Tampilkan postingan dengan label Social Entrepreneur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social Entrepreneur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Branding ala @tdajogja

0 comments

mau tahu tentang branding? ni simak diskusi lagi teman2 TDA Jogja di Group FB

Apa sih Branding itu? Kenapa perusahaan butuh branding? Bagaimana cara membuat branding? Apa keuntungan dari branding? ini pertanyaan-pertanyaan fundamental yang muncul di benak saya akhir-akhir ini.

Kesimpulan yang saya dapat bahwa branding itu lekat dengan merek usaha kita, yang lalu 'melimpir' ke positioning produk/ jasa kita di masyarakat. Kekuatan branding bukan sekedar muncul dari grafik / warna yang ada di logo atau pernak pernik perusahaan, tapi juga terbentuk dari persistensi yang kita lakukan selama kita menjalankan perusahaan kita.

Persistensi apa? persistensi dalam kualitas produk, persistensi dalam pemasaran, persistensi dalam service, persistensi dalam mengkomunikasikan produk kita, persistensi dalam inovasi, dsb. Intinya persistensi yang kita lakukan dalam usaha kita itulah yang membentuk branding perusahaan kita.

Jadi branding ga bisa dibangun dalam semalam, branding hanya bisa dibangun secara bertahap. Setelah satu konsumen merasakan produk kita, lalu konsumen berikutnya juga merasakan, lalu konsumen yang lainnya lagi juga merasakan produk kita, maka para konsumen itu akan mempunyai suatu persepsi "Oh jadi perusahaan ini tu jualannya yang kaya gini ini to". Ketika persepsi yang dirasakan konsumen itu SECARA SAMA dirasakan kembali di waktu berikutnya konsumen merasakan produk kita, lalu SECARA SAMA dirasakan berulang-ulang kembali, maka terjadilah penguatan branding.

Branding yang semakin kuat, berarti menjadikan perusahaan menjadi semakin terpercaya. Terjadilah viral marketing, pasar semakin terbentuk, semakin banyak juga yang ingin ikut-ikutan, semakin terasa urgent pula bahwa brand harus dipatenkan.

Yang saya rasa, konsep dasar membangun brand adalah sejalan dengan konsep dasar membangun bisnis, yaitu persistensi (istiqomah gak menyerah)

Ini yang saya rasakan (rasakan, karena saya sebenernya ga tau ilmunya) tentang branding. Apa yang kau rasakan? Mungkin ada yang bisa ikutan sharing-sharing, karena saya juga masih mencari-cari jawaban yang paling tepat.

@mastiyok
Top of Form
Hasnil Afrizal Muttaqien "Style Produk/ bisnis yang persisten dan istiqomah, barulah melahirkan branding di benak masyarakat. Kemudian dengan branding itulah segmen masyarakat tertentu yang akan membeli produk atau tertarik dengan bisnis kita. Kalau ingin mulai branding seperti apa, mulailah dari minimal 1 hal kelebihan kita dan kita memang ahli di kelebihan itu."

Hasnil Afrizal Muttaqien : "ok mas, tidak apa apa. berarti branding itu bisa jadi efek bonus dari persistensi kita ya?"
Hasnil Afrizal Muttaqien "ya. Dulu di RSH, kami belum mampu beli seragam dan fasilitas cukup minim, hanya menggunakan apa yang ada saja. Tetapi kami punya 2 hal, yaitu keramahan seperti teman dan ilmu. Jadi keramahan seperti teman dan ilmu itu yang jadi keunggulan. Tinggal digali saja. Sekarang ada yang nyeletuk gini dari salah satu pasien "Saya betah di RSH, karena orang2nya tidak serius banget. Serasa di rumah." dan untuk ilmu, kami malah bagi2kan dan edukasi kan ke masyarakat.  Hasilnya mereka lebih terdidik dan secara sadar memilih RSH mas.Dalam dunia terapi psikologis yang saya geluti dulu, kesadaran adalah puncak tertinggi dari psikis manusia. Mereka memilih bukan karena dipengaruhi oleh harga dan sekedar emosi sesaat. Karena harapannya mereka juga getuk tular ke yang lain. ya kan? Menyenangkan kan."

Danto Adityo "Mantaapp maass.. mari mbrandiiing...salah satunya adalah dgn menulis tulisan ini . Danto colorful"
Iffah M Dewi "omong2 ttg "presistensi" jadi geli dhewe   cc:Cahyadi Joko Sukmono"
Satriyo Yok Hasnil Afrizal Muttaqien mnurut saya memang keramahan dan ngilmu itu yang jadi brandingnya RSH mas. Cahyadi Joko Sukmono itu makanan apa e pak? Danto Adityo sempet dulu ada bahasan, mbranding dengan nama pribadi disanding dengan nama usaha tdk baik bos. bener ga ya? alasannya akan susah melepas image pribadi kita dari image perusahaan. Iffah M Dewi njenengan itu contoh persistensi yang luar biasa mbak 
Bong Rizqi “mas Tiyok, kalo mbranding nama seperti contohnya :Bong Chandra, gimana tuh? 
Cahyadi Joko Sukmono “Selain presistensi, branding itu butuh kejujuran (integritas) dan peta jalan ...
Satriyo Yok Bong Rizqi saya kira mirip sama branding band atau artis. orang-orang itulah produknya sehingga harus dibrand.
Dian Isnawati “Dalam membranding, haruskah kita jadi kecap nomer satu?
Satriyo Yok Dian Isnawati hehe.. pertanyaan menarik.. nyatanya memang banyak yang ngaku kecapnya nomor satu
Danang Prihastomo “Nderek cuap2 ngih...hehee....dalam Branding, kita jual merk bukan sekedar produk... Ketika branding kita berhasil added value merk kita itu yang tak teritung harganya...makanya knp jual beli brand itu mahal minta ampun (sampoerna, dibeli philips moris)
Ga selamanya kan kita nyaman produk kita selalu dinilai dengan harga produksinya, dibandingi harga sama kompetitor... Hanya Dengan membangun brand (branding) inilah kita bisa menghargai produk kita jauh dr harga produksi. Tahapan dalam membangun sebuah brand Segmenting » Targeting » Positioning , ketika kita tau segmen kita, sasarannya, kemudian kita memposisikan brand kita d benak konsumen. Positioning biasanya melekat lama dlm brand dan tersirat... Misal Honda » terkenal irit, itu positioning yang melekat pd konsumennya (tp positioning hrs tetap relevan, jujur). Dapat juga untuk menggiring ke positioning kita menggunakan tagline. Heheee monggo lanjutkan diskusinya...
Hasnil Afrizal Muttaqien Ya. Mas Satriyo Yok. Tidak boleh membranding diri dengan usahanya. Ketika sudah ada di usaha, maka meleburlah jadi satu dengan perusahaan. Ketika kita "mati" maka perusahaan tetap "hidup." Salah satu yang kami ajarkan ke temen2 adalah "DIRI ANDA BUKANLAH PERUSAHAAN ANDA." Agar juga tidak terjadi putus asa ketika perusahaannya bangkrut. Yang bangkrut itu perusahaannya, bukan ownernya. Agar Life Must Go On. Ya kan? Oleh karena itu menurut saya pribadi, owner perusahaan yang sukses beneran, biasanya foundernya bukan orang yang suka tampil di mana2. Karena kalau suka dan sering tampil di mana2 (ngisi seminar dll), jika perusahaannya belum siap, jadinya amburadul.
Hasnil Afrizal Muttaqien Mas Fébrì Süksès Mùlìä. Ya mas, itu adalah salah satu cara branding RSH, karen dengan itu menjadi media mengedukasi masyarakat agar tidak sekedar ngikut dengan banyaknya hoax yang dilempar ke masyarakat terkait kesehatan. Sehingga masyarakat mulai sadar untuk memilih sarana kesehatan seperti apa. Kalau ingin dapat inspirasi, salah satu situs yang menurut saya baik adalah http://www.ted.com/. Agar bisnisnya tidak hanya sekedar bikin uang, tetapi solusi bagi masyarakat.
Satriyo Yok “Hasnil Afrizal Muttaqien : mantab mas, prinsip bisnis memang hanya kendaraan untuk sampai di tujuan. Kalo kendaraannya rusak ya dibenerin. Kalo kendaraannya mogok, gak bisa dibenerin, ya kendaraannya ditinggal aja lalu cari kendaraan lain yang lebih baik,, biar bisa sampai tujuan dengan cepat, selamat, dan sehat wal'afiat. kopas dari kata-kata pak Cahyadi Joko Sukmono, ijin kopas ya pak 
Hasnil Afrizal Muttaqien “Oya mas. Ada satu lagi cara branding unik yang saya lihat di iklan tv. Yaitu caranya dengan berkisah. Kisah tentang bagaimana proses produksi produk kita. Katanya Ferrari dan harley davidson menggunakan cara itu. Kenapa? Karena setiap orang suka dengan kisah. Baik tua maupun muda
Satriyo Yok “iya mas. saya kira itu juga benar. Pak Roni Yuzirman founder TDA pun juga mengalami brand story yang luar biasa. pak Roni pernah cerita kalo ada orang yg kenal pak Roni sebagai pengusaha yang out dr tanah abang dan sukses dengan mannet nya, kisah yang saya rasa hampir semua orang TDA tahu. dan sampai kapanpun saya kira pak Roni akan lekat sengan cerita itu. ngomongin brand story senggol mas Dwisuko Adinugroho ah 
Hasnil Afrizal Muttaqien “Oya, salah satu kunci branding menurut saya adalah JUJUR. Baik jujur sesuai makna asli. Maupun Jujur sesuai kenyataan yang ada pada kita. Branding yang berlebihan (kurang jujur) bisa mengakibatkan kekecewaan. Bagaimana rasanya jika temen2 dibohongi?
Guk Seta “Asem tenan...brandku 'anti motivator'
Arqom Maksalmina “wah mas Guk Seta.. hehee.. sesekali motivator d butuhkn jg lho untuk aktifitas internal branding.. bantu komunikasikn value perusahaan k karyawan misalny.. sebelum keluar..brand essence harus d pahami n terwujud dlu di internal..
Guk Seta Arqom Maksalmina: 'Anti motivator' ku bukan dalam arti anti yg bener2 anti 
Novita Katarina “Branding itu perlu, untuk menegaskan pasar yang dituju. Misalnya, niat awal membidik pendengar seusia Ashanty, maka disiapkan komponen pendukungnya. Jangan salah poles, ntar malah jadinya Ayu Ting-ting. *smile
Cahyadi Joko Sukmono “branding itu integritas
Fuad Dibekali Lempuk “ikut berbagi.. brand terbentuk dari kepercayaan, sekali melanggar kepercayaan maka tamatlah brand. Branding merupakan usaha mengenalkan dan membesarkan brand, brand itu "hidup" karena itu dia juga butuh perhatian, pendampingan dan pengawasan.
Satriyo Yok “positioning, integritas, dab kepercayaan ya.. sip sip.. jadi makin jelas terlihat apa itu makna branding
Dwisuko Adinugroho “Haha, mas Satriyo Yok bisa aja.. Dahsyat sekali tulisannya. Everybody love a story, that`s why building our brand is very important. Ikut menyimak Bottom of Form

Rabu, 12 Desember 2012

Cara Mudah Menebar Rahmat ala @tdajogja

4 comments

Bisnis tidak selamanya untuk mencari laba semata, tapi bagaimana itu bisa mensejahterakan masyarakat. itulah prinsip yang ingin dikembangakan teman-teman komunitas Tangan Di Atas (TDA). Berbisnis, Berbagi dan menebar Rahmat,

salah satu yang orang terdekat yang seharusnya menikmati keuntungan dari bisnis tersebut adalah karyawan kita. bisnis profit miliaran tapi sama aja kalau karyawan masih miskinkan? nah bagaimana para tim kita tersebut bisa ikut menikmati kegemilangan bisnis kita?

yuk ini salah diskusi menarik lagi di Grup TDA jogja

Saya sedang mencoba untuk membagi beberpa persen keuntungan dengan para karyawan,,berapapun omset yg didapat,,,adakah temen2 yg sudah atau sedang menerapkan hal ini?apa ada kenaikan omset setlah kebijakan tersebut dilaksanakan?nuwun,,,,
Mochammad Syamsuri Full “Lgsung ptong sedekah saja, lebih bnyak lbh bgus...Insya Allah omzet bkal naik, sy mengalaminya,,”
Yoga Pinojaket “pino menerapkan ini, 10% keuntungan pribadi dibagikan untuk karyawan alhamdulillah tembus omset 200jt lebih tiap bulan”
Fikri Alie “Mochammad Syamsuri Full : insyaAllah klo itu sudah rutin mas...hehehehe,,,ini biar karyawan jadi ngerasa memiliki aja”
Yoga Pinojaket “mari berproses terus, dunia usaha jadikan sarana makin dekat dengan Allah=)..semangat semuanya..”
Danto Adityo “Wah mantaabb... klo aku presentasenya tdk fix, tp harus ada tu.. biar sense of belonging mrk meningkat shg bekerja jg lbh sepenuh hati “
Nugroho Pratomo “saya juga ga fix mas bro, liat kinerjanya dulu..sm bs tembus target engga”
Muhammad Hardhantyo Puspowardoyo “jangan lupa kalau bagi hasil dengan karyawan dihitung juga ongkos depresiasi alat... biasanya bagi hasil tanpa hitung depresiasi akhirnya jebluk ga ada dana waktu butuh barang “
Danang PrihastomoNderek urun ngoceh...hehee Mas fikri yang super, ini memang metode baru yang tujuannya slain karyawan loyal » menekan turn over, juga bisa menaikan produktifitas mereka, karena mereka puny harapan lebih jika usaha bosnya juga lebih.... Sanse of belonging kata pak danto, tp saya lebih setuju sense of ownership... Itu juga yang diterapkan di RM padang, nilai insentif masing2 beda berdasar jobnya, biasanya marketing tertinggi. Tp semua harus terukur dalam memutuskan kebijakan itu, misalnya dengan target penjualan min brp gt.. Salam sukses...(Wes koyo motivator durung ya :D)
Susilo Joko Pramono “banyak cara untuk berbagi, kami dari AADS bikin CSR, AADS blood corner posko informasi donor darah jika ada temen yang butuh donor kami berusaha menemukan antara yang butuh dengan yang bersedia donor. jika temen2 bersedia untuk donor kami akan mencatat, nama, gol darah, no telpon, alamat.”
Fikri Alie “Muhammad Hardhantyo Puspowardoyo : insyaAllah klo yang satu itu udah dari dulu mas..hehehehe”
Fikri Alie “Susilo Joko Pramono : sebenernya bukan tentang CSR mas,,tapi lebih ke meningkatkan produktivitas karyawan dengan cara membuat mereka memiliki sense of belonging terhadap bisnis kita...”
Fikri Alie “oia mas Yoga Pinojaket , klo di Pino itu bagian 10% yang didapet karyawan itu klo karyawan memenuhi target laba atau berpapun laba yang didapat mereka dapet 10% mas?”
Yoga Pinojaket “Fikri Alie: orientasinya sudah berbeda dengan beberapa komen2 diatas yang ditujukan untuk peningkatan kinerja, saya pribadi memulai program ini dengan maksud bersedekah dg kerabat , kalo keyakinannya sudah bulet tak perlu risau dg target laba, detailnya seperti ini:
jumlah karyawan inti ada 25 orang,
setiap karyawan saya sedekahin minimal 200rb/bulan diluar gaji
jadi total 5juta itu berarti 10% dari 50jt, jika laba bersih misal dibawah 50jt masing2 karyawan tetap dapat segitu
jika laba lebih dari 50jt mereka tambah lagi,,Alhamdulillah bulan ini bisa 250rb/karyawan...biarlah Allah yang mencukupkan
Yoga Pinojaket “penetapan minimal 200ribu per karyawan itu sebuah taget yang kita mohonkan hanya kepada Allah supaya minimal pendapatan kita bisa 50jt/bulan...semoga bisa diterima sebagai ilmu ya,semoga Allah mengampuni jika ada riya dalam hati”
Dwi Wahyu Arif N *menyimak* cukup menarik kalo dari mas Yoga Pinojaket ini menerapkan spiritual compny (syariah),, nek kata pak dwi condro "Asas Bisnis" nya or NiatNya utk ibadah (sedekah dlm hal ini), atau nek basane YM "Allah dulu, Allah lagi, Allah terus", atau bahasa umumnya pake "Otak Kanan", jk Asas berbeda, maka nanti orientasinya akan berbeda dan hasil & ukuranyanya jg akan berbeda | kalo yg ini tergantung tingkat kyakinana dan kekerenan orang2, bisa berbeda2 tiap orang

Yumono Labdo “ide teman2 bagus sekali itu, krn berujung pd AMAL (kesejahteraan karyawan). Monggo langsung di praktekan saja (diAMALkan), masalah hasil nanti OMZET jd meledak atau BANGKRUT sdh ada yang ngurus...hehehe. Fase tersulit adalah Konsistensinya...menurut saya lho...salam”

Fikri Alie “Yoga Pinojaket: wah,mindset saya dari awal untuk meningkatkan produktivitas,,meskipun pada awalnya sy menerapkan ini memang karena ingin bagi2 aja mas ma karyawan...bagus tu mas konsepnya...brarti mindsetnya adalah sedekah ke karyawan ya mas?biar Allah yang mencukupkan..hebat mas...”
Susilo Joko Pramono “ooh ya maaf salah kamar aku mas Fikri Alie, kaloo untuk itu aku mencoba kasih hadiah (aku niatke sedekah) berupa hewan kurban untuk temen2 team AADS secara bergiliran setiap tahun gantian yang dapat, alhamdulillah kita bisa sedekah mereka juga bisa berkurban di daerah asal masing-masing, masyrakat sekitar mereka bisa ikut merasakan...”
Fikri Alie “Yumono Labdo : iya pak, bener itu,,masalah itu biar Allah yang ngurus...smoga bisa berubah mindsetnya pak, “
Fikri Alie "Yoga Pinojaket : berarti karyawan dapet gaji + komisi + 10% dari labanya mas yoga gitu?”
Yoga Pinojaket “@mas danang: aku sendiri yo nggumun kok mas, dengan cara memperbaiki yang wajib dan melaksanakan yang sunnah serta mengajak karyawan ikut serta”
Fikri Alie: “ya betul seperti itu..tapi komisinya dalam bentuk tambah ongkos, karena penjahit sistem borongan..kalo ada desain yg agak ribet ditambah ongkos jahitnya”
Satriyo Yok yuk belajar untuk bagi-bagi net profit perusahaan buat para karyawan. Saya pernah lihat di majalah SWA nya mas Guk Setaada perusahaan di Inggris yang membagikan 100% (yap, seratus persen) net profitnya untuk para karyawan. Alhasil ketika masa resesi perusahaan ini bukannya kolaps, tapi malah berkembang terus. Sampai-sampai pemerintah Inggris, setelah melihat keberhasilan perusahaan ini, menetapkan suatu peraturan negara yang menetapkan 10% dari net profit perusahaan harus diberi ke karyawan. dahsyat.
Hendi Prasetya “sistemnya kyk koperasi ya mas Satriyo Yok semua mnjadi pemilik perusahaan“
Satriyo Yok “mungkin ya hen, koperasi kalo dipikir-pikir kan asal katanya cooperation, jadi mungkin di sana nama badan hukumnya jadi berbeda“
Novita Katarina “Kalo koperasi, (istilah kasarnya) semua karyawan adalah pemilik, jadi rasa memilikinya juga lebih besar. Pendapatan tergantung hasil kerja bersama. Eh iya, kalo mau start usaha, baiknya punya mentor yang berhasil di bisnis tersebut. “
Denny Kurniawan “Sudah sih..biasanya 20% tp itu karena aku males ngitung gaji “
Satriyo Yok “ Denny Kurniawan : simple banget bro, brarti ga ada itung2an gaji pokok ya? langsung kasih komisi berdasar omzet? atau karena bisnis njenengan sistemnya borongan? “
Denny Kurniawan “Yup omset...borongan kie kepiye “
Satriyo Yok “borongan ki gajian nek ono proyekan wae“
Denny Kurniawan “Yup..trus nanti kita cuman mikir gmn caranya dapet proyek “


diskusi lengkap bisa dibaca disini

Minggu, 12 Februari 2012

Melawan Keterbatasan untuk Sebuah Senyuman

1 comments

Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang2 di sekitarmu | Meryy Riana 

Minggu lalu ada sebuah pertanyaan yg diajukan kepada saya tentang apa yang telah kami lakukan bersama SC selama ini, yang intinya adalah ; “ adakah dampak dari apa yang sudah dilakukan SC selama ini, terutama bagi adik-adik Panti ?”
Ini adalah pertanyaan klasik, benarkah ada perubahaan yang terjadi? Karena keterbatasan kita, Memang kita tidak ada disain yang pasti untuk mengukur secara kuantitif. Selama ini hal yang konkret yang bisa kita lihat adalah setelah evaluasi, melalaui form yang berikan setelah mengikuti program kita, beberapa tanggapannya adalah seperti :
Menjalani hari bersama sahabat SC memberikan warna dalam hariku, menuntunku dan membangkitkan semangat untuk berani bermimpi...” Suryanti | anak PA Nurul Yasmin
Atau
 “dengan adanya Senyum Community aku mendapat dan menambah ilmu juga tmabah semangat. disini aku menjadi betah karena ada acara Senyum Community” Karima Mega Okta fiani | anak PA Al Quduus
Yahg memang dari situ kita bisa melihat ada perubahan positif, tapi apakah itu sudah cukup?

Salah satu program kita adalah program kewirausahaan. Namanya program kewirausahaan ya mendidik menjadi wirausaha sukses. Namun sudahkah tercapai? Memang kita fokus ke pendidikan, mengembangkan mindset, mengubah sikap mereka.  Memang kita pernah menantang mereka dengan memberi stimulus modal kecil. Lalu memberi tugas agar mereka jualan. Tapi hasilnya memang belum terlihat. Memang terlalu jauh kalau hanya pendampingan satu-dua tahun kita bisa segera melihat mereka langsung sukses.  Tapi benarkah mereka menuju proses kesana?
 
Kegalauan ini akhirnya terjawab, minggu ini (12 februari 2012) tanpa sengaja  kami mengetahui beberapa anak Panti Al Quduus sedang jualan di Sunmor. Atas inisiatif & modal sendiri mereka jualan pisang coklat (pisang beku dilumuri coklat). Ini merupakan kabar gembira bagi kita, bukti nyata ternyata apa yang kita lakukan selama ini tidaklah sia-sia.

Mungkin ini hanyalah awal dari perjalanan baru bagi kita, masih panjang proses yang akan kita lalui. Tapi hal ini menambah optimisme bagi kita bahwa banyak hal yang bisa kita lakukan agar kehidupan ini lebih baik. Tetap Semangat dan Tetap Tersenyum :D

Orang HEBAT adala orang yang mampu melawan keterbatasanya & mampu menghasikan karya diatas rata-rata

Nb : tulisan ini adalah wujud syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami selama ini. Dengan segala keterbatasanya, tiidak mudah melalui 3 tahun berjuang bersama untuk menebar senyuman, akan tetapi berkat doa, dukungan dan bantuan yang diberikan semua itu terasa lebih mudah dan beraarti. Matur nuwun untuk semua :)

Senin, 19 September 2011

Apapun hasilnya....

1 comments
Barcelona hanya memperoleh hasil imbang dalam dua laga awal melawan Real Socediad dan AC Milan. Hal ini sempat menjadi sorotan publik karena prestasi luar biasa yang diperoleh selama ini. Namun hal ini ditanggapi secara unik oleh sang Pelatih, “Saya tak akan pernah menjanjikan gelar sejak pertama kali menangani klub ini. Di musim ini kami berpotensi meraih beberapa gelar tapi bisa juga tidak memenangkan gelar apa pun,ujar Guardiola seperti dilansir dari Goal, Sabtu (17/9/2011).

Hasil akhir memang bukan segalanya bagi Guardiola. Pelatih ini sukses menerapkan gaya permainan cantik, dengan umpan-umpan pendek dan penguasaan bola penuh. Dengan strategi ini, Barca menajdi tim yang menarik untuk ditonton.

Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan hasil. Berusaha Keras adalah kemenangan Besar! | Mahatma Gandhi

Kemarin saya baru bertemu seorang sahabat yang bisa dibilang sudah cukup berhasil. Sekarang dia sudah mampu memperkerjakan dua puluh orang dengan omzet puluhan juta. Yang menarik usaha yang sudah berumur 5 tahun ini mulai menampakan hasil setelah 2 tahun, dan ketika menjalani proses ini dia telah berhasil mencapai kegagalan dalam berbagai macam bisnis lain.

Yang menarik lagi adalah sebenarnya dia sudah memulai proses ini jauh sebelum dia mendirikan bisnis ini. Sebelum bisnisnya didirikan ini telah “berproses” dengan berbagai usaha yang digelutinya. Hal inilah yang terkadang tidak disadari oleh banyak orang. Orang cenderung melihat Hasil/sesuatu dari yang dilihatnya sekarang, bukan prosesnya.

Saya jadi ingat pesan mbak Iffah Sogan saat awal belajar entrepreneuship, “Jangan lihat sekarang, lihatlah 2-5 tahun lagi”.. syukuri apa yang ada sekarang, belajarlah dari segala hal terjadi. proses memang membutuhkan WAKTU utk terlihat hasilnya, hal ini yang terkadang ini yg mjd MISTERI kehidupan. Sesuatu yang membutuhkan KESABARAN dan ISTIQOMAH


Guardiola pun memperoleh hasil dari kesabaranya, laga ketiga Barcelona menang telak 8-0 atas Osasuna. "Kami bermain baik. Dan faktanya kami juga mampu membuat orang-orang terhibur. Ini sama seperti pergi menonton film ke bioskop, teater, atau makan malam" ucap Guardiola

Apapun Hasilnya, enjoy the process, enjoy your life :)


Cara “Arif” jadi Entrepreneur




nb : penasaran dengan aksi barca saat mlumat Osasuna, lihat disini

Jumat, 09 September 2011

Entrepreneur Jalan Hidupmu??

2 comments

Lebaran ini (2011) saya bersilaturahmi ke beberapa teman pengusaha, salah satu adalah seorang yang sudah menjalani bisnis lebih dari tiga tahun. Bisa dikatakan sudah ada pasar yang jelas baginya. Namun ketika saya tanya, sudah mantap menjadi entrepreneur? Jawabnya adalah, “kalau saya kog masih pengen kerja dulu, 2-3 tahun. Tapi nanti tetap pengenya kembali ke bisnis”

Lalu untuk apa usaha yang sudah dijalani sekarang? Buat apa susah membangun bisnis kalau akhirnya ditinggal kerja? Yah, mungkin akan banyak orang bertanya tentang keputusan teman saya tersebut. Namun sebenarnya pilihan ini merupakan suatu hal lumrah di dunia entrepreneurship.  Cerita hampir mirip juga dialami sahabat yang lain. Sudah lebih tiga tahun lalu dia usaha clothing, bahkan saya sering pesan kaos di tempatnya. Namun awal tahun ini saya kaget ketika dapat kabar dia sekarang memutuskan menjadi PNS. Padahal pasarnya sudah lumayan, banyak pesenan dan mengembangkan lini bisnis lain.

Cerita tak kalah menarik lainnya adalah seorang kawan yang sudah berkerja (menjadi karyawan) dua tahun lalu memutuskan untuk resign dan menjadi pengusaha. Namun awal tahun ini akhirnya dia memilih kembali menjadi karyawan lagi. Padahal ketika dia resign, dia sudah mantap dengan pilihannya, namun ternyata kenyataan berkata lain. Banyak alasan dan penjelasan tentunya.

Menjadi entrepreneur adalah pilihan. Seperti yang saya tulis (Cara "Arif" jadi Entrepreneur), entrepreneurship adalah suatu proses. Proses untuk mencapai tujuan hidup ini.

Saya sendiri pernah mengalami proses yang berkelok-kelok untuk memilih jalan ini (baca disini ). Hingga akhirnya sadar, semua pilihan itu akan kembali menjawab pertanyaan tentang hakikat kehidupan ini.
 “mengapa kita hidup di dunia ini? Untuk apa kita hidup di dunia ini? Dan kemana kita setelah hidup ini (mati)??”

Saya yakin saat kita bisa menjawab pertanyaan itu. Segala persoalan akan  terasa lebih mudah, segala pilihan dan keputusan hidup kita akan mengarahkan ke tujuan hidup kita. Menjadi entrepreneur adalah suatu pilihan untuk mencapai tujuan hidup kita. Dan saya yakin setiap orang mempunyai jalan masing-masing untuk mecapainya. Apakah entrepreneur menjadi tujuan akhir atau menjadi tujuan perantara yang membawa mencapai tujuan yang hakiki.

Apapun pilihan hidupmu, enjoy the process, enjoy your life :)


Cara “Arif” jadi Entrepreneur

Senin, 04 Juli 2011

WisBiz #2 2011

0 comments
mau jalan2 sambil belajar entrepreneur sekaligus beramal? #wisbiz

mau belajar entreprenur dr ahinya dg cara yg beda dan menyenangkan? #wisbiz

yup, ni progam kewirausahaan @senyumkita, km mencoba mbuat progam yg kreatif, menyenangkan dan bermanfaat tentunya :D #wisbiz
ayuk ikutan aj #wisbiz 2 bsm @senyumkita, mari Tamasya, Belajar dan Beramal, mau?
#eh, apa itu #wisbiz, kog bisa Tamasya, Belajar dan Beramal ? :D

sudah bukan jamanya lagi belajar entreprenur sambil ikut seminar, saat belajar sambil jalan2 :D #wisbiz
yang menarik lagi kamu tidak hanya jalan2 dan belajar entrepreneur, kamu sekaligus bisa mengajak anak2 panti ikutan #wisbiz :)
mengikuti #wisbiz berarti mendukung progam pemberdayaan anak2 yatim dan dhuafa di panti, mau?

yak, acara ini memang dibuat khusus utk membantu anak2 yatim n dhuafa utk blajar entrepreneur bsm kita, krn mreka jg punya hak yg sm #wisbiz
emg #wisbiz mau kemana aj? tentu kita akan mengunjungi bisnis yg sukses dibidangnya, mereka adl Rumah Warna, Warung Rajab dan House of Lawe
kapan #wisbiz? rencananya akan dilaksanakan tgl 16 Juli 2011, jam 08.30-16.00, mau ikutan? info lenkap di bit.ly/jRsRz1

Rabu, 18 Mei 2011

Entrepreneurship Project Training ^^

0 comments
ini merupakan beberapa Materi pelatihan Entrepreneurship, terinspirasi oleh Pelatihan yang pernah saya ikuti di Campus Entrepreneurship Progam Pasca Sarjana UGM kerjasama dengan Ciputra Foundation.
selamat menikmati ^^

Ee
View more presentations from Dwi N



Mindset
View more presentations from Dwi N


sebenarnya ada satu materi lagi, bisa Anda dapatkan jika mengikuti Training Senyum Community ^^

Selasa, 19 April 2011

Berbisnis, Berbagi dan menebar rakhmat?

1 comments

Kemarin ada suatu pertanyaan dari seorang sahabat tentang, dia bertanya “mahasiswa berbisnis itu sebenarnya hanya sampingan atau tujuan mas?” saya kembali bertanya buat apa bisnis? Untuk apa kita menjadi entrepreneur. Ini sedikit diskusi dari Group TDA jogja ^^ :


Tjahjadi Djoko Soekmono : Tolok ukur keberhasilan sbg Entrepreneur TDA kira2 apa (saja) ya?
Oejang Ajo ‎1. membuka lapangan kerja, 2. Mensejahterahkan karyawan, 3. Dan membuka lapangan kerja lagi... :D
Cebi Cafee Berbagi dan menebar rahmat, mampu berbagi artinya memiliki keiklasan untuk berbagi pengalaman dan knowlede untuk kemasylahatan bersama....menebar rahmat: tidak hanya hanya mencari kekayaan sajaa..tapii berprinsip sebagian rezeki dari kita ada rezeki oranglain jadi memiliki kewajiban untuk menebarkannya ^^
Ardian Fauzi KAYA RAYA... hehehehe... Kaya Rejeki, kaya beramal,kaya ibadah,kaya berbagi, kaya sing apik2 pokoke.. hehehe
Yanuar Reza Yulias simple saja...zakat maal kita semakin banyak....dan tidak jadi pengusaha sukses yang terisolir di daerah sendiri...
Cebi Cafee Oejang Ajo sepakat. percuma kalau kaya tapi dengan memeras keringat orang lain dengan bayaran tidak panatas... banyak orang kaya nyumbang ke panti cari anak asuh.. padahal anak2 karyawannya masih sulit mendapat akses pendidikan..
Ika Lusianani bahagia dan membahagiakan orang lain dunia dan akhirat!
Yudha Alid Raharjo terwujudnya impian yang personal mungkin??? karena impian yang sangat personal itu sangat bernilai dan berenergi tinggi :)
kalo bagi saya bisnis hanyalah salah satu cara menikmati hidup dan mewujudkan impian sih :D
Tjahjadi Djoko Soekmono Sepakat mas Yudha, bisnis bukan segalanya, bisnis hanyalah KENDARAAN yg mengantarkan kita menuju impian hidup ...
Satriyo Yok menurut saya ini kembali ke masing2 pelaku pak. Kalau tujuan saya menjadi entrepreneur lebih ke arah punya kebebasan dari kekhawatiran menjalani hidup.
Jadinya bisa lebih dekat dengan keluarga sambil menikmati apa yang saya lakukan. Dan dapat menjalani agama Allah dengan sebaik2nya (kalau punya power dan wealth, berdakwah beribadah bisa lebih baik bkn?)
Oejang Ajo tapi kalau di hitung kemanfaatan maka tentu jadi enterpreunur profitnya jauh lebih besar. Memberi makan beberapa keluarga, bertanggung jawab untuk sekian orang adalah amanah yang tidak setiap orang punya mental menjalaninya...

dan yang paling jelas enterpreneur itu kalo mati banyak yang menangisi, kalo pegawai mati hanya ditangisi oleh bagian HRD :P
Oejang Ajo saya yakin di TDA isinya orang-orang cerdas yang kalo kerja di perusahaan multinasional masih diperhitungkan dengan gahi diatas dua digit. Nah kalo dihitung beban kerja dan profit tentu saha sendiri akan bicara waktu yang lama untuk mencapai dua digit (apalagi kalo start dai 0) dibandingkan jadi pegawai yang langsung di bayar dibulan pertama .
Satriyo Yok : I like the quote "yang paling jelas enterpreneur itu kalo mati banyak yang menangisi, kalo pegawai mati hanya ditangisi oleh bagian HRD :P" hahaha.. intinya banyak yang mendo'akan ya den? saya ya sendiri baru saja merasa kenyataan entrepreneur menghidupi orang banyak. kalo kasus saya, saya hitung2: karyawan sendiri, penjahit, pembatik, kurir, toko makanan, jasa internet, yang bikin website, dll ternyata dapat rezeki melalui saya yang menggunakan jasa mereka.
Bunda Ririz ketika bisnis kita barokah :D
Sang Indra parameternya kita sendiri yang tahu,,yang pasti jadi Entrepreneur insya Alloh jalan terbaik untuk diriku mengarungi hidup ini dengan lebih HIDUPPPPP :D
Tria Febrianto alangkah indahnya hidup ini bila bs tertawa riang&senang brsma org2 banyak,trutama pda org2 yg sblmnya shari2nya susah trtawa :-)
Yudha Alid Raharjo ‎@TF: itulah salah satu kenikmatan hidup bagi saya, dan bisnis adalah salah satu sarananya :D
"take fun first and a lot of profit will hunt you"
Tunggaletigo Adv profit dan punya banyak teman, bisa shodaqoh membantu jalan Allah nikmat sekali

Happy Entrepreneurship ^^

Sabtu, 09 April 2011

FMF

1 comments

FMF? Apa itu? FMF merupakan lembaga sosial yang membantu pendidikan anak-anak kurang mampu dengan memberika beasiswa dan dukungan pendidikan lainnya. Saya beruntung mengenal pendirinya dan berkesempatan untuk chating. Berikut ini hasil “wawancara” saya :
Arif (Ar) : mengapa kamu mendirikan FMF?
Annisa MM – Founder and Director (An) : sebenernya future minds itu cita2ku dr kecil..


AR : dr kecil??
An : dulu aku tertarik dgn bidang pendidikan krn menurut aku pendidikan yg baik adalah salah satu kunci org bisa maju dan membuka pikiran...waktu SD dulu kan aku belajar UUD...kamu jg pasti iya kan? trus ada UUD 34 yg bilang semua warga negara berhak mendapat pendidikan ya? padahal di deket rumahku ada perkampungan yg anak2nya ga mampu sekolah. Terus aku nulis surat ke presiden soeharto, nanya kok bisa gitu? knp sekolah mrk ga dibayar pemerintah :D. (namanya jg anak kecil, ga ngerti kompleksnya dunia dan politik). ga tau tuh surat sampe ato ga, tapi ga dibales (ya iyalah)

AR : wow!
An : Nah disitu aku jadi paham kalo dunia itu ga sesimpel yg aku kira. Terus setelah smp aku bisa sekolah ke luar negeri dan aku merasa beruntung sekali dan disitu pikiranku lebih terbuka. Waktu smp aku bercita2 mau jadi pegawai kantoran aja krn orang tuaku pegawai swasta dan cuma itulah dunia yg aku tahu. Tp pas sekolah keluar aku jd liat org2 yg punya macem2 profesi yg lebih menantang dan adventurous...misalnya ada temenku dulu yang masih kuliah diriin LSM di india utk nyediain makan siang utk anak2 sekolah di india yg kurang mampu. jd aku merasa beruntung kok aku bisa sekolah di luar dan jd tahu lebih banyak hal trus kok bisa ada org yg kurang beruntung da sekolah di SD inpres aja ga mampu aku mikir knp gitu? knp keberuntungan itu ga terbagi rata trus satu2nya jalan itu makes sense di kepala aku ya yg lebih beruntung harus bantu yg kurang beruntung
AR : siip
An : jadi dari dulu aku pengen bantu2 di bidang pendidikan , gitu aja sih tadinya aku pikir tunggu aku udah kerja dan kaya dulu hahahahahha tapi lama2 aku mikir, ga usah nunggu smp kyk gitu pun bisapokoknya maju aja deh tabrak2 ahahahha

AR : terus knp kog ga "nunggu"?
An : Sebenernya krn aku terinspirasi banyak orang sih, contohnya temenku yg ngediriin LSM di india itu. trus aku liat budi soehardi, org indonesia yg nerima CNN Heroes award 2010 krn dia menyelamatkan banyak anak yg terlantar. tahu ga soal budi soehardi? videonya banyak di youtube

AR : iya, tahuuu
An : naahhh dia itu yg menginspirasi aku banget deh. aku jd mikir, ga usah jd orang kaya yg punya uang banyak berlebih utk bisa bantu2 org lain bantu semampunya aja dgn apa yg dipunya kl aku mikir2 knp aku bisa mulai fmf setahun lalu, aku jg agak bingung soalnya sebenernya agak menakutkan melakukan hal kyk gini heheheheh aku rasa dulu mentalitas aku kamikaze aja sih hahaha

AR : "agak menakutkan melakukan hal kyk gini" ? kamikaze??
An : ya krn tanggungjawabnya besar. dan mendirikan organisasi kyk gini kan berarti kita butuh ngajak org2 lain utk bergabung, utk menyumbang, utk peduli dan kalau orang menolak utk bantu kita ga boleh patah semangat cuma gara2 ditolak aja. ya intinya butuh kekuatan mental gitu. dan sekali kita bilang tanggung jawab utk bayarin sekolah seorang anak sampe lulus sma, kita kan harus memenuhi janji itu. kamikaze maksudnya, walaupun menakutkan, aku maju terus aja. padahal aku sebenernya juga punya banyak keraguan sama diri sendiri

AR : terus awalnya gimna? hingga kamu benar2 "maju"
An : awalnya aku bentuk konsepnya dgn dibantu satu temen...dibikin business plannya deh. trus aku mulai mengemail, telpon, dan mengobrol dgn banyak org utk ngajak mrk gabung sambil aku ksh tau soal business plannya

AR : hoho, da bizplan juga to.. ckckc
An : kebetulan salah satu org yg aku email adalah bapaknya sahabatku, dan dia adalah org yg sangat peduli dgn kerja sosial. dia punya semacam klub sosial di jogja, kl jogja ada apa2 pasti dia bantui dan kl dia bantu jumlahnya udah milyaran. Pokoknya aku kagum banget deh sama dia trus dia baik sekali, langsung menyambut ide aku, dia bilang pas aku dateng ke jogja, harus ktemu dia ya udah aku pulang ke jogja (kan dulu aku S1 di ugm), begitu sampe jogja langsung brainstorming sama dia trus udah ada beberapa anak kuliah yg jd mau ikutan fmf tapi si bapak ini bantu bentukin organisasinya

AR : weh, siapa tu bapak? fmf dpt brp miliar?
An : Namanya Keliek j Soegiarto, hahahahha gue ga dapet sumbangan dari dia. dia pernah bantu sih beberapa juta. tapi dia maunya kita mandiri. walau baik tapi didikan dia jg keras. kita yg muda2 harus berani cari uang sendiri dan keluar uang dari kocek sendiri. jd harus mandiri dari awal gitu tapi bantuan visinya banyak dari dia dari situ ya aku bergerak sm tim mahasiswa2 yg ada. kl butuh saran apa2 baru ke yg tua2 ini. Misalnya butuh info sekolah2 di jogja yg butuh bantuan, mereka punya krn mereka udah berpuluh2 tahun kerja sosial di jogja. contohnya sekolah mana yg kita hubungi? gmn caranya membuat MOU utk kerja sama dgn sekolah? gmn cara mensurvei murid yg kurang mampu utk bener2 tahu, dia mampu atau ga? contohnya bapak itu ajarin, minta liat rekening listrik dan airnya, seberapa besar pemakaian mereka dst dst

AR : hoho detil y?
An : iya dibantuin banget kok. tp skarang yg lebih jalan mahasiswa2nya. baik di lapangan atau utk brainstormingnya

AR : trs tim tu gmn?
An : Tim mahasiswanya dulu hanya beberapa orang. waktu baru mulai. itu kita sempet masa krisis. yg aktif di jogja cuma 2 orang. gue di belanda mencari sponsor dan dana. mereka di jogja mensurvei murid kurang mampu, berhubungan dgn sekolah, bayar sekolah, ngumpulin raport dan foto anak utk laporan ke sponsor, semua deh komitmen mereka sangat tinggi. ngapa2in cuma berdua. gue sempet merasa fmf tuh cuma kita bertiga aja. krn yg tua2 jg sangattt sibuk krn kerja, ngurus keluarga dan ngurus klub sosial mereka..dan gue sangat maklum. makanya gue targetin setelah 6 bulan jalan, gue harus pulang lg ke jogja utk merekrut tim yg lbh kokoh, kalo ga fmf pasti hancur. waktu itu gue takut banget krn gue cuma di jogja 3 minggu. gmn caranya membentuk tim yg loyal dlm 3 minggu. Dulu gue sempet banyak nangis gitu deh saking merasa desperatenya. tp sebelum ke jogja gue kontak banyakk temen gue di jogja utk ktemuan gue mau ngajak mrk ikut fmf. Alhamdulillah banyak bgt yang tertarik ikut dan mereka komitmen semua. gue merasa super duper beruntung selalu dapet bantuan dari kanan kiri terus selama 3 minggu itu agenda dipadatkan

membentuk tim, bonding sama tim dgn gue berusaha spend time sama mereka sebanyak2nya, krn ada beberapa yg gue baru kenal pas di jogja itu. terus mensurvei anak2, membentuk SOP, menentukan bentuk fmf yg lebih mantapnya kyk apa. dan untungnya banyak dr mrk yg gue percayai krn ini kan urusannya uang (uang dr sponsor utk anak2 asuh)

terus alhamdulillah jalan sampai sekarang, dan anggota2nya nambah juga jumlahnya dan jalannya juga krn di jogja ada 1 org yg gue andalkan sekali dia koordinator di jogja. Kalo ga ada dia, semua ancur deh. Gitu aia sih rif..ga mulus terus kok

AR : hoho siip dah. Makasih yah :)

Nb: pengen tahu lebih jauh tentang FMF? Klik http://futuremindsfoundation.org/

Photo from : http://www.facebook.com/pages/Future-Minds/254996986484