Tampilkan postingan dengan label inspirasi bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspirasi bola. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Kerja Keras di Balik Kesukesan

3 comments

siapa yang ga kenal wajah tersebut? sangat fenomenal, presatasinya di lapangan hanya messi saja yang bisa mengalahkannya. tapi yang menarik dari adalah beberap fakta di bawah ini :

lompatanya stinggi 44 sentimeter dari posisi berdiri normal, & setinggi 78 sentimeter apabila diawali dg lari

bahkan lompatanya lebih tinggi dari rata2 pemain NBA & menghasilkan tenaga 5kali lbh besar dr kekuatan cheetah saat tengah berlari

hal ini wajar karena latihanya juga ga tanggung2, saat angkat beban, jumlah beban yg diangkat Ronaldo sama dengan 16 mobil Toyota Prius :9

memang utk mjd expert dan menghasilkan performa yg menggagumkan butuh latihan dan kerja keras | ga ad yg instan. Biasanya orang yg mempunya kemampuan rata2 pasti juga usaha diatas rata2, setuju?

Senin, 19 September 2011

Apapun hasilnya....

1 comments
Barcelona hanya memperoleh hasil imbang dalam dua laga awal melawan Real Socediad dan AC Milan. Hal ini sempat menjadi sorotan publik karena prestasi luar biasa yang diperoleh selama ini. Namun hal ini ditanggapi secara unik oleh sang Pelatih, “Saya tak akan pernah menjanjikan gelar sejak pertama kali menangani klub ini. Di musim ini kami berpotensi meraih beberapa gelar tapi bisa juga tidak memenangkan gelar apa pun,ujar Guardiola seperti dilansir dari Goal, Sabtu (17/9/2011).

Hasil akhir memang bukan segalanya bagi Guardiola. Pelatih ini sukses menerapkan gaya permainan cantik, dengan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola penuh. Dengan strategi ini, Barca menajdi tim yang menarik untuk ditonton.

Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan hasil. Berusaha Keras adalah kemenangan Besar! | Mahatma Gandhi

Kemarin saya baru bertemu seorang sahabat yang bisa dibilang sudah cukup berhasil. Sekarang dia sudah mampu memperkerjakan dua puluh orang dengan omzet puluhan juta. Yang menarik usaha yang sudah berumur 5 tahun ini mulai menampakan hasil setelah 2 tahun, dan ketika menjalani proses ini dia telah berhasil mencapai kegagalan dalam berbagai macam bisnis lain.

Yang menarik lagi adalah sebenarnya dia sudah memulai proses ini jauh sebelum dia mendirikan bisnis ini. Sebelum bisnisnya didirikan ini telah “berproses” dengan berbagai usaha yang digelutinya. Hal inilah yang terkadang tidak disadari oleh banyak orang. Orang cenderung melihat Hasil/sesuatu dari yang dilihatnya sekarang, bukan prosesnya.

Saya jadi ingat pesan mbak Iffah Sogan saat awal belajar entrepreneuship, “Jangan lihat sekarang, lihatlah 2-5 tahun lagi”.. syukuri apa yang ada sekarang, belajarlah dari segala hal terjadi. proses memang membutuhkan WAKTU utk terlihat hasilnya, hal ini yang terkadang ini yg mjd MISTERI kehidupan. Sesuatu yang membutuhkan KESABARAN dan ISTIQOMAH


Guardiola pun memperoleh hasil dari kesabaranya, laga ketiga Barcelona menang telak 8-0 atas Osasuna. "Kami bermain baik. Dan faktanya kami juga mampu membuat orang-orang terhibur. Ini sama seperti pergi menonton film ke bioskop, teater, atau makan malam" ucap Guardiola

Apapun Hasilnya, enjoy the process, enjoy your life :)


Cara “Arif” jadi Entrepreneur




nb : penasaran dengan aksi barca saat mlumat Osasuna, lihat disini

Minggu, 19 Juni 2011

prestasi dan berbuat baik??

1 comments
"Moggi dilarang terlibat di dunia sepak bola karena perilakunya, serta didasari pertimbangan keseriusan intrinsik dan konsekuensi menjijikkan dari apa yang telah ia lakukan" Komite Disiplin FIGC


Hukuman ini diberikan FIGC atas keterlibatan Luciano Moggi tersebut dalam skandal Calciopoli pada 2006 lalu. Hukuman ini juga merupakan hukuman final yang diberikan FIGC setelah mereka diputus bersalah pada 2006 lalu. Hal ini tentu sangat kontras terhadap apa yang telah dicapai Moggi (baca http://bit.ly/lfe8lC ). Moggi telah memberikan berbagai macam gelar bagi Napoli dan Juventus. Dia merupakan dibalik kejayaan Juventus ditahun 1994-2006.

Namun prestasi yang dilakukanya hancur akibat skandal Calciopli yang dilakukannya. Sebuah perbuatan yang merusak nama harumnya. Hal yang mirip sekarang juga dialami Ryan Giggs. Legenda hidup MU ini mengalami masa buruk setelah skandal dengan adik iparnya menyeruak. Hal ini tentunya mencederai segala capaian yang telah dilakukan bersama MU.

“Berbuat baik itu bukan merupakan suatu tindakan, tapi dimulai dari kebiasaan berbuat baik” | Aristoteles


Apa yang dapat kita pelajari dari dua sosok tersebut? Prestasi gemilang ternyata haruslah diimbangi dengan akhlak yang baik juga. Percuma kita mempunya prestasi tinggi, jabatan prestisius dan kekayaan melimpah tapi kita melakukanya dengan cara yang baik.

Kreatifitas, inovasi dan persisten sangat penting, namun jika “teknologi” tersebut digunakan untuk perbuatan buruk, maka yang akan terjadi adalah seperti kasus Moggi tersebut. Untuk mendapatkan gelar Scudetto dengan "kreatifitas"nya dia mampu mengatur sedemikian rupa agar tercapai apa yang menjadi targetnya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan agar menjadi orang baik?
“lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan Lakukan SEKARANG!” prinsip dasar Senyum Community | @senyumkita


Banyak hal yang bisa dilakukan menjadi orang baik. Bahkan saya sempat membaca status FB yang isinya adalah “hidup didunia ini bukan prestasi tapi perbuatan baiklah yang harus didahulukan”. Kita boleh saja mempnyai mimpi atau target yang besar, tapi tiada guna jika hal tersebut tidak baik bagi diri kita, orang lain dan Tuhan tentunya. Dan perbuatan baik akan semakin baik jika kita mampu mengajak orang lain berbuat baik

Yuk, saling mengingatkan dan saling mengjak orang lain berbuat baik ^^

Minggu, 12 Juni 2011

Hidup Untuk Apa??

0 comments
“Saya memandang (kehidupan) secara berbeda sekarang. Banyak hal yang Anda pikir berguna, ternyata tidak lagi. Karena itulah saya memutuskan untuk menjual semua mobil yang saya miliki. Ketika Anda mengalami penderitaan yang saya alami, semua kendaraan yang Anda miliki tidak layak dan tidak bernilai untuk apapun. Karena itulah saya menjualnya semua dan uang hasil penjualan tersebut akan saya berikan pada yayasan-yayasan penderita tumor dan kanker. “ Eric Abidal (sumber : http://bit.ly/lhRmV5 )




Pernahkah kamu mengalami perubahan prioritas dalam kehidupan ini? Saya yakin setiap orang pasti mengalami suatu pengalaman yang bisa mengubah hidupnya. Seperti Eric Abidal, pasca operasi tumor Livernya dia mengaku kejadian tersebut mengubah hidupnya. Meskipun ia sepenuhnya telah pulih, Abidal menyatakan hal itu merubah hidup dan pandangannya tentang kehidupan.

Pada saat Abidal di ‘divonis’ mengidap tumor, dia sempat frustasi dan mengira karier sepakbolanya akan habis. “Saya pikir, saya takkan bisa bermain lagi,” ungkap bek yang bermain untuk Barcelona, Spanyol.

Kisah tersebut juga memberikan pelajaran bahwa apa yang kita dapatkan di dunia ini ternyata belum tentu kita butuhkan. Rumah mewah, kendaaran keren atau apapun yang yang kita inginkan ternyata tidak bisa mengganti kebahagiaan ini. Dan ketika tiba saatnya, kita hanya bisa melepaskan, mengembalikan “titipan” tersebut.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzariyat: 56)


Saya sendiri pernah mengalami beberapa pengalaman yang mengubah pandangan saya tentang kehidupan ini (baca ini dan ini ). Semua berujung pada suatu pertanyaan mendasar : mengapa kita hidup di dunia ini? Untuk apa kita hidup di dunia ini? Dan kemana kita setelah hidup ini (mati). Sebuah pertanyaan yang semestinya bisa kita jawab semenjak kita ada di dunia ini
Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mendapat jawaban itu?



photo : Photo credit should read LLUIS GENE/AFP/Getty Images) 2007 AFP (http://bit.ly/mb80C4)

Kamis, 09 Juni 2011

prestasi atau menyenangkan??

1 comments
“Di bawah Van Gaal, saya belajar satu hal. Anda dapat memiliki salah satu pakar terbaik tetapi jika dia tidak menyenangkan, saya tidak mau dia bertanggung jawab. Saya menginkan kesuksesan untuk klub ini. Lebih dari itu, saya ingin ada sesuatu yang menyenangkan dalam sepakbola,”ujar Hoeness di Goal, Kamis (9/6/2011)

Prestasi dan kesukesan ternyata bukan segalanya. Hal itulah yang terjadi dalam kasus tersebut. Jika Anda penggemar bola tentu tidak asing lagi dengan Louis Van Gaal. Dia adalah salah satu pelatih Sukes yang menghantar banyak klub meraih kesuksesan. Dan terakhir dia sukses membawa Bayern Muenchen memenangkan gelar ganda (Bundeliga dan DFB Pokal 2009) serta mencapai final Liga Champions di tahun yang sama.

Namun hal tersebut berubah di tahun selanjutnya, dan saya yakin hal ini terjadi bukan karena faktor Van Gaal, tapi hal eksternal yang kurang mendukungnya. Seperti yang diungkapkan Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness diatas. Metode yang digunakan Van Gaal dianggap kurang cocok dengan Gaya Muenchen ataupun budaya yang sudah mengakar di klub tersebut. Sehingga tidak heran bila hal ini malah membuat orang-orang yang didalam klub tersebut tidak bahagia.

Begitupula dalam kehidupan kita, ternyata prestasi dan kesuksesan yang bukanlah segalanya. Apa yang kita peroleh ternyata tidak selamanya membuat kita bahagia. Apalagi jika kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan. Nah inilah yang terkadang terjadi kita kita hanya mementing hasil tapi bukan proses. Padahal sering kali hasil yang kita dapatkan tidak sesuai yang kita harapakan. Target yang kita canang belum tentulah kesampaian.

Saat kita sudah memutuskan apa yang kita inginkan tentu saja kita akan berusaha mendapatkan. Namun dalam perjalanannya tidak jarangkan kegagalan terjadi? Rintangan dan hambatan menghampiri? Jika kita sudah mengetahui, apa yang harus kita lakukan? Salah satunya adalah menikmati proses tersebut. Syukuri setiap capaian yang telah kita lakukan. Tidak ada kata gagal yang ada hanyalah sukses dan belajar

So, Enjoy The Process, Enjoy Your Life ^^

Minggu, 22 Mei 2011

Rahasia Sukses Allegri

2 comments
Kesuksesan Massimiliano Allegri menghadirkan gelar scudetto di musim perdananya, membuat sang allenatore masuk dalam buku sejarah AC Milan. Kini, setelah 12 tahun nama Allegri akhirnya masuk dalam buku sejarah Milan. Sama seperti Fabio Capello, kedatangan Allegri yang diplot menggantikan Leonardo Araujo di musim ini juga sempat diragukan karena sebelumnya Allegri belum sekalipun melatih tim besar dan belum pernah memperoleh gelar apapun.