Minggu, 02 Januari 2011

Berani gagal, Berani melakukan yang berarti dan Berani menjadi LEGENDA

12 comments

“Beberapa orang mendengar suara dalam hati, mengikuti kata hatinya dengan bersunguh-sungguh. Beberapa orang yang mendengarkan akan disebut orang gila, orang yang bertahan akan disebut legenda”


Akhir tahun kemarin ada pengalaman yang snagat bermakna, yaitu saat ngajak anak panti nurul yasmin ke Lava Tour. Anak panti Nurul Yasmin (NY) yang merupakan korban merapi dan harus ngungsi tentu mendapat pengalaman yang berharga ketika mereka “tahu” bagaimana dashyatnya kejadian tersebut. Namun yang paling bermakna bagi saya bukan karena bisa mengajak mereka ke Lava Tour, tapi setelah dari cangkringan.

Apa itu? Ketika perjalan pulang, tiba-tiba tercetus ide ketika akan melewati UII, “sudah pernah main ke UII belom?” Tanya ku pada anak-anak NY. “belum mas” jawab mereka. Langsung saja saya menyuruh sang sopir untuk membelokan ke UII (jakal), walau hanya lewat saja.

Dan ternyata sungguh diluar dugaan, mereka sangat excited dengan pengalman ini. Anak NY yang terletak di Km 13 tentu sangat dekat dengan UII, tapi bagi mereka pergi kesana adalaha suatu yang “mewah”. Tentu saja dengan seketika juga kami mengajaknya ke UGM. Walau hanya numpang shalat di Maskam saja. :D
Do something, keep learning


Hari itu menjadi pengalaman yang paling bermakna bagi saya. Selain karena persiapan untuk melakukan kegiatan tersebut kurang dari satu minggu dan sempat terancam gagal (karena kesulitan transport dan izin dari pengasuh), saya mendapat banyak pelajaran. Suatu hal yang biasa dan sederhana bagi kita, ternyata bisa menjadi suatu yang LUAR BIASA dan DASHYAT bagi sebagian yang lain. Anda bisa membayangkan, anda yang biasa Cuma jalan kaki atau naik sepeda, tentu sangat amat senang ketika ada yang ngajak jalan-jalan naik mobil. Anda yang bisa Cuma bisa berkeliling di satu kota saja, tentu sangat membahagiakan bila bisa keliling ke seluruh dunia.

Saat kita mau mengikuti kata hati dan berani melakukan yang berarti akan banyak hal ajaib yang terjadi. Jujur saat berangkat kami, tidak merencanakan untuk mampir ke UII dan UGM. Namun keputusan yang teilhami tersebut ternyata memberikan pengalaman yang sangat bermakna. Coba saya bayangkan jika kami tetap sesuai rencana awal dan tetap ngirit bensin. Tentu kami akan melewati pengalaman yang bersejarah ini.

Pengalaman ini jugalah yang menjadi dasar bagi saya menentukan tema tahun baru ini : “Berani gagal, Berani melakukan yang berarti dan Berani menjadi LEGENDA”

Selamat tahun baru 2011 ^^

Minggu, 26 Desember 2010

Berbeda tapi tidak harus dibedakan?

3 comments


“mas, saya ga bisa mbedain mana yang yang (teman2) senyum ma anak panti” komentar seorang sahabat saat mengikuti salah satu kegiatan Senyum Community.

Salah satu pendekatan progam adalah Kami percaya bahwa mereka (anak Panti) juga sama dengan anak-anak lain (bukan tinggal di Panti). Mereka punya kelebihan dan kelebihan. Dan kami sangat percaya bahwa mereka juga potensi yang tidak kalah hebat dengan yang lain. mereka memang “berbeda”, sebagian dari mereka sudah tidak memiliki ayah atau ibu. Keluarga mereka memang tidak mampu membiayai hidup mereka. Namun bukan berati mereka harus diperlakukan secara khususkan?

Saya bisa memahami sebagian orang yang menganggap mereka patut dikasihani dan perlu dibantu. Tapi bukan berati kita harus selalu menganggp mereka sebagai kelompok tangan dibawahkan?

Kami percaya mereka bahwa mereka juga manusia yang mempunyai aspirasi dan hasrat ingin berkembang. Kami selalu menggap mereka bukanlah objek, tapi subjek. Mereka adalah bagian dari progam perubahan ini. Dan ini sudah kami buktikan dalam setiap progam kita. Kita selalu melibatkan mereka dalam setiap progam yang akan dilakukan.

Salah satu yang LUAR BIASA adalah Progam Pendampingan Survivol Merapi di Mangunsuko, Dukun, Magelang (17 Desember 2010). Progam yang didukung oleh Humanitarian Day ini mengajak anak Panti secara aktif sebagai Fasilitator progam kita. Awalnya memang saya tidak terlalu berharap banyak dengan progam ini. Sempat gagal karena ancaman lahar dingin, membuat saya berpikir “bisa mengajak anak panti “jalan-jalan” ke magelang saja sudah pencapaian yang HEBAT”

Namun dalam pelaksanaanya ternyata melebihi ekspetasi yang ada. Anak panti yang mendapat tugas menjadi fasilitator pada hari-H, awalnya memang ada sebagian yang ragu (dengan kemampuan mereka). Namun ketika kita yakinkan bahwa mereka juga BISA.

Akhirnya mereka juga mau menerima tantangan ini.
Dan hasilnya ternyata memang sangat memuaskan. Anak-anak Panti mampu menjadi fasiltitator yang baik. Mereka mampu membuat anak-anak MI di Mangusuko menjadi lebih bersemangat lagi. Hal ini terlihat dari tawa dan antusias anak-anak disana. Menakjubkan.

Ini juga membuktikan bahwa apa yang kami lakukan selama ini berada pada jalur benar. Berbagi memang tidak mudah, memberi memang seharusnya membuat mereka semakin berdaya dan mampu mengubah dunia ini menjadi lebih baik


Nb: tulisan ini saya dedikasikan kepada semua orang-pihak yang telah mendukung kegiatan Senyum Community. Kami percaya apa yang telah kami lakukan ini tidak mungkin sampai sejauh ini tanpa dukungan dari kalian semua. Banyak hal yang harus kita lakukan, namun sedikit waktu yang telah kita sediakan untuk mereka telah memberikan makna dalam kehidupan ini. Terima kasih telah berbagi dengan kami. ^^
Info kegiatan progam baca disini

Rabu, 15 Desember 2010

Menemukan (kembali) Cinta Sejati (Merapi, Cinta dan Senyuman-5)

7 comments
8 November 2010
Siang itu kita kembali ingin melakukan pendampingan. Hari itu kita mendapat rekomendasi untuk segera pergi ke Posko SMK N1 Seyegan. Cuaca jogja saat itu kurang bersahabat, mendung. Namun hal ini tidak mengurangi Semangat kita. Walaupun saat itu kita hanya berempat, kita tetap nekad untuk beraksi.

“waduh adiku tiba-tiba minta dianter je” mendadak seorang sahabat harus batal berangkat. Hal sempat mengendorkan kita,
“nanti gimana?”
“ yawda yang penting mengalir aja, kayak kemarin” ungkap, sedikit memberik semangat.

Dan berangkatlah kami hanya bertiga saja. Ternyata yang keberangkatan juga diiringi hujan deras, bahkan sangat deras menurut saya. bahkan seorang sahabat yang sedia pengen nyusul ke TKP mengurungkan niatnya karenanya. Sampai tujuan suasana ternyata diluar dugaan. Suram dan penuh ketidakpastian. Berbeda dengan hari sebelumnya. Para pengungsi disini belum “terurus”. Bantuan masih minim dan sangat memprihatinkan. Bantuan logistik belum masuk, mereka belum siap untuk diajak bermain. Perut mereka masih kosong.

Hari tersebut menjadi salah satu hari terberat. Basah kuyub dan tidak tahu harus ngapain. Melihat saudara kita yang cukup memprihatinkan membuat hati saya miris. Hal ini ditambah dengan kondisi pribadi saya secara keseluruhan. Saya masih shock dengan segala rencana yang gagal. Apa lagi beberapa hari terakhir saya benar-benar mengeluarkan banyak sumber daya;uang, tenaga dan pikiran. Capek.

Seoalah seperti suratan takdir, bukan malah berhenti. Hari-hari berikutnya menjadi sebuah ritual harian. Berangkat, berkumpul, dan BERGERAK (bermain dan bernyanyi). Sempat terselip beberapa pertanyaan. Sebenarnya saya melakukan semua untuk apa? Untuk siapa? Mengapa? Yang ada pikiran saya saat itu hanyalah just do it.

Dan ternyata semua ternyata ada jawabanya.
“CINTAILAH masalah, mari membangun monumen perdamaian dari batu-batu kebencian yg dilemparkan ke arah kita” (arief budiman)

Bayangkan, hampir sebulan penuh saya hanya mengurusi korban merapi sebenarnya buat apa? Pengeluarkan saya bertambah untuk telekomunikasi dan transportasi, padahal pemasukan nihil, sebenarnya buat siapa?

Dan disinilah saya menemukan kembali kekuatan Cinta sejati. Sesuatu yang membuat saya bertahan dan lebih kuat. Ada kekuatan BESAR yang membuat saya tidak pernah merasa lelah dan kehabisan makna. Sebuah anugerah luhur dari Sang Maha Cinta. Tuhan telah menunjukan Kuasa dan KebesaranNya. Hal ini dibuktikan dengan hal kecil seperti…

Pulsa
Nasib menjadi koordinator adalah harus bisa menghubungi banyak orang. Tentu saja hal ini menguras pulsa saya selama. Saya sempat kaget ketika saya harus mengeluarkan pulsa lebih banyak. Saya harus beli pulsa hampir setiap hari. Dan anehnya pada hari itu (saya lupa kapanya) ada keinginan untuk membeli pulsa, namun kog sepanjang perjalanan (dari rumah ke posko) masih pada tutup. Hingga saya memutuskan untuk menunda beli pulsa. Namun sesampai diposko saya coba cek pulsa. Rp 53***. Saya coba menghitung kembali jumlah nominal dan digit. Kog tambahnya ya? Siapa yang ngisiin ya? Padahal tidak ada sms notifikasi pengisian pulsa? Darimana ini?

Nasi bungkus
Waktu pendampingan yang mengharuskan briefing sebelum zuhur dan berangkat setelahnya terkadang membuat saya terlupa pada satu hal. Makan. Terutama pada awal-awal perjalanan kita. Namun berbeda tanggal 10 November 2010, untuk pertama kalinya kita para fasilitator pendampingan mendapatkan fasilitas makan. Walau sederhana. Namun bukan itu yang menarik, tapi tentang nasi bungkus yang “diberikan saya”. pertama, di kursi saya. saat melakukan pendampingan kita menitipkan tas dan perlengkapan lain. dan saya meletakan disebuah kursi. Berbeda dengan kursi-kursi lain yang dititip tas teman-teman saya. dikursi itu ada sebuah nasi bungkus. Awalnya saya tidak memperdulikannya.Namun hal ini menjadi pertanya kembali setelah saya menemukan nasi bungkus di motor saya. bukan di motor teman-teman yang lain. apakah ini kebetulan? Untuk apa kedua nasi bungkus itu “diletakan” di tempat tersebut? Oleh siapa? Wallahu ‘alam

“Cinta dariNya menjawab semua masalahmu. Dia mendengar, Melihat dan selalu Berfirman : perangi neraka didalam hatimu. Damaikan jiwamu dengan Cinta Dia.
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh. Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu
Serahkan, ikhlaskan dan pasrakan hanya kepadaNya. Cintanya adalah jawaban, karena Tuhanlah maha Cinta”
(Nidji)

Rabu, 08 Desember 2010

Diantara Pilihan (Merapi, Cinta dan Senyuman-4)

3 comments
6 November 2010
Jogja pagi hari masih tidak menentu. Isu adanya letusan yang lebih besar lagi masih menghiasai “obrolan” hari itu. Gelombang eksodus semakin terasa, banyak rekan yang meninggalkan jogja demi memenuhi panggilan jiwanya. Namun entah kenapa hari itu tetap saja saya memutuskan untuk bertahan dan memulai perjalan baru.
Para pejuang Senyum yang terpecah belah dan tidak bisa terkordinir membuat saya berkeinginan untuk berkordinasi dengan posko lain. hal ini dimulai dengan kunjungan saya ke Kampus setelah sekian lama. Awalnya ada sedikit titik cerah ketika saya berjumpa rekan lama. Namun setelah ngobrol agak lama saya belum bisa memahami apa yang sebenarnya mereka inginkan, ketidakpuasan inila yang mengantarkan saya untuk kembali jalan-jalan ke Posko pengungsian lain. (UGM, UNY dan Maguwo)

Saatnya Beraksi
7 November 2010
“pie kabare? Pie ki apa yang dilakukan Senyum untuk meringankan korban merapi?” sms dari seorang Pejuang Senyum.
Langusng saja saya balas :”ya, ntar datang ke Nitikan jam 10, kita mau koordinasi dan BERGERAK”
Walaupun gelombang eksodus masih besar, namun hari itu saya masih merasa masih banyak “sahabat” yang untuk bisa melakukan bersama. Satu demi satu para sahabat mulai berdatangan. Pembicarakan tentang apa dan bagaimana yang harus kita lakukan mulai hangat dibicarakan. Akhirnya, tanpa konsep yang jelas kita pun BERGERAK. Mengalir. Itulah tema hari ini. Denga persiapan seadanya kita pun memutuskan untuk pendampingan kepada anak-anak pengungsi korban merapi

Inside

Salah satu prinsip perubahan positif Senyum kembali teruji “Lihatlah dari yang paling mungkin, mulailah dari yang paling mudah dan lakukanlah SEKARANG!”
Pada saat kita ingin memutuskan melakukan pendampingan ke anak-anak. Kita sempat terombang-ambing oleh kondisi saat itu. Kebutuhan logistik yang masih tinggi dan belum merata sempat “menggoda kita”. Namun kenyataan sumber daya yang minim dan bercermin dari kekuatan yang ada mengarahkan kita. Apa sih yang paling mungkin kita lakukan? “Logistik tidak banyak, yawda “main” ma anak saja gimana?”
Kebingunan menentukan target posko mana yang ingin dampingin sempat mengiasi. Apa sih yang paling mudah kita lakukan? “ke posko dekat Pejuang Senyum aja gimana?” dan ketika semua itu semakin jelas, kita tidak bisa menunggu, Lakukan SEKARANG juga
And….
Pergerakan pun semakin lengkap ketika saya diajak gabung berama dengan Senior saya. Dengan dasar kepercayaan serta tanpa kepentingan apapun akhirnya kita BERGERAK bersama. Gabungan kekuatan ini telah menambah sumber daya yang ada. Dan Alhamdulilla pergerakan kita bisa bertahan lebih lama dan menjangkau lebih banyak lagi. Hal yang tek pernah saya bayangkan sebelumnya (apa yang telah kami lakukan bisa Anda baca di sini)

Dan ketika saya menikmati perjalanan itu, saya mulai menemukan kembali CInta itu, CInta yang membuat saya Tersenyum dan bisa hidup tenang dan damai. Siapa itu? Tunggu yah ^^
.

Jumat, 26 November 2010

Awal Perjalanan Cinta Abu vulkanik (Merapi, Cinta dan Senyuman-3)

6 comments

03 November 2010
Sore itu saya mendapat beberapa sms yang menanyakan keadaan Jogja. Saya yang sedang melakukan perjalanan balik dari Bandung ke Jogja tentu saja bingun menjawabnya. Dan hati mulai resah ketika saya mendapat sms dari sahabat saya “Astagfrllah, awan pns dg kec tgg&trbsr yg mgarah ke posko, mhn doany brkali2, sy ign smua pgungsi slmt, km lg kjr2n mghndri awn pns..Allahu akbar!”

Dan saya hanya bisa diam, dan berdoa…

Sampai di Jogja saya langsung disambut oleh kabar buruk, “Jogja meletus 3 kali lebih BESAR dari sebelum kamu berangkat” kata bang Arul yang dini hari itu menjemput saya.

Saya masih ingat betul sebelum berangkat ke Bandung, saya masih mempunyai beberapa agenda besar yang ingin dilakukan. Rencana kerjasama CSR dengan mitra tinggal selangkah lagi, begitu pula komunikasi positif dengan perusahaan mapan di Yogya membawa angin segar. Apalagi ditambah kepercayaan sebuah media di Jogja untuk mengisi progam regular mereka. Rencana eksekusi progam baru juga sudah dicanangkan, tergambar jelas beberapa mimpi yang akan segera tercapai. Namun, semua itu seakan-akan hanya dalam tidur saja. Semua bayangan indah tampak kabur oleh abu vulkanik. Bagaikan langit yang tertutup mendung, saya hanya bisa diam dan bersabar akan KehendakNya.

Seharian (04112010) itu saya benar-benar bingung dan kosong. Bagaikan orang planet lain yang tidak tahu bahasa, budaya ataupun apapun yang ada di kota ini. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya bisa berdoa bahwa Merapi tidak semakin parah, dan saya kembali agak tenang ketika malam harinya (sekitar 20.00-21.00), chatz dengan Mbak Yuli, pengasuh PA Nurul Yasmin (yang terletak di Jakal Km 14), bahwa keadaan disana baik-baik saja. Dan rencananya besok saya ingin k PA.

05 November 2010
“Aslm. Halo.. mas Arif dimana?”
“Di rumah, Nitikan, piye?” jawabku
“oh, ya saya tak kesana pengen ngobrol sekalian curhat…”

Awalnya saya mengira obrolan akan berlangsung biasa saja, namun saya benar-benar kaget ketika saya mendapat kabar ternyata Merapi kembali meletus dan lebih parah. Radius aman diperluas 20KM. seketika juga saya langsung sms ke semua teman yang tinggal di Jalan Kaliurang dan sekitar. Banyak balasan sms yang membuat saya miris. Hampir semua teman sudah mengungsi. Dan saya lebih terkejut ketika saya mendapat sms dari mbak Yuli “kita masih bertahan di Panti. Tidak ada transportasi mas”

Tentu saja tanpa pikir panjang saya langsung mencoba semua kontak bisa membantu untuk evakuasi. Dan bergegas untuk segera keatas melakukan apa yang bisa dilakukan. Walau Belum mendapat kepastian mau dievakuasi dengan apa dan kemana saya tetap saja berangkat keatas. Sempat mendapatkan “penolakan” dari beberapa teman karena tidak bisa membantu, akhirnya jawaban itu ada. Seorang sahabat yang awalnya mengaku tidak bisa membantu, entah kenapa berubah pikiran. Waktu itu saya yang sedang dalam perjalanan pun sedikit lega. Kabut vulkanik yang menghadang seakan-akan sudah tidak berati, ada suatu yang lebih besar menanti. Transportasi pun didapat walau agak telat.

“di saat krisis, yang diperlukan adalah sebuah tindakan CEPAT, TEPAT dan DAPAT”
Sampai di Panti, proses evakuasi ternyata tidak berjalan mulus. Suasana panik dan mencekam masih terasa. Banyak anak-anak yang minta dijemput keluarganya. Hal ini memberikan tekanan sendiri bagi mereka. Namun Alhamdulliah semua bisa terkendali, anak-anak sudah bisa “ngungsi” dengan tenang.

Dan cerita ini menjadi awal sebuah perjalanan INDAH yang penuh dengan KETIDAKPASTIAN. Sebuah langkah kecil yang memberikan perubahan BESAR. Yah, selamat datang di sebuah periode baru bersama Senyum Merapi. Apa itu? Nantikan yah dalam cerita selanjutnya ^^


Nb : special thax buat dua Srikandi yang berani menembus abu vulkanik untuk mengevakuasi anak NY dan gamaw disebutin n dicritain :D. tulisan lain ini bisa dibaca juga di http://www.senyumkita.com/kabar-senyum/senyum-community-evakuasi-anak-panti-nurul-yasmin/

Selasa, 16 November 2010

Merapi, Cinta dan Senyuman (2)

2 comments
Apakah kita akan membiarkan mereka…
Duduk terdiam



Bermain pasir


Atau
Hanya bergelantungan dip agar pintu?



Kami Berkumpul dan bergandengan tangan


Bermain


Belajar

Dan berbagi

Semua untuk satu tujuan
Mengembalikan senyum Tawa



Dan keceriaan mereka

Mari “Berbagi Senyum dengan Mainan” bersama, masih banyak anak-anak yang butuh perhatian kita. Bagi berbagi dengan kami, info lengkap bisa kamu baca disini

Nb 1 : bila kamu ingin melihat apa yg telah kami lakukan silahkan klik disini

Nb2 : maaf jika saya belum bisa menuliskan kisah tentang dua srikandi yang menembus kabut vulkanik guna mengevakuasi anak-anak Panti. Nanti bila waktu nya tepat y^^

Kamis, 11 November 2010

Merapi, Cinta dan Senyuman (1)

2 comments
(mav seri rahasia mencari Passion kamu terkahir dipending dulu, diganti ini dulu ya :D)

Dibalik bencana Merapi ada beberapa kisah penuh makna, cinta dan Senyuman. Bencana memunculkan kembali sifat manusia yang humanis. Ada banyak hikmah tersirat. Banyak cerita yang menggungah. Sebelum saya memulai cerita tentang “indahnya” Abu vulkanik, ijinkan saya melukiskan beberapa gambar di bawah ini


Walau bermasker tetap Senyum :)



Pejuang Sembako


sahabat lansia


pahlawan lantas


inspirasi pembersih jalanan


Berikutnya akan ada sebuah kisah tentang dua srikandi yang menembus kabut vulkanik guna mengevakuasi anak-anak Panti. Bagaimana itu? Tunggu yah ^^

Nb: tulisan ini saya mulai dengan keprihatinan saya terhadapa apa yang terjadi di jogja ini. Biarlah menjadi media katarsis sekaligus pencerahan bagi saya sendiri. Banyak hal positif yang bisa kita lihat, banyak hikmah yang bisa kita petik. Stay Positif ^^ (jika anda belum mendengar kata merapi silahkan baca disini : http://legendanona.blogspot.com/2010/11/kata-merapi.html)

bagi yang ingin barbagi Senyum dengan kami silahkan klik disini