Rabu, 08 Februari 2012

Saatnya Wisbiz lagi ^^

2 comments
Sekarang sudah Februari, bulan ke dua di tahun 2012.  bulan penuh cinta dan kebahagiaan. Mau bulan ini menajdi penuh keceriaan?

yuk dukung program wisata bisnis yang diadakan Senyum Community. Rencananya kita pengen ngajak anak Panti Al Hakim mengunjungi Jaketkaos.com dan Dagadu Djogja acara ini dilaksanakan tanggal 26 Februari 2012.

tertarik?


Sekang, HANYA dengan Rp 300.000, anda bisa membiayai 3 anak Yatim/dhuafa mengikuti program wisata bisnismau??

Pembayaran paket bisa via transfer ke :
Bank Mandiri Cab Katamso Yogyakarta 137-00-0748014-4 a.n Dwi Wahyu Arif Nugroho BNI Cab UGM Yogya 0225606051 a.n Dwi Wahyu Arif Nugroho Tolong cantumkan Kode Donasi #wisbis yaitu angka  unik dibelakang 012 contoh 300.012 dan konfirmasi via sms ke 02749670797
Berbagilah SEKARANG juga, atau kamu akan kehilangan kesempatan menarik ini ^^
info lengkap bisa dibaca disini

Selasa, 07 Februari 2012

#Persuatwit ala pak Ronny FR

0 comments

 Persuasi adalah komunikasi yg membujuk/mengajak orang melakukan suatu & ia merasa atas kehendaknya sendiri
1.      Rapport
Persuasi menjadi lancar jika dibangun diatas hubungan yang TRUST. Lakukan dgn Teknik RAPPORT YES SET ala NLP. 
Membangun Yes Set dalam #Persuatwit dilakukan dgn membuat Pendengar berada dalam pikiran Yes Yes Yes Yes pada Anda terus menerus
Membangun YES SET pd #Persuatwit dilakukan dgn cara ungkapkan hal2 yg TIDAK BISA disangkal kebenarannya di awal kalimat Anda.
Cth Yes Set #Persuatwit: Kita skrg sudah OL di Twitter (yes), tepat jam 8:28 (yes), mmbaca TL ini (yes) menginginkan hal yg lebih baik (yes)
Setelah Yes Set ter-set up dengan baik, tinggal anda masukkan intipesan #Persuatwit Anda,
Perhatikan, bhw Negarawan & Orator ulung pasti pakai Yes Set di setiap orasinya. Itulah rahasia knp mrk kharismatik

Persuasi tdk memakai paksaan dlm komunikasinya. Salah satu kuncinya adalah menggunakan hukum pain pleasure principle.
Hukum Pain-Pleasure dlm persuasi adalah kaitkan Pleasure dg Ikuti Bujukan, Pain dg TDK ikuti Bujukan. Lakukan via BAWAH SADAR
Penerapan Pain-Pleasure pd #Persuatwit: Apa manfaatnya jika ikuti sugesti. Apa ruginya kalau menunda. Lakukan dgn bhs hypnotik
Contoh Pain-Pleaseure #Persuatwit pd penjualan Property : Sale Up t o 20% Hanya Hari ini. SETELAH 2 hari lagi harga NAIK 15%.
Contoh Pain-Pleasure #Persuatwit pd Parenting: Kalau kerjakan PR skrg ibu temanin, jk nanti kerjakannya mk lakukan sendiri ya

Persuasi dibangun dgn menggunakan prinsip "kemasuk-akalan". Yakni suatu rumus yg dipakai otak utk percaya sesuatu
Saat Anda tahu, bgmn pikiran menganggap sesuatu itu MASUK AKAL, maka cara itu bisa dipakai utk Persuasi yg JITU!
salah satu hukum kemasukakalan adalah: Jika orang2 yg terkenal hebat sj percaya hal itu, maka hal itu bisa dipercaya
Hukum kemasukakalan yg lain adalah: hubungkan persuasi Anda sebagai akibat, dari suatu sebab yg nggak bisa dibantah.
Contoh Hukum Kemasukakalan Sebab-Akibat: Sebentar lg Pemilu, maka politisi perlu belajar ilmu Komunikasi Persuasif
Contoh Lain MasukAkal Sebab-AKibat: Kamu sudah mau masuk SD, jadi kamu harus bisa mandi sendiri (Parenting)
Contoh lagi MasukAkal Sebab-AKibat: Karena Ibu sadar kesehatan, maka pakailah sabun mandi merek X
Perhatikan, saat pakai Hukum MasukAkal Sebab-Akibat tdk harus BENAR, yg penting MASUK AKAL krn sesuai hukum pikiran
Persuasi perlu dibangun tanpa manipulatif, karena bisa jadi bumerang. Persuasikan hal yg positif
Persuasi dibangun dg mempengaruhi Keyakinan: menggusur keyakinan lama, & mereplace dgn yg baru scr bwh sadar
Dalam persuasi, komunikator selalu menghindari situasi konflik, melalui cara2 yg tdk melawan belief & posisi lawan bicara 

Salah satu contoh BAHASA HIPNOTIK NLP untuk #Persuatwit adalah : Penggunaan Asumsi berbasis kata: "SAMBIL." Lihat contoh berikut
Contoh #Persuatwit Kerjakan PR: SAMBIL Kakak Cynthia kerjakan PR SKRG, apakah kakak ingin dibuatkan minuman susu atau coklat aja?
Contoh #Persuatwit Agar Customer TTD: Apakah ibu lebih suka duduk saja di Sofa itu, SAMBIL ibu tanda tangani form aplikasi ini?
Spt Komunikasi, Persuasi ada 2 macam: Intepersonal & intrapersonal. Interpersonal: dg org lain. Intrapersonal: dg diri sendiri. Karena diri sendiri juga tdk suka diperintah, mk memprogram pikiran utk sukses jg harus pakai Hukum2 Persuasi. Buat bawah sadar kita percaya, dengan membuat YES SET yang kita percaya juga. Sip khan? Simple kok

dari kultwit pak @RonnyFR

Minggu, 05 Februari 2012

Selaraskan Cinta

0 comments

Setiap orang pasti pernah jatuh cintakan? Kamu juga pernahkan? Pernah mencintai dan di cintai?
Cerita cinta memang ga pernah ada habisnya. Ijinkan saya menceritakan sebuah cerita saya. Sebuah cerita cinta sejati. Penasaran?

Pagi itu mendadak ada sms dari orang tua,  mereka ke jogja. Awalnya saya mengira mereka ada acara terus mampir ke tempatku. Ternyata saya salah. Mereka jauh-jauh dari magelang, khusus hari itu pergi ke jogja untuk menemui saya. Mereka rela “mbolos” kerja hanya untuk menemui saya. Untuk apa coba? Memberikan sebuah surat.

Surat? surat cinta? Surat apa yah?

Surat itu adalah surat edaran/pengumuman penerimaan CPNS!

Yah, itulah salah satu usaha terbesar orang tua saya membujuk saya agar masuk PNS. Bukan rahasia lagi kalau kedua ortunya adalah semua PNS dan mengidolakan anaknya semua masuk PNS. PNS memang sebagian orang bagaikan gadis cantik yang diburu dan di sanjung banyak orang. Begitupula orang tua saya, sudah sewajarnya mereka mengharapkan itu.

nek mlebu PNS ki enak, gajine tetap lan jelas, terus oleh pensiun” rayu ibunda.

Bisa jadi inilah salah satu ujian terberat saya. Kalau biasanya aku bisa menolak dengan enteng, tapi kali ini beda. Masak aku harus membiarkan pengorbanan mereka?

Gejolak jiwa memang terasa, namun keteguhan hati tidak terpengkiri. Dengan berat hati memang saya menolak permintaan mereka. Saat itu diskusi, dialog benar-benar terasa panjang. Beribu argumen dari saya dan ortu cukup mewarnai pagi itu. Akhirnya ibunda pun mengatakan : “apa pilihanya kita pasti mendukung, wong kowe sing ngalakoni”. Alhamdulillah memang akhirnya ibunda memahami, tapi hati ini masih menangis tidak bisa mengabulkan segala permintaannya?

Apakah saya salah? Memang dulu saya pernah berpikiran demikian, haruskan saya mengorbankan mimpi dan kebahagiaan saya demi kebahagiaan orang lain? Benarkah orang tua kita bahagia jika kita benar-benar melakukan permintaannya? Adakah cara lain agar kita tetap bahagia dan orang tua bahagia?

Salah satu yang saya lakukan dalam dialog itu adalah menselaraskan apa keinginan / persepsi/ pandangan saya dengan keinginan / persepsi/ pandangan orang tua. Salah satu argumen saya yang mungkin diterima mereka adalah : “kulo pun nate kerjo ting kampus, ra krasan. Koncoku kulo nggeh wonten metu seko PNS, terus wiraswasta” artinya : “saya pernah kerja di kampus tapi ga kerasan, teman saya juga ada yang jadi PNS tapi keluar terus buka usaha.”

Yah, informasi cukup membuka pandangan orang tua, “oh, iya to?”. Ini merupakan hal wajar bagi mereka, karena lingkungan mereka pasti bawa menjadi PNS itu nyaman, dan mereka sendiri juga merasakan. Tapi terkadang mereka kurang memahami dunia di luar mereka. Apalagi kedua orang tuaku bukanlah pejabat tinggi yang memiliki pendidikan tinggi.

Dan yang tidak kalah penting adalah menselaraskan juga UKURAN paradigma kita. Maksudnya? Setiap orang pasti mempunyai ukuran-ukuran  sendiri terhadap apa itu kebahagiaan dan kesukesanan. Hal ini perlu kita pahami dan selaraskan. Coba tanyakan ukuran keberhasilan dan kebahagiaan kita. Ungkapkan juga ukuran-ukuran kita, agar mereka juga bisa memahami. Coba buat konkret agar saling memahami.

Contohnya, dulu aku pernah bilang salah satu kebahagiaanku memilih jadi pengusaha adalah waktuku yang fleksibel, bisa Shalat jamaah terus tanpa takut dengan atasan atau kerjaan belum beres.

Kita semua tahu orang tua kita pasti mencintai kita. Tapi bukan berati menuruti segala permintaanyakan? Salah satu alasan kuat, saya berani “menolak” permintaanya adalah saya jarang sekali meminta kepada orang tua. Bahkan sejak lulus saya sudah benar-benar mandiri, bahkan semenjak SD tidak pernah minta sangu, tapi kalau dikasih ya tetap diterima, hehe

Ketika orang tua kita memberikan “fasilitas” kepada kita, tentu mereka punya hak untuk mengatur kita. Namun ketika kita sudah mampu lepas dari ketergantungan mereka, kita mempunyai kekuatan sendiri untuk membuktikan kepada mereka. Saya tahu ini ga mudah, namun saya yakin semua pasti mempunyai tujuan yang sama kebaikan bersama

Orang tua kita pasti punya cara sendiri agar mereka bahagia. Dan kita juga punya jalan sendiri agar kita bahagia. Tugas kita adalah menjembatani kedua hal tersebut, terkadang memang harus ada yang mengalah.
Tapi saya yakin semua hal bisa kita selesaikan bersama dengan kekuatan CINTA. Cinta yang tulus dari orang tua, dan Cinta kita sejati untuk berbakti kepada mereka. Semoga kita menjadi golongan orang berbakti kepada orang tua kita. Amiin

Ini ceritaku, bagaimana ceritamu?
Apapun ceritanya....
Enjoy ther procces, enjoy yourself


Cara “Arif” jadi Entrepreneur

Kamis, 26 Januari 2012

Asas & Tujuan

3 comments


Pagi itu saya terpaksa ke tambal ban karena ban bocor. Yang menarik adalah tukang tambal tersebut adalah tetangga saya yang sudah berprofesi sebagai penambal ban sejak saya SD. Saya masih ingat setiap kali sekolah pasti lewat depan usahanya sambil menyapanya. Namun dibalik memori itu hati miris, mengapa? Sudah bertahun-tahun dia menekuni profesi ini tapi keadaan tidak jauh berbeda dengan dulu.

Apakah teman-teman juga sering menemukan hal yang sama. Suatu saat saya juga pernah ketemu pejual jajan SD dan sekarang masih melakoni hal yang sama. Adakah yang salah?  Bukankah suatu kerugian jika hari ini tidak lebih baik dari kemarin? Jika hari tidak tidak ada peningkatan yang berarti dalam hidup ini bukankah kita juga termasuk orang yang merugi? Apalagi jika kita berbisnis, jika tidak tumbuh dan berkembang (dalam segala aspek) buat apa kita meneruskan?

Salah hal alasan jawaban klasik adalah saat kita berusaha adalah “Yang penting sudah berusaha, tujuannya juga untuk ngibadah”.  Orang bisnis untuk ibadah memang tidak salah, tapi kurang tepat. Karena tujuan bisnis memang bukan untuk ibadah tapi  “alat/sarana” mencapai tujuan. Dan setiap orang pasti mempunyai tujuan sendiri-sendiri seperti agar kaya, membuka lapangan pekerjaan dll

Lalu bukankah bisnis juga bisa dinilai ibadah? Yah, jika ASAS/DASAR-nya benar, atau gampangnya niat nya memang untuk ibadah. Loh terus apa bedanya? Inilah yang terkadang membingunkan, orang cenderung tumpang tindih dan tidak membedakan apa itu ASAS dengan TUJUAN/TARGET atau kata guru saya Qimah (opo meneh kui :D)

Lebih jelasnya mungkin begini. ada orang kecelakan, lalu ditolong oleh dua orang, Abi dan Bima. Abi menolong orang tersebut dengan ASAS/NIAT karena Alloh (ibadah kepadaNya), tapi Bima menolong dengan niat mengamalkan Pancasila terutama Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tentu akan bedakan amalan kedua orang tersebut? Lalu apa TUJUAN/TARGET menolong orang kecelakaan tersebut, tentunya adalah menolong agar orang tersebut SELAMAT, jika tidak selamat maka kita bisa dianggap gagal menolongnya.

Nah inilah bahayanya jika kita salah “meletakan” ASAS dengan TUJUAN atau malah dengan MANFAAT/FAEDAH dari amalan/perbuatan kita. Kita akan cenderung santai dan tidak termotivasi untuk mencapai TARGET tertinggi kita. Jika kita sudah meletakan ASAS yang benar maka kita tidak akan pernah takut mencanangkan TUJUAN TERTINGGI (Atau bahasa populer sekarang adalah MIMPI) yang ingin kita capai.

Mari kita luruskan Niat, Tentukan MIMPI TERINDAH yang ingin kita capai dan..
Enjoy ther procces, enjoy yourself


Cara “Arif” jadi Entrepreneur

Senin, 23 Januari 2012

Awal Cerita Ceria (Sejarah Senyum Community)

0 comments

Akhir 2008, seorang Dwi Wahyu AN ingin memberikan nilai tambah bagi kehidupan :D. Dia mencoba membuat tim yang mempunyai visi yang hampir sama. Banyak yang tertarik tapi banyak pula yang menolak. Pada awal “pencarian” masih dengan metode “gerilya” (satu-dua orang saja untuk brainstorming dan penyatuan ide). Dan pada tahap ini kita belum menentukan fokus kegiatannya.

Hingga pada suatu hari, ada usulan untuk memberi nama Senyum oleh mas Rusdi pada calon organisasi/tim kita tersebut. Dan pada tanggal 4 Januari 2009, Senyum Community mulai dipopulerkan pada tim ini :D. Dan selang sehari, ada ide untuk mengumpulkan baju dan buku bekas (walaupun awalnya kita ga tahu mau diapakan barang tersebut :D).

Beberapa hari kemudian ada ide untuk bekerjasama dengan KMP Psikologi UGM dalam penyaluran baju-baju tersebut. Pertemuan untuk kerjasama pun telah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2009.  Dan pada tanggal 22 Januari 2011 seluruh anggota Senyum Community kumpul bersama untuk pertama kalinya (sudah tidak “gerilya” lagi :D). Pada pertemuan awal ini juga diputuskan untuk awal hanya “diurus” oleh Dwi Wahyu AN dan M Alfan H (sekretaris). Dan dari situlah kita mulai fokus pada pengembangan pemuda Indonesia :D.



Senyum memulai program pengembangan dari anggota Senyum sendiri. Program ini dinamakan Senyum Bersahaja yang diusulkan Nafis Mudrika, Spsi ^^.  Program ini berupa forum dan sharing per pekan, training dan lain-lain. Dan untuk awal program yang berhasil adalah forum dan sharing per pekan.  Serta kita juga udah buat website www.senyumkita.com (8/2/09) yang  dibuat oleh Mira Maulia.

Dalam perkembangannya ternyata tidak semulus yang diperkirakaan. Kerjasama dengan KMP yang belum jelas, pembuatan buku “UGM Undercover” yang mandeg, forum yang belum terencana dngan matang dan anggota yang “keluar-masuk”. Namun kemudian pada tanggal 13 Februari 2009 ada ide dari Danang AM S.Psi untuk mengadakan training. Dan pada tanggal 20 februari 2009, lahirlah T-Smile team ^^. Serta disusul pelaksanaan training gratis di SMP 2 Ngaglik (28 Februari 2009).

Setelah Training, tim pun mulai menemukan “bentuk”, dan pada tanggal 3 Maret 2009 lahirlah Smile Magz sebagai media komunikasi dan inspirasiJ. Dan dengan persiapan seadanya, akhirnya tanggal 15 Maret 2009 bisa dipublikasikan ke dunia. Hal ini menambah kabar gembira sebelumnya, yaitu keberhasilanya kerjasama dengan SMP 3 Ngaglik Sleman untuk melaksanakan training selama 2 bulan :). Dan perjuangan pun berlanjut…:)



nb : Tulisan ini dibuat saat SC ingin melaksanakan "Musyawarah" untuk pertama kalinya (26 Maret 2011) dan kemudian di tulis kembali di sini

Selasa, 10 Januari 2012

Cara Memberi "Aturan main" Hubunganmu

6 comments
terkadang kita tertekan karena hub yg ga jelas atau ga sesuai yg kita inginkan. baik dg keluarga, pasangan ataupun calon pasangan


kita ga nyaman atas sikap, perilaku ataupun kebiasaan orla. spt ga pernah bls sms, jarang telpon atau malah terlalu berlebihan


lalu gimana mengatasinya? kuncinya #Asertif, dan bersikaplah secara TEGAS dan KONSISTEN


caranya? bilang ke yg bersangkutan : "aku ga nyaman bila ..., karena.....",
 beri "aturan main" yg jelas


jangan biarkan dirimu "tersiksa" karena tidak berani memperjelas "aturan"nya, selamat mencoba :D






nb : tulisan lain tentang asertif bisa dibaca di sini

Minggu, 08 Januari 2012

#disosiasi

2 comments
1. Keadaan "negatif" adl tanda bahwa kt butuh mlakukan cara lain


2. Salah satu cara kluar dr kondisi "negatif" adl melakukan 


3.  adl mbuat indra-indra & diri kt brada dluar diri. Spt sdg MENGOBSERVASI diri kita


4. Dg melakukan  memungkinkan kita mmisahkan diri dari intesitas kondisi tsb


5. Hal ini akan mbantu kt utk bpikir lbh jernih & punya akses k sbrdaya yg bs mbantu mnghadapi situasi tsb 


 try it :D


@dwarifn