Tampilkan postingan dengan label komunikasi efektif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komunikasi efektif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Mei 2010

Cara Jitu Menentukan Tujuan

8 comments


Dua tahun lalu, ada yang menanyakan kepadaku: “5 tahun lagi kamu akan menjadi seperti apa?”. Waktu itu saya menjawab dengan tegas “saya akan mendirikan Reefoundation!”(Reefoundation merupakan mimpiku untuk membuat suatu organisasi yang bergerak di bidang social/lingkungan). Waktu itu saya yakin dengan kapasitasku waktu itu saya mampu mewujudkan lima tahun lagi. Dan yang terjadi adalah sekarang aku mampu mewujudkannya lebih cepat walaupun bertransformasi menjadi “Senyum Community”.

Memang waktu awal memimpikannya aku tidak terlalu berpikir kapan dan bagaimana mewujudkannya. Namun ketika aku mampu menetapkan tujuanku, maka segala daya dan upaya akan mengarahakan menuju tujuan kita. (seperti yang telah kita bahas di tulisan sebelumnya)
Lalu bagaimana agar kita bisa menetapkan tujuan dengan baik? Berikut ini mungkin beberapa langkah yang bisa membantu kamu :
1.Pastikan bahwa itu yang benar-benar kamu inginkan. Saat menentukan Tujuan, pastikan bahwa itu sesuai dengan nilai-nilai hidup kamu. Yakinkan bahwa itu benar-benar berasal dari dalam diri kamu, bukan orang lain.
2.Gunakan statement positif. Ekspresikan tujuan kamu secara positif. Contohnya : “saya lulus kuliah tepat waktu (4 tahun)” daripada menggunakan “jangan sampai lulus lebih dari 4 tahun”
3.Gunakan kalimat bahwa kamu seakan-akan sudah mencapainya. Contohnya : “Awal tahun 2015 saya sudah mempunyai 10 cabang Franchise di seluruh Indonesia”
4.Buat prioritas. Saat kamu menetapkan beberapa tujuan, beri skala prioritas. Hal ini akan membantu kamu menentukan tujuan mana yang harus dicapai lebih dahulu. Untuk lebih detail nanti akan kita bahas dalam posting yang lebih mendalam
5.Tulis tujuan kamu. Salah satu rahasia orang-orang sukses adalah menulis setiap tujuan mereka. Saat kita mulai menuliskannya maka secara tidak langsung hal ini akan membantu kita mewujudkannya. Menuliskan sesuatu akan membantu mengklarifikasi pemikiran dan mengkristalkan gagasan kamu
6.“lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan LAKUKAN SEKARANG”. Yah, inilah saah satu kata ajaib yang saya temukan saat mendirikan Senyum Community. Saat saya memulainya, saya mempunyai tujuan besar, namun ternyata saya sadar untuk mendapatkan suatu yang besar kita harus memulai mendapatkan yang lebih kecil dahulu. Think Big, Start small!
7.Tentukan tujuan berdasarkan proses, bukan hasil akhir. Berhati-hatilah dalam menentukan tujuan. Ingat tidak semua yang kit inginkan dapat tercapai. Kegagalan adalah hal yang lumrah. Saat kita hanya mengingkan hasil akhir maka kita akan kurang menghargai dari proses yang telah kita lakukan. hal inilah yang terkadang membuat sebagian orang stress maupun depresi. Hargai setiap capaian yang telah kamu lakukan, karena saat kamu sudah memulai untuk menetapkan tujuan sebenarnya kamu sudah merupakan bagian dari tujuan kamu tersebut.
8.Gunakan rumus SMART. Tentukan tujuan dengan Spesific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Attainable (dapat dicapai), Relevant (relevan), time bound (dibatasi waktu). Contohnya : “saya sudah keliling 5 benua pada Desember 2020”. Lebih detil lagi lebih bagus, Jangan sampai Cuma : “Saya ingin keliling dunia”

Berikutnya setelah menentukan tujuan terus gimana dung?? Sabar yah, sampai jumpa lagi di postingan berikutnya ^^

Rabu, 28 April 2010

Setiap orang punya “cara” sendiri

9 comments


Salah satu alasan dulu saya tertarik belajar psikologi adalah karena saya ingin belajar sesuatu yang minimal berguna untuk diri sendiri. Jadi saya tidak termasuk kurang sreg ketika ada istilah “psikologi untuk Anda”, psikologi dipelajari untuk orang lain bukan untuk empu yg belajar tersebut. Saya sadar semakin dalam belajar, ternyata saya menemukan semakin banyak “penyakit” dalam diri ini dan bisa dibilang saya termasuk rawat jalan ketika kuliah (dan mungkin sekarang msh tahap “penyembuhkan” diri). Mungkin banyak yang bilang (terutama diluar psikologi) bilang orang psikologi “aneh-aneh” (yah, karena lagi pada “berobat” semua :D).

Namun bukan saja “keanehan” tapi saya juga melihat “hikmah” disana. Beberapa hari ini saya sadar ternyata begitu banyak masalah yang menimpa orang disekitar saya. Namun seberapa “gila” mereka, mereka masih mempunyai kekuatan positif. Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan orang sedang mengalami masalah, dari ekonomi hingga urusan kuliah, namun dia tetap mau berusaha membantu saya. Walau pada awalnya saya agak ragu dengan dia karena CARAnya yang mungkin belum tepat. Namun ternyata setiap orang mempunyai cara sendiri untuk berbuat baik.

Hal ini coba saya refleksikan dengan keadaan saya. Ternyata saya juga sama saja. Saya terkadang sering kali melakukan hal-hal atau cara-cara yang mungkin “aneh” bagi sebagian orang. Saya sering kali asal ngomong/coment/chatz. Terkadang “kepolosan”an tidak bisa diterima sebagian orang. Saya mungkin kurang memahami konteks maupun terlalu beranggap semua pasti tidak apa-apa. Atau bahkan beranggpan pasti dia sepaham, sepakat dan setuju denganku.

Itulah mengapa masih ada orang yang tidak membalas sms saya (mengapa saya harus membalas sms? baca : ). Mengapa orang lain berlaku kurang menyenagkan kepada saya. Yah, mereka hanya memelakukan “cara” mereka. Saya masih percaya setiap orang adalah pada dasarnya baik dan ingin selalu lebih baik. Dan saat kita belajar memahami, setiap orang ingin berbuat kebaikan dengan cara mereka sendiri.

“apapun yang mereka katakan dan lakukan kepadamu, terimalah dan ikhlaskan semua. Karena Allah lebih mengetahui apa yang dihatimu”

Nb: maaf untuk setiap caraku yang belum bisa dipahami +)

Sabtu, 24 April 2010

The Power of Empathy 3

6 comments


Setelah belajr tentang apa itu empati dan beberapa aspek didalamnya. Kita sekarang akan belajar bagaimana agar bisa mengembangkan empati dan beberapa hal yang bisa mengasah The Power of Empathy.
Seperti yang saya ungkapkan dalam the power of empathy 2. Empati merukapan kemampuan yang bisa kita pelajari dan bisa ditingkatkan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mengembangkan kemampuan ini? Berikut ini langkah-langkah yang bisa mengembangkan kemampuan emapti :
1.Benar-benar mengakui keadaan orang lain apa adanya
2.Akui orang lain apa adanya. Jika orang tersebut mempunyai “sejarah” kelam, coba hargai dan pahami. Memahami situasi orang lain dimasa lalu akan membantu kita memahami orang tersebut dimasa kini
3.Mengembangkan kemampuan memahami perasaan/emosi diri dan orang lain
Coba perkaya emosi atau perasaan yang ada. marah, jengkel, sedih, sakit hati, senang, bersemangat dsb. Coba gali semua bahasa emosi, hal ini akan lebih mempeluas pemahaman Anda tentang emosi orang lain
4.Mengalami banyak pengalamaan dengan segala perubahan dan tantangan
Semakin sering Anda mengalami perubahan dan tantangan semakin kaya pengalaman hidup Anda. banyak hal yang bisa terjadi, banyak hal yang mempengaruhi kondisi sesorang. Dan saat Anda mempunyai “bekal” lebih Anda akan lebih mudah memahami situasi orang lain
5.Berpartisipasi dalam lokakarya keterampilan Empati
6.Lakukan kepada orang lain seperti Anda ingin mereka lakukan untuk orang yang Anda cintai
7. Apakah pekerjaan sukarela untuk membantu orang lain; organisasi sosial seperti penyelamatan spesies langka, peduli lingkungan dll Menjadi relawan di Panti social Jompo, Tuna netra dll

8.Dapatkan terlibat dalam kegiatan kelompok atau masyarakat Ikut kerja bakti di lingkuangan
9.Membaca buku biografi tokoh inspiratif dan mencoban visualisasikan diri Anda dalam posisi “kepahlawanan” mereka.

Ada ide lain?? =)

Senin, 19 April 2010

The Power Empathy 2

12 comments


Setelah kemarin membahas mengenai tentana apa itu empati. Namun sebelum kita belajar lebih dalam lagi tentang kemampuan ini, mungkin ada beberapa hal yang perlu saya tekanankan lagi. Pertama tentang kemampuan emapti ini. Maksudnya? KEMAMPUAN atau ketrampilan empati, kenapa saya sebut KEMAMPUAN, karena empati adalah suatu hal bisa dipelajari dan ditingkatkan. Seperti kemampuan bahasa atau bersepeda, semakin kita asah maka semakin HEBAT kemampuan kita.

Jika kemarin masih bingung apakah empati itu baik atau buruk, sekali lagi empati bukanlah norma atau hal yang berkaitan baik atau buruk. Jika ada yang berduka maka bukan “sebaiknya” berempati, namun empati menjadi suatu alat (baca: kemampuan) untuk memahami perilaku, perasaan atau kondisi orang lain.

Lalu pertanyaan selanjutnya, Apa sih hebatnya kemampuan ini? Kemampuan ini dipandang sebagai kunci menaikkan intensitas dan kedalaman hubungan kita dengan orang lain (connecting with). Hal ini bisa kita lihat saat kita sedang mengalami masalah maka kita akan lebih dekat dan percaya kepada orang-orang memahami apa yang kita rasakan atau pikirkan. Kita akan lebih merasa nyaman bila ada orang bisa berempati dengan kita

Kemudian gimana caranya agar kita berempati? Salah satu syarat untuk mengembangkan kemampuan ini adalah kesadaran diri. Anda harus mampu mengenali diri sendiri sebelum memahami orang lain. Dengan mengenali diri sendiri kita akan lebih mudah untuk menempatkan diri pada perspektif atau kondisi orang lain tanpa kehilangan objektifitas.

Selain kesadaran diri, kemampuan empati ini juga mempunyai beberapa aspek dasar seperti: 1) Cepat menangkap isi perasaan dan pikiran orang lain (understanding others), 2. Memberikan pelayanan yang dibutuhkan orang lain. Memberi bukan mengambil (Service Orientation), apalagi memanipulasi, 3. Merasakan kebutuhan perkembangan orang lain dan untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan masukan-masukan positif (developing others)(baca : ), 4. Mengambil hikmah atau pelajaran dari keragaman. Mengambil manfaat dari perbedaan, bukan menciptakan konflik dari perbedaan (leveraging diversity).

Berikutnya kita akan belajar tentnag bagaimana mengembangkan empati dan beberapa hal yang bisa mengasah The Power of Empathy. Sabar yah:)

(bersambung lagi :D)

Minggu, 11 April 2010

The Power of Empathy

7 comments



Kalau Anda membaca postingan saya tentang pengembangan diri maupun komunkasi efektif(seperti melakukan umpan balik, asertif, mendengarkan dll). Anda akan memahami salah satu poin penting untuk mengembangkan diri adalah kemampuan berempati. Empati? Apa sih sebenarnya empati itu?

Empati merupakan Kemampuan untuk menyadari, memahami dan menghargai perasan dan pikiran orang lain. Empati merupakan “penyelarasan diri” terhadap apa, bagaimana dan latar belakang perasaan dan pikiran orang lain sebagaimana orang tersebut memikirkan dan merasakan. Jadi, Empati bukan hanya melakukan sikap baik yakni seperti mengutarakan pernyataan sopan dan menyenangkan seperti pada umumnya.

Lalu apa Beda dengan simpati? Simpati biaanya mengutarakan secara lisan tanggapan dan perasaan mengenai keadaan yang dialami orang lain. Biasanya simpti diawali dengan kata “saya” atau “…saya” (akhir/tengah) dan mencerminkan pandangan pembicaran contohnya “saya turut berduka cita atas musibah yang dialami Anda”. Sedangkan empati biasanya diawali dengan perkataan “ “Anda “ contohnya “ Anda pasti merasa sedih terhadap situasi ini”. Jadi empati bukan sekedar menyatakan perasaan kita saja tapi juga berusaha memahami perasaan orang lain secara tepat

Berarti kita harus sepakat dengan orang lain dong? Tidak juga, Bersikap Empati tidak harus sepakat atau menerima pendapat orang lain. Empati pada dasarnya menyetujui bahwa pihak lain memiliki pendapat sendiri. Dengan ungkapan yang empatik kita mengetahui keberadaan pendapat itu tanpa menyampaikan pendapat mengenai keabsahannya

(bersambung) ^^

Senin, 22 Maret 2010

Agar Asertif, bukan agresif

11 comments


Sangat menarik membahas tentang asertifitas ini. Setelah posting lalu banyak yang Tanya tentang hal tersebut, maka saya coba “menceritakan” lebih jau tentang asertifitas ini.
Pertama tentang pemahaman tentang asertifitas itu sendiri. Udah paham belum?? Cek lagi di posting seblumnya :D
Lalu bagaimana jika kamu takut menyinggung perasaan orang lain?
Nah inilah bedanya asertif dengan agresif dan pasif. Asertif merupakan titik tengah kedua hal tersebut. Perilaku agresif cenderung untuk tidak melihat atau tidak menghargai kepentingan orang lain. Perilaku agresif ini cenderung “menyerang” orang lain serta menyalahkan orang lain tanpa dilandasi alasan yang kuat. Sedangkan perilaku pasif cenderungan menerima dan bahkan menyerah pada semua hal yang terjadi, sekalipun hal tersebut tidak sesuai dengan dirinya. Perilaku ini cenderung memendam emosi serta menghindari pengungkapan pendapat

Lalu gimana caranya agar asertif dan tidak agresif?
Selain memakai pernyataan aku yang telah dijelaskan sebelumnya. Kamu juga bisa menggunakan rumus ini : empati-situasi-permintaa/pernyataan. Contohnya :empati: “aku tahu kamu sudah berusaha untuk menepati janji…”, pernyataan terhadap suatu masalah atau situasi: “namun saat kamu sudah melanggar dua janji yang telah kita sepakati, aku merasa kecewa..”, permintaan/pernyataan “sekarang, dapatkah kita membuat kesepatakan agar kamu bisa menepati janji lagi?”
Selain itu ada jurus lain yaitu dengan beberapa langkah sebagai berikut :
1.Pernyataan penguatan
Gunakan kata “YA” sebagai bentuk pemahaman kamu terhadap permasalahan yang ada. jika kamu langsung mengatakan “TIDAK”, orang lain akan merasa berseberangan dan akan kurang menyukai pendapat kamu.
2.Pernyataan Pemahaman
Gunakan pernyataan yang menunjukan kepedulian kamu dengan orang lain tersebut. Tunjukan bahwa kamu benar-benar memahami permasalahan yang ada. contohnya : “Sebagai seorang yang aktif dalam organisasi, saya bisa memahami tanggung jawab posisi kamu” atau “sebagai teman, saya bisa memahami kesulitan yang kamu hadapi”
3.Memperlihatkan posisi
Hal ini digunakan untuk menjelaskan kepada orang lain proses atau posisi kamu. Misalnya :
“tapi aku ingin mengatakan kepada kamu tentang pendapatku” atau “namun kalau boleh saya berpendapat..”
4.Pernyataan alasan
Berikan alasan tentang pandangan kamu. Hal ini akan memberikan pemahaman terhadap orang lain terhadap posisi kamu.
5.Tidak setuju
Hindari kata “maaf”. Gunakan bahasa yang tegas dan perkuat dengan bahasa tubuh kamu. Misalnya “jadi, aku tidak setuju dengan kamu” atau “jadi, aku pikir pendapat kamu salah”. Penggunakan kata “JADI” ini sangat penting karena akan membuat kesimpulan kamu menjadi logis dan alami

Dan jika perlu, kamu bisa menambahkan ke tahap berikutnya, yaitu
6.Berkompromi
Pernyataan ini merupakan pilihan yang bisa digunakan. Hal ini bisa membantu untuk memperoleh apa yang kamu inginkan

Contohnya :
Posisi : kamu diminta untuk tinggal sampai larut malam
1.Penguatan : “Ya, aku tahu”
2.Pemahaman :”sebagai teman kita harus sering menghabiskan waktu bersama”
3.Memperilhatkan posisi : “tapi aku ingin mengatakan kepadamu”
4.Alasan : “aku harus pulang karena ibuku sedang dirumah sendirian. Aku harus menemaninya malam ini”
5.Tidak setuju: “jadi, saya tidak bisa untuk tinggal disini sampai larut malam”
6.Kompromi : “bolehkan aku kesini lagi besok?

Silahkan untuk asertif )

Kamis, 18 Maret 2010

Mencoba untuk asertif

10 comments


Untuk sekiankalinya seorang teman tidak bisa hadir dalam pertemuan. Padahal seblumnya dia berkomitmen untuk masuk ke dalam tim dan ingin berjasama dengan yang lain. Namun ini sudah ketiga kali dalam minggu ini. Pertama tidak masalah karena alasan masih diluar kota, kedua ternyata terjadi mispersepsi tempat pertemuan kita, dan yang ketiga yang membuat saya kembali bertanya adalah dia tidak bisa datang karena kendaraan pribadinya dipinjam teman. Kok bisa? Dalam hati bertanya.

Terkadang kita memang kecewa terhadap perilaku orang lain. Kita harus bisa menyatkakan keberatan kita tersebut. Kita harus mampu bersikap asertif. Asertif? Apa itu? Kemampuan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, keinginan dan kebutuhan secara tegas dan jujur. Hal ini dilakukan dengan menghargai pendapat dan perasaan orang lain sehingga tidak merugikan orang lain

Salah satu taktik untuk asertif adalah menggunakan Pernyataan “aku”. Menggunakan kata aku merupakan salah satu bentuk pengembilan tanggung jawab terhadap apa yang Anda rasakan. Hal ini akan memperjelas perasaan Anda saat melakukan komunikasi dengan orang lain

Pernyataan “aku” ini mempunyai tiga bagian, yaitu: perasaan atau keinginan, gambaran terhadap situasi dan dampak situasi tersebut terhadap Kamu. Pernyataan ini bisa menggunakan formula : Aku merasa (ingin, tidak suka dll)_____, saat_____, karena______. Contohnya : “Aku merasa marah saat kamu tidak tidak menetapi janji, karena hal telah menggangu kegiatanku dengan orang lain”

Jumat, 12 Maret 2010

Rahasia negosiasi : bernegosiasi untuk mencipatkan nilai tambah

6 comments


Setelah kita mempersiapkan dengan baik negoisasi tersebut, kita masuk ke tahap bagaimana melakukan negoisasi yang efektif. Namun untuk melakukan negoisasi ada satu hal yang harus Anda perhatikan lebih dahulu, yaitu bagaimana mengembangkan filosogi sama-sama menang dalam negoisasi. Setiap orang pasti ingin menang, namun alangkah baiknya jika semua pihak juga tidak merasa dirugikan atas “kemenangan” pihak lain.

Sama-sama menang ini seyogyanya tidak saja menghasilkan kompromi saja, yang mengharuskan satu pihak merasa “mengalah”. Namun juga harus ada sinergi yang bisa menimbulkan nilai tambah dari negosiasi tersebut. Contohnya, beberapa saat yang lalu saya bernegoiasasi dengan teman untuk membantu saya menulis artikel disebuah website. Tentunya saya terbantu oleh dia karena mengurangi beban saya, dan juga dia merasa senang karena tulisanya diapresiasi dengan baik. Tapi tidak sebatas itu, kita juga mendorong untuk membuat kumpulan artikel untuk dibuat sebuah buku. Hal inilah yang dimaksud bersinergi untuk menciptakan nilai tambah.

Bagaimana dengan kamu? Siap bernegoiasasi untuk menciptakan sinergi? Berikut ini hal-hal yang harus kamu perhatikan saat melakukan negoisasi :
1.Meraih perhatian,
Gunakan “rahasia mencipakan kesan pertama”. dapatkan perhatian dari pihak lawan. Tunjukan bahwa proses negoisasi ini akan berjalan “menarik”

2.Melatih pemahaman
latihlah pemahaman kamu. Coba pahami apa yang diingkan pihak lain. Berusahalah memahami dulu sebelum Anda ingin dipahami orang lain.

3.Membangun minat dan keyakinan
ungkapakan hal-hal yang menarik yang kamu tawarkan. Buat pihak lain merasakan manfaat yang bisa kamu berikan. Bangun keyakinan bahwa apa yang kamu negoisasikan menguntungkan kedua belah pihak

4.Mengatasi keberatan
terkadang apa yang pihak lain tawarkan tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan kamu. Cobalah untuk memahami dan beranilah terbuka. Jika hal tersebut membuat kamu keberatan, ungkapkan. Beri alasan yang bisa diterima. Dan berilah alternatif lain yang bisa saling menguntungkan.

5.Mengajak membuat keputusan.
Arahkan untuk membuat keputusan bersama. Setiap tahap negoisasi mempunyai keterbatasan waktu. Kamu harus mampu membuat keputusan bersama. Jangan terlalu lama menunggu. Jika memang harus segera ada keputusan, bersegeralah. Jika memang tidak mendesak, sepakati kapan keputusan bisa dibuat.

Senin, 08 Maret 2010

Rahasia bernegoisasi : Pendahuluan (1)

7 comments


(Setelah beberapa lalu postingan ada variasi beberapa tema (biar ga bosen :D), maka mulai posting kembali ke tema utama: Pengembangan Diri :D)

Anda pasti sering bernegoisasi? Tentu iya, negoisasi bisa dilakukan saat kamu mengingikan sesuatu dari orang tua, atau meminta teman untuk melakukan sesuatau ataupun saat membeli sesuatu di pasar tradisional. Negoisasi juga erat kaitanya saat kamu harus berkerjasama dengan pihak lain, kita membutuhkan pihak lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan atau menutupi kekurangan kita.

Negosiasi merupakan suatu ketrampilan komunikasi, karena didalamnya kita menyatakan pesan dan melakukan pendekatan secara khusus kepada pihak lain untuk mendapatkan tujuan tertentu. Secara sederhana negosiasi terjadi bila orang lain memiliki apa yang kita inginkan dan kita bersedia menukarnya dengan apa yang diinginkan mereka.
Negoisasi ini bertujuan untuk menemukan suatu kesepakatan kedua belah pihak secara adil, dapat memenuhi harapan keduabelah pihak, atau berguna untuk mendapatkan sebuah keuntungan dan/atau menghindari kerugian.

Untuk melakukan negoisasi yang efektif kita harus melakukan persiapan. Persiapannya adalah antara lain,
1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai. Jika perlu bentuk tim negosiasi. Pilih pendekatan dan strategi yang tepat. Buat ikhtisar atau ringkasan tentang alur negoisasi dan pastikan tepat sesuai tujuan
2. mengumpulkan informasi, informasi ini terkait dengan konteks yang ingin kita negoisasikan maupun tentang “lawan” negoisasi Anda. usahakan untuk lebih mengenal profil pihak lawan negosiasi, karena semakin banyak mengenal profil lawan maka semakin menambah percaya diri dan semakin siap memasuki proses negosiasi.coba identifikasi lawan komunikasi kita (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana)
3. Memilih pendekatan komunikasi yang tepat gunakan semua jurus komunikasi efektif yang pernah saya postingkan (mendengarkan, memberikan umpan balik, mengajukan pertanyaan, menciptkan kesan pertama yang “menggoda”)
4. Ciptakan suasana yang mendukung. Pilihlah tempat yang kondusif. Jangan sampai ada gangguan dalam proses ini. Dan yang tidak kalah pilihlah waktu yang tepat.

(bersambung)

Rabu, 24 Februari 2010

Rahasia Agar Orang Lain Mau Melakukan Apapun Untuk Anda

13 comments


Sangat menyenangkan bila permintaan kita dikabulkan orang lain. Beberapa waktu lalu saya mencoba meminta beberapa teman via Facebook untuk membantu untuk tagging photo sebuah pengumuman. Dan hampir kesemuan teman saya mau melakukannya. Ajaibnya hampir semuanya adalah Teman maya dan belum pernah berjumpa didunia nyata. Bagaimana caranya agar orang lain bisa terbujuk oleh permintaan kita, walaupun orang tersebut belum mengenal sepenuhnya diri kita?

Bagaimana dengan Anda? seringkah mengajukan permintaan kepada orang lain? Jika iya, seberapa sering orang lain tersebut mengabulkan permintaan Anda. Jika orang lain jarang memenuhi permintaan Anda, berarti Anda perlu mengetahui rahasia ini. Rahasia membujuk (persuading). Membujuk? Apa itu? membujuk merupakan komunikasi yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang dengan tujuan agar pihak lain mau mengikuti dengan sukarela keinginan seseorang tadi
Berikut ini beberapa taktik agar Anda berhasil membujuk orang lain :
1. Bangun kredibilitas

2. Gunakan prinsip kesukaan : orang lain menyukai orang yang menyukainya

3. Buat bujukan Anda itu spesial dan unik (langka)

4. Melakukan dengan konsisten

5. Apa yang Anda lakukan pasti kembali kepada Anda

6. Gunakan pengaruh sosial

7. Gunakan teknik mirroring (meniru)

8. Waktu yang tepat

9. Jawaban “ya”

10. Jelaskan dengan baik dan sopan

11. Sajikan bukti dan alasan

12. Perhatikan kepentingan pihak yang sedang kita bujuk.

Artikel lengkap bisa Anda baca di : http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/

Kamis, 11 Februari 2010

Rahasia Membangun Kredibilitas

15 comments


Beberapa waktu lalau, teman saya menceritakan bahwa dia mendapat “tantangan” baru. Sebagai seorang mahasiswa, ia harus memberikan pelatihan bagi ibu-ibu yang jauh diatas umurnya. Bagaiamana mungkin seorang yang masih muda memberi pengaruh bagi orang yang jauh lebih berpengalaman? Tentunya hal ini tergantung kita membangun kredibiltas kita. Kredibilitas menjadi penting karena hal ini akan menjadi salah factor yang bisa mempengaruhi manusia. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membangun kredibilitas?

Menurut graham Jones (penulis piramida kredibilitas), kredibilitas tergantung pada 4 elemen yaitu pengetahuan (10%), Fokus (15%), Anthusiasme (25%) dan perhatian dan kepedulian terhadap audien/orang lain (50%). Jadi memang ternyata bagaimana kita menunjukan perhatian dan kepedulian merupakan cara yang paling efektif untuk membangun kredibilitas kita. Orang lain akan lebih percaya kepada Anda jika Anda memang menunjukan perhatian dan peduli terhadap masalah atau apapun menyangkut orang tersebut.
Berikut ini merupakan beberapa tips untuk membangun kredibilitas :
1. Sampaikan kompetensi Anda.
Ungkapkan kompetensi apa saja yang Anda miliki. Tunjukan capaian yang pernah Anda capai. Sampaikan bahwa Anda memang pantas membawakan materi, topic atau permasalahan dalam situasi tersebut. Jika Anda belum punya pengalaman sampaikan pandangan atau pengetahuan special Anda. Tunjukan kekuatan Anda. Dan jangan sampai Anda berbohong, sampaikan fakta yang ada.

2. Pahami orang lain/audien
Anda harus memahami dengan siapa Anda berkomunikasi. Coba pahami sudut pandang mereka. Cobalah gunakan prinsip atau nilai-nilai yang dipegang audien tersebut. Pastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tersebut sesuai dengan kebiasaan dan budaya mereka.

3. Berbicaralah dengan lugas dan ekspresikan ide Anda dengan tegas
Berbicaralah jangan terlalu cepat atau lambat. Jangan ragu dengan pendapat Anda. Bila Anda salah akui, dan beri dasar atau alasan yang bisa dipahami oleh orang lain. Dan hindari kebiasaan mengatakan “hmm..”, “ee..” ataupun kebiasaan lain yang berlebihan. Hal ini bisa mengurangi kredibilitas Anda.

4. Gunakan alasan yang jelas dan menyakinkan
Apapun pendapat Anda pastikan mempunyai dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sampaikan secara jelas dan lengkap jika perlu. Berikan fakta atau bukti yang mendukung. Dan beri contoh yang konkret dan bisa dipahami oleh audien

5. Menyentuh emosi
Keputusan manusia lebih banyak dipengaruhi oleh emosi dibanding logika. Sentuh emosi mereka, hal ini akan memberikan pengaruh yang lebih kuat daripada hanya sekedar memberikan alasan logis saja. Cara menyentuh emosi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : (a) menggunakan kata atau kalimat yang menggungah emosi. Hal ini tergantung topic yang disampaikan. Contohnya : “saya sangat bergairah melakukannya, hal ini juga akan membuat Anda bersemangat” (b). ceritakan tentang pengalaman pribadi. Tunjukan bahwa Anda pernah mengalami, jelaskan dengan rinci dan gambarkan keadaan emosi anda saat itu. (c) apa adanya. Keluarkan apa yang ada didalam hati anda. jangan berpura-pura. Jika apa yang Anda sampaikan itu sesuai dengan hati nurani Anda, maka akan mempunyai “ruh”. Hal ini akan memberikan dampak yang begitu kuat. Seperti kata pepatah “ jika hanya dari mulut saja, maka hanya akan sampai ke telinga. Namun jika berasal dari hati, maka bisa menancap di sanubari”

Jumat, 29 Januari 2010

Cara Ampuh memberikan umpan balik

10 comments


Anda sering memberikan komentar terhadap perilaku orang lain? Atau bagi para blogger sering ngasih komen ke postingan teman ngeblog?
Kalau iya, berarti Anda sedang memberikan umpan balik (feed back).Umpan balik ?? apaan tuh?
Umpan balik atau feedback merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut mengetahui dampak perilakunya terhadap anda atau orang lain.
Dalam memberikan umpan balik ini terdiri dari dua macam, yaitu umpan balik positif dan umpan balik negative. Umpan-balik positif lebih bisa diterima daripada yang negatif. Hal ini bisa dipahami karena sebagian besar manusia lebih menyukai hal positif yang ada dalam diri mereka ketimbang “bad news” tentang dirinya. Dan bila Anda ingin memberikan Umpan balik negatif, maka agar bisa diterima utarakan seobyektif mungkin disertai oleh informasi atau data lain yang mendukung.
Berikut ini beberapa tips dalam pemberian umpan balik
1.Fokuslah pada perilaku yang spesifik.
Hindari kalimat seperti ini : “Perilakumu sangat tidak baik” atau “Saya sangat terkesan dengan penampilan anda”. Lebih baik jika kita katakan : “Kemarin kamu terlambat sepuluh menit” atau “pakaian yang Anda pakai cukup cocok dalam acara ini”
2.Jaga agar tetap bersifat “impersonal”.
Upayakan, walau anda dalam situasi marah sekali pun, jangan mengkritik kepribadian seseorang. Misalnya: “Dasar pemalas, pembohong” atau kata-kata yang menunjukan sifat seseorang. Lebih baik kritik tindakannya Misalnya : “Dalam satu bulan ini kamu sudah lima kali tidak datang acara kita”
3.Berikan segera setelah perilaku ditampilkan
Umpan-balik akan sangat bermakna bagi pihak penerima, jika dilakukan segera setelah perilaku tertentu ditampilkan. Misalkan memberikan tepuk tangan atas tampilan pembicara, atau teguran atas kesalahan yang dilakukan baru saja.
4.Mudah dipahami
Pihak yang diberi umpan balik harus memahami isi dari umpan balik yang diberikan kepadanya.Gunakan bahasa yang sesuai dengan kondisi orang tersebut.

Nb: kasih aku feedback yah^^. Sm2 baljar ni

7 cara membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain (networking)

12 comments



Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Orang lain akan menutupi kelemahan atau menambah kekuatan kita. Namun untuk membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain bukanlah perkara mudah. Tidak jarang kita gagal membangun hubungan karena kita tidak siap
Ini mungkin beberapa cara membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain :
1.Tentukan tujuan
Tentukan dengan jelas mengapa Anda harus bekerjasama. Apa yang Anda dapatkan? Apa yang bisa Anda berikan? Saat Anda bisa menjawab pertanyaan ini Anda bisa mencari pihak yang tepat untuk diajak kerjasama. Hal ini akan membuat Anda lebih efeketif dan focus pada tujuan Anda.

2.Siapakan profil
Siapkan beberapa materi tentang Anda. gali latar belakang Anda buat menjadi sebuah cerita tentanga Anda (atau organisasi Anda). temukan hal-hal menarik. Orang biasanya menyukai cerita. Hal ini cukup menarik ketika Anda mulai menceritakan “Anda itu siapa”.

3.Buat kesan positif
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” begitu kiranya sebuah tagline sebuah brand terkenal. Kesan pertama memang sangat penting. Banyak orang tidak punya banyak waktu. Berikan kesan positif yang apa adanya. Jangan berlebih-lebihan. Hal ini bisa merusak hubungan dikemudian hari.

4.Fokus pada kualitas bukan kuantitas
Anda bileh membuat sebanyak mungkin jaringan kerjasama. Namun anda harus bisa memlih prioritas mana yang bisa anda bangun kualitas hubungannya. Cari yang benar-benar Anda butuhkan dan memberikan manfaat lebih banyak. Sesuaikan juga dengan kondisi Anda.

5.Hargai pendapat dan kebiasaan mereka
Setiap orang (atau organisasi) mempunyai kebiasaan dan budaya sendiri. Hargai pendapat atau kebiasaan mereka. Jangan pernah membandingkan dengan orang atau organisasi lain yang Anda anggap lebih baik. Sadarilah setiap orang atau organisasi mempunyai keunikan sendiri.

6.Tunjukan antusiasme
Tunjukan bahwa anda sangat senang bisa mengenal orang atau organisasi tersebut. Lakukan dengan tulus. Cobalah untuk memahami dan mengenal mereka secara mendalam lebih dahulu. Orang akan lebih senang bila orang lain mengenal dan mau memahami mereka.

7.Tawarkan bantuan
Jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Jika Anda memang merasa sanggup untuk membantu, mengapa Anda menunggu mereka meminta? Bersikaplah proaktif. Bantuan yang Anda berikan pasti kembali pada Anda suatu saat nanti.

Jumat, 22 Januari 2010

Pertanyaan yang membuat HEBAT orang lain

10 comments


Mengajukan pertanyaan memang mudah. Namun bagaimana pertanyaan itu bisa mengubah orang lain, bukanlah hal yang gampang. Bukannya membuat hati orang yang ditanya senang, malah sebuah pertanyaan bisa menjadi bumerang bagi kita. Tapi jika kita mampu mengajukan pertanyaan yang tepat hal ini bisa memberi pengaruh positif.

Bagaimana bisa member pengaruh positif? Memang gampang-gampang susah. Seperti kita ketahui, pertanyaan merpakan senjata yang digunakan psikolog, mentor, trainer ataupun orang yang berkecimpung dalam transformasi manusia. Para orang-orang tersebut menggunakan pertanyaan untuk mengubah focus orang. Hal ini juga tentunya mengubah perasaan orang tersebut. Ketika ada seseorang yang sedang mengalami masalah dan ada yang menanyakan “apakah yang Anda pelajari dari situasi ini?”. Maka orang tersebut akan mengubah fokusnya dari memikirkan permasalahan yang ada menuju focus pada solusi atau pelajaran yang bisa didapatkan.

Ini mungkin beberapa tips dalam mengajukan pertanyaan
1.Bertanya sebelum memanggil nama orang tersebut
Ajukanlah sebuah pertanyaan, lalu beri waktu orang lain untuk berpikir. Dan sebut namanya untuk menguatkan dengan sapa Anda bicara. Contohnya, “apa yang kamu risaukan tentang hal ini?... Ega?”.
2.Mengunakan pertanyaan terbuka

Cobalah untuk menggunakan pertanyaan terbuka yang bisa membuka sisi kreatif sesorang. Jangan gunakan pertanyaan tertutup seperti “apakah ini cocok untuk kamu?” (yang hanya membutuhkan jawaba ya-tidak, setuju-tidak setuju, dll). Tapi gunakan pertanyaan terbuka, seperti “bisa tidak kamu gambarakan cowok yang kamu inginkan itu seperti apa?”
3.Memahami perbedaan budaya dan linguistic orang lain
Coba cermati budaya dan penggunakan bahasa yang digunakan orang lain. Jangan mencoba mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sensitive bagi orang tersebut. Mungkin bagi kita tidak masalah namun, bagi orang dengan budaya lain bisa berbeda. serta pilihlan kata atau bahasa yang bisa diterima mereka.
4.Gunakan “jurus mendengarkan
Saat Anda berkomunikasi dengna orang lain, mau tidak mau anda juga menggunkan teknik ini. Cobalah menjadi pengengar yang efekti maka Anda bisa mengajukan pertanyaan yang berkualitas

Selasa, 19 Januari 2010

Rahasia sebuah pertanyaan

13 comments


“Semua kemajuan manusia didahului dengan pertanyaan-pertanyaan baru” A Robbins
Setiap Anda bertanya pasti mendapatkan jawaban. Pertanyaan yang kita ajukan pada diri sendiri maupun orang lain merupakan proses evaluasi dan penciptaan makna. Pertanyaan akan mengarahkan fokus kita serta bagaimana kita berpikir dan bagaimana perasaan kita.

Pemilihan pertanyaan yang baik akan mendapatkan jawaban yang baik. Dan pertanyaan yang berkualitas akan menciptakan kehidupan yang berkualitas. Ketika Anda mengalami musibah, sebagian orang akan menyakan, “mengapa harus aku? Mengapa Allah tega melakukannya kepadaku? Mengapa kehidupan ini tidak adil?”. Namun disisi lain, ada orang yang menyakan dengan pertanyaan lain, “bagaimana aku bisa memanfaatkan keadaan ini? Hikmah apa yang bisa saya dapatkan?”.

Dan tentu saja akan ada perbedaan besar ketika kita mengajukan pertanyaan. Orang yang mengajukan pertanyaan yang tepat (“Bagaimana aku bisa memanfaatkan keadaan ini? Hikmah apa yang bisa saya dapatkan?”.) akan mendapatkan hasil positif. Hal ini akan mendorong untuk mengubah kesulitan-kesulitan yang ada seta menjadikan dunia kita menjadi lebih baik. Berbeda ketika kita mengajukan pertanyaan pertama (“mengapa harus aku?”) yang hanya akan membuat Anda tengelam dalam kondisi tersebut.

“Barang siapa tidak mampu bertanya, tidak mampu hidup.” Pepatah lama


Memberikan pertanyaan yang tepat kepada diri sendiri merupakan kunci dari pemecahan masalah. Jika Anda bisa mengembangkan pertanyaan yang konsisten Anda akan mampu memberdayakan diri Anda. ini beberapa pertanyaan yang bisa mengubah diri Anda menjadi lebih baik lagi
1.Pertanyaan-pertanyaan ketika menghadapi masalah
Apa yang luar biasa dalam masalah ini?
Apa yang belum sempurna?
Apa yang sanggup kulalukan untuk menjadikannya seperti yang saya inginkan?
Apakah yang tidak saya lakukan untuk menjadikan seperti yang kuinginkan?
Bagaimanakan aku bisa menikmati prosesnya sementara aku melakukan apa yang diperlukan untuk menjadikan seperti yang saya inginkan?

2.Pertanyaan yang membuat Anda Luar biasa
Apaka yang menjadikan aku bahagia dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan akau bersemangat dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan aku bangga dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan aku bersyukur dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang paling kunikmati dalam kehidupanku sekarang ini?
Terhadap apakah aku berkomitmen dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang telah aku kontribusikan hari ini?
Bagaimana saya bisa memanfaatkan hari ini untuk menambah kualitas hidup ini?
Apa yang saya pelajari hari ini?
Jika ini adalah hari terakhir saya di dunia ini, apa yang harus saya lakukan?

Rabu, 13 Januari 2010

Mengungkap keajaiban mendengarkan (bag 2)

12 comments
Mendengarkan memang salah satu kemampuan penting manusia. Kemampuan mendengarkan ini sangat dibutuhkan seorang pemimpin dalam mendengar aspirasi dari bawahannya. Hal ini juga dibutuhkan sepasang suami-istri dalam menjalin hubungannya atau saat seorang sahabat curhat dengan kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mendengarkan secara efektif?

Mendengarkan secara efektif ini bisa terjadi ketika kita mampu menangkap isi pesan atau memahami maksud dari pembicara. Setidaknya ada 2 cara agar Anda bisa mendengarkan secara efektif
1. Mendengarkan secar aktif
Mendengarkan secara aktif ini merupakan cara mendengarkan untuk memperoleh informasi lebih, meningkatkan pemahaman tentang pandangan seseorang, atau agar bisa bekerjasama secara efektif dengan orang lain. Pendekatan ini tidak hanya mempelajari dan mengingat apa yang dikatakan tapi juga mengkomunikasi minat terhadap bahan pembicaraan.

Mendengarkan aktif bisa dilakukan dengan:
Melihat dan mendengarkan secara antusias
Menggunakan kontak mata secara aktif. Posisi tubuh yang baik dan ekspresi wajah yang menunjukan penuh perhatian. Hindari bahasa tubuh yang mengganggu seperti bermain pensil atau menggambar. Dan tunjukan beberapa pendapat seperti “oke”, “terus..” sehingga mendorong orang untuk melanjutkan pembicaraan
Adopsi pandangan orang tersebut
Coba pahami sudut pandang pembicara. Tahan untuk mengungkap reaksi atau pendapat hingga dia selesai mejelaskan. Berempatilah dengan sudut pandang orang tersebut. Pahami perasaanya bukan hanya perkataannya. Dan coba respon dengan menggunkan sudut pandang orang tersebut, bukan sudut pandang pribadi.
Klarifikasi pemikiran dan perasaan orang tersebut
Coba klarifikasi apa yang telah dibicarakan. Saat pembicara berhenti, coba Tanya dengan pertanyaan terbuka seperti “Bagaimana perasaan Anda tentang X?”, “bisakah anda ceritakan tentang X?”, “Apa pendapat anda tentang X?”. Gunakan cara refleksi untuk memahami perasaan pembicara seperti “Jadi, apakah Anda puas dengan perkembangan X?”

2. Merefleksikan
Tipe reflecksi ini biasa digunakan dalam teknik konseling, hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang pikiran dan khususnya perasaan orang. Biasanya teknik ini digunakan untuk membantu sesorang untuk mengeksplorasi pemahaman sesorang tentang sesuatu.

Mencerminkan perasaan dan pemikiran pembicara.

Menyatakanlah kembali apa pembicara katakan untuk mengetahui pemahaman kita, contohnya: " Jadi, kamu tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu?" "Menurut kamu waktu yang diberikan tidak cukup?"). hal ini digunakan juga untuk memahami perasaan pembicara "Kamu tampak merasanya tidak tertarik dengan masalah ini sebab tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu?"). Cobalah untuk menginterprestasi perasaan orang tersbut, seperti :” Anda tampak marah dengan kondisi saat ini”
Hal ini bisa Anda lakukan dengan melakukan penekanan atau pengaturan intonasi terhadap perasaan yang mungkin dialami oleh pembicara.

Merespon daripada memimpin pembicaraan
Saat lawan bicara mengutarakan pemikiran dan perasaan. Jangan sampai anda mengarahkan kepada sesuatu yang minati. Ambilah sikap netral. Anda cukup memberikan respon dari apa yang diungkapkan lawan bicara Anda. “jadi Anda merasa terpaksa melakukan tugas ini?”. Cobalah untuk tetap menggunakan paradigma pasangan Anda. Coba gali lagi dengan pertanyaan seperti : “Mengapa?”


Merespon kepada perasaan daripada isi yang disampaikan

Coba tangkap perasaan yang dialami oleh lawan bicara Anda. Hal ini mempunyai banyak makna lebih daripada apa isi yang disampaikan. Anda akan membantu lawan bicara Anda mengekspolarasi diri lebih banyak lagi ketika hal ini menyangkut perasaanya (contoh : “Jadi kamu kecewa ketika X tidak datang?) daripada isi (“Mengapa X tidak membantu Anda?”. memahami perasaan seorang ini bisa Anda pahami dengan dengan menyakan secara spesifik suatu persoalan (“Anda adalah bawahan Y, dan Anda mendapat tugas yang tidak sesuai dengan bidang Anda?” daripada suatu hal yang bersifat umum (“jadi manajemen disini kurang professional?”.

Minggu, 10 Januari 2010

Mengungkap keajaiban mendengarkan (bag 1)

10 comments
Sering ketemu orang yang ga nyambung?
Diajak ngomong ini tapi jawabnya malah itu? capek deh..

Salah satu hal yang membuat hal tersebut terjadi adalah karena kurangnya kemampuan komunikasi kita. Dah lebih spesifik lagi adalah kurangnya kemampuan mendengarkan. Mendegarkan? Yah, emang kita bisa mendengar apa yang disampaikan tapi terkadang kita tidak “mendengar” apa maksud atau makna yang orang lain sampaikan
Untuk memahami kemampuan mendengarkan ini, setidaknya kita harus mengerti tentang 3 perbedaan level komunikasi yaitu : fakta, pendapat atau keyakinan, dan perasaan atau emosi. Dengan memahami level komunikasi tersebut kita bisa tahu apa sebenarnya yang disampaikan oleh lawan bicara kita. Kamu harus bagian mana yang paling penting ingin disampaikan. Sehingga tidak ada mispersepsi dalam komunikasi tersebut.
Dalam prakteknya, ada salah satu poin penting yang agar Anda bisa mendengarkan secara efektif, yaitu menyingkirkan segala hal yang menghambat pesan tersebut. Beberapa cara yang bisa mengurangi hambatan tersebut adalah :
1. Berhenti bicara.
Ada akan kesulitan jika Anda mendengarkan juga bicara dalam waktu yang sama.
2. Dalam kondisi nyaman.
melakukan komunikasi dengan suasan nyaman dan relaks membuat semua orang bisa berkomunikasi secara efektif. Beri waktu khusus bagi kita untuk berkomunikasi. Sehingga tidak terjadi interupsi.
3. Buang segala gangguan yang mungkin timbul.
Pendengar yang baik sehiarusnya mematikan TV atau radio, atau berhenti membaca buku. Anda harus memberikan perhatian penuh.
4. Berempati.
Terkadang hal yang disampaikan tidak sesuai dengan pandangan kita. Namun hargai pendapatnya. Cobalah melihat dari sudut pandan orang tersebut.
5. Bersabar.
Ada beberapa orang yang kurang pandai menjelaskan sesuatu. Mereka membutuhkan waktu untuk menyapaikan inti permasalahan.
6. Jangan tergesa-gesa memberikan pendapat atau persetujuan.
Jangan langsung memberikan suatu pendapat atau persetujuan dengan cepat. Coba pahami permasalah dengan komprehensif. Dan bila anda terlalu cepat menyimpulkan sesuatu belum tentu hal tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.

(bersambung…..)