Jumat, 29 Januari 2010

Cara Ampuh memberikan umpan balik

10 comments


Anda sering memberikan komentar terhadap perilaku orang lain? Atau bagi para blogger sering ngasih komen ke postingan teman ngeblog?
Kalau iya, berarti Anda sedang memberikan umpan balik (feed back).Umpan balik ?? apaan tuh?
Umpan balik atau feedback merupakan suatu bentuk komunikasi yang disampaikan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut mengetahui dampak perilakunya terhadap anda atau orang lain.
Dalam memberikan umpan balik ini terdiri dari dua macam, yaitu umpan balik positif dan umpan balik negative. Umpan-balik positif lebih bisa diterima daripada yang negatif. Hal ini bisa dipahami karena sebagian besar manusia lebih menyukai hal positif yang ada dalam diri mereka ketimbang “bad news” tentang dirinya. Dan bila Anda ingin memberikan Umpan balik negatif, maka agar bisa diterima utarakan seobyektif mungkin disertai oleh informasi atau data lain yang mendukung.
Berikut ini beberapa tips dalam pemberian umpan balik
1.Fokuslah pada perilaku yang spesifik.
Hindari kalimat seperti ini : “Perilakumu sangat tidak baik” atau “Saya sangat terkesan dengan penampilan anda”. Lebih baik jika kita katakan : “Kemarin kamu terlambat sepuluh menit” atau “pakaian yang Anda pakai cukup cocok dalam acara ini”
2.Jaga agar tetap bersifat “impersonal”.
Upayakan, walau anda dalam situasi marah sekali pun, jangan mengkritik kepribadian seseorang. Misalnya: “Dasar pemalas, pembohong” atau kata-kata yang menunjukan sifat seseorang. Lebih baik kritik tindakannya Misalnya : “Dalam satu bulan ini kamu sudah lima kali tidak datang acara kita”
3.Berikan segera setelah perilaku ditampilkan
Umpan-balik akan sangat bermakna bagi pihak penerima, jika dilakukan segera setelah perilaku tertentu ditampilkan. Misalkan memberikan tepuk tangan atas tampilan pembicara, atau teguran atas kesalahan yang dilakukan baru saja.
4.Mudah dipahami
Pihak yang diberi umpan balik harus memahami isi dari umpan balik yang diberikan kepadanya.Gunakan bahasa yang sesuai dengan kondisi orang tersebut.

Nb: kasih aku feedback yah^^. Sm2 baljar ni

7 cara membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain (networking)

12 comments



Sebagai makhluk sosial kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain. Orang lain akan menutupi kelemahan atau menambah kekuatan kita. Namun untuk membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain bukanlah perkara mudah. Tidak jarang kita gagal membangun hubungan karena kita tidak siap
Ini mungkin beberapa cara membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain :
1.Tentukan tujuan
Tentukan dengan jelas mengapa Anda harus bekerjasama. Apa yang Anda dapatkan? Apa yang bisa Anda berikan? Saat Anda bisa menjawab pertanyaan ini Anda bisa mencari pihak yang tepat untuk diajak kerjasama. Hal ini akan membuat Anda lebih efeketif dan focus pada tujuan Anda.

2.Siapakan profil
Siapkan beberapa materi tentang Anda. gali latar belakang Anda buat menjadi sebuah cerita tentanga Anda (atau organisasi Anda). temukan hal-hal menarik. Orang biasanya menyukai cerita. Hal ini cukup menarik ketika Anda mulai menceritakan “Anda itu siapa”.

3.Buat kesan positif
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” begitu kiranya sebuah tagline sebuah brand terkenal. Kesan pertama memang sangat penting. Banyak orang tidak punya banyak waktu. Berikan kesan positif yang apa adanya. Jangan berlebih-lebihan. Hal ini bisa merusak hubungan dikemudian hari.

4.Fokus pada kualitas bukan kuantitas
Anda bileh membuat sebanyak mungkin jaringan kerjasama. Namun anda harus bisa memlih prioritas mana yang bisa anda bangun kualitas hubungannya. Cari yang benar-benar Anda butuhkan dan memberikan manfaat lebih banyak. Sesuaikan juga dengan kondisi Anda.

5.Hargai pendapat dan kebiasaan mereka
Setiap orang (atau organisasi) mempunyai kebiasaan dan budaya sendiri. Hargai pendapat atau kebiasaan mereka. Jangan pernah membandingkan dengan orang atau organisasi lain yang Anda anggap lebih baik. Sadarilah setiap orang atau organisasi mempunyai keunikan sendiri.

6.Tunjukan antusiasme
Tunjukan bahwa anda sangat senang bisa mengenal orang atau organisasi tersebut. Lakukan dengan tulus. Cobalah untuk memahami dan mengenal mereka secara mendalam lebih dahulu. Orang akan lebih senang bila orang lain mengenal dan mau memahami mereka.

7.Tawarkan bantuan
Jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Jika Anda memang merasa sanggup untuk membantu, mengapa Anda menunggu mereka meminta? Bersikaplah proaktif. Bantuan yang Anda berikan pasti kembali pada Anda suatu saat nanti.

Jumat, 22 Januari 2010

Pertanyaan yang membuat HEBAT orang lain

10 comments


Mengajukan pertanyaan memang mudah. Namun bagaimana pertanyaan itu bisa mengubah orang lain, bukanlah hal yang gampang. Bukannya membuat hati orang yang ditanya senang, malah sebuah pertanyaan bisa menjadi bumerang bagi kita. Tapi jika kita mampu mengajukan pertanyaan yang tepat hal ini bisa memberi pengaruh positif.

Bagaimana bisa member pengaruh positif? Memang gampang-gampang susah. Seperti kita ketahui, pertanyaan merpakan senjata yang digunakan psikolog, mentor, trainer ataupun orang yang berkecimpung dalam transformasi manusia. Para orang-orang tersebut menggunakan pertanyaan untuk mengubah focus orang. Hal ini juga tentunya mengubah perasaan orang tersebut. Ketika ada seseorang yang sedang mengalami masalah dan ada yang menanyakan “apakah yang Anda pelajari dari situasi ini?”. Maka orang tersebut akan mengubah fokusnya dari memikirkan permasalahan yang ada menuju focus pada solusi atau pelajaran yang bisa didapatkan.

Ini mungkin beberapa tips dalam mengajukan pertanyaan
1.Bertanya sebelum memanggil nama orang tersebut
Ajukanlah sebuah pertanyaan, lalu beri waktu orang lain untuk berpikir. Dan sebut namanya untuk menguatkan dengan sapa Anda bicara. Contohnya, “apa yang kamu risaukan tentang hal ini?... Ega?”.
2.Mengunakan pertanyaan terbuka

Cobalah untuk menggunakan pertanyaan terbuka yang bisa membuka sisi kreatif sesorang. Jangan gunakan pertanyaan tertutup seperti “apakah ini cocok untuk kamu?” (yang hanya membutuhkan jawaba ya-tidak, setuju-tidak setuju, dll). Tapi gunakan pertanyaan terbuka, seperti “bisa tidak kamu gambarakan cowok yang kamu inginkan itu seperti apa?”
3.Memahami perbedaan budaya dan linguistic orang lain
Coba cermati budaya dan penggunakan bahasa yang digunakan orang lain. Jangan mencoba mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sensitive bagi orang tersebut. Mungkin bagi kita tidak masalah namun, bagi orang dengan budaya lain bisa berbeda. serta pilihlan kata atau bahasa yang bisa diterima mereka.
4.Gunakan “jurus mendengarkan
Saat Anda berkomunikasi dengna orang lain, mau tidak mau anda juga menggunkan teknik ini. Cobalah menjadi pengengar yang efekti maka Anda bisa mengajukan pertanyaan yang berkualitas

Selasa, 19 Januari 2010

Rahasia sebuah pertanyaan

13 comments


“Semua kemajuan manusia didahului dengan pertanyaan-pertanyaan baru” A Robbins
Setiap Anda bertanya pasti mendapatkan jawaban. Pertanyaan yang kita ajukan pada diri sendiri maupun orang lain merupakan proses evaluasi dan penciptaan makna. Pertanyaan akan mengarahkan fokus kita serta bagaimana kita berpikir dan bagaimana perasaan kita.

Pemilihan pertanyaan yang baik akan mendapatkan jawaban yang baik. Dan pertanyaan yang berkualitas akan menciptakan kehidupan yang berkualitas. Ketika Anda mengalami musibah, sebagian orang akan menyakan, “mengapa harus aku? Mengapa Allah tega melakukannya kepadaku? Mengapa kehidupan ini tidak adil?”. Namun disisi lain, ada orang yang menyakan dengan pertanyaan lain, “bagaimana aku bisa memanfaatkan keadaan ini? Hikmah apa yang bisa saya dapatkan?”.

Dan tentu saja akan ada perbedaan besar ketika kita mengajukan pertanyaan. Orang yang mengajukan pertanyaan yang tepat (“Bagaimana aku bisa memanfaatkan keadaan ini? Hikmah apa yang bisa saya dapatkan?”.) akan mendapatkan hasil positif. Hal ini akan mendorong untuk mengubah kesulitan-kesulitan yang ada seta menjadikan dunia kita menjadi lebih baik. Berbeda ketika kita mengajukan pertanyaan pertama (“mengapa harus aku?”) yang hanya akan membuat Anda tengelam dalam kondisi tersebut.

“Barang siapa tidak mampu bertanya, tidak mampu hidup.” Pepatah lama


Memberikan pertanyaan yang tepat kepada diri sendiri merupakan kunci dari pemecahan masalah. Jika Anda bisa mengembangkan pertanyaan yang konsisten Anda akan mampu memberdayakan diri Anda. ini beberapa pertanyaan yang bisa mengubah diri Anda menjadi lebih baik lagi
1.Pertanyaan-pertanyaan ketika menghadapi masalah
Apa yang luar biasa dalam masalah ini?
Apa yang belum sempurna?
Apa yang sanggup kulalukan untuk menjadikannya seperti yang saya inginkan?
Apakah yang tidak saya lakukan untuk menjadikan seperti yang kuinginkan?
Bagaimanakan aku bisa menikmati prosesnya sementara aku melakukan apa yang diperlukan untuk menjadikan seperti yang saya inginkan?

2.Pertanyaan yang membuat Anda Luar biasa
Apaka yang menjadikan aku bahagia dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan akau bersemangat dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan aku bangga dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang menjadikan aku bersyukur dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang paling kunikmati dalam kehidupanku sekarang ini?
Terhadap apakah aku berkomitmen dalam kehidupanku sekarang ini?
Apakah yang telah aku kontribusikan hari ini?
Bagaimana saya bisa memanfaatkan hari ini untuk menambah kualitas hidup ini?
Apa yang saya pelajari hari ini?
Jika ini adalah hari terakhir saya di dunia ini, apa yang harus saya lakukan?

Senyum adalah obat segala penyakit

16 comments
“Asalakan ada niat untuk mengamalkan kebaikan, sakit kaki tak begitu terasa.”

Begitulah pelajaran berharga yang didapat seorang Trainer Senyum, Wita, yang dalam kegiatan pelatihan di PAYPI. Wita yang sedang mengalami sakit kaki karena keseleo tetap bisa tersenyum dan membuat anak-anak panti juga tersenyum. Sakit terkikis karena ada senyum yang tulus dihatinya.

Kejadian juga hampir sama menimpa saya seminggu lalu. Jempol kaki yang bengkak hampir “melumpuhkan” segala aktifitas saya. Segala acara dan agenda terpaksa batal karena sakit yang didera. Namun saya sadar sakit ini bukan halangan untuk melakukan hal yang berharga. Sakit adalah “anugerah” yang harus tetap kita syukuri. Dan saat kita ikhlas dan pasrah kepadanya, maka semuanya terasa begitu indah. Anda tidak perlu ke dokter atau dukun. Yang diperlukan adalah senyum tulus bahwa ada selalu ada Kuasa yang lebih besar dibalik semua ini.

Award
Beberapa waktu lalu saya mendapat award dari mbak nana



Sbenarnya msih bingun juga award tu trs gmn,, he9 (maklum pendatang baru di dunia bloger,he9). Di award tersebut saya harus membagikan lagi kepada 10 orang. Kenapa 10? Ya begitulah kata empu, saya sendiri bingun kalau harus membagi sepuluh, pengena takasih semua,, he9
Qq
Jojo
Arin
Clara
anyin
dee
senja
zahra
elsa
nana
(kog semua cewek yah? Brati aku normal..haha9)

Award ini adalah wujud apresiasi bagi2 tmn yg telah rutin berkunjung di blog baru ini (baru diurus :D), dan jangan lupa untuk membagikannya lagi ke 10 teman lainnya yaa.
(*permintaan dari empunya award, katanya gitu..)
Lanjutkan kebaikan ini...hehe

Rabu, 13 Januari 2010

Mengungkap keajaiban mendengarkan (bag 2)

12 comments
Mendengarkan memang salah satu kemampuan penting manusia. Kemampuan mendengarkan ini sangat dibutuhkan seorang pemimpin dalam mendengar aspirasi dari bawahannya. Hal ini juga dibutuhkan sepasang suami-istri dalam menjalin hubungannya atau saat seorang sahabat curhat dengan kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mendengarkan secara efektif?

Mendengarkan secara efektif ini bisa terjadi ketika kita mampu menangkap isi pesan atau memahami maksud dari pembicara. Setidaknya ada 2 cara agar Anda bisa mendengarkan secara efektif
1. Mendengarkan secar aktif
Mendengarkan secara aktif ini merupakan cara mendengarkan untuk memperoleh informasi lebih, meningkatkan pemahaman tentang pandangan seseorang, atau agar bisa bekerjasama secara efektif dengan orang lain. Pendekatan ini tidak hanya mempelajari dan mengingat apa yang dikatakan tapi juga mengkomunikasi minat terhadap bahan pembicaraan.

Mendengarkan aktif bisa dilakukan dengan:
Melihat dan mendengarkan secara antusias
Menggunakan kontak mata secara aktif. Posisi tubuh yang baik dan ekspresi wajah yang menunjukan penuh perhatian. Hindari bahasa tubuh yang mengganggu seperti bermain pensil atau menggambar. Dan tunjukan beberapa pendapat seperti “oke”, “terus..” sehingga mendorong orang untuk melanjutkan pembicaraan
Adopsi pandangan orang tersebut
Coba pahami sudut pandang pembicara. Tahan untuk mengungkap reaksi atau pendapat hingga dia selesai mejelaskan. Berempatilah dengan sudut pandang orang tersebut. Pahami perasaanya bukan hanya perkataannya. Dan coba respon dengan menggunkan sudut pandang orang tersebut, bukan sudut pandang pribadi.
Klarifikasi pemikiran dan perasaan orang tersebut
Coba klarifikasi apa yang telah dibicarakan. Saat pembicara berhenti, coba Tanya dengan pertanyaan terbuka seperti “Bagaimana perasaan Anda tentang X?”, “bisakah anda ceritakan tentang X?”, “Apa pendapat anda tentang X?”. Gunakan cara refleksi untuk memahami perasaan pembicara seperti “Jadi, apakah Anda puas dengan perkembangan X?”

2. Merefleksikan
Tipe reflecksi ini biasa digunakan dalam teknik konseling, hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman tentang pikiran dan khususnya perasaan orang. Biasanya teknik ini digunakan untuk membantu sesorang untuk mengeksplorasi pemahaman sesorang tentang sesuatu.

Mencerminkan perasaan dan pemikiran pembicara.

Menyatakanlah kembali apa pembicara katakan untuk mengetahui pemahaman kita, contohnya: " Jadi, kamu tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu?" "Menurut kamu waktu yang diberikan tidak cukup?"). hal ini digunakan juga untuk memahami perasaan pembicara "Kamu tampak merasanya tidak tertarik dengan masalah ini sebab tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu?"). Cobalah untuk menginterprestasi perasaan orang tersbut, seperti :” Anda tampak marah dengan kondisi saat ini”
Hal ini bisa Anda lakukan dengan melakukan penekanan atau pengaturan intonasi terhadap perasaan yang mungkin dialami oleh pembicara.

Merespon daripada memimpin pembicaraan
Saat lawan bicara mengutarakan pemikiran dan perasaan. Jangan sampai anda mengarahkan kepada sesuatu yang minati. Ambilah sikap netral. Anda cukup memberikan respon dari apa yang diungkapkan lawan bicara Anda. “jadi Anda merasa terpaksa melakukan tugas ini?”. Cobalah untuk tetap menggunakan paradigma pasangan Anda. Coba gali lagi dengan pertanyaan seperti : “Mengapa?”


Merespon kepada perasaan daripada isi yang disampaikan

Coba tangkap perasaan yang dialami oleh lawan bicara Anda. Hal ini mempunyai banyak makna lebih daripada apa isi yang disampaikan. Anda akan membantu lawan bicara Anda mengekspolarasi diri lebih banyak lagi ketika hal ini menyangkut perasaanya (contoh : “Jadi kamu kecewa ketika X tidak datang?) daripada isi (“Mengapa X tidak membantu Anda?”. memahami perasaan seorang ini bisa Anda pahami dengan dengan menyakan secara spesifik suatu persoalan (“Anda adalah bawahan Y, dan Anda mendapat tugas yang tidak sesuai dengan bidang Anda?” daripada suatu hal yang bersifat umum (“jadi manajemen disini kurang professional?”.

Minggu, 10 Januari 2010

Mengungkap keajaiban mendengarkan (bag 1)

10 comments
Sering ketemu orang yang ga nyambung?
Diajak ngomong ini tapi jawabnya malah itu? capek deh..

Salah satu hal yang membuat hal tersebut terjadi adalah karena kurangnya kemampuan komunikasi kita. Dah lebih spesifik lagi adalah kurangnya kemampuan mendengarkan. Mendegarkan? Yah, emang kita bisa mendengar apa yang disampaikan tapi terkadang kita tidak “mendengar” apa maksud atau makna yang orang lain sampaikan
Untuk memahami kemampuan mendengarkan ini, setidaknya kita harus mengerti tentang 3 perbedaan level komunikasi yaitu : fakta, pendapat atau keyakinan, dan perasaan atau emosi. Dengan memahami level komunikasi tersebut kita bisa tahu apa sebenarnya yang disampaikan oleh lawan bicara kita. Kamu harus bagian mana yang paling penting ingin disampaikan. Sehingga tidak ada mispersepsi dalam komunikasi tersebut.
Dalam prakteknya, ada salah satu poin penting yang agar Anda bisa mendengarkan secara efektif, yaitu menyingkirkan segala hal yang menghambat pesan tersebut. Beberapa cara yang bisa mengurangi hambatan tersebut adalah :
1. Berhenti bicara.
Ada akan kesulitan jika Anda mendengarkan juga bicara dalam waktu yang sama.
2. Dalam kondisi nyaman.
melakukan komunikasi dengan suasan nyaman dan relaks membuat semua orang bisa berkomunikasi secara efektif. Beri waktu khusus bagi kita untuk berkomunikasi. Sehingga tidak terjadi interupsi.
3. Buang segala gangguan yang mungkin timbul.
Pendengar yang baik sehiarusnya mematikan TV atau radio, atau berhenti membaca buku. Anda harus memberikan perhatian penuh.
4. Berempati.
Terkadang hal yang disampaikan tidak sesuai dengan pandangan kita. Namun hargai pendapatnya. Cobalah melihat dari sudut pandan orang tersebut.
5. Bersabar.
Ada beberapa orang yang kurang pandai menjelaskan sesuatu. Mereka membutuhkan waktu untuk menyapaikan inti permasalahan.
6. Jangan tergesa-gesa memberikan pendapat atau persetujuan.
Jangan langsung memberikan suatu pendapat atau persetujuan dengan cepat. Coba pahami permasalah dengan komprehensif. Dan bila anda terlalu cepat menyimpulkan sesuatu belum tentu hal tersebut sesuai dengan apa yang diharapkan bersama.

(bersambung…..)