Sabtu, 27 Februari 2010

Februari ini?

8 comments


Salah satu momen terbaik dibulan ini^^ (Pelatihan di PAYPI)


Ga terasa sudah berasa sudah berada diujung februari, padahal kaykna baru kemarin saya nulis sudah februari, dan besok berganti maret. Apalagi minggu ini ku terlalu disibukan begitu banyak hal,sehingga sedikit menurunkan produktifas menulisku. Dan di penghujung bulan ini ku bertanya dalam hati apa yang sudah saya lakukan bulan ini? Apa saja yang sudah saya capai?

Memang banyak hal yang sudah kulakukan namun tidak sedikit juga beberapa rencana yang gagal. Namun beberapa kegagalan ini membuat ku belajar ternyata memang banyak hal yang harus dibenahi. Banyak hal yang terus harus diperbaiki. Dan ku juga tersenyum ketika saya juga berhasil mencapai beberapa hasil, seperti naskah yang sudah 97%, bertemu Tim Senyum Community yang baru dan hal-hal kecil lain yang tak bisa saya tulis lain.

Dan saat ku tahu banyak hal saya capai (ditambah hikmah kegagalan) ku semakin yakin bahwa hidup memang proses pembelajaran yang tak pernah berhenti. Pembelajaran yang membuat kita semakin dewasa dan semakin menghargai hidup ini. Hingga kembali lagi pada suatu titik pertanyaan : apa yang bisa diberikan pada hidup? Kita telah begitu banyak mendapatkan sesuatu dalam hidup ini, apa yang bisa kita kontribusikan hidup ini??



Nb: buat teman2 baru blogger yang linknya blom terpasang, mohon diingatkan. Saya lebih sering berkunjung lwt link halaman blog ini daripada membuka dashboard (karena masalah koneksi :D). terima kasih :)

Rabu, 24 Februari 2010

Rahasia Agar Orang Lain Mau Melakukan Apapun Untuk Anda

13 comments


Sangat menyenangkan bila permintaan kita dikabulkan orang lain. Beberapa waktu lalu saya mencoba meminta beberapa teman via Facebook untuk membantu untuk tagging photo sebuah pengumuman. Dan hampir kesemuan teman saya mau melakukannya. Ajaibnya hampir semuanya adalah Teman maya dan belum pernah berjumpa didunia nyata. Bagaimana caranya agar orang lain bisa terbujuk oleh permintaan kita, walaupun orang tersebut belum mengenal sepenuhnya diri kita?

Bagaimana dengan Anda? seringkah mengajukan permintaan kepada orang lain? Jika iya, seberapa sering orang lain tersebut mengabulkan permintaan Anda. Jika orang lain jarang memenuhi permintaan Anda, berarti Anda perlu mengetahui rahasia ini. Rahasia membujuk (persuading). Membujuk? Apa itu? membujuk merupakan komunikasi yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang dengan tujuan agar pihak lain mau mengikuti dengan sukarela keinginan seseorang tadi
Berikut ini beberapa taktik agar Anda berhasil membujuk orang lain :
1. Bangun kredibilitas

2. Gunakan prinsip kesukaan : orang lain menyukai orang yang menyukainya

3. Buat bujukan Anda itu spesial dan unik (langka)

4. Melakukan dengan konsisten

5. Apa yang Anda lakukan pasti kembali kepada Anda

6. Gunakan pengaruh sosial

7. Gunakan teknik mirroring (meniru)

8. Waktu yang tepat

9. Jawaban “ya”

10. Jelaskan dengan baik dan sopan

11. Sajikan bukti dan alasan

12. Perhatikan kepentingan pihak yang sedang kita bujuk.

Artikel lengkap bisa Anda baca di : http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-agar-orang-lain-mau-melakukan-apapun-untuk-anda/

Senin, 22 Februari 2010

Mendadak Blogger Kumpul

16 comments


ide tiba-tiba muncul ketika saya dan jojo ingin bertemu untuk diskusi tentang naskah buku. Walaupun awalnya ragu bisa ngumpulin, tapi tetap aja saya nekat untuk ngundang teman-teman (walo hanya via FB). jadilah "judul"nya seperti yang tertera diatas,, : "medadak Blogger kumpul" di Break Coffe Jakal Yogyakarta, kemarin tgl 20 Februari 2010.

acara mendadak emang hanya bertiga aku, jojo dan Arin. namun tetap aja seru n bisa saling berbagi satu sama lain. :D. terbersit untuk membuat komunitas sendiri, namun untuk menuju kesana mungkin masih perlu perjuangan. semoga saja hal ini bisa memberikan lebih banyak manfaat lagi. Tunggu aja tanggal maina ^^

Kamis, 18 Februari 2010

Sebuah prioritas

14 comments


Tadi malam saat hujan turun, q mampir di Angkringan untuk berbuka puasa. Beberapa saat menunggu hidangan, tiba-tiba penjual angkringan “ijin” ingin shalat magrib dulu, karena Iqomah sudah dikumandangkan. Dan dia meninggalkan angkringanya. Dia percaya pasti ada yang menjaga jualannya.

Menurutku orang satu ini merupakan salah satu orang yang bisa memprioritaskan hidup, mana yang lebih penting untuk dilakukan. Berbeda dengan kebanyakan rekan-rekan baru yang saya temui, kebanyakan mereka masih bingun, sebenarnya mana yang harus didahulukan. Bahkan beberapa rekan sempat bingun ketika saya minta ketegasan,, “sebenarnya yang kamu inginkan itu apa?”, “apa yang menurut kamu paling penting?”.
Dan tidak sedikit dari mereka masih terombang-ambing oleh “iming-iming” kesempatan dan peluang yang belum tentu dia inginkan. Menurut pengalaman saya, akan selalu ada godaan yang menghadang disetiap keputusan kita. Disaat saya harus “mengabdi” di jogja, banyak tawaran yang tentunya dengan imbalan harta dan pangkat yang memuasakan. Memang kalau kita berpikir sempit, kita bisa tergelincir dalam kenikmatan sesaat. Kita lupa terhadapa “apa yang sebenarnya kita impikan”

Dan yang bisa sampaikan adalah saat kita tahu kemana kita menuju. Kita harus BERANI melakukan hal yang berharga (walau pahit). Kita harus mampu memilih mana prioritas kehidupan kita. Semoga


nb: maaf jika pada nungguin tips baru (GR ni ), kalau pengen baca lain tips bisa di :
a. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-menghilangkan-gelisah-grogi-saat-harus-berbicara-didepan-orang-banyak/

b. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/cara-mencintai-diri-sendiri/

c. http://www.senyumkita.com/senyum-inspirasi/rahasia-meningkatkan-percaya-diri/

Kamis, 11 Februari 2010

Rahasia Membangun Kredibilitas

15 comments


Beberapa waktu lalau, teman saya menceritakan bahwa dia mendapat “tantangan” baru. Sebagai seorang mahasiswa, ia harus memberikan pelatihan bagi ibu-ibu yang jauh diatas umurnya. Bagaiamana mungkin seorang yang masih muda memberi pengaruh bagi orang yang jauh lebih berpengalaman? Tentunya hal ini tergantung kita membangun kredibiltas kita. Kredibilitas menjadi penting karena hal ini akan menjadi salah factor yang bisa mempengaruhi manusia. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa membangun kredibilitas?

Menurut graham Jones (penulis piramida kredibilitas), kredibilitas tergantung pada 4 elemen yaitu pengetahuan (10%), Fokus (15%), Anthusiasme (25%) dan perhatian dan kepedulian terhadap audien/orang lain (50%). Jadi memang ternyata bagaimana kita menunjukan perhatian dan kepedulian merupakan cara yang paling efektif untuk membangun kredibilitas kita. Orang lain akan lebih percaya kepada Anda jika Anda memang menunjukan perhatian dan peduli terhadap masalah atau apapun menyangkut orang tersebut.
Berikut ini merupakan beberapa tips untuk membangun kredibilitas :
1. Sampaikan kompetensi Anda.
Ungkapkan kompetensi apa saja yang Anda miliki. Tunjukan capaian yang pernah Anda capai. Sampaikan bahwa Anda memang pantas membawakan materi, topic atau permasalahan dalam situasi tersebut. Jika Anda belum punya pengalaman sampaikan pandangan atau pengetahuan special Anda. Tunjukan kekuatan Anda. Dan jangan sampai Anda berbohong, sampaikan fakta yang ada.

2. Pahami orang lain/audien
Anda harus memahami dengan siapa Anda berkomunikasi. Coba pahami sudut pandang mereka. Cobalah gunakan prinsip atau nilai-nilai yang dipegang audien tersebut. Pastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tersebut sesuai dengan kebiasaan dan budaya mereka.

3. Berbicaralah dengan lugas dan ekspresikan ide Anda dengan tegas
Berbicaralah jangan terlalu cepat atau lambat. Jangan ragu dengan pendapat Anda. Bila Anda salah akui, dan beri dasar atau alasan yang bisa dipahami oleh orang lain. Dan hindari kebiasaan mengatakan “hmm..”, “ee..” ataupun kebiasaan lain yang berlebihan. Hal ini bisa mengurangi kredibilitas Anda.

4. Gunakan alasan yang jelas dan menyakinkan
Apapun pendapat Anda pastikan mempunyai dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Sampaikan secara jelas dan lengkap jika perlu. Berikan fakta atau bukti yang mendukung. Dan beri contoh yang konkret dan bisa dipahami oleh audien

5. Menyentuh emosi
Keputusan manusia lebih banyak dipengaruhi oleh emosi dibanding logika. Sentuh emosi mereka, hal ini akan memberikan pengaruh yang lebih kuat daripada hanya sekedar memberikan alasan logis saja. Cara menyentuh emosi ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : (a) menggunakan kata atau kalimat yang menggungah emosi. Hal ini tergantung topic yang disampaikan. Contohnya : “saya sangat bergairah melakukannya, hal ini juga akan membuat Anda bersemangat” (b). ceritakan tentang pengalaman pribadi. Tunjukan bahwa Anda pernah mengalami, jelaskan dengan rinci dan gambarkan keadaan emosi anda saat itu. (c) apa adanya. Keluarkan apa yang ada didalam hati anda. jangan berpura-pura. Jika apa yang Anda sampaikan itu sesuai dengan hati nurani Anda, maka akan mempunyai “ruh”. Hal ini akan memberikan dampak yang begitu kuat. Seperti kata pepatah “ jika hanya dari mulut saja, maka hanya akan sampai ke telinga. Namun jika berasal dari hati, maka bisa menancap di sanubari”

Senin, 08 Februari 2010

Cara menghilangkan kesepian

13 comments



Apakah Anda kesepian? Apakah anda pernah kesepian padahal Anda merasa dalam keramaian? Kesepian merupakan pengalaman subjektif. Anda dapat sendirian tanpa mengalami kesepian dan Anda dapat kesepian dalam keramaian

Kesepian merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan yang terjadi ketika hubungan sosial seseorang kurang baik (deficient) baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Kesepian ini berasal dari kesenjangan antara kebutuhan atau dorongan seseorang akan tingkat kontak sosial dengan jumlah kontak sosial yang dimiliki. Dan kesepian juga bisa berupa kesepian emosional (Tidak adanya kelekatan emosional) dan juga kesepian sosial (Tidak adanya hubungan yang sosial yang memadai).

Beberapa faktor kepribadian yang berhubungan erat dengan kesepian adalah Harga diri yang rendah, Mudah cemas, pemalu, kurangnya ketrampilan sosial, kebutuhan untuk membuat teman baru, Kurangnya asertivitas

Ini mungkin beberapa langkah untuk menghilang kesepian:
1.Bersikap positif pada diri sendiri
Ingat kesepian adalah pengalaman subjektif. Saat Anda mampu bersikap positif pada diri sendiri maka Anda akan berupaya berpikir positif, berperasaan positif dan tetnunya melakukan hal-hal positif. Anda bisa melihat hal-hal positif saat Anda sendiri, seperti bisa melakukan apa saja semau Anda. Anda juga melakukan hal-hal yang belum tentu bisa Anda lakukan bila ada orang lain.

2.Manfaatkan teknologi
Kemajuan teknologi sangat membantu kita untuk terhubung satu sama lain. Manfaatkan semaksimal mungkin. Sekarang Ada Facebook, YM, Blog (Internet) dan Sms (Handphone) ataupun teknologi lain yang bisa mendekatkan kita tanpa dibatasi jarak dan waktu.

3.Ikuti organisasi atau kegiatan social
Terlibatlah dalam organisasi atau kegiatan social. Berperan aktiflah. Semakin besar peran Anda, semakin besar kemungkinan hilangnya persaan kesepian tersebut. Anda akan merasa dibutuhkan dan dihargai. Hal ini akan membuat Anda lebih bermakna dan menghilangkan rasa kesepian tersebut.

4.Melakukan hobi atau hal yang disukai Anda

Lakukanlah hobi Anda. jika Anda suka binatang, peliharalah. Jika Anda tumbuhan buatlah taman dirumah Anda. lakukanlah hal-hal yang membuat Anda senang dan benar-benar terlibat didalamnya. Arahkan apa yang Anda lakukan tersebut menajadi suatu nilai tambah bagi Anda atau orang lain. Banyak orang memulai bisnis dari hobi mereka, mengapa Adna tidak melakukannya juga?

5.Membaca
Buku adalah teman yang setia, begitulah kata pepatah kuno. Bacalah buku sesuai minat Anda, namun sesekali bacalah buku yang diluar minat Anda. hal ini akan membuka wawasan Anda. Anda bisa juga membaca majalah, Koran atau media lain seperti blog.

6.Mendekat kepadaNya.
(seperti poin 5) bacalah kitab suci agama Anda. akan merasa lebih dekat kepadaNya. Lakukanlah ibadah dengan sungguh-sungguh. Anda akan merasa Anda tidak sendiri. Selalu ada yang menemani Anda. dan justru disaat merasa sepi ini Anda akan merasa lebih dekat kepada Pencipta Anda. itulah mengapa banyak orang sering bersemedi atau melakukan ritual lain dengan mengasingkan diri.

ad ide lain??

12 Langkah Menciptakan Kesan Pertama yang “Menggoda”

12 comments


Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda. begitulah kira-kira pesan brand terkenal tentang pentingnya kesan pertama. sebegitu pentingkah kesna pertama, sehingga orang menciptakan kesan yang hebat? Memang orang akan lebih cenderung menilai orang dari pertama kali kta berhubungan. Ketika bisa membangun hubungan positif sejak awal, tentunya hal ini akan memudahkan proses berikutnya. Namun bila sejak awal kita gagal membangun kesan positif, jangan heran bila kita gagal membangun hubungan lebih jauh lagi.
Ini beberapa cara agar Anda bisa memberikan kesan pertama yang “menggoda”:
1.Tepat Waktu.
Jangan sampai Anda dicap sebagai orang yang tidak disiplin atau tidak professional karena Anda terlambat. Datanglah sebelum waktu ditentukan. Datang tepat waktu sangat membantu Anda mempersiapkan segala sesuatu yang luar perkiraan kita. Dan pastikan bahwa Anda siap memberikan kesan pertama yang positif.

2.Jadilah diri sendiri
Anda tidak perlu memakai “topeng”. Biarkan Anda menjadi diri Anda sendiri. Anda akan merasa nyaman bila menjadi diri sendiri. Dan orang lain belum tentu nyaman ketika Anda menjadi “orang lain”. Biarkan semua itu apa adanya. Jika orang lain sudah merasa nyaman dengan Anda yang sebenarnya, hal ini akan memudahkan prosesnya selanjutnya. Anda tidak perlu mencari-cari “topeng” yang lain

3.Tersenyumlah
Senyum memang menjadi jurus yang sangat ampuh. Sebuah senyuman bisa membaut orang lain merasa nyaman dengan Anda. bandingkan bila Anda bertemu dengan orang yang bermuka cemberut, hal ini tentu berbeda ketika Anda menghadapi orang dengan senyum hangat. :)

4.Fokuslah ke orang lain
Biarkan orang lain membicarakan diri mereka. Orang akan lebih senang jika membicarakan tentang dirinya daripada orang lain. Anda tidak perlu melebihkan-lebihkan diri Anda. fokuslah kepada orang lain tersebut.

5.Gunakan semua “jurus berkomunikasi ala dwan^^”
Gunakan cara mendengar yang efektif. Ajukan pertanyaan yang membuat orang lain positif kepada Anda. dan berikan umpan balik positif.

6.Bersikap sopan dan hati-hati
Bersikap sopanlah. Pahami budaya atau latar belakang orang lain. Jangan sampai Anda berbuat sesuatu yang melanggar norma atau etika. Anda tidak perlu mengatakan bahwa Anda itu orang yang sopan dan santun. Anda hanya perlu menunjukan bahwa Anda memang orang yang baik. Serta berhati-hatilah dengan humor. Tidak semua orang menyukai humor Anda.

7.Sebut namanya
Orang akan lebih senang jika disebut namanya daripada dipanggil dengan “Masnya atau mbaknya”. Jika perlu Anda bisa menanyakan panggilan kesukaannya. Jika itu belum cukup, coba tanyakan arti dari nama tersebut. Dari hal sederhana tersebut orang akan melihat begitu perhatiannya diri Anda.

8.Terbukalah dan percaya diri
Bersifat terbukalah. Jangan sampai orang lain mengganggap diri Anda menutup-nutupi sesuatu. Biarkan pikiran Anda juga terbuka dengan pendapat dan masukan orang lain. Dan lakukanlah dengan percaya diri. Akui jika memang Anda mempunyai kelemahan, namun tunjukan bahwa Anda juga pantas dibanggakan. Tidak perlu berlebihan, biarkan orang lain yang menilai. Kepercayaan diri akan membuat Anda nyaman dan memberikan kesempatan orang lain untuk nyaman dengan Anda.

9.Perhatikan bahasa tubuh Anda.

Tunjukan antusiasme Anda. jangan sampai bahasa tubuh Anda malah menunjukan sebaliknya. Lakukan kontak mata. Tunjukan bahwa Anda sangat bahagi bisa bertmu orang tersebut. Jangan melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu (seperti bermain-main dengan bolpen, atau rambut Anda).

10.Perlihatkan diri Anda sesuai harapan orang lain

Hal ini berkaitan dengan penampilan Anda. jika Ada pertemuan resmi di kantor, sesuaikan pakaian Anda. Bila pertemuan dalam acara pesta atau santai, anda tetnunya tampil sesuai keadaan tersebut. Jika Anda ragu dengan kondisi pertemuan, jangan malu untuk bertanya sebelumnya. Tanyakan dengan jelas bagaimana Anda harus berpakain. Hal ini lebih baik daripada Anda salah kostum saat hari pertemuan.


11.Tawarkan bantuan
Jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Tunjukan dengan tulus bahwa Anda sangat senang membantu orang tersebut. Jangan terlalu berharap untuk mendapatkan sesuatu. Biarkan hal tersebut berjalan alami.


12.Tanyakan kapan Anda bisa bertemu lagi
Tunjukan bahwa Anda ingin menindaklanjuti pertemuan pertama ini. Berikan testimoni atau pesan pribadi kepada orang tersebut. Ajukan keinginan bahwa Anda ingin bertemu lagi. Tunjukan bahwa pertemuan pertama ini memberi kesan positif dan patut ditindaklanjuti kembali.