kepercayaan”. Saya sempat trauma menjadi pemimpin saat itu. Saya takut gagal lagi. Saya takut tidak mampu menjaga kepercayaan dari orang lain. Namun saya sadar saat itu saya harus BANGKIT. Dan ketika tawaran menjadi ketua Kelas 2 SMA, saya berkata pada diri sendiri” “saya harus BERANI menerima dan menjaga kepercayaan ini”. Dan Alhamdulillah keberanian ini bisa membalikan kepercayaan diri saya.

Dan sekarang di Senyum Community (SC) ini saya belajar lebih mendalam tentang “mahalnya“ kepercayaan ini. Saya telah begitu banyak bertemu dengan orang yang sangat percaya kepada saya. Begitu banyak orang yang mau membantu saya.
Saya sendiri di SC banyak belajar bagaimana percaya kepada orang lain. Saya telah bekerjasama lebih dari 100 orang, namun hanya sedikit orang yang benar-benar dapat saya percayai. Hanya sebagian yang mau menjaga kepercayaan yang saya berikan. Hal ini juga memberikan pelajaran kembali bagi saya bahwa saya harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Suatu hal yang lebih mahal daripada apa yang mereka berikan (uang, barang, tenaga, dll)



Nb: Terima kasih bagi semua orang yang telah percaya kepada saya, mohon bantuan agar saya bisa menjaga kepercayaan ini. Special Thanks bagi para founder SC ( Nafis, Danang, rusdi, alfan, ami, hade, lulu), Pak Agus Heksa, Mbak Sari, Mas Agung N, Pak Eko Eshape, Mas Wawan DS, Sang Indra, Bos Satryo Medogh (+kiki), Ateng, bu Irma, pipit, dian um, neon 04, Mbak Kiki dan Mb Niesya (MQ), Radio Prambors, Radio Triajaya. Dan tentunya BIG Thanks, bagi semua PEJUANG SENYUM dari generasi 1 smp ke 4 ini yang tidak bisa saya sebutkan satu (termasuk para pelangga keepsmile T-shirt)