Tampilkan postingan dengan label value. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label value. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2011

Hidup Untuk Apa??

0 comments
“Saya memandang (kehidupan) secara berbeda sekarang. Banyak hal yang Anda pikir berguna, ternyata tidak lagi. Karena itulah saya memutuskan untuk menjual semua mobil yang saya miliki. Ketika Anda mengalami penderitaan yang saya alami, semua kendaraan yang Anda miliki tidak layak dan tidak bernilai untuk apapun. Karena itulah saya menjualnya semua dan uang hasil penjualan tersebut akan saya berikan pada yayasan-yayasan penderita tumor dan kanker. “ Eric Abidal (sumber : http://bit.ly/lhRmV5 )




Pernahkah kamu mengalami perubahan prioritas dalam kehidupan ini? Saya yakin setiap orang pasti mengalami suatu pengalaman yang bisa mengubah hidupnya. Seperti Eric Abidal, pasca operasi tumor Livernya dia mengaku kejadian tersebut mengubah hidupnya. Meskipun ia sepenuhnya telah pulih, Abidal menyatakan hal itu merubah hidup dan pandangannya tentang kehidupan.

Pada saat Abidal di ‘divonis’ mengidap tumor, dia sempat frustasi dan mengira karier sepakbolanya akan habis. “Saya pikir, saya takkan bisa bermain lagi,” ungkap bek yang bermain untuk Barcelona, Spanyol.

Kisah tersebut juga memberikan pelajaran bahwa apa yang kita dapatkan di dunia ini ternyata belum tentu kita butuhkan. Rumah mewah, kendaaran keren atau apapun yang yang kita inginkan ternyata tidak bisa mengganti kebahagiaan ini. Dan ketika tiba saatnya, kita hanya bisa melepaskan, mengembalikan “titipan” tersebut.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku." (QS. Adz Dzariyat: 56)


Saya sendiri pernah mengalami beberapa pengalaman yang mengubah pandangan saya tentang kehidupan ini (baca ini dan ini ). Semua berujung pada suatu pertanyaan mendasar : mengapa kita hidup di dunia ini? Untuk apa kita hidup di dunia ini? Dan kemana kita setelah hidup ini (mati). Sebuah pertanyaan yang semestinya bisa kita jawab semenjak kita ada di dunia ini
Bagaimana dengan kamu? Sudahkah mendapat jawaban itu?



photo : Photo credit should read LLUIS GENE/AFP/Getty Images) 2007 AFP (http://bit.ly/mb80C4)

Minggu, 17 April 2011

Cinta Putih

2 comments
“buat apa kaya jika hati tidak tenang, buat apa jabatan jika jiwa jadi risau?”






Pagi (4/04/2011) itu saya mendapat telepon dari Ibunda. Salah satu pesan dari telepon itu adalah saya diminta untuk pulang. Tentu saja sebagai anak yang baik, saya segera menjadwalkan untuk segera mudik ke magelang. Hari itu hari senin, dan Rebo pagi saya baru bisa pulang, karena selasa sore masih ada audiensi dan malem ada dinner dengan @Putuputrayasa

Namun entah kenapa, hari menjadi galau dan tidak tenang. Selasa pagi saya bingun, “besok jadi pulang ni, kenapa ga hari ini saja?”. Kegalauan semakin memuncak siang harinya hingga saya terpaksa menunda audensi dan merelakan tidak ikut dinner. Saya pulang siang itu juga.

Proses ini mengingatkan saya tiga tahun lalu tentang bagaimana saya memutuskan untuk tetap di jogja bukan malah menuju impian (baca : disini)

Saat itu salah satu impian, target dan tujuan setelah lulus adalah kerja diluar Jogja, tepatnya di sumatera/kalimantan. Mengapa? Saya terlalu hidup lama di magelang, walaupun sudah 4 tahun di Jogja. Dan saya termasuk orang yang jarang sekali mendapat kesempatan pergi ke luar kota. Ada keinginan kuat untuk pergi melihat sisi bumi lain. Pernah terbesit untuk jalan-jalan keluar negri, tapi kayaknya lebih menarik kalau keliling indonesia dulu.

Di saat bersemangat untuk mewujdukan mimpi dan harus pergi Jogja-jakarta, saya di telpon dari Ibunda. Entah kenapa saat itu beliau berubah pikiran, awalnya beliau mendukung usaha yang saya lakukan (mencari kerja diluar jogja), beliau ingin saya lebih baik kerja dekat rumah (jogja), “Kalau bisa cari pekerjaan di Jogja aja, deket ma keluarga dan nanti bisa S2 juga kan?” pesan

Saat itu juga sya berpikir ulang dan bertanya kepada diri sendiri. Buat apa saya pergi keluar jawa? (jalan-jalan? Bukankah tidak harus kerja disana?) buat apa saya ke sumatera/kalimantan (dapat cewek asli sana :D). Dan beberapa pertanyaan mendasar dalam hidup ini. Salah satunya apa yang paling penting dalam hidup ini.

“Gagal adalah ketika Anda mendapatkan apa yang Anda inginkan tapi kita tidak bahagia"


Jika kamu sudah membaca tulisan saya tsb. Alhamdulillah saya telah menemukan nilai-nilai terpenting dalam hidup. Dan yang terpenting adalah ketika kita tahu apa yang sebenarnya paling penting dalam hidup ini, kita tidak pernah ragu dalam setiap keputusan kita. Kita tidak pernah menyesal terhadap apa yang kita lakukan karena kita tahu apa yang terbaik bagi kita.